Mekkah (ANTARA News) - Ibadah haji adalah ibadah fisik. Artinya, salah makan bisa berabe. Apa jadinya ketika wukuf perut kena diare akibat makan makanan basi? Bayangkan kalau anda mencret-mencret di Padang Arafah di tengah tiga juta jemaah haji sementara fasilitas toilet amat terbatas?
Persoalan bagaimana memberi makan 221.000 jemaah Indonesia yang sedang melaksanakan haji di Arafah, Musdalifah dan Mina (sering disingkat sebagai Armina) menjadi perhatian serius Amirul Haj Suryadharma Ali. Menteri Agama itu ingin memastikan tidak ada jemaah haji yang kena diare pada saat ibadah puncak haji, yaitu saat bermalam di Mina dan wukuf di Arafah.
"Jangan sampai jemaah mencret dan terganggu ibadahnya. Untuk itu, selama di Armina mereka harus makan dengan cara prasmanan, bukan dalam box," katanya di Mekkah, Rabu, saat menerima laporan para petugas haji dan persiapan pelayanan puncak ibadah haji.
Meskipun sejumlah pihak, termasuk para anggota DPR, mengusulkan agar selama di Armina jemaah haji diberikan nasi kotak supaya praktis dan tidak antri, pemerintah memilih menyediakan katering makanan dengan sistim prasmanan seperti dalam hajatan atau pesta perkawinan.
Amirul Haj pun panjang lebar menjelaskan alasan dipilihnya konsumsi model hajatan ketimbang pembagian dalam kotak. Coba bayangkan bagaimana ribetnya menyediakan kotak makanan untuk 221.000 jemaah tiga kali sehari. Kapan menyiangi bahan bakunya, kapan memasaknya, masukin ke kotaknya, lalu mendistribusikannya dalam situasi transportasi lumpuh ke tenda-tenda jemaah haji.
"Ribetnya minta ampun. Belum lagi kotak-kotak makanan itu disimpan dimana? Di Armina tidak ada tempat penyimpanan. Telat dimakan sedikit saja sudah basi," katanya.
Akhirnya pemerintah memutuskan untuk prasmanan kendati jemaah harus mengantri panjang dalam suasana panas dan terik untuk mendapatkan makanan tersebut.
"Coba pilih mana: mencret atau antri panjang?" tanya Suryadharma seraya menambahkan bahwa sakit perut lebih mudharat karena nanti jemaah haji tidak bisa beribadah. Bukannya antri prasmanan, tetapi malah antri menunggu giliran masuk toilet yang terbatas jumlahnya.
Sistim prasmanan dianggap lebih baik karena makanannya masih fresh dan jemaah bisa memilih makanan yang mereka sukai. Resiko basinya bisa dikatakan nol persen.
Pengusaha katering tentu saja akan memilih kotak makanan ketimbang model hajatan. Kalau pakai kotak bisa lebih irit bahan baku dan tentunya lebih menguntungkan. Jika ada 1000 jemaah di satu maktab, maka diperlukan 1000 telor atau 1000 tempe. Tapi kalau sistim prasmanan, mereka harus menyediakan sampai 1500 telor dan 1500 tempe.
"Dengan sistim prasmanan, jemaah bisa ambil jatah lebih dari yang seharusnya," kata Suryadharma.
Ia menjelaskan bahwa problem pelaksanaan haji yang cukup krusial adalah masalah katering. Menurut Amirul Haj, katering yang sukses dan baik itu adalah tingkat distribusinya cepat dan tingkat kesehatan dari makanan itu terjamin, termasuk soal kandungan gizinya.
Untuk itu, dalam sistim prasmanan pun menunya diarahkan untuk tidak membuat perut jemaah haji berontak. Biasanya pengusaha katering tidak menyediakan sambal yang pedas dan sayur lodeh yang banyak santannya. Makanan yang terlalu banyak garamnya juga tidak dianjurkan.
"Sambal menyebabkan diare, sayur lodeh bisa bikin perut kembung, makanan asin bisa bikin darah tinggi," kata Menag.
Pertanyakan
Keputusan pemerintah untuk menggunakan sistim prasmanan saat di Armina dipertanyakan Tim Pengawas Pelaksanaan Ibadah Haji DPR. Prasmanan dianggap bertentangan dengan hasil keputusan rapat kerja Menteri Agama dengan Komisi VIII DPR RI.
Busro Suhud dari Komisi VIII DPR merasa rekomendasinya diabaikan. Pada musim haji tahun 2010, katanya, dengan sistim prasmanan banyak jemaah yang tak kebagian jatah makan, antri lama di tengah panas yang terik, dan ada jemaah usia lanjut yang jatuh sakit karena kelamaan mengantri.
Arfan Samrang, dari Fraksi PAN, dalam pertemuan dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Jeddah 22 Oktober 2011 juga tampak berang. Pemerintah dianggap tidak melaksanakan kesepakatan dengan parlemen yang katanya sudah menyetujui sistim kotak makanan.
"Koq diubah secara sepihak. Kami merasa tidak dianggap dan disepelekan?" katanya seperti dikutip dalam laporan Media Center Haji (MCH).
Meskipun wakil rakyat keberatan dengan sistim prasmanan, toh fakta di lapangan menunjukkan lain. Sebanyak 16 perusahaan katering yang mendapat kontrak dari pemerintah menyatakan tidak bisa memenuhi layanan sistim kotak makanan. Mereka mengaku kesulitan dalam packaging dan penyimpanan di maktab-maktab.
Menurut Ketua PPIH Arab Saudi Syairozy Dimyati pemerintah Arab Saudi hanya memberikan ruang tidak lebih dari 12 meter persegi untuk proses memasak, packaging, dan penyimpanan di setiap maktab. Kondisi ini tidak memungkinkan karena dalam satu maktab, penyedia layanan katering harus menyiapkan makanan untuk sekitar 3000 jemaah.
Apalagi, katanya, proses pemaketan harus dilakukan secara manual, karena otoritas haji Arab Saudi melarang perusahaan katering membawa mesin packaging yang bisa bekerja dalam waktu singkat.
Jika tetap nekad menggunakan kotak, makanan akan basi sebelum dibagikan kepada jemaah. Sebab, dibutuhkan waktu minimal empat jam hanya untuk proses packaging di setiap waktu makan. Belum lagi proses pendistribusiannya kepada ribuan jemaah.
PPIH dihadapkan pada dua pilihan: kotak atau prasmanan?
Dan untuk musim haji tahun ini, PPIH telah memutuskan untuk tetap memilih prasmanan meskipun dikritik habis-habisan oleh anggota DPR. Memang tidak mudah memberi makan 221.000 jemaah haji tiga kali sehari. Daripada kena diare dan mencret-mencret yang berakibat ibadah terganggu, lebih baik bersabar antri prasmanan di tengah terik matahari.(*)
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 Oktober 2011
Selasa, 05 Januari 2010
Ahmadinejad Kecam Media Barat
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengecam media Barat yang dianggap tidak sehat dan sering memberitakan miring terhadap dirinya dan negara-negara berkembang seperti Iran dan Indonesia.
"Mereka mengklaim independen, tetapi sesungguhnya punya angle dan agenda pemberitaan sendiri. Media seperti itu tidak sehat dan negatif," katanya menjawab pertanyaan wartawan Antara Akhmad Kusaeni di Teheran, Selasa.
Kepada Ahmadinejad ditanyakan apakah dirinya merasa tidak senang dengan pemberitaan media Barat yang selalu memojokan dirinya dan Iran.
Presiden yang dikenal vokal dan bersuara keras terhadap Amerika Serikat itu mengatakan dirinya tidak terganggu dengan media Barat yang suka menjadikannya bulan-bulanan.
"Saya tidak bersedih kalau orang jahat memberitakan negatif terhadap Iran, karena sudah pasti itu kebohongan. Tapi saya sangat sedih kalau orang baik seperti anda memberitakan hal miring terhadap Iran," katanya.
Media Barat dan media di Asia Pasifik, katanya, punya cita rasa yang berbeda dalam memilih angle pemberitaan dan agenda liputannya. Media di Asia Pasifik cenderung mengarah kepada pemberitaan yang sejuk, damai dan menyebarkan persahabatan ke seluruh penjuru dunia.
"Laporannya yang akurat membuat hati dan gagasan bersatu untuk kehidupan yang lebih baik. Saling menghargai antara negara adalah karakter dari media di negara berkembang," katanya.
Sedangkan media Barat yang dipengaruhi Yahudi, menurut Ahmadinejad, penuh prasangka dan siasat. Media Barat selalu membesar-besarkan hal-hal kecil di negara berkembang seperti Iran dan Indonesia, sementara mereka mengabaikan persoalan dan isu besar seperti yang terjadi di Palestina dan di Amerika Serikat sendiri.
Sebagai contoh, masalah kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel di jalur Gaza oleh media Barat diputarbalikan mengenai siapa si jahat dan siapa si baik. Media Barat membalikan fakta dengan menggambarkan warga Gaza sebagai teroris, sementara Israel disebutkan sebagai pembela dunia bebas.
Contoh yang lain, Ahmadinejad mengatakan, jika terjadi keributan kecil di penjara Indonesia atau unjuk rasa di Iran, media Barat dengan gegap gempita memberitakannya. Peristiwa yang biasa dan wajar terjadi di mana saja itu menjadi fokus pemberitaannya.
"Mereka memberitakan peristiwa di Indonesia atau di Iran itu dengan bersemangat. Diberikan analisa, diambil kesimpulan, seolah-olah hal besar dan buruk terjadi di negeri kita," katanya.
Tidak Adil
Sudut pandang pemberitaan seperti itu menurut Ahmadinejad, merupakan sudut pandang yang sangat tidak adil.
Ia mengatakan, keributan di penjara Amerika Serikat dan penanganan refresif terhadap pengunjuk rasa di negara Barat tidak diliput dan dianalisa sebagaimana mereka melakukannya terhadap peristiwa yang terjadi di Indonesia atau Iran.
"Berapa banyak kerusuhan besar di penjara Amerika dan kebrutalan aparat keamanan di sana yang terjadi. Tapi kita tidak melihatnya ada dan dibesar-besarkan di media," lanjutnya.
Presiden Iran itu menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke New York saat Sidang Majelis Umum PBB beberapa bulan lalu. Hampir semua media utama di negeri itu seperti Washington Post, New York Times, Newsweek, dan jaringan televisi AS, mewawancarainya.
Yang mengherankan Ahmadinejad adalah hampir semua pertanyaan, arah pemberitaannya, dan hasil liputannya sama.
"Ini mengherankan. Bagaimana mungkin terjadi? Mereka mengklaim diri independen, tapi ternyata sama semua. Barangkali pemilik media-media yang sepertinya banyak itu hanya satu, yaitu kaum Yahudi," tegasnya sambil mengusap janggutnya yang lebat.
Untuk mengakhiri dominasi pemberitaan media Barat yang seperti itu, Ahmadinejad menyerukan agar anggota Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) yang beranggotakan 40 kantor berita dari 33 negara itu bersatu dan bersinergi dalam menyuarakan kebenaran dan perdamaian.
"Hanya dengan cara itu, dominasi media Barat yang dipengaruhi Yahudi, bisa diimbangi dan diakhiri di masa depan," demikian Presiden Ahmadinejad. (*)
COPYRIGHT © 2009
http://www.antaranews.com/berita/1258444942/ahmadinejad-kecam-media-barat
"Mereka mengklaim independen, tetapi sesungguhnya punya angle dan agenda pemberitaan sendiri. Media seperti itu tidak sehat dan negatif," katanya menjawab pertanyaan wartawan Antara Akhmad Kusaeni di Teheran, Selasa.
Kepada Ahmadinejad ditanyakan apakah dirinya merasa tidak senang dengan pemberitaan media Barat yang selalu memojokan dirinya dan Iran.
Presiden yang dikenal vokal dan bersuara keras terhadap Amerika Serikat itu mengatakan dirinya tidak terganggu dengan media Barat yang suka menjadikannya bulan-bulanan.
"Saya tidak bersedih kalau orang jahat memberitakan negatif terhadap Iran, karena sudah pasti itu kebohongan. Tapi saya sangat sedih kalau orang baik seperti anda memberitakan hal miring terhadap Iran," katanya.
Media Barat dan media di Asia Pasifik, katanya, punya cita rasa yang berbeda dalam memilih angle pemberitaan dan agenda liputannya. Media di Asia Pasifik cenderung mengarah kepada pemberitaan yang sejuk, damai dan menyebarkan persahabatan ke seluruh penjuru dunia.
"Laporannya yang akurat membuat hati dan gagasan bersatu untuk kehidupan yang lebih baik. Saling menghargai antara negara adalah karakter dari media di negara berkembang," katanya.
Sedangkan media Barat yang dipengaruhi Yahudi, menurut Ahmadinejad, penuh prasangka dan siasat. Media Barat selalu membesar-besarkan hal-hal kecil di negara berkembang seperti Iran dan Indonesia, sementara mereka mengabaikan persoalan dan isu besar seperti yang terjadi di Palestina dan di Amerika Serikat sendiri.
Sebagai contoh, masalah kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel di jalur Gaza oleh media Barat diputarbalikan mengenai siapa si jahat dan siapa si baik. Media Barat membalikan fakta dengan menggambarkan warga Gaza sebagai teroris, sementara Israel disebutkan sebagai pembela dunia bebas.
Contoh yang lain, Ahmadinejad mengatakan, jika terjadi keributan kecil di penjara Indonesia atau unjuk rasa di Iran, media Barat dengan gegap gempita memberitakannya. Peristiwa yang biasa dan wajar terjadi di mana saja itu menjadi fokus pemberitaannya.
"Mereka memberitakan peristiwa di Indonesia atau di Iran itu dengan bersemangat. Diberikan analisa, diambil kesimpulan, seolah-olah hal besar dan buruk terjadi di negeri kita," katanya.
Tidak Adil
Sudut pandang pemberitaan seperti itu menurut Ahmadinejad, merupakan sudut pandang yang sangat tidak adil.
Ia mengatakan, keributan di penjara Amerika Serikat dan penanganan refresif terhadap pengunjuk rasa di negara Barat tidak diliput dan dianalisa sebagaimana mereka melakukannya terhadap peristiwa yang terjadi di Indonesia atau Iran.
"Berapa banyak kerusuhan besar di penjara Amerika dan kebrutalan aparat keamanan di sana yang terjadi. Tapi kita tidak melihatnya ada dan dibesar-besarkan di media," lanjutnya.
Presiden Iran itu menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke New York saat Sidang Majelis Umum PBB beberapa bulan lalu. Hampir semua media utama di negeri itu seperti Washington Post, New York Times, Newsweek, dan jaringan televisi AS, mewawancarainya.
Yang mengherankan Ahmadinejad adalah hampir semua pertanyaan, arah pemberitaannya, dan hasil liputannya sama.
"Ini mengherankan. Bagaimana mungkin terjadi? Mereka mengklaim diri independen, tapi ternyata sama semua. Barangkali pemilik media-media yang sepertinya banyak itu hanya satu, yaitu kaum Yahudi," tegasnya sambil mengusap janggutnya yang lebat.
Untuk mengakhiri dominasi pemberitaan media Barat yang seperti itu, Ahmadinejad menyerukan agar anggota Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) yang beranggotakan 40 kantor berita dari 33 negara itu bersatu dan bersinergi dalam menyuarakan kebenaran dan perdamaian.
"Hanya dengan cara itu, dominasi media Barat yang dipengaruhi Yahudi, bisa diimbangi dan diakhiri di masa depan," demikian Presiden Ahmadinejad. (*)
COPYRIGHT © 2009
http://www.antaranews.com/berita/1258444942/ahmadinejad-kecam-media-barat
Kamis, 24 Januari 2008
WAPRES BERSAMA PANGERAN DAN UNDANGAN SAKSIKAN PENCUCIAN KA'BAH
Mekkah (ANTARA News) - Prosesi pencucian Ka`bah dilaksanakan Kamis pagi, dengan disaksikan para pangeran kerajaan, ulama, menteri, tokoh internasional dan anggota korps diplomatik dari negara-negara Muslim, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla dan rombongan.
Wartawan Antara Akhmad Kusaeni yang ikut dalam kunjungan Wapres melaporkan, Kalla bersama rombongan sudah berada di Kawasan Masjidil Haram sejak Kamis dinihari untuk melakukan shalat Subuh berjamaah dan menanti saat prosesi pencucian kabah dilakukan.
Ka`bah dijaga ketat oleh pasukan khusus. Mereka melakukan pagar betis mengelilingi Ka`bah. Namun tidak melarang jemaah yang melakukan shalat.Kunci Ka`bah dipegang oleh suku Bani Shaybat. Anggota suku tersebut menyambut tamu untuk masuk ke dalam Ka`bah saat prosesi pencucian Ka`bah.
Sejumlah kecil tokoh dan diplomat asing diundang untuk ikut upacara. Gubernur Mekkah memimpin para tamu penting membersihkan dinding Ka`bah dengan menggunakan sapu. Baru kemudian Ka`bah dicuci dengan air Zam Zam yang dicampur bunga mawar
Sebelum melakukan pencucian, dilakukan tawaf dan shalat sunnah dua rakaat. Ritual pencucian Ka`bah dilakukan dengan cara menggosok dinding Ka`bah dengan kain yang sudah dibasahi wewangian Zam Zam.Pencucian Ka`bah dilakukan sebanyak dua kali tiap tahun. Satu kali sebelum bulan Ramadhan dan satu kali lagi pada musim haji.
Pencucian Ka`bah dilaksanakan, mengikuti Rasulullah SAW yang membersihkan Ka`bah saat Nabi berhasil menaklukkan Makkah pada tahun ke-8 HijriahTradisi itu adalah membuka kunci Ka`bah dan melakukan pembersihan di dalam Ka`bah. Kain penutup Ka`bah atau kiswah dibuka dan tangga khusus diletakan ke pintu Ka`bah untuk keluar masuk tamu.
Tradisi ini bukan merupakan ritus, melainkan pencucian dalam arti harfiah."Pencucian Kabah tujuannya adalah untuk mencuci dan membersihkan Kabah. Itu saja," kata mantan Menlu Alwi Shihab yang ikut dalam rombongan Wapres. (*)
Copyright © 2008 ANTARA
Wartawan Antara Akhmad Kusaeni yang ikut dalam kunjungan Wapres melaporkan, Kalla bersama rombongan sudah berada di Kawasan Masjidil Haram sejak Kamis dinihari untuk melakukan shalat Subuh berjamaah dan menanti saat prosesi pencucian kabah dilakukan.
Ka`bah dijaga ketat oleh pasukan khusus. Mereka melakukan pagar betis mengelilingi Ka`bah. Namun tidak melarang jemaah yang melakukan shalat.Kunci Ka`bah dipegang oleh suku Bani Shaybat. Anggota suku tersebut menyambut tamu untuk masuk ke dalam Ka`bah saat prosesi pencucian Ka`bah.
Sejumlah kecil tokoh dan diplomat asing diundang untuk ikut upacara. Gubernur Mekkah memimpin para tamu penting membersihkan dinding Ka`bah dengan menggunakan sapu. Baru kemudian Ka`bah dicuci dengan air Zam Zam yang dicampur bunga mawar
Sebelum melakukan pencucian, dilakukan tawaf dan shalat sunnah dua rakaat. Ritual pencucian Ka`bah dilakukan dengan cara menggosok dinding Ka`bah dengan kain yang sudah dibasahi wewangian Zam Zam.Pencucian Ka`bah dilakukan sebanyak dua kali tiap tahun. Satu kali sebelum bulan Ramadhan dan satu kali lagi pada musim haji.
Pencucian Ka`bah dilaksanakan, mengikuti Rasulullah SAW yang membersihkan Ka`bah saat Nabi berhasil menaklukkan Makkah pada tahun ke-8 HijriahTradisi itu adalah membuka kunci Ka`bah dan melakukan pembersihan di dalam Ka`bah. Kain penutup Ka`bah atau kiswah dibuka dan tangga khusus diletakan ke pintu Ka`bah untuk keluar masuk tamu.
Tradisi ini bukan merupakan ritus, melainkan pencucian dalam arti harfiah."Pencucian Kabah tujuannya adalah untuk mencuci dan membersihkan Kabah. Itu saja," kata mantan Menlu Alwi Shihab yang ikut dalam rombongan Wapres. (*)
Copyright © 2008 ANTARA
HARGA SELIMUT KA'BAH Rp.50 MILIAR
Mekkah (ANTARA News) - Harga selimut Ka`bah yang dinamakan kiswah mencapai 20 juta real atau sekitar Rp50 miliar dan diganti sekali setahun, kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Salim Segaf Aljufri.
Seusai masuk ke dalam Ka`bah bersama sejumlah Duta Besar dan diplomat dalam prosesi pencucian Ka`bah, Dubes Salim kepada wartawan Antara, Akhmad Kusaeni, mengatakan selimut Ka`bah terbuat dari sutera asli.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan prosesi pencucian Ka`bah itu sekaligus melaksanakan ibadah umroh atas undangan Kerajaan Arab Saudi. Kiswah dihias benang berlapis emas dan perak untuk membuat sulaman kaligrafi berupa ayat-ayat Al Quran dan hiasan-hiasan khusus bernuansa Islam. Tulisan itu membentuk angka V (angka tujuh dalam tulisan Arab). Salah satu kalimat yang ditulis di kiswah Ka`bah adalah, "Allah Jalla Jalalah, La Ilaha Illaallah, Muhammad Rasulullah".
Kain penutup Ka`bah berukuran panjang 14 meter dan lebar 47 meter, dengan berat sekitar 650 kilogram. Biaya untuk membuat satu buah Kiswah sekitar Rp50 miliar. Sebelum dibuat sendiri di Mekkah, kiswah biasanya dibuat di Mesir dan India dan diberikan kepada pemerintah Saudi sebagai hadiah.
Kiswah terdiri dari lima bagian, empat bagian untuk menutupi empat sisi Ka`bah dan satu bagian lagi untuk menutup bagian pintu Ka`bah. Di balik kiswah hitam, ada kain berwarna putih yang disebut Bithana Kiswah. Kain itu untuk meresap uap dari dinding Ka`bah dan menghalangi panas yang diserap dari kain kiswah yang hitam. Kain ini mengandung daya serap untuk menghindarkan panas yang berlebihan dan mencegah dinding Ka`bah retak.
Menurut sejarah, semasa Nabi Muhammad SAW, Rasullullah pernah menghadiahkan kiswah Al-washail. Nabi Muhammad SAW yang pertama kali mengiswahi Ka`bah. Cara ini kemudian diteruskan oleh Khulafa Urrasyidin, seperti Umar Bin Al-Khatab dan Utsman Bin Affan serta beberapa khalifah Bani Umayyah.
Di masa sekarang, para raja di Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan kiswah dari pabrik khusus pembuat kiswah di Mekah. Pencucian Ka`bah kali ini disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta rombongan. Prosesnya adalah dinding Ka`bah dibersihkan dengan air bercampur minyak wangi. Setelah bersih dan bagian dalam Kabah disapu, tamu-tamu negara memasuki bagian dalam Ka`bah.
"Kami melakukan shalat di dalam Ka`bah," kata Dubes Salim. Menurut sejumlah orang yang pernah memasuki ke dalam Ka`bah, jika sudah di dalam Ka`bah, jemaah boleh shalat dengan menghadap ke mana saja. "Ini rasanya, Ka`bah ada di dalam hati kita.
Maknanya, sesungguhnya kita sama di depan Allah," kata seorang diplomat Indonesia di Arab Saudi. Mantan Menteri Agama Tarmizi Taher yang sudah 13 kali mendapat kesempatan memasuki Ka`bah, pernah mengatakan bahwa dinding dalam Ka`bah, atap, lantai serta dua tiangnya biasa saja seperti dinding batu lainnya.Setiap kali masuk bangunan berbentuk kubus itu, kata Amirul Haj 2006 itu, ia menunaikan shalat dua rakaat sebanyak empat kali, masing-masing dua rakaat shalat menghadap ke arah dinding yang berbeda.
Tarmizi mengakui bagi umat Islam, memasuki Ka`bah mungkin merupakan impian yang tak akan terwujud, jika bukan tamu negara Kerajaan Arab Saudi, bahkan menyentuh dinding luar Ka`bah ketika melakukan thawaf di tengah ratusan ribu manusia saja sangat sulit.Mereka yang bisa masuk ke dalam Kabah dinilai sangat beruntung, karena Ka`bah adalah tempat ibadah pertama di bumi dan dibangun sejak Nabi Ibrahim AS. (*)
Copyright © 2008 ANTARA
Seusai masuk ke dalam Ka`bah bersama sejumlah Duta Besar dan diplomat dalam prosesi pencucian Ka`bah, Dubes Salim kepada wartawan Antara, Akhmad Kusaeni, mengatakan selimut Ka`bah terbuat dari sutera asli.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan prosesi pencucian Ka`bah itu sekaligus melaksanakan ibadah umroh atas undangan Kerajaan Arab Saudi. Kiswah dihias benang berlapis emas dan perak untuk membuat sulaman kaligrafi berupa ayat-ayat Al Quran dan hiasan-hiasan khusus bernuansa Islam. Tulisan itu membentuk angka V (angka tujuh dalam tulisan Arab). Salah satu kalimat yang ditulis di kiswah Ka`bah adalah, "Allah Jalla Jalalah, La Ilaha Illaallah, Muhammad Rasulullah".
Kain penutup Ka`bah berukuran panjang 14 meter dan lebar 47 meter, dengan berat sekitar 650 kilogram. Biaya untuk membuat satu buah Kiswah sekitar Rp50 miliar. Sebelum dibuat sendiri di Mekkah, kiswah biasanya dibuat di Mesir dan India dan diberikan kepada pemerintah Saudi sebagai hadiah.
Kiswah terdiri dari lima bagian, empat bagian untuk menutupi empat sisi Ka`bah dan satu bagian lagi untuk menutup bagian pintu Ka`bah. Di balik kiswah hitam, ada kain berwarna putih yang disebut Bithana Kiswah. Kain itu untuk meresap uap dari dinding Ka`bah dan menghalangi panas yang diserap dari kain kiswah yang hitam. Kain ini mengandung daya serap untuk menghindarkan panas yang berlebihan dan mencegah dinding Ka`bah retak.
Menurut sejarah, semasa Nabi Muhammad SAW, Rasullullah pernah menghadiahkan kiswah Al-washail. Nabi Muhammad SAW yang pertama kali mengiswahi Ka`bah. Cara ini kemudian diteruskan oleh Khulafa Urrasyidin, seperti Umar Bin Al-Khatab dan Utsman Bin Affan serta beberapa khalifah Bani Umayyah.
Di masa sekarang, para raja di Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan kiswah dari pabrik khusus pembuat kiswah di Mekah. Pencucian Ka`bah kali ini disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta rombongan. Prosesnya adalah dinding Ka`bah dibersihkan dengan air bercampur minyak wangi. Setelah bersih dan bagian dalam Kabah disapu, tamu-tamu negara memasuki bagian dalam Ka`bah.
"Kami melakukan shalat di dalam Ka`bah," kata Dubes Salim. Menurut sejumlah orang yang pernah memasuki ke dalam Ka`bah, jika sudah di dalam Ka`bah, jemaah boleh shalat dengan menghadap ke mana saja. "Ini rasanya, Ka`bah ada di dalam hati kita.
Maknanya, sesungguhnya kita sama di depan Allah," kata seorang diplomat Indonesia di Arab Saudi. Mantan Menteri Agama Tarmizi Taher yang sudah 13 kali mendapat kesempatan memasuki Ka`bah, pernah mengatakan bahwa dinding dalam Ka`bah, atap, lantai serta dua tiangnya biasa saja seperti dinding batu lainnya.Setiap kali masuk bangunan berbentuk kubus itu, kata Amirul Haj 2006 itu, ia menunaikan shalat dua rakaat sebanyak empat kali, masing-masing dua rakaat shalat menghadap ke arah dinding yang berbeda.
Tarmizi mengakui bagi umat Islam, memasuki Ka`bah mungkin merupakan impian yang tak akan terwujud, jika bukan tamu negara Kerajaan Arab Saudi, bahkan menyentuh dinding luar Ka`bah ketika melakukan thawaf di tengah ratusan ribu manusia saja sangat sulit.Mereka yang bisa masuk ke dalam Kabah dinilai sangat beruntung, karena Ka`bah adalah tempat ibadah pertama di bumi dan dibangun sejak Nabi Ibrahim AS. (*)
Copyright © 2008 ANTARA
Rabu, 23 Januari 2008
WAPRES DOAKAN KESELAMATAN BANGSA DI AL-MUTAZAM MEKKAH
Wakil Presiden Jusuf Kalla setiba di Mekkah, Rabu dinihari, langsung menunaikan ibadah umrah dan mendoakan keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia agar terhindar dari segala bencana dan kesulitan.
Doa dipanjatkan Kalla bersama rombongan di Al-Muatazam, yaitu sebuah lokasi antara Hajar Aswad dan pintu Kabah yang berada di kawasan Masjidil Haram, Mekkah.
Tempat ini diyakini sangat mustajab untuk memanjatkan doa. Rasulullah dan para sahabatnya biasa mendekatkan diri mereka ke Al Mutazam. Sampai sekarang para jemaah haji dan umrah berdoa apa saja di tempat itu untuk menyampaikan keinginan masing-masing.
Di tempat paling mustajab itu, Kalla menengadahkan tangan dan berdoa untuk bangsa Indonesia. "Supaya kita bisa lepas dari masalah-masalah pokok bangsa," katanya.
Hampir setiap tahun Kalla menyempatkan diri di sela-sela kesibukannya untuk melaksanakan ibadah umrah. Perjalanan panjang belasan jam dari Tanah Air tidak menyurutkannya untuk langsung melakukan tawaf, mencium Hajar Aswad, shalat sunah di Hijr Ismail, dan berdoa di Al-Mutazam.
Sepulang para jemaah haji dari segala penjuru dunia karena musim haji sudah berakhir, suasana Masjidil Haram tampak lebih sepi, sehingga ibadah umrah rombongan Wapres berjalan lancar. Setiap anggota rombongan berkesempatan mencium Hajar Aswad dengan leluasa, padahal pada musim haji itu tidak mudah dilakukan.
Petugas pemerintah Arab Saudi juga memperkenankan Kalla melakukan shalat sunah di Hijr Ismail, yaitu sebuah bangunan dengan tinggi kira-kira satu meter yang berbentuk setengah lingkaran di dekat Kabah. Jemaah haji dan umroh biasa melakukan shalat sunah semampunya di situ.Begitu juga ketika melakukan Sai, berupa lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali, rombongan Wapres dikawal dengan baik oleh petugas keamanan sehingga kegiatan ibadah lebih khusuk.
Setelah melakukan Sai, Kalla melakukan tahalul yaitu mencukur sebagian atau sepenuhnya rambut. Mula-mula Kalla dengan gunting kecil memotong rambut Ibu Mufidah Kalla dan anak-anaknya, kemudian rombongan lain, termasuk wartawan.
Pemimpin Redaksi Detik.com Budiono dan Wakil Pemimpin Redaksi Antara Akhmad Kusaeni termasuk yang dipotong rambutnya oleh Wapres.
Selain melakukan umrah, Kalla juga akan menyaksikan prosesi pencucian Kabah pada hari Kamis (24/1) dan Madinah untuk ziarah ke makam Nabi Muhamad SAW dan para sahabat, selain shalat di Mesjid Nabawi. (*)
Copyright © 2008 ANTARA
Doa dipanjatkan Kalla bersama rombongan di Al-Muatazam, yaitu sebuah lokasi antara Hajar Aswad dan pintu Kabah yang berada di kawasan Masjidil Haram, Mekkah.
Tempat ini diyakini sangat mustajab untuk memanjatkan doa. Rasulullah dan para sahabatnya biasa mendekatkan diri mereka ke Al Mutazam. Sampai sekarang para jemaah haji dan umrah berdoa apa saja di tempat itu untuk menyampaikan keinginan masing-masing.
Di tempat paling mustajab itu, Kalla menengadahkan tangan dan berdoa untuk bangsa Indonesia. "Supaya kita bisa lepas dari masalah-masalah pokok bangsa," katanya.
Hampir setiap tahun Kalla menyempatkan diri di sela-sela kesibukannya untuk melaksanakan ibadah umrah. Perjalanan panjang belasan jam dari Tanah Air tidak menyurutkannya untuk langsung melakukan tawaf, mencium Hajar Aswad, shalat sunah di Hijr Ismail, dan berdoa di Al-Mutazam.
Sepulang para jemaah haji dari segala penjuru dunia karena musim haji sudah berakhir, suasana Masjidil Haram tampak lebih sepi, sehingga ibadah umrah rombongan Wapres berjalan lancar. Setiap anggota rombongan berkesempatan mencium Hajar Aswad dengan leluasa, padahal pada musim haji itu tidak mudah dilakukan.
Petugas pemerintah Arab Saudi juga memperkenankan Kalla melakukan shalat sunah di Hijr Ismail, yaitu sebuah bangunan dengan tinggi kira-kira satu meter yang berbentuk setengah lingkaran di dekat Kabah. Jemaah haji dan umroh biasa melakukan shalat sunah semampunya di situ.Begitu juga ketika melakukan Sai, berupa lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali, rombongan Wapres dikawal dengan baik oleh petugas keamanan sehingga kegiatan ibadah lebih khusuk.
Setelah melakukan Sai, Kalla melakukan tahalul yaitu mencukur sebagian atau sepenuhnya rambut. Mula-mula Kalla dengan gunting kecil memotong rambut Ibu Mufidah Kalla dan anak-anaknya, kemudian rombongan lain, termasuk wartawan.
Pemimpin Redaksi Detik.com Budiono dan Wakil Pemimpin Redaksi Antara Akhmad Kusaeni termasuk yang dipotong rambutnya oleh Wapres.
Selain melakukan umrah, Kalla juga akan menyaksikan prosesi pencucian Kabah pada hari Kamis (24/1) dan Madinah untuk ziarah ke makam Nabi Muhamad SAW dan para sahabat, selain shalat di Mesjid Nabawi. (*)
Copyright © 2008 ANTARA
Senin, 19 November 2007
Raja Juan Carlos Buka Kongres ke 2 Kantor Berita Sedunia
Estopona, Malaga-RoL--Raja Spanyol Juan Carlos, Rabu membuka secara resmi Kongres ke-2 Kantor Berita Sedunia yang diadakan di Estepona, Andalusia, Spanyol yang diikuti lebih dari 100 peserta wakil dari kantor berita sedunia yang berlangsung hingga 27 Oktober mendatang.
Dalam sambutannya Raja Juan Carlos yang didampingi Ratu Sofia sebagaimana dilaporkan Antara, mengatakan bahwa peran kantor berita sangat penting karena selain memasok bahan bahan berita kepada koran, radio dan televisi, namun yang terpenting adalah bagaimana menyampaikan informasi dengan benar dan akurat.
Ia juga mengatakan bahwa kebebasan informasi sangat terkait dengan demokrasi untuk itu Raja meminta kantor berita sedunia untuk tetap menjaga independensinya. Raja Juan Carlos juga menilai topik yang dibahas dalam kongres yang diikuti 118 kantor berita di seluruh dunia sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Bagaimana kantor berita bisa memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat ke aras konvergensi dan multimedia di Era Globalisasi. Begitu juga dengan topik perlindungan terhadap keamanan wartawan yang meliput di daerah konflik bersenjata.
Ia menyatakan simpati terhadap masih jatuhnya korban wartawan di medan perang sehingga ia mengimbau perusahaan media dan peserta kongres untuk memikirkan peningkatan keselamatan wartawan di medan perang.
Ia mengutip hasil penelitian UNESCO yang menyatakan masih terdapatnya ketimpangan informasi antara Negara maju dan berkembang dan mengharapkan kongres ini bisa mengatasinya dengan melakukan kerjasama
Sementara itu Direktur Pemberitaan dan Keuangan LKBN Antara, M. Saiful Hadi, ketua delegasi dari Indonesia mengatakan bahwa delegasi Perum LKBN Antara dalam kongres tersebut akan menyampaikan pemikiran-pemikiran mengenai bagaimana lembaga kantor berita nasional bisa survive dalam persaingan dan bahkan bertekad menjadi kantor berita kelas dunia.
Selain Saiful Hadi, delegasi Indonesia lainnya adalah Direktur Umum dan SDM Rajab Ritonga dan Wakil Pemimpin Redaksi Bidang Umum Perum LKBN Antara Akhmad Kusaeni.
Menurut Saiful, kantor-kantor berita sekarang ini menghadapi tantangan baru yang mengancam eksistensinya. Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah memungkinkan berita dan informasi didistribusikan dan diakses secara massal dan gratis.
"Jika kantor berita tidak bisa menyiasatinya, tidak mengherankan sejumlah kantor berita punah dan bangkrut," katanya.
Ia juga mengatakan Kongres Kantor Berita Sedunia itu sangat penting mengingat Antara akan menjadi Presiden Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) pada Desember mendatang untuk periode kepemimpinan selama tiga tahun. OANA beranggotakan 33 kantor berita di kawasan Asia Pasifik.
Sebagai Presiden OANA, Perum LKBN Antara bertekad untuk menyuarakan informasi dari kawasan Asia Pasifik di forum internasional. Selama ini masih terjadi ketimpangan, dan berita-berita internasional masih didominasi oleh kantor-kantor berita raksasa Barat seperti Reuters, AP, AFP dan DPA.
"Bagaimana mengatasi ketimpangan arus informasi dari negara maju ke negara berkembangan itulah yang akan diperjuangkan Antara sebagai Presiden OANA pada Kongres Kantor Berita Sedunia itu," ujar Saiful Hadi yang juga Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Selain masalah ketimpangan informasi itu, delegasi Indonesia juga akan memperjuangkan bagaimana akses wartawan-wartawan Indonesia dan Asia bisa lebih terbuka dalam meliput peristiwa-peristiwa besar dunia, seperti Piala Dunia dan Olimpiade di Beijing pada 2008.
Begitu juga masalah keamanan meliput konflik bersenjata di berbagai belahan dunia agar keselamatan wartawan bisa dihormati oleh pihak yang berkonflik. Selama ini, masih banyak pihak yang tidak akan peduli akan hak serta jaminan keamanan bagi wartawan.
Dalam kaitan itu, Antara akan menyuarakan bagaimana pentingnya perusahaan-perusahaan pers untuk mengasuransikan wartawannya yang meliput konflik bersenjata.
Kongres ke dua Kantor Berita Sedunia yang mengambil thema `Facing the Challenges` dibahas Keamanan bagi wartawan di medan perang yang disampaikan, Michael Lawrence (Reuters) dan Robert Reid, koresponden AS yang bertugas di Irak yang berbasis di Amman, serta Iqnacio Gomez dari Kolombia, dan Deputi Dirjen Komunikasi dan Informasi Divisi Kebebasan Berekspreasi UNESCO, Mogens Schmidt.
Selain itu juga akan dibahas Kemudahan bagi wartawan dalam meliput event-event besar yang disampaikan Francois Grangie dari AFP, serta Alain Leiblang, kepala media FIFA, serta Andrew Moger, direktur MMconsulting, dan juga dibahas liputan Olimpiade yang akan diadakan di Beijing.
Pemanfaatan teknologi `Taking advantage of the New Technologies` akan dibahas oleh Mary Turner, dari Tiscali Uk dan Stephane Guerillot dari IPTC, dan juga Nasib Media Massa di masa datang.
Acara pembukaan yang dilanjutkan ramah tamah dengan Raja Juan Carlos dan Ratu Sofia yang dengan ramah menyapa seluruh peserta kongres dan bahkan juga dengan delegasi dari Indonesia yang ikut kongres bertanya mengenai kondisi di Pulau Nias, dimana Ratu Sofia pernah berkunjung.
Tanpa protokol yang ketat, Raja dan Ratu Spanyol menikmati bincang bincang dengan para jurnalis yang datang dari seluruh dunia itu. Sayangnya dalam acara ramah tamah itu tidak diperkenankan mengambil foto. "Sayang sekali kita sudah ngobrol dan jabatan tangan dengan Raja dan Ratu Spanyol tidak memiliki fotonya," ujar Wakil Pemimpin Redaksi Bidang Umum Perum LKBN Antara Akhmad Kusaeni
Dalam sambutannya Raja Juan Carlos yang didampingi Ratu Sofia sebagaimana dilaporkan Antara, mengatakan bahwa peran kantor berita sangat penting karena selain memasok bahan bahan berita kepada koran, radio dan televisi, namun yang terpenting adalah bagaimana menyampaikan informasi dengan benar dan akurat.
Ia juga mengatakan bahwa kebebasan informasi sangat terkait dengan demokrasi untuk itu Raja meminta kantor berita sedunia untuk tetap menjaga independensinya. Raja Juan Carlos juga menilai topik yang dibahas dalam kongres yang diikuti 118 kantor berita di seluruh dunia sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Bagaimana kantor berita bisa memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat ke aras konvergensi dan multimedia di Era Globalisasi. Begitu juga dengan topik perlindungan terhadap keamanan wartawan yang meliput di daerah konflik bersenjata.
Ia menyatakan simpati terhadap masih jatuhnya korban wartawan di medan perang sehingga ia mengimbau perusahaan media dan peserta kongres untuk memikirkan peningkatan keselamatan wartawan di medan perang.
Ia mengutip hasil penelitian UNESCO yang menyatakan masih terdapatnya ketimpangan informasi antara Negara maju dan berkembang dan mengharapkan kongres ini bisa mengatasinya dengan melakukan kerjasama
Sementara itu Direktur Pemberitaan dan Keuangan LKBN Antara, M. Saiful Hadi, ketua delegasi dari Indonesia mengatakan bahwa delegasi Perum LKBN Antara dalam kongres tersebut akan menyampaikan pemikiran-pemikiran mengenai bagaimana lembaga kantor berita nasional bisa survive dalam persaingan dan bahkan bertekad menjadi kantor berita kelas dunia.
Selain Saiful Hadi, delegasi Indonesia lainnya adalah Direktur Umum dan SDM Rajab Ritonga dan Wakil Pemimpin Redaksi Bidang Umum Perum LKBN Antara Akhmad Kusaeni.
Menurut Saiful, kantor-kantor berita sekarang ini menghadapi tantangan baru yang mengancam eksistensinya. Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah memungkinkan berita dan informasi didistribusikan dan diakses secara massal dan gratis.
"Jika kantor berita tidak bisa menyiasatinya, tidak mengherankan sejumlah kantor berita punah dan bangkrut," katanya.
Ia juga mengatakan Kongres Kantor Berita Sedunia itu sangat penting mengingat Antara akan menjadi Presiden Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) pada Desember mendatang untuk periode kepemimpinan selama tiga tahun. OANA beranggotakan 33 kantor berita di kawasan Asia Pasifik.
Sebagai Presiden OANA, Perum LKBN Antara bertekad untuk menyuarakan informasi dari kawasan Asia Pasifik di forum internasional. Selama ini masih terjadi ketimpangan, dan berita-berita internasional masih didominasi oleh kantor-kantor berita raksasa Barat seperti Reuters, AP, AFP dan DPA.
"Bagaimana mengatasi ketimpangan arus informasi dari negara maju ke negara berkembangan itulah yang akan diperjuangkan Antara sebagai Presiden OANA pada Kongres Kantor Berita Sedunia itu," ujar Saiful Hadi yang juga Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Selain masalah ketimpangan informasi itu, delegasi Indonesia juga akan memperjuangkan bagaimana akses wartawan-wartawan Indonesia dan Asia bisa lebih terbuka dalam meliput peristiwa-peristiwa besar dunia, seperti Piala Dunia dan Olimpiade di Beijing pada 2008.
Begitu juga masalah keamanan meliput konflik bersenjata di berbagai belahan dunia agar keselamatan wartawan bisa dihormati oleh pihak yang berkonflik. Selama ini, masih banyak pihak yang tidak akan peduli akan hak serta jaminan keamanan bagi wartawan.
Dalam kaitan itu, Antara akan menyuarakan bagaimana pentingnya perusahaan-perusahaan pers untuk mengasuransikan wartawannya yang meliput konflik bersenjata.
Kongres ke dua Kantor Berita Sedunia yang mengambil thema `Facing the Challenges` dibahas Keamanan bagi wartawan di medan perang yang disampaikan, Michael Lawrence (Reuters) dan Robert Reid, koresponden AS yang bertugas di Irak yang berbasis di Amman, serta Iqnacio Gomez dari Kolombia, dan Deputi Dirjen Komunikasi dan Informasi Divisi Kebebasan Berekspreasi UNESCO, Mogens Schmidt.
Selain itu juga akan dibahas Kemudahan bagi wartawan dalam meliput event-event besar yang disampaikan Francois Grangie dari AFP, serta Alain Leiblang, kepala media FIFA, serta Andrew Moger, direktur MMconsulting, dan juga dibahas liputan Olimpiade yang akan diadakan di Beijing.
Pemanfaatan teknologi `Taking advantage of the New Technologies` akan dibahas oleh Mary Turner, dari Tiscali Uk dan Stephane Guerillot dari IPTC, dan juga Nasib Media Massa di masa datang.
Acara pembukaan yang dilanjutkan ramah tamah dengan Raja Juan Carlos dan Ratu Sofia yang dengan ramah menyapa seluruh peserta kongres dan bahkan juga dengan delegasi dari Indonesia yang ikut kongres bertanya mengenai kondisi di Pulau Nias, dimana Ratu Sofia pernah berkunjung.
Tanpa protokol yang ketat, Raja dan Ratu Spanyol menikmati bincang bincang dengan para jurnalis yang datang dari seluruh dunia itu. Sayangnya dalam acara ramah tamah itu tidak diperkenankan mengambil foto. "Sayang sekali kita sudah ngobrol dan jabatan tangan dengan Raja dan Ratu Spanyol tidak memiliki fotonya," ujar Wakil Pemimpin Redaksi Bidang Umum Perum LKBN Antara Akhmad Kusaeni
Langganan:
Postingan (Atom)