<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632</id><updated>2011-12-29T15:16:47.293+07:00</updated><category term='English Version'/><category term='Artikel'/><category term='INFO BEASISWA'/><category term='Final Paper'/><category term='china'/><category term='Komentar'/><category term='Cerita Pendek'/><category term='Makalah'/><category term='Berita'/><title type='text'>AKHMAD KUSAENI</title><subtitle type='html'>(A Man With Million Dreams)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>142</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-7099588383361553650</id><published>2011-11-19T11:18:00.002+07:00</published><updated>2011-11-19T11:21:48.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Koboi Amerika di ujung gang</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Rencana Amerika Serikat yang ingin menempatkan sekitar 2.500 anggota marinir di Darwin, Australia bagian utara, agaknya harus disorot secara saksama. Kalau perlu, manuver itu diplototi dengan tajam karena akan berdampak langsung terhadap Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darwin hanya berjarak 820 kilometer saja dari Indonesia. Jika pangkalan militer AS itu jadi digelar di Darwin, meminjam istilah Betawi, "Sama saja memelihara centeng di ujung gang". Bisa banyak persoalan kalau ada jagoan petantang-petenteng depan rumah. Kawasan rumah yang tadinya aman dan tenteram, bisa jadi tegang kalau ada jagoan yang hilir mudik bawa senjata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau jagoannya itu koboi Amerika yang terkenal "trigger happy" alias gampang sekali main tembak. Salah-salah urus soal Papua, misalnya, bisa berabe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak akan menjadi sumber konflik baru. Indonesia akan menjadi serba salah dan serba susah. Dengan adanya pangkalan militer AS di Australia, maka Indonesia ditempatkan pada sebuah geostrategi dan geopolitik baru di kawasan Asia dan Pasifik. Indonesia tergencet dalam adu kuat hegemoni AS dengan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa Perang Dingin merebak kembali di Asia Pasifik. AS perlu membendung kekuatan Cina, baik ekonomi maupun militer, yang terus menerus menguat dan meningkat. Setelah malang melintang bertualang di Asia Tengah dan Timur Tengah, AS kini mulai menoleh ke Asia Pasifik sebagai masa depan peruntungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menlu Hillary Clinton dalam majalah Foreign Affairs edisi terbaru menulis artikel khusus soal ini yang bertajuk "America`s Pacific Century". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Perang Irak menuju akhir dan negara adidaya itu mulai menarik pasukannya dari Afghanistan, tulis Hillary sebelum terbang ke Bali menghadiri KTT ASEAN, maka AS menjadi sumbu kekuatan yang sangat penting di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salah satu tugas AS paling penting di dekade yang akan datang adalah terlibat dalam peningkatan investasi di bidang diplomasi, ekonomi, strategis, dan lain-lain, di kawasan Asia Pasifik," kata Hillary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan keterlibatan AS di Asia Pasifik yang sedang dibawa Presiden AS Barack Obama jauh-jauh dari Washington ke Canberra. Saat bertemu dengan Perdana Menteri Australia Julia Gillard, Obama menyampaikan keinginannya untuk menggelar 2.500 marinir di Darwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Penggelaran marinir) itu untuk membantu sahabat-sahabat dan para sekutu kita di Asia," bujuk Obama yang dikenal di Indonesia sebagai anak Menteng yang doyan makan bakso itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbulkan pro-kontra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keruan saja keinginan Obama itu membuat pro-kontra, terutama Cina yang langsung gerah dan bereaksi. Kementerian Luar Negeri Cina segera mengeluarkan pernyataan resmi bahwa kehadiran pasukan AS di Darwin "mungkin tidak begitu pas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It may not be quite appropriate," begitu sopan santun diplomasi Kementerian Luar Negeri Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi koran-koran Cina tak memerlukan tatakrama diplomasi untuk mengkritik kebijakan baru AS di Pasifik tersebut. Sebuah koran milik Partai Komunis Cina dengan garang memperingatkan bahwa Australia jangan menganggap Cina sebagai orang bodoh dan pandir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Australia menggunakan pangkalan militernya untuk membantu AS mengancam kepentingan Cina, maka Australia sendiri akan berhadap-hadapan dengan Cina dalam posisi saling mengokang senjata," begitu gertak media Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah ... wah ... wah .... Sikap galak Cina atas Australia seperti itu bisa juga dialamatkan ke Indonesia jika Jakarta salah-salah bersikap. Ini yang bikin pusing para pejabat dan pengambil keputusan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkalan militer AS di Darwin akan memerlukan akses ke pangkalan-pangkalan AS lainnya seperti di Filipina, Jepang, dan Korea Selatan. Pasukan-pasukan AS di Darwin memerlukan jalur yang mau tidak mau harus melewati perairan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak dikasih izin, AS marah. Kalau dikasih izin, Cina yang marah. Indonesia betul-betul terjepit dalam pilihan yang sulit. Jika dua gajah berantem, pelanduk yang berdiri di tengah bisa jadi korban terinjak-injak dua gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kebijakan politik luar negeri AS selalu memberi garis demarkasi yang jelas dan tegas: "Are you with us or with else." Kalau kamu sahabatku, kamu harus bersamaku. Kalau tidak mau, berarti kamu bersama musuhku. Itu seperti memilih buah simalakama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan terbaik bagi Indonesia untuk terhindar dari simalakama adalah berdoa agar rakyat Australia bisa memutuskan pilihannya dengan arif dan bijaksana soal kehadiran pasukan mariner AS itu di rumahnya yang berada di ujung gang rumah Indonesia. Apakah pangkalan mariner AS di Darwin itu sebuah ide yang baik bagi Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung sejauh ini rakyat Australia menilai itu bukan suatu gagasan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Robin Tennant-Wood dari Universitas Canberra, misalnya, menganggap pangkalan militer AS yang permanen di Darwin akan melahirkan konsekuensi yang berbahaya bagi masyarakat Darwin sendiri. Alasan bahwa kehadiran pasukan AS itu akan meningkatkan ekonomi Negara Bagian Nothern Territory dan memperkuat aliansi AS-Australia dinilai terlalu "lebay" alias mengada-ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darwin adalah kota kecil yang hanya berpenduduk 130.000 jiwa dan hanya 10 persen dari populasi itu yang asli orang Australia. Lainnya adalah orang-orang imigran dari Cina, Vietnam, Indonesia dan Asia lainnya. Kalau mariner AS berada di Darwin, maka akan menambah 8 persen orang asing di kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robin mengkhawatirkan apa yang terjadi di pangkalan AS di Okinawa (35.000 orang) dan Korea Selatan (29.000 orang) akan terjadi di Darwin. Di Okinawa, misalnya, terjadi 200.000 insiden dan kecelakaan pada periode 1952-2004 yang menewaskan 11.000 penduduk sipil Jepang. Rata-rata terdapat sekitar 21 warga sipil Jepang yang terbunuh setiap tahun, sebagian besar atau 90 persen terkait dengan kecelakaan lalulintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling mengkhawatirkan, menurut Prof. Robin, tindak kriminal yang dilakukan oleh tentara AS atau pendukung sipilnya di Okinawa mencapai sepertiga dari total tindak kriminal di kota berpenduduk 1,3 juta orang itu. Robin tidak setuju jika Darwin seperti Okinawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan orang-orang Australia seperti Robin bersuara keras dan didengar oleh pemerintah Australia dan pemimpinnya. Jika rakyat Australia mengatakan tidak, itu lebih baik buat Indonesia. Jakarta tidak perlu repot-repot berdemo menentang kehadiran koboi Amerika di ujung gang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.antaranews.com/berita/285450/koboi-amerika-di-ujung-gang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-7099588383361553650?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/7099588383361553650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=7099588383361553650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7099588383361553650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7099588383361553650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/11/koboi-amerika-di-ujung-gang.html' title='Koboi Amerika di ujung gang'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-8833233204736446153</id><published>2011-11-19T11:10:00.001+07:00</published><updated>2011-11-19T11:13:50.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Perang Uhud: Kalah karena tergoda harta dan wanita</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Keganasan Perang Uhud masih terbayang-bayang meski saya sudah kembali dari Tanah Suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu mampir ke Madinah, saya sempat ke Gunung Uhud, tempat berlangsungnya perang paling berdarah antara pasukan Rasulullah dan tentara kafir Quraish pada tanggal 19 Maret 625.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tercekat di depan makam Hamzah, paman Nabi Muhamaad saw., yang gugur dengan tubuh yang tercabik tercerai-berai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan lagi tentara Nabi syahid dan dimakamkan di sekitar Gunung Uhud tanpa batu nisan. Sebagai syuhada, mereka dimakamkan begitu saja; dengan baju bersimbah darah, usus yang terburai, kepala terpenggal, atau sekadar hidung dan kuping termutilasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguburan massal dilakukan malam itu juga sebelum pasukan kembali ke Madinah. Yang diberi tanda cuma makam Hamzah bin Abdul Mutalib, seorang panglima perang gagah berani yang dijuluki "Singa Allah". Dalam perang Badar setahun sebelumnya, Hamzah dan pasukannya berhasil mengalahkan tentara Quraish yang jumlah orang dan persenjataannya lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Hamzah juga manusia biasa. Bagaimanapun perkasanya di medan perang, ia tak bisa lolos dari muslihat Washi bin Harb, budak hitam asal Ethiopia, yang ditugaskan khusus oleh Hindun untuk mengintai, menyelinap, dan membunuh Hamzah. Hindun, panglima perang wanita suku Quraish, begitu dendamnya atas Hamzah yang telah membunuh dua saudaranya pada Perang Badar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap gerakan Hamzah diamati betul oleh Washi. Ia terus-menerus mencari kesempatan untuk melemparkan tombak tajamnya ke ulu hati Hamzah. Saat Hamzah mengangkat pedangnya ke langit, dadanya terbuka. Saat itulah tombak Washi menghujam dan tepat mengenai sasaran. Hamzah terpental, pedangnya terlempar, mulutnya memuntahkan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhuyung-huyung Hamzah menjaga keseimbangan. Matanya jalang berusaha mencari siapa yang melempar tombak yang kini bersarang di dadanya. Namun mata itu akhirnya terpejam berbareng dengan ambruknya tubuh di padang pasir. Tangannya masih berusaha memegang gagang tombak. Seperti berusaha untuk mencabutnya. Langit yang terik menjadi gelap. Hamzah meregang nyawa dan akhirnya mati tak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Quraish segera mengabarkan kematian Hamzah. Hindun dengan garang memburu tubuh Hamzah yang tak berdaya tergeletak di tanah. Wanita yang dilanda dendam kesumat membara itu mencabik-cabik tubuh Hamzah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia potong hidungnya, kupingnya diiris, hancurkan wajahnya. Ia bongkar isi tubuh Hamzah, ambil hatinya. Di angkatnya tinggi-tinggi untuk diperlihatkan kepada serdadu Quraish. Tidak puas dengan semua itu, Hindun memasukkan hati yang berdarah segar itu ke mulutnya. Wanita itu memakan mentah-mentah hati Hamzah! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tercekat di pusara Hamzah. Drama Perang Uhud seperti itu dengan kolosal digambarkan oleh Moustapha Akkad pada tahun 1976 dalam film "Mohammad, Messenger of God". Aktor kawakan Anthony Quin dengan luar biasa menghayati dan memerankan seorang Hamzah. Gagah. Berani. Pandai memainkan pedang. Namun, tak kuasa menghindar dari serangan dan tusukan dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan yang memalukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendoakan paman Nabi Muhammad saw. itu. Cukup lama saya tertunduk. Perang Uhud bukan hanya cerita kematian sangat mengerikan dari Hamzah. Akan tetapi juga kekalahan pasukan Nabi dalam perang melawan kafir Quraish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah sendiri nyaris terbunuh. Nabi terluka parah. Badannya terluka. Giginya rontok. Korban tewas pada pasukan Nabi jauh lebih banyak dari yang mati pada pasukan Quraish. Ini kekalahan yang memalukan. Akibat komando Nabi Muhammad sebagai panglima perang diabaikan. Akibat nafsu untuk mengumpulkan harta rampasan perang, termasuk di antaranya wanita-wanita Quraish yang suami atau ayahnya dikalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Uhud terjadi kurang lebih setahun setelah Perang Badar. Pasukan Quraish dari Mekah berniat membalas dendam atas kekalahan mereka pada Perang Badar. Mereka menyiapkan pasukan secara besar-besaran dengan kekuatan lebih dari 3000 orang. Sementara tentara Islam yang bertahan di Gunung Uhud--dekat Madinah--hanya berjumlah 700 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah, sedangkan tentara kafir Quraish dipimpin oleh Abu Sufyan dan istrinya, bernama Hindun yang penuh dendam kesumat terhadap Hamzah. Disebut Perang Uhud karena terjadi di dekat Gunung Uhud yang terletak empat mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai panglima perang, Nabi sebetulnya lebih menginginkan pasukan bertahan di Madinah. Namun, kelompok tentara muda tidak ingin berperang secara bertahan. Masih dalam eforia Perang Badar dan keyakinan menang karena didukung Allah, tentara muda maunya ofensif, menyerang. Nabi memberikan toleransi dengan membiarkan pasukan bergerak beberapa mil dari kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai strategi menahan pergerakan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar, Rasulullah menugaskan 51 pemanah untuk mengambil posisi di bukit batu sebelah barat pasukan Islam. Sementara sebelah kirinya, pasukan terlindungi oleh Gunung Uhud. Kepada para pemanah, Rasullah wanti-wanti agar tetap di posisinya walau apa pun yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada pasukan pemanah, Nabi memerintahkan agar mereka memanah kavaleri musuh. Sebisa-bisanya pasukan berkuda itu dijauhkan dari tentara Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama kalian tetap di tempat, bagian belakang kita aman. Jangan sekali-sekali kalian meninggalkan posisi ini. Jika kalian melihat kami menang, jangan bergabung. Sebaliknya, jika kalian melihat kami kalah, jangan datang untuk menolong kami meskipun burung bangkai memakan daging dari kepala kami yang binasa," kata Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan duel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang frontal yang ganas dan berdarah dimulai dengan ajakan duel. Abu Talhah, jagoan perang dari Quraish, menantang kepada tentara Muslim: "Anda berani duel dengan saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abu Thalib, jagoan perang tentara Islam, langsung meladeni. Hanya dengan satu kali sabetan pedang, kepala Abu Talhah copot menggelundung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul lagi ke arena duel lelaki bernama Abu Saad bin Abu Talhah, saudaranya Abu Talhah yang tewas. Ia menantang Ali dengan sesumbar bahwa para sahabat Nabi, seperti Ali, adalah pembohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian bilang jika mati kalian masuk surga sementara kami mati masuk neraka. Jika kalian yakini itu, ayo lawan aku. Kita buktikan siapa masuk surga siapa ke neraka," tantang Abu Saad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali mengayunkan kembali pedangnya. Nasib Abu Saad tidak jauh beda dengan saudaranya. Lalu muncul sejumlah lelaki Quraish lain bangkit menantang Ali. Mereka juga terbunuh di ujung ketajaman pedang Ali. Dalam beberapa detik berikutnya, Ali berhasil membunuh Artat bin Sharhabil, Suresh bin Qaridh dan budaknya bernama Shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam duel yang lain, Hamzah dengan sabetan pedangnya juga menewaskan Othman bin Talhah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari para jagoan perangnya terbunuh, pasukan Quraish terancam demoralisasi. Mereka mulai lari lintang pukang. Aura kemenangan mulai tercium sehingga sebagian pasukan Islam mulai tidak bisa mengendalikan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemanah yang diminta siaga di bukit, satu per satu tergoda turun dari posisinya. Mereka mengabaikan perintah Nabi setelah melihat musuh berhasil dipukul mundur, pasukan Quraish kocar-kacir, dan para wanitanya berlari menyelamatkan diri dengan mengangkat roknya tinggi-tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pasukan pemanah itu terbuai mengumpulkan barang jarahan, Khalid bin Walid, panglima pasukan berkuda Quraish, dengan cepat memerintahkan kavalerinya berputar ke balik bukit yang ditinggalkan para pemanah. Situasi perang berubah drastis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kavaleri Khalid bin Walid mengepung dari arah belakang sementara pasukan Quraish yang tadinya kocar-kacir kembali balik arah. Tentara Islam menjadi terkurung dari arah depan dan belakang, sementara kiri dan kanan terhalang oleh dua gunung. Tidak ada tempat untuk melarikan diri. Banyak tentara Muslim yang tewas mengenaskan dalam perang paling brutal sepanjang sejarah nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran surah Ali Imran ayat 152-152 menjelaskan mengapa tentara Islam sampai kalah dalam Perang Uhud. "Tanpa peduli akan perintah Muhammad, mereka meninggalkan tempat jaga mereka dan lalu mengejar wanita-wanita (Quraish) ini. Oleh karena itulah Allah mengizinkan kaum Quraish membunuhi para muslim yang meninggalkan kedudukannya sebagai suatu ujian". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, seperti dijelaskan pada Ayat 165: "Tentara Muslim kalah karena salah mereka sendiri". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pelajaran terbesar dari Perang Uhud. Umat Islam kalah karena mengabaikan komando pemimpinnya dan tergoda oleh harta dan wanita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-8833233204736446153?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/8833233204736446153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=8833233204736446153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8833233204736446153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8833233204736446153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/11/perang-uhud-kalah-karena-tergoda-harta.html' title='Perang Uhud: Kalah karena tergoda harta dan wanita'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-3108240952982378211</id><published>2011-11-11T20:01:00.002+07:00</published><updated>2011-11-11T20:04:41.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ditawari hajar jahanam di Pasar Seng</title><content type='html'>oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjidil Haram, Mekkah (ANTARA News) - "It`s shopping time!," kata teman saya mengajak berbelanja ke Pasar Seng, yaitu pasar kaki lima yang letaknya di belakang Masjidil Haram, Mekkah Al Mukaramah. Setelah menunaikan rukun ibadah haji, memang saatnya bagi jemaah haji berburu cenderamata sebelum kembali ke Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya beredar kabar kalau Pasar Seng sudah tidak ada lagi karena dibongkar untuk perluasan Masjidil Haram. Pasar cenderamata yang dulu hanya dipagari dengan seng ini begitu terkenal di kalangan jemaah haji Indonesia. Setelah tawaf dan itikaf di Masjidil Haram, jemaah haji biasa melipir ke belakang untuk "tawaf di Pasar Seng".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan untuk belanja atau cari cenderamata saja, tapi juga sekadar untuk minum teh, minum kopi, atau cari makanan. Di sekitar Pasar Seng banyak penjual makanan dan minuman. Ada kebab Turki, nasi "biryani", nasi "buhori", sate Arab, atau bakso Solo Indonesia. Di dekat Pasar Seng ada perpustakaan yang dulunya adalah rumah tempat lahir Nabi Muhammad SAW. Di situ juga jemaah antre mengisi jerigen air zamzam untuk dibawa pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pasar Seng yang ramai dan hingar bingar bisa dilihat bagaimana globalisasi sesungguhnya berjalan. Pasar tumpah ala Tanah Abang Jakarta itu menyediakan barang-barang cenderamata yang mayoritas produksi China. Pernik-pernik hiasan Arab, pakaian, tasbih, sajadah, mukena, peci, parfum dan minyak wangi, nyaris semuanya "Made in China".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pedagangnya kebanyakan berasal dari Asia Selatan, seperti dari India, Pakistan, atau Bangladesh, meskipun satu-dua ada yang berasal dari Arab. Itupun bukan dari Arab Saudi melainkan dari Yaman atau Sudan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelinya hampir 90 persen dari Indonesia! Kemana mata memandang, pasti terlihat muka Melayu. Jemaah Indonesia, tahun ini sebanyak 221.000 orang, termasuk yang paling ditunggu para pedagang Pasar Seng. Selain jumlahnya paling banyak, jemaah Indonesia terkenal sebagai tukang belanja yang royal. Suka memborong dan jarang yang "ngeyel" kalau menawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu para pedagang itu lancar berbahasa Indonesia. Sambil tersenyum atau menepuk bahu jemaah yang lewat, pedagang mengajak masuk ke tokonya. "Ayo masuk saja, Mas. Murah-murah. Halal," kata Sanat Kumar Biswas, pedagang asal Bangladesh kepada saya yang melewati tokonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya menghentikan langkah, ia segera menarik tangan saya dan menunjukkan "kafiye" yang dijualnya. "Indonesia bagus... bagus... Thoyib...thoyib...," katanya membujuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tak mau saya lihat tumpukan "kafiye", penutup kepala yang biasa dikenakan oleh almarhum pemimpin Palestina Yasser Arafat itu. Ada kafiye warna merah, hitam, coklat, dan hijau. Harganya barang produksi China paling murah 15 riyal per satu lembar yang kira-kira Rp50.000 jika dirupiahkan. Ada juga produksi Bangladesh atau India. Produk yang mahal adalah buatan Jepang karena bahan dasar kainnya lebih bagus dan halus. Namun harganya di atas 50 riyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau untuk teman yang 15 riyal bagus, tapi untuk bos yang pakai kotak ini, 60 riyal," kata Sanat Kumar yang tampaknya mengerti betul keperluan orang Indonesia mencari cenderamata. Sampai-sampai dia tahu kenang-kenangan untuk dibagi teman, pakai sendiri atau untuk atasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membeli sejumlah "kafiye" dan melongok toko yang lain. Kali ini saya melihat-lihat toko baju muslim Arab hitam-hitam yang disebut "abaya". Saya berniat membelikan oleh-oleh untuk ibu saya di kampung. Dua orang penjaga langsung melayani saya sambil tak hentinya membujuk, "Bagus...bagus dan Murah...murah". Saya membeli dua "abaya" masing-masing seharga 100 riyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuat seperti Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba salah satu penjaga yang mengaku bernama Firoz itu membisiki saya. Ia menawarkan obat kuat Arab yang sangat terkenal, yaitu hajar jahanam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau hajar jahanam? Bisa bikin kuat seperti orang Arab," katanya sambil mengangkat tangan kanannya seperti orang binaragawan memperlihatkan otot bisepnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pura-pura tidak mengerti dan bertanya apakah yang dimaksud itu raja jahanam. Apakah benda itu batu semacam hajar aswad, batu hitam yang menempel di Kabah? Jika dilihat dari kata-katanya maka hajar adalah batu, aswad adalah hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau hajar aswad berarti batu hitam, maka hajar jahanam itu batu neraka dong," kata saya menebak sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pedagang asal Arab bilang kalau hajar jahanam bukan batu dalam artian sebenarnya. Hajar jahanam dihasilkan dari getah semacam pohon jeruk yang hanya tumbuh di jazirah Arab, khususnya di Mesir. Karena getah itu dipadatkan, maka ia menyerupai batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengumpulkan getah menjadi batu hajar jahanam seberat satu kilogram, katanya, dibutuhkan waktu satu tahun. Hajar jahanam berkhasiat menahan ejakulasi dengan cara membebalkan area-area sensitif sehingga bisa bercinta sampai lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buktikan kalau anda sayang isteri," katanya seraya memperagakan tangannya yang kuat berotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harganya 250 riyal sebungkus," ujarnya setelah menjelaskan panjang lebar cara pakainya yang vulgar dan porno banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengangguk-angguk saja. Saya jadi teringat beberapa tahun lalu saat berkunjung ke Mesir bersama kolega saya. Di pasar cenderamata Khan Halilie, Kairo, kami juga ditawari hajar jahanam. Kami dibujuk untuk mendengarkan kekuatan dan kemujaraban batu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tertarik, tapi kolega saya kepincut. Harganya cukup mahal sekitar 50 dolar AS. Oleh karena terbujuk dengan rayuan gombal, kolega saya yang tidak perlu disebutkan namanya itu membelinya. Sepanjang jalan menuju ke hotel, kolega itu tersenyum-senyum sendiri sambil menghafal "aturan pakainya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan untuk mencoba dulu. Jika khasiatnya nyata maka sms atau telpon saya, dan saya akan membelinya. Dia berjanji jika ternyata manjur maka akan menghubungi saya. Bilamana perlu dia akan bagi saya hajar jahanam itu barang seoles dua oles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalaman saya menunggu sms dan telepon dari kolega saya itu. Tapi sampai saya tertidur tidak kunjung ada kontak darinya. Pagi-pagi saat sarapan, saya tanya kolega saya itu, "Gimana? Tokcer?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menggeleng dan malu-malu mengatakan, "Payah, cuma panas doang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tertipu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Pasar Seng, berdasarkan pengalaman tersebut, saya tidak mau tertipu sebagaimana kolega saya di Mesir itu. Saya tinggalkan pedagang itu baik-baik seraya mengatakan kalau saya masih muda dan tidak memerlukan obat kuat apapun, entah itu viagra ataupun hajar jahanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kembali ke penginapan, saya ceritakan kisah saya ditawari hajar jahaman di Pasar Seng itu. Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Haji Indonesia Arsyad Hidayat mengatakan apa yang saya lakukan sudah benar karena keaslian hajar jahanam yang diperjualbelikan di Pasar Seng tidak bisa dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sembarang beli. Saya juga melarang tenaga-tenaga musiman petugas haji untuk menjual hajar jahanam kepada jemaah haji Indonesia," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Kholik, pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) mengatakan bagi warga Arab, hajar jahanam sangat populer. Obat antiloyo tradisional Mesir bagi pria itu diyakini bisa memberi kepuasan bagi pasangan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak jemaah pernah tertipu dan terbujuk oleh mitos kekuatan hajar jahanam. Setelah mencoba, mereka kecewa," kata mantan Sekretaris Fraksi PKB di zaman Gus Dur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain takut ditipu, alasan utama saya tidak tertarik sama sekali dengan hajar jahanam karena alasan medis kedokteran. Menurut literatur kedokteran, fungsi hajar jahanam menjadikan kulit bebal temporer. Menggunakan hajar jahanam sama dengan melakukan anestesi lokal, kata dr. Ramon Gonzalez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramon mengingatkan bagi pengguna obat tradisional Arab Mesir ini harus hati-hati karena dapat menimbulkan efek panas. Bila keliru, pasangan bisa menjadi jadi korban karena harus mendinginkan perkakas suami. Kalau itu sampai terjadi, betul-betul itu batu neraka jahanam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-3108240952982378211?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/3108240952982378211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=3108240952982378211' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3108240952982378211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3108240952982378211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/11/ditawari-hajar-jahanam-di-pasar-seng.html' title='Ditawari hajar jahanam di Pasar Seng'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-1012400428167333131</id><published>2011-11-10T19:48:00.001+07:00</published><updated>2011-11-10T19:50:52.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kamar Barokah pelepas hasrat biologis</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekkah (ANTARA News) - Ritual ibadah haji praktis sudah selesai. Sebagian jemaah haji ada yang masih semangat meneruskan ibadah dengan itikaf di mesjid atau kembali mengambil umroh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lagi, terutama ibu-ibu, mulai "tawaf" di eks Pasar Seng dan pusat-pusat belanja lain untuk berburu oleh-oleh dan cenderamata. Ada juga yang sibuk mencari "Kamar Barokah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar Barokah menjadi istilah yang paling banyak dibicarakan oleh jemaah haji sesudah mereka melakukan tahalul atau potong rambut yang menandakan proses ritual ibadah haji tuntas atau selesai. Meminjam istilah yang berlaku di sosial media seperti facebook dan twitter, Kamar Barokah menjadi "trending topics". Sesuatu yang lagi "happening", lagi nge-trend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar Barokah adalah tempat dimana pasangan suami-isteri melepaskan hasrat biologisnya setelah sekian lama tertahan karena larangan-larangan yang berlaku selama ihram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sudah bebas. Hubungan suami isteri yang tadinya haram, kini menjadi halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma, meski bermesraan dan melepas rindu sudah halal, untuk mengeksekusinya tidak mudah. Bahkan untuk pasangan yang sudah uring-uringan sekalipun, mencari Kamar Barokah bukan perkara enteng. Selama ini, satu kamar di pemondokan diisi oleh lima sampai delapan orang atau kalau berpasangan diisi oleh tiga sampai empat pasang suami-isteri. Tidak ada privasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat manusiawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak pengelola Maktab tidak menyediakan fasilitas khusus soal ini. Padahal kebutuhan biologis ini, menurut Kepala Pengamanan Panitia Haji Indonesia Kolonel Bambang Siswoyo, sangat manusiawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahdan, menurut Bambang, pernah ada seorang jemaah asal Bandung, Jawa Barat, sampai stress dan menggigil akibat tidak kuat menahan hasrat. Isterinya yang faham betul gelagat suaminya itu akhirnya dengan malu hati menghubungi ketua regu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia meminta bantuan agar bagaimana penghuni kamar lainnya bisa keluar barang sejam dua jam dan membiarkan pasangan itu berduaan di kamar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, sang ketua regu dengan arif dan bijaksana menyampaikan kepada penghuni lain agar membiarkan wanita itu "mengobati dan menyembuhkan" suaminya yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silahkan bapak ibu berangkat ke Masjidil Haram untuk itikaf atau pergi belanja ke Pasar Seng. Mohon jangan kembali minimal dua jam agar si bapak yang sakit bisa tidur tanpa ganggungan," begitu bujuk si kepala regu sebagaimana dituturkan oleh Bambang yang aktif di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya teman sekamar dari Masjidil Haram dan Pasar Seng, mereka bertanya gimana keadaan si sakit. "Alhamdulillah sehat, tidak menggigil lagi," jawab si suami dengan muka segar ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan cerita pengalaman si Bejo (bukan nama sebenarnya) tahun lalu. Sebagai seorang pejabat di suatu kementerian, ia menginap di Misi Haji Indonesia di kawasan Mina, Mekkah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan isterinya juga naik haji, namun tidak bersama dia melainkan bersama rombongan haji ONH Plus. Begitu ritual haji selesai, Bejo sibuk mencari kamar kosong di tempatnya menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dan isteri berniat berhubungan suami isteri supaya mendapat anak "Made in Mekkah". Kalau diproduksi di Tanah Suci, Insya Allah anaknya nanti baik, saleh dan barokah," kata Bejo sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi banyak alasan mengapa pasangan jemaah haji mencari Kamar Barokah. Ada yang sekedar melepas hasrat biologis. Ada juga yang memang berniat seperti Bejo ingin mendapat anak yang "Made in Mekkah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang bisnis tahunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang ini dimanfaatkan oleh para mukimin Indonesia di Mekkah seperti pemilik warung makan, pengemudi atau tenaga kerja musiman yang disebut Temus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhanda, pemilik warung bakso Si Deol di kawasan Bahutmah, terang-terangan menyewakan Kamar Barokah dengan memasang iklan di warungnya seharga 300 riyal. Satu riyal kalau dikurs sama dengan Rp2.500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sejumlah Temus (tenaga musiman) proaktif menyebarkan brosur dan kartu nama ke pemondokan di maktab-maktab jemaah haji Indonesia. Di satu brosur tertulis dengan mencolok tulisan seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"DISEWAKAN KAMAR BAROKAH. Short time: 300 riyal. Hubungi: +966562395***"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencari tambahan penghasilan, para Temus atau sopir asal Indonesia biasanya menyewakan rumahnya atau kamar kost mereka untuk dijadikan Kamar Barokah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lumayan Mas. Ini bisnis setahun sekali. Selain dapat uang, saya juga dapat pahala karena telah menyediakan tempat bagi pasangan suami isteri untuk `berbarokah? di rumah kami," kata Ahmaddun, tenaga musiman asal Sumenep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyewa tempat kost atau rumah mukimin, jemaah yang punya uang lebih bisa langsung "check-in" di hotel-hotel berbintang yang banyak bertebaran di sekitar Masjidil Haram. Tarif kamarnya bervariasi antara 500 sampai 1.500 riyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena tidak ada pengaturan khusus mengenai fasilitas pelepas rindu ini, tidak semua pasangan suami isteri jemaah haji bisa mengambil "barokah" atau "sunnah nabi malam Jumat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengen sih pengen, tapi gak bisa. Sekamar banyak orang begini," kata Supriyadi, jemaah haji asal Jambi. Ia mengusulkan agar di setiap maktab dan pemondokan disediakan fasilitas Kamar Barokah gratis bagi jemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kata Supriyadi, pemerintah belum memikirkan menyediakan Kamar Barokah. Mungkin, cara berfikir pemerintah sederhana saja: Jemaah datang ke Tanah Suci tujuannya adalah untuk ibadah, bukan untuk jalan-jalan atau tamasya. Jemaah seharusnya bisa menahan hasrat, karena ibadah haji adalah sarana pengendalian diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh bersenang-senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi cara fikir itu, menurut Wakil Amirul Haj Abdul Mu`ti, tidak sepenuhnya benar. Agama sendiri, kata Sekjen PP Muhammadiyah itu, membenarkan adanya apa yang disebut dengan haji "tamattu". Secara harfiah kata tamattu berarti "bersuka-suka" atau "bersenang-senang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abdul Mu`ti banyak jemaah yang tidak mampu bertahan dalam ihram sekian lama dengan berbagai larangan termasuk larangan berhubungan suami isteri. Sambil menunggu waktu haji (10 sampai 13 Dzulhijah), mereka melakukan umrah terlebih dahulu. Mereka datang ke Mekkah dalam keadaan ihram, tawaf, sa`i, lalu langsung tahalul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau habis tahalul kan mereka boleh bersenang-senang, termasuk berhubungan suami isteri," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kata Kyai Mu`ti, pasangan yang mau bersenang-senang di tanah haram tidak menyalahi aturan agama. "Sah-sah saja. Boleh-boleh saja. Halal-halal saja," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia setuju kalau ada semacam pengaturan bagaimana fasilitas pelepas hasrat jemaah itu. Caranya bagaimana, silahkan difikirkan. Namun, karena masalah ini sensitif dan tertutup, tidak perlu diumumkan secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti orang `check in` di hotel sajalah. Privasinya tetap terjaga," usul Kyai Mu`ti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zubaidi Yusuf , pejabat Kementerian Agama, punya ide kreatif dan jitu. Ia mengusulkan agar diadakan kesepakatan dengan teman-teman sekamar. Lalu dibuat perjanjian dengan pasutri lainnya bahwa pada jam-jam tertentu kamar dikosongkan dan penghuninya digilir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam terminologi agamanya itu disebut `ijma tsukuti`, atau kesepakatan diam-diam. Tahu sama tahulah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan diam-diam itu misalnya, hari ini pasangan A, besok pasangan B, besoknya lagi pasangan C dan seterusnya. Perjanjiannya harus jelas, pada jam-jam yang telah disepakati, misal jam 8-9 pagi kamar harus kosong kecuali sepasang pasutri yang mendapat giliran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci kamar dan jadwal dipegang oleh ketua regu. Kalau kamar sedang terisi, diberi kode khusus, misalnya di depan pintu kamar ditaruh sandal dua pasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau di hotel mudah, tinggal dipasang tanda `Do not disturb". Di pemondokan cukup ditaruh sandal dua pasang, artinya didalam ada yang sedang mengambil barokah," demikian Zubaidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ide briliant dan kreatif! (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Akhmad Kusaeni adalah Wakil Pemimpin Redaksi Antara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-1012400428167333131?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/1012400428167333131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=1012400428167333131' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1012400428167333131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1012400428167333131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/11/kamar-barokah-pelepas-hasrat-biologis.html' title='Kamar Barokah pelepas hasrat biologis'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-1110397098720310886</id><published>2011-11-10T19:45:00.002+07:00</published><updated>2011-11-10T19:48:29.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tahalul: gundul lebih keren</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;Mekkah (ANTARA News) - Ritual ibadah haji berakhir dengan tahalul, yaitu memotong rambut kepala (bukan rambut yang lain) sebagai simbol melepaskan semua larangan saat jemaah memakai ihram. Setelah tahalul, meminjam istilah anak saya yang ABG, "Apa aja boleh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau bersolek boleh. Potong kuku boleh. Ngupil boleh. Bahkan berhubungan suami isteri juga boleh. Pokoknya, semua yang haram selama ihram, sekarang halal. Yang menjadi "trending topics" jemaah haji yang membawa pasangan muhrimnya saat ritual haji berakhir dengan tahalul adalah bagaimana mencari "Kamar Barokah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamar Barokah" adalah tempat dimana pasangan suami-isteri melepaskan hasrat biologisnya setelah sekian lama tertahan karena larangan-larangan yang berlaku selama ihram. Kini sudah bebas. Merdeka. Berbahagialah jemaah haji yang membawa isteri atau isteri yang membawa suami. Saya yang tidak membawa isteri hanya bisa mendoakan semoga "tahalul qubro"-nya barokah. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya mau ceritakan adalah soal tahalul, bukan "Kamar Barokah". Pertanyaan pertama adalah mengapa kita harus memotong rambut? Pertanyaan kedua, apakah perlu sampai gundul atau botak? Mana yang lebih afdol menurut hukumnya? Pertanyaan berikutnya, apakah filosofi dari perbuatan memotong rambut itu baik yang sampai botak maupun hanya cukur pendek saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu wajib haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abdul Kholik, salah satu pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), tahalul termasuk salah satu wajib haji. Artinya, bagi orang yang berihram bila meninggalkan tahalul akan dikenakan dam atau denda seekor kambing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu sesuai dengan sunnah nabi dimana kita dianjurkan melakukan ritual haji sesuai manasik atau arahan Rasulullah," kata Kholik yang pernah menjadi Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat haji wada seusai melempar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijah, Rasulullah SAW memanggil tukang cukur dan memintanya untuk mencukur gundul (halq) rambut beliau. Para sahabat pun mengikuti apa yang dilakukan Nabi dengan mencukur gundul kepala mereka, namun ada beberapa sahabat yang hanya memangkas (taqshir) rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya bagi sebagian jemaah seperti saya adalah gundul atau pangkas, halq atau taqshir? Seumur-umur, sejak beranjak dewasa, saya belum pernah dibotakin. Bagaimana kalau saya pulang ke Tanah Air dalam keadaan kepala gundul harus tampil di muka umum sebagai pembicara atau moderator seminar atau mengajar? Hati saya bimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu memantapkan hati terhadap apa yang akan saya pilih, saya minta pendapat dari para sahabat saya di facebook. Saya posting di Wall FB seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wukuf sudah, tawaf sudah, sa`i sudah, tinggal tahalul. Botakin jangan ya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fans saya di FB ramai berkomentar. Ada yang setuju dibotakin. Ada yang sarankan cukup dipotong sedikit saja. Tidak puas dengan saran teman-teman FB, saya hubungi isteri saya via bbm untuk meminta pendapatnya apakah saya dibotakin atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Apa aza boleh...gundul tidak gundul, aku tetap mencintaimu,` jawab isteri saya diakhiri tiga gambar jantung hati warna merah. Wedeh. Artinya, soulmate saya menyerahkan keputusan sepenuhnya pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk ke fiqih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya merujuk ke fiqih. Saya baca buku-buku panduan manasik haji dan umroh. Dari sebuah kitab saya baca bahwa Ibnu Umar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah usai tahalul dengan bercukur berdoa; "Ya Allah, rahmati orang yang mencukur gundul kepalanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengulang doa itu sampai tiga kali. Lalu, ada seorang sahabat bertanya: "Bagaimana dengan orang yang hanya memangkas rambutnya saja tidak sampai gundul". Maka Rasulullah berdoa; `Ya, Allah rahmati juga orang yang memangkas rambutnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari riwayat itu, menurut Yazid bin Abdul Qadir Jawas dalam buku Panduan Haji dan Umrah, yang lebih utama dilakukan jemaah haji maupun umrah saat mereka bertahalul adalah mencukur rambutnya sampai gundul alias botak. Gundul lebih afdol menurut hukum fikihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, tulis Yazid, Rasulullah mendoakan kebaikan sebanyak tiga kali bagi yang mencukur gundul rambutnya. Ada pun bagi yang hanya memotong pendek rambutnya, nabi hanya sekali mendoakan kebaikan untuknya. Dibukunya, ketika membahas soal tahalul ini, Yazid menulis peringatan dengan huruf ditebalkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peringatan! Bagi laki-laki yang bertahalul dengan hanya mencukur sedikit rambut, tidak seluruhnya, maka perbuatan ini tidak ada dasarnya dari sunnah Rasulullah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca itu, saya tambah mantap untuk botak meskipun dalam hati masih fikir-fikir bagaimana penampilan saya kalau gundul pacul. Apa perwajahan saya nanti kayak Tuyul-nya Mbak Yul? Padahal, dalam soal penampilan, terus terang saya termasuk kategori orang yang narsis.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya sampaikan keraguan saya kepada sesama rombongan Amirul Haj, mereka memprovokasi saya dengan menuding saya sebagai orang yang gak mau berkorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat itu Nabi Ibrahim. Ia rela mengorbankan anaknya, Ismail, untuk disembelih karena perintah Allah. Masak kita tidak ikhlas merelakan rambut kita digunduli untuk mengikuti sunnah nabi" Masak mengorbankan rambut saja tidak mau? Bentar lagi dia tumbuh lagi," kata teman sekamar saya Zubaidi, yang pejabat di Kementerian Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah saya memantapkan hati untuk digunduli. Sebetulnya, kalau sekedar memotong rambut, saya sudah melakukannya pada 10 Dzulhijah (6 November 2011) saat selesai melakukan Sa`i. Tidak tanggung-tanggung, yang memotong rambut saya adalah Menteri Agama Suryadharma Ali selaku Amirul Haj. Tapi rasanya memotong sebagian kecil rambut saja tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sesudah tuntas melakukan lempar jumrah tiga hari berturut-turut, pada 12 Dzulhijah (8 Nopember 2011), saya dan Zubaidi datang ke tukang cukur kaki lima di Mina untuk digunduli. Di sekitar tempat melempar jumrah banyak sekali tukang cukur "dadakan". Mereka umumnya pendatang yang berasal dari Yaman, Pakistan atau Bangladesh. Ada juga mukimin dari Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sebelumnya bukan berprofesi sebagai tukang cukur, namun memanfaatkan momen haji ini sebagai lahan mengais rejeki. Tukang cukur dadakan di kaki lima ini jelas panen besar. Mereka menaikkan harga dari yang biasa hanya 10 riyal menjadi 20 sampai 30 riyal pada musim haji. Kalau dikurs, satu riyal sama dengan sekitar Rp2.500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk praktisnya, saya tidak mencari barbershop di hotel, tapi cukup membayar 20 riyal saja kepada tukang cukur asal Yaman. Toh cukur gundul tidak memerlukan model atau gaya rambut apapun. Hasil akhirnya sama saja. Rambut dibantai habis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya pilihan adalah kita mau babat habis satu cm atau ? cm atau 0 cm. Saya pilih yang disisain ? cm. Meski gundul, masih ada sisa-sisa rambut sedikit. Kalau pilih yang 0 cm, saya takut alat cukurnya menggores kulit kepala saya sehingga bisa berdarah-darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang cukur Arab asal Yaman sangat gesit memotong rambut saya. Hanya dalam waktu kurang lima menit, kepala saya sudah plontos. Sehabis digunduli, untuk kenang-kenangan saya meminta foto bareng dengan dia dan majikannya yang bertindak sebagai kasir. Tentu saja foto saya gundul itu segera saya upload dan posting di facebook saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih keren&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman fans FB saya riuh rendah berkomentar terhadap foto antik tersebut. Banyak juga yang menyatakan suka dan kasih tanda jempol. Saya tersenyum-senyum sendiri membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gundul lebih keren," begitu komen seorang fans FB saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gabby Gabaya, teman kuliah saya di Ateneo de Manila University, Filipina, mengomentari sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"You have a clean head....hopefully not a dirty mind!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya Gabby yang non-Muslim itu mengatakan "Kepala kamu bersih....semoga hatimu juga bersih tidak kotor". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira Gabby benar. Tahalul adalah simbol dari membuang atau memangkas semua pikiran kotor, pikiran negatif, yang bersemayam dalam otak kita. Menggunduli kepala berarti kita menggunduli otak ngeres kita, pikiran khusnudzon kita, prasangka buruk kita, kacamata hitam kita, paranoid kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali "picture in our head" itu yang membuat kita menolak kebenaran. Pola pikir dan "mindset" kita sering menentukan sikap dan perbuatan kita bukan pada fakta, tapi pada persepsi. Dengan kepala yang gundul, kita disunahkan untuk membuang semua pikiran dan persepsi buruk itu. Inilah filosofi utama dari tahalul. Inilah pesan moral dan agama yang luar biasa dari kewajiban haji kita bertahalul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunduli rambut merupakan simbol pembersihan diri, penghapusan cara-cara berfikir yang kotor, penghancuran otak ngeres atau menurut istilah Gabby "your dirty mind". Kita kembali ke Tanah Air sebagai manusia baru dengan otak baru yang bersih dan hati yang &lt;br /&gt;yang bening. Subhanallah!.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-1110397098720310886?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/1110397098720310886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=1110397098720310886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1110397098720310886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1110397098720310886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/11/tahalul-gundul-lebih-keren.html' title='Tahalul: gundul lebih keren'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-6002825863652821549</id><published>2011-11-10T19:41:00.001+07:00</published><updated>2011-11-10T19:43:48.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Lempar jumrah: intifada melawan setan</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mina (ANTARA News) - Melempar jumrah merupakan salah satu ritual haji yang saya lakoni dengan semangat 45. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa-apa, ini karena lempar jumrah adalah simbol perlawanan manusia melawan setan, si penggoda iman yang terkutuk. Kapan lagi kita menimpuk dan mengalahkan setan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mengumpulkan batu tengah malam di Musdalifah, adrenalin saya sudah naik. Setiap jemaah haji harus mengumpulkan 49 batu jika hanya menginap dua malam di Mina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang menginap tiga malam, butuh tambahan 21 batu lagi menjadi 70 batu. Saya hanya menginap dua malam, jadi saya sebetulnya hanya butuh 49 batu. Tapi saya ambil tambahan 10 batu untuk cadangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin betul-betul siap tempur. Amunisi harus memadai. Kalau perlu, lebih banyak lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengumpulkan batu di malam gelap yang dingin dengan gairah bagaikan pejuang intifada Palestina. Bedanya, pejuang intifada mengumpulkan batu untuk menimpuk tentara Israel di Jalur Gaza. Saya dan seluruh jemaah haji, mencari batu untuk melempar setan, musuh umat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi serius mencari batu di tengah kegelapan begitu, Menteri Agama Suryadharma Ali memanggil nama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba ambil batu yang itu," katanya seraya menunjuk ke batu sebesar bola sepak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gede amat pak, bukankah kita dianjurkan ambil batu kerikil saja?" jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu untuk menimpuk rajanya setan," kata Amirul Haj itu sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya masih terpengarah, Suryadharma Ali buru-buru menjelaskan kalau yang disampaikannya hanya bercanda. Candaan Amirul Haj dilanjutkan dengan cerita bagaimana dua pemimpin masa Orde Baru melempar jumrah. Ternyata batu yang dilempar melenceng dari sasaran dan mengenai jidat masing-masing sehingga keduanya semaput. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas intelijen mengambil batu yang dilempar tadi untuk investigasi. Ternyata batu tersebut bertuliskan huruf Arab. Lalu dibawalah ke Majelis Ulama untuk ditanyakan artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata tulisan Arab itu berbunyi: Sesama setan dilarang saling timpuk!" kata Suryadharma Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngakak di tengah malam yang dingin. Itu intermezo di sela-sela mencari batu di Musdalifah. Sebenarnya mencari batu di Musdalifah tidak sulit-sulit amat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Arab Saudi menabur batu kerikil bertruk-truk di kawasan itu. Tapi itu tadi, karena penerangan yang remang-remang, kadang-kadang ada jemaah yang salah pungut. Bukannya batu yang diambil, ternyata kotoran kambing gunung. Bulatannya sih sama. Cuma baunya yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beruntung tidak mendapat kotoran kambing. Satu kantung penuh batu kerikil saya kumpulkan. Batu-batu itulah yang pada esok harinya, tepat 10 Dzulhijah atau 6 Nopember 2011, saya bawa untuk melempar jumrah. Hari pertama saya bawa tujuh batu untuk melempar Jumrah Aqobah, tugu simbol setan yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permusuhan dengan setan&lt;br /&gt;Ada tiga buah jumrah yang ditandai dengan tugu yang harus dilempar dengan batu yang diambil di Muzdalifah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini mengingatkan akan permusuhan antara Nabi Ibrahim melawan setan yang menggoda iman beliau ketika akan melaksanakan perintah Allah untuk mengorbankan Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumrah terbesar bernama Jumrah Aqabah, yang sedang Jumrah Wustha, dan terkecil Jumrah Ula. Jumrah Aqabah terletak paling dekat dengan Mekkah atau paling jauh dari tenda-tenda jemaah haji di Mina. Pada 10 Dzulhizah, tepat pada hari raya Idul Adha, semua jemaah melempar Jumrah Aqabah ini, termasuk saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 11 sampai 13 Dzulhijah, jemaah melempar ketiga semua jumrah, dari yang terkecil, sedang, dan terakhir jumrah yang terbesar. Setiap jumrah dilempar dengan tujuh buah batu kerikil satu persatu, bukan tujuh buah sekaligus. Itu hasil manasik haji singkat yang saya dapat saat wukuf di Arafah dan obrolan di meja makan dengan petugas haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surahmat, petugas haji Daerah Kerja (Daker) Mekkah, yang tahu saya akan mulai melempar jumrah wanti-wanti mengingatkan agar yang dilempar adalah tugunya, yang melambangkan setan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meskipun setan adalah musuh kaum muslimin yang harus diperangi, tidak perlu berlebihan melempar sandal, sepatu, atau batu besar," pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henry Subiyakto, staf ahli Menkominfo yang sudah empat kali naik haji, juga memberikan nasihat bahwa yang dilempar memang simbol setan, tapi sebetulnya itu setan yang ada dalam diri kita sendiri. "Setan yang ada dalam diri kita sendiri" itu antara lain godaan korupsi, melakukan dosa besar, suka mendzalimi orang atau selingkuh menghianati pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi carilah tujuh setan yang ada dalam diri sendiri itu," kata Pengarah Media Center Haji (MCH) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali melempar batu, katanya, sebutkanlah setan mana yang akan ditimpuk dan dibunuh. Misalnya saja yang mau ditimpuk oleh batu pertama adalah setan yang selalu menggoda untuk memperkaya diri dengan cara yang tidak halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baca keras-keras doanya: Bismillahi Allahhu Akbar! Saya tidak akan korupsi lagi. Lalu lemparkan batu itu sekeras-kerasnya ke jumrah," ujar Henri yang siap menjadi "guide" bagi saya saat melempar jumrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju tempat pelemparan, dari Mina jemaah harus berjalan kaki sekitar 3,5 meter. Dari tempat saya menginap di Misi Haji Indonesia lebih dekat. Cuma sekitar satu kilo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ya tetap melelahkan secara fisik karena harus berjalan kaki di tengah terik matahari dan berdesak-desakan dengan puluhan bahkan ratusan ribu jemaah lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dianjurkan untuk membawa air minum dan menutup mulut dan hidung dengan masker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu strategi&lt;br /&gt;Pada 10 Dzulhijah, waktu afdol untuk melempar Jumrah Aqobah adalah sesudah matahari terbit. Sedangkan pada hari-hari sesudahnya waktu afdolnya adalah ba`da dzhuhur atau setelah tergelincirnya matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situlah perlunya strategi untuk mencari waktu melempar yang pas. Supaya aman dan tidak berdesak-desakan. Yang penting bisa memenuhi persyaratan meski tidak afdol-afdol amat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Istilahnya, mending jadi haji minimalis ketimbang mencari yang afdol tapi beresiko," kata Kepala Informasi dan Humas Kementerian Agama Zubaidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merujuk pada kasus wafatnya seorang petugas haji beberapa hari sebelumnya yang memaksakan diri tawaf di saat-saat puncak kepadatan jemaah yang mencari afdol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil mencium Hajar Aswad, petugas tersebut sesak nafas akibat terhimpit dan kemudian mati lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berangkatlah saya menuju tempat pelemparan di luar waktu yang disebut afdol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 10 Dzulhijah saya berangkat sehabis ashar sementara waktu afdol adalah pagi hari setelah matahari terbit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari-hari berikutnya saya melempar jumrah pagi hari untuk menghindari jemaah yang mbludak karena mengejar waktu afdol. Jadi saya terhindar dari berdesak-desakan dan berhimpit-himpitan sehingga saya bisa melempar setan dengan aman, lancar, dan khusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak antara Jumrah Aqabah dengan Jumrah Wustha adalah 247 meter. Sedangkan jarak antara Jumrah Wusta dengan Jumrah Ula ialah 200 meter. Sambil berjalan dari satu jumrah ke jumrah lain saya membayangkan asal muasal mengapa para jemaah harus melempar batu di tiga tugu simbol setan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa ketika Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk melaksanakan haji, ia ditemani malaikat Jibril bergerak menuju Jumrah Aqabah. Dalam perjalanan ke situ, setan mencoba menghalanginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim lalu melempar dengan tujuh batu sehingga si setan tersungkur di bumi. Ketika sampai di Jumrah Wustha, si setan bangkit dan kembali menghalangi. Ibrahim melempar si setan dengan batu tujuh kali. Setan tersungkur lagi dihantam batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Ibrahim bergerak ke Jumrah Ula, si setan tidak kapok-kapoknya menghalangi. Ditimpuk lagi tujuh kali. Tersungkur lagi. Selepas itu, setan lenyap tidak kelihatan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meracuni pikiran Ibrahim&lt;br /&gt;Riwayat yang lain lagi menceritakan bahwa saat Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk mengorbankan anaknya, Ismail, setan datang mencoba meracuni pikiran Ibrahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Ibrahim tidak menghiraukannya dan bahkan menimpuk si setan penggoda pikiran manusia itu. Konon peristiwa itu terjadi di sekitar Jumrah Aqabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si setan yang terkutuk itu datang menggoda Siti Hajar, isteri Ibrahim, agar membujuk si suaminya supaya tidak menyembelih Ismail. Siti Hajar tidak bergeming dan malah melontar si setan di Jumrah Wustha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar setan, dia tidak putus asa dan terus menggoda manusia. Setan mencoba merusak iman Ismail agar jangan mau dikorbankan Ibrahim. Ismail juga tidak goyah digoda setan. Ismail menimpuk setan yang hina itu dengan batu di Jumrah Ula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah riwayatnya. Sekarang, jemaah haji seperti saya harus menimpuk setan-setannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jemaah harus memastikan dengan jelas dan spesifik apa saja setan-setan yang mengganggu dan menggodanya. Godaan setan itu bisa saja berupa tawaran suap, korupsi, penyalahgunaan wewenang, atau nikmatnya kekuasaan dan penzaliman atas lawan dan bawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga setan itu berupa kesenangan berjudi, mabuk-mabukan, narkoba, atau main perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentukan setanmu sendiri dan timpuklah. Kamu punya 49 sampai 70 batu untuk melawan setan dalam dirimu sendiri," demikian Henri Subiyakto sebelum kami memulai intifada melawan setan di tempat jumrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Akhmad Kusaeni adalah Wakil Pemimpin Redaksi ANTARA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-6002825863652821549?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/6002825863652821549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=6002825863652821549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6002825863652821549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6002825863652821549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/11/lempar-jumrah-intifada-melawan-setan.html' title='Lempar jumrah: intifada melawan setan'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-7866121928297033135</id><published>2011-11-07T22:02:00.001+07:00</published><updated>2011-11-07T22:03:54.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mabit di Mina: korbankan Ismailmu</title><content type='html'>Oleh :  Kusaeni*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah haji bermalam (mabit) di Mina, Arab Saudi, Senin (7/11) dini hari. Mabit di Mina merupakan wajib haji yang dilakukan pada tanggal 11,12,13 Dzulhijah. (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/11)&lt;br /&gt;Mina (ANTARA News) - Selama dua atau tiga malam jamaah haji harus melaksanakan mabit atau bermalam di Mina, sebuah padang dan bukit batu antara Masjidil Haram dan Muzdalifah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak tiga juta jamaah dari seluruh dunia berkemah di Mina yang lokasinya dekat tempat melempar jumrah atau melempar setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mabit di malam pertama pada Minggu 10 Dzulhijah bertepatan dengan 6 Nopember 2011 saya tiduran di tanah bersama para "mabiter" dari Pakistan, Afghanistan dan Aran Saudi di sekeliling tenda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya beralaskan sajadah saya menatap ke langit dan tafakur. Bulan yang hampir penuh bulatannya tampak bersinar terang di langit. Tidak ada awan yang menggumpal atau berarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana Mina malam itu begitu dipadati jemaah. Agus Subeno, kawan saya dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang sedang mensurvei kepuasan pelayanan haji, mengatakan suasana seperti pasar malam, hingar bingar, meskipun tidak kehilangan aspek relijiusitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi sesekali dengan mobil dan speakernya yang keras mengusir jemaah yang duduk atau tiduran dekat lokasi melempar jumrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi para jemaah tetap saja enggan pergi dari lokasi jumrah. Kalaupun terpaksa pergi karena diusir polisi, mereka hanya melengos atau beringsut. Begitu mobil patroli lewat dan polisi pergi, mereka kembali ke tempat semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mabiter itu yakin kalau bermalam di sekitar tempat melempar jumrah itu yang paling afdol sesuai dengan sunah nabi Muhammad SAW dan riwayat nabi Ibrahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka beranggapan yang namanya Mina adalah hanya padang di sekitar jumrah saja sehingga hanya di lokasi itu lah mabit yang sah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertahan untuk berada di sekitar jumrah meskipun tidak mendapatkan kapling atau tenda-tenda yang tersedia untuk mereka di tempat lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, jalur pejalan kaki antara Mekkah dan Mina juga dipenuhi jemaah. Mereka menggelar tikar di jalan-jalan, termasuk jalan di depan kantor Misi Haji Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ritual mabit, praktis kantor ditutup. Mobil-mobil tidak bisa keluar. Bahkan Menteri Agama Suryadharma Ali harus berjalan kaki untuk sampai ke tenda-tenda tempat bermalamnya jemaah haji Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah berserakan di jalan. Orang-orang tidur dan duduk sembarangan. Bau sampah dan air kotoran WC yang bocor campur aduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semerbak bau itu tidak membuat jemaah beringsut untuk berada di sekitar lempar jumrah. Mereka yang tidak mendapat tempat, naik ke tebing dan gunung-gunung batu yang curam dan terjal. Mereka membangun tenda di ketinggian 200 sampai 300 meter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang penting masih menghadap ke tempat melempar jumrah," kata Burhanuddin Zanzalani, jemaah berjanggut dan bersurban asal Afghanistan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia baru saja turun dari tangkringannya di puncak bukit untuk mengambil air zamzam. Oleh karena negerinya secara geografis lebih bergunung dan berbukit terjal, Zanzalani enteng-enteng saja naik turun bukit di Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya heran dan terkagum-kagum mengapa para jemaah haji melakukan semua ini? Tumplek blek di Mina yang gersang, yang siang hari teriknya minta ampun dan malam hari dinginnya "bujubuneng". Mengapa mereka begitu antusias melaksanakan ritual ibadah yang beresiko terhadap fisik dan kesehatan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran agama apakah yang membuat tiga juta jemaah haji itu mau berada di Mina dan melewatkan malam yang dingin di padang tandus dan berbukit batu tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selidik punya selidik, ternyata Mina adalah tempat Nabi Ibrahim berdialog dengan puteranya Ismail pada detik-detik terakhir menjelang eksekusi penyembelihan Ismail yang belakangan diganti dengan domba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wakil Amirul Haj KH Abdul Mu`ti peristiwa bersejarah yang terjadi di Mina tersebut menjadi cikal bakal ibadah dan hari raya Idul Qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Ali Shariati dengan dramatis menggambarkan dialog Nabi Ibrahim dan Ismail di lembah Mina yang sepi dalam bukunya "Hajj" yang best-seller di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim, si ayah, dengan rambut dan janggut yang putih, sudah berusia satu abad, sedang Ismail, puteranya, baru menanjak remaja. Ketika ayah berbicara kepada anaknya itu, menurut Shariati, langit yang mengatapi Jazirah Arab tak tega menyaksikan peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula Ibrahim tidak kuasa membuka mulutnya untuk mengatakan kepada puteranya: "Aku hendak mengorbankan engkau ya Ismail dengan tanganku sendiri". Apalagi setan terus menggoda dan membuatnya bimbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber keraguan Ibrahim adalah kecintaannya kepada Ismail. Si ayah yang malang dan tua ini telah sedemikian lamanya mendambakan kehadiran seorang putera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tragedi yang sangat mengerikan. Inilah pengalaman yang sangat menyedihkan. Ibrahim harus melaksakan perintah Allah sementara setan terus menggoda dan membuatnya bimbang: Pilih Allah atau Ismail?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan adalah musuh manusia. Dimana saja terlihat dan siapa saja yang memperlihatkan tanda-tanda ketakutan, kelemahan, keragu-raguan, keputusasaan, kebodohan, bahkan cinta, maka di situlah setan tampil untuk melancarkan tipu dayanya yang jahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan membuat manusia, termasuk sekaliber Nabi Ibrahim sekalipun, terlengah dari kewajiban-kewajiban sehingga kebenaran perintah Allah kalau bisa tidak dipatuhi dan dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecintaanmu terhadap anakmu merupakan sebuah cara menguji engkau...," begitu firman Allah dalam Al Quran, 8:28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian bagi Ibrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut KH Abdul Mu`ti dalam suatu diskusi dengan saya, kecintaan kepada Ismail merupakan ujian bagi Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaannya imi merupakan satu-satunya kelemahan Ibrahim dalam perjuangannya melawan setan. Tapi pada akhirnya, Ibrahim berhasil mengalahkan tipu daya setan yang terkutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Ibrahim berserah diri kepada Allah dan berkata: "Ismail! Aku bermimpi! Di dalam mimpi itu engkau kukorbankan". Kata-kata ini diucapkan Ibrahim dengan sangat cepat agar tidak terdengar oleh telinganya sendiri. Setelah itu ia membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia takut dan wajahnya pucat. Ia tidak mempunyai kekuatan untuk menatap mata Ismail. Tetapi Ismail menyadari gejolak hati Ibrahim dan berusaha menenangkan ayahnya. Ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, patuhilah Allah dan jangan ragu-ragu untuk melaksanakan perintah-Nya" kata Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka eksekusi penyembelihan Ismail pun dilakukan. Tiba-tiba muncul seekor domba sebagai pengganti karena Allah sebetulnya tidak menghendaki pengorbanan Ismail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menguji Ibrahim dan Ibrahim telah lulus ujian dan melaksanakan perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah alasan relijius mengapa jemaah harus mengingap di Mina dan melempar jumrah sebagai simbol perlawanan terhadap setan si penggoda iman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemaah yang selama dua atau tiga malam mabit di Mina merenungi kembali kisah dialog sang ayah dan puteranya menjelang detik-detik pengorbanan Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang masalahnya, kata KH Abdul Mu`ti, "Siapakah Ismailmu yang harus kau korbankan?". Itulah hikmah pelajaran yang harus ditarik setiap jemaah haji yang memenuhi panggilan Allah melalui Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ismail-Ismail abad modern" banyak ragamnya. Ia bisa berupa harta, tahta, dan wanita. Ismail-Ismail masa kini adalah kecintaan kita akan semua itu yang kadang-kadang harus bertabrakan dengan perintah dan kehendak Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korbankanlah Ismailmu. Itulah pesan dari mengapa harus mabit di Mina dan melempar setan di jamarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*Akhmad Kusaeni adalah Wakil Pemimpin Redaksi ANTARA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-7866121928297033135?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/7866121928297033135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=7866121928297033135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7866121928297033135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7866121928297033135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/11/mabit-di-mina-korbankan-ismailmu.html' title='Mabit di Mina: korbankan Ismailmu'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-2033975864131394687</id><published>2011-11-04T15:46:00.001+07:00</published><updated>2011-11-04T15:46:58.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Operasi militer selain perang di Armina</title><content type='html'>Mina, Mekkah (ANTARA News) - Mempersiapkan wukuf di padang Arafah dan mabit (bermalam) di Mina bagi 221.000 calon haji Indonesia bagaikan menggelar operasi militer selain perang, atau dalam istilah tentaranya disebut MOOW (Military Operation Other than War).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan pelik yang harus diatasi mulai dari penyiapan transportasi, logistik, dapur umum, kesehatan, sampai penyiapan keadaan darurat dan evakuasi jika ada musibah terjadi, seperti kemungkinan kebakaran, kerusuhan sampai banjir jika tiba-tiba hujan dan air mengguyur deras dari langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, struktur organisasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) berubah sementara selama sepekan (8-14 Zulhijah) menjadi Satuan Operasi Arafah-Mina disingkat Satops Armina. "Meskipun orang dan pelaksananya ya itu-itu juga. Kami-kami juga," kata Kepala Bidang Pengamanan Kolonel Bambang Siswoyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelapa Satops Armina dipercayakan kepada Letnal Kolonel Abu Haris Muthohar, sedangkan para komandan perang di lapangan dipegang oleh para koordinator maktab. Target operasi adalah bagaimana calon haji Indonesia terangkut ke Armina, perut mereka terisi penuh selama lima hari empat malam tinggal di tenda, dan melempar jumrah dengan aman dan selamat tidak terinjak-terinjak, seperti kasus terowongan Mina beberapa tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Intinya operasi Armina ini berhasil jika jemaah bisa melaksanakan ibadah dengan tenang, khusuk, dan menyelesaikan ibadah hajinya dengan lancar dan selamat, serta menjadi haji mabrur," kata Bambang yang bertugas di Angkatan Darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan operasi sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima tertinggi Operasi Militer Selain Perang Armina adalah Menteri Agama Suryadharma Ali yang sekaligus juga menjabat Amirul Haj. Panglima TNI-nya dipegang oleh Dirjen Haji Kementerian Agama Slamet Riyanto. Panglima Kodam-nya adalah Syairozi Dimyathi selaku Ketua PPIH Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Pangti, Suryadharma Ali ingin memastikan operasi Armina sukses. Ia memimpin sendiri rapat-rapat persiapan, mengecek secara detail rencana pelaksanaan operasi, dan memberikan komando dan perintah kepada semua pasukannya, dari yang jenderal sampai kopral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jemaah Indonesia wajib berada di Arafah. Kalau tidak, hajinya tidak sah. Kasihan mereka. Apa yang akan dilakukan agar jemaah dipastikan terangkut?" Tanya Suryadharma dalam rapat persiapan dengan Satsop Armina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatops Armina Letnan Kolonel Abu Haris menjelaskan bahwa pemberangkatan jemaah ke Armina dilakukan dalam tiga kali angkutan atau rit. "Kami akan melakukan sweeping ke kamar-kamar pemondokan untuk memastikan jemaah terangkut pada rit terakhir," kata Abu Haris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, untuk calon haji yang sakit dan tengah dirawat sekalipun, akan dilakukan Safari Wukuf dengan membawa pasien ke mobil ambulans. Ada sekitar 300-an orang yang akan diikutkan dalam Safari Wukuf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecuali yang dirawat di ICU dan parah banget, semua pasien akan dibawa ke Arafah supaya bisa melakukan wukuf barang 10 sampai 15 menit di mobil ambulans. Yang masih bisa duduk di kursi roda, kami keluarkan sebentar dari mobil untuk wukuf. Ini supaya rukun hajinya dapat," kata Surahmat, petugas yang mendata jemaah Safari Wukuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal perut jemaah haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain masalah angkutan, soal katering dan bagaimana mengisi perut 221.000 orang menjadi perhatian Satops Armina. Ini bukan perkara enteng karena makanan yang sehat dan bergizi akan menentukan kekhusukan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sampai ketika wukuf ada di antara jemaah yang mencret-mencret karena makan makanan basi. Diare di Arafah ribet banget, WC terbatas sementara jemaah membeludak. Antrenya panjang," kata Suryadharma Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, khusus di Armina, Satops memilih menyediakan makanan secara prasmanan, bukan dalam bentuk nasi kotak. Sistim prasmanan dinilai lebih baik karena makanannya fresh dan jemaah bisa memilih makanan sesuai selera mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan katering jemaah haji di Arafah akan diberikan sebanyak empat kali mulai makan malam pada tanggal 8 sampai 9 Zulhijah (Jumat dan Sabtu, 4-5 Nopember 2011). Kemudian di Mina sebanyak 11 kali mulai tanggal 10-13 Zulhijah. Untuk Muzdalifah diberikan satu boks makanan ringan yang didistribusikan kepada jemaah di Arafah menjelang keberangkatan ke Muzdalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya jemaah gak usah kuatir. Bawa diri saja. Barang berharga dan emas-emas yang sudah dibeli, titipkan di petugas kloter masing-masing dan pakai tanda terima," kata Kasatops Armina Abu Haris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspeksi mendadak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum pemberangkatan wukuf, Suryadharma melakukan inspeksi mendadak ke Padang Arafah untuk melihat dengan mata kepala sendiri persiapan tenda-tenda dan katering. Suryadharma dan Amirup Haj mendatangi dapur, meja-meja tempat prasmanan, dan bahkan WC serta airnya dicek juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sampai ada jemaah yang tidak kebagian makanan. Kalau ada perusahaan katering yang tidak bertanggung jawab, tidak akan kami pakai lagi. Akan masuk daftar hitam," kata Suryadharma kepada Al Damanhuri, pemilik katering yang mendapat kontrak memasok makanan jemaah haji Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siap Bapak. Bahkan perusahaan kami akan kasih bonus satu kantong makanan ringan, seperti biskuit, jus, air, dan buah-buahan," kata Al Damanhuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi panjangnya antrean diatur per rombongan dan tidak per kloter. Masing-masing rombongan diberikan waktu estimasi waktu 10 sampai 15 menit. Bagi romnbongan yang belum mendapat giliran makan tidak perlu berdiri mengantri makan sampai dengan adanya pemanggilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kesehatan, Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) diperintahkan tetap buka saat Armina. "Jangan ada petugas kesehatan yang desersi. Meninggalkan markas BPIH untuk ikut-ikutan mengambil haji," kata Ketua DPR Marzuki Alie dalam pengarahannya kepada para petugas haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merawat orang sakit, apalagi yang dalam keadaan koma dan gawat darurat, menurut Marzuki, adalah wajib. Petugas kesehatan didatangkan ke Tanah Suci adalah untuk tugas mulia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap pengamanan dan operasi di Armina, Kolonel Bambang Siswoyo, mengaku sudah mempersiapkan operasi dengan sebaik-baiknya. Semua ilmu operasi militer selain perang sudah dia laksanakan di Armina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggelar ratusan ribu tentara ke medan perang, kata dia, bisa lebih efektif dan cepat karena mereka adalah orang-orang terlatih. Tentara juga dilatih untuk bisa survive dalam keadaan logistik dan makanan yang terbatas sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi jemaah haji ini bukan orang yang terlatih, seperti tentara. Penggelaran mereka di Armina dan logistiknya harus betul-betul dipersiapkan dengan matang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya hal yang dia khawatirkan adalah faktor alam. Ancaman terbesar dalam operasi Armina adalah kalau tiba-tiba saja hujan datang dan banjir melanda perkemahan jemaah haji, seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Kondisi Padang Arafah dikelilingi gunung dan bukit batu. Tidak ada pepohon rimbun yang bisa menghalangi banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mudah-mudahan tidak ada hujan selama wukuf. Kalau di Indonesia ada pawang hujan, di Arab Saudi ini tidak ada. Tapi kalau pun yang terburuk terjadi, kami siapkan evakuasi bersama-sama aparat Arab Saudi," demikian Kolonel Bambang Siswoyo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah Wakil Pemimpin Redaksi Antara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-2033975864131394687?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/2033975864131394687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=2033975864131394687' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/2033975864131394687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/2033975864131394687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/11/operasi-militer-selain-perang-di-armina.html' title='Operasi militer selain perang di Armina'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-6700151525708161546</id><published>2011-11-03T01:34:00.002+07:00</published><updated>2011-11-03T01:37:02.203+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Membayangkan Nabi Ibrahim menyembelih Ismail</title><content type='html'>oleh : Akhmad Kusaeni *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhmad Kusaeni (Dokumentasi Pribadi)&lt;br /&gt;Mekkah (ANTARA News) - Musim haji tahun ini lebih dari tiga juta orang dari seluruh dunia datang ke Tanah Suci Mekkah untuk memenuhi panggilan Nabi Ibrahim. Salah satu yang disunahkan pada Idul Adha atau Idul Kurban adalah menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi atau unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, menyembelih ternak malah jadi wajib hukumnya bagi jamaah haji yang melanggar larangan selama ihram. Itu sebagai "dam" atau denda. Selama melaksanakan ihram, terdapat sejumlah larangan seperti memakai pakaian berjahit, memakai parfum, atau menggigit dan memotong kuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermesraan atau berhubungan suami isteri selama ihram wajib menyembelih seekor kambing dan hajinya tidak sah. Bagi haji tamattu , juga diwajibkan menyediakan hewan kurban. Haji tamattu adalah jamaah yang melaksanakan umrah jauh sebelum mengambil hajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai haji tamattu, penulis bersama jutaan umat Islam lain tidak mampu bertahan dalam pakaian ihram sekian lama. Penulis dan rombongan Amirul Haj datang ke Mekkah pada 23 Oktober 2011 dalam keadaan ihram, tawaf, sa`i, lalu langsung tahalul. Dengan begitu kami selesai menunaikan umrah dan boleh kembali memakai pakain biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami harus menunggu sampai saat dimulainya prosesi haji tiba pada 8 Dzulhijah atau 4 Nopember 2011 untuk kembali ihram dari tempat kediaman kami di Mekkah. Baru kami berangkat haji dengan bermalam di Mina dan Musdalifah serta wukuf di Padang Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk haji semacam itu kami diwajibkan menyediakan hewan kurban atau bagi yang tidak menyembelih hewan wajib berpuasa 10 hari. Tiga hari puasa dilakukan di Tanah Suci dan tujuh hari sisanya bisa di negara asal, yaitu di Indonesia. Ketimbang puasa, saya memilih mencari hewan kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berangkatlah saya ke pasar ternak Kaa?kia satu mobil bersama tiga rombongan Amirul Haj untuk berburu kambing qurban. Mereka adalah staf Ahli Menkominfo Henry Subiakto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama Zubaidi dan Agus Subeno, pejabat Badan Pusat Statistik. Sopir kami Idrus, asal Makassar, merangkap sebagai penerjemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kantor Misi Haji Indonesia di kawasan Mina, perjalanan di tempuh selama 20 menit. Sejak kami menginjak kota Mekkah, Henry Subiakto yang sudah empat kali naik haji, berkali-kali mengatakan akan mengajak kami ke kawasan seluas 500 meter persegi yang dipenuhi ribuan kambing, sapi dan unta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis menggiurkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis hewan ternak selama musim haji, kata Henry, sangat menggiurkan. Saudagar kambing dan unta di Kaa`kia adalah warga Arab Saudi namun pengelolanya orang asing dari berbagai negara, khususnya orang-orang kulit hitam Afrika terutama asal Yaman dan Sudan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan ada tiga juta jemaah haji tahun ini. Separuh saja yang menyediakan hewan qurban, maka dibutuhkan 1,5 juta kambing. Ditambah dengan sekitar satu juta orang yang membayar dam karena memilih haji tamattu, maka selama dua bulan musim haji akan disembelih 2,5 juta kambing dan unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saudagar kambing di Kaa`kia panen besar kalau musim haji," kata Henry seperti layaknya pemandu wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua bulan musim haji, seorang saudagar kambing bisa menjual 3.000-5.000 kambing dibanding bulan-bulan biasa. Sementara untuk unta bisa dijual sekitar 1.000 sampai 2.000 pada periode yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kami sampai di Kaa`kia, mobil belum berhenti sudah dikerubungi para pedagang, pekerja dan tukang jagal. Umumnya berkulit hitam kelam dan memakai baju seragam warna merah. Agak seram melihat mereka karena semuanya menenteng golok dan menggenggam pisau belati. Jumlah penjual dan penjagal ini sangat banyak, nyaris sebanyak kambing-kambing yang mereka tawarkan. Mereka bekerja per kelompok dan bergerombol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat keluar dari mobil, satu kelompok penjagal menarik kami ke satu lapak. Padahal rencananya kami mau keliling lihat-lihat dulu. Idrus, sopir sekaligus penerjemah kami, tampak ribut dengan mereka. Karena tidak tahu bahasa Arab, kami tidak tahu apa yang mereka ributkan. Saya pikir Idrus berusaha membebaskan kami untuk digelandang ke satu lapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lepas dari satu kelompok penjagal, kami dikerubuti kelompok penjagal lainnya. Akhirnya Idrus menyerah. Kami masuk ke satu lapak dan dipertemukan dengan orang Arab yang kamis pastikan adalah pemilik lapak atau saudagar kambingnya. Macam-macam jenis kambing di lapak tersebut. Ada kambing kacang yang kecil-kecil, kambing gunung yang janggutnya keren, biri-biri yang bulunya kribo, dan domba Australia yang tanduknya panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga kambing bervariasi antara 300 sampai 1.000 riyal. Untuk unta harganya antara 3000 sampai 4.000 riyal. Kalau dirupiahkan, hitung sendiri. Matematika saya jeblog. Satu riyal kalau dikurs kira-kira Rp2.400.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang ini 400 riyal, haji. Murah. Murah...," kata Jaafar bin Abdul Wahab, si saudagar kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawar menawar terjadi. Akhirnya Jaafar memberi harga pamungkas. Kalau dia yang pilihkan, harganya 350 riyal. Tapi kalau kami yang pilih, harganya 370 riyal. Karena mau yang bagus, besar dan jantan, kami pilih sendiri. Kami menunjuk kambing yang kami pilih di kandang, anak buah Jaafar menarik si kambing dan mengangkat satu kaki belakang untuk memperlihatkan torpedo si kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini kambing jantan. Halal," kata anak buah Jaafar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hewan qurban, kambing jantan lebih diutamakan ketimbang yang betina. Makanya menunjukan alat kelamin si kambing merupakan atraksi menarik di Kaa`kia yang baunya minta ampun meski kami semua mengenakan masker penutup mulut dan hidung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digiring ke tempat penyembelihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah transaksi jual beli selesai kami pergi ke rumah potong hewan yang berada di bagian samping pasar. Kami berjalan kaki mengikuti si penjagal yang menggiring kambing dengan memegang kepalanya. Kami lihat kambing-kambing itu manut saja digiring ke tempat penyembelihan. Kalau saja dia tahu mau dibantai, pastinya sudah berontak atau kabur lintang pukang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai membayar biaya potong sebesar 20 riyal per kambing, si tukang jagal mencabut goloknya yang tajam. Satu persatu kambing disembelih dengan menyebut nama siapa yang membayar dam atau siapa yang berkurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan bagaimana si penjagal memotong hewan ternak tersebut, saya tiba-tiba teringat bagaimana Nabi Ibrahim menyembelih anaknya, Ismail, yang menjadi cikal bakal ibadah qurban. Saya pernah membaca buku "Hajj" karangan Dr Ali Shariati. Cendikiawan Mmuslim asal Iran itu secara dramatis menggambarkan proses penyembelihan itu. Berikut saya kutipkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibrahim berserah diri kepada Allah. Ia semakin gentar. Keputusan telah diambilnya. Ia pun bangkit. Diambilnya sebuah pisau dan dengan sebuah batu pisau itu diasahnya. Sanggupkah ia melakukan hal itu kepada puteranya yang sedemikian dicintainya itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ismail, manusia gagah berani yang menerima kehendak Allah, tetapi tenang dan tidak berkata apa-apa. Seolah tak satupun yang akan terjadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian Ibrahim membawa remaja itu ke tempat pengorbanan, menyuruhnya berbaring di tanah, menginjak kaki dan tangannya, dan menjambak rambutnya, mendongakkan kepalanya agar urat-urat nadi di lehernya terlihat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan nama Allah, Ibrahim menaruh pisau di tenggorokan puteranya. Ia ingin menyembelih Ismail secepat mungkin. Lelaki tua itu ingin menyelesaikan kewajibannya itu dalam seketika. Tetapi apakah yang terjadi? Pisaunya tidak dapat melukai Ismail."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ismail mengaduh: "Sakit sekali. Engkau menyiksaku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan berang Ibrahim mencampakkan pisaunya dan seperti seekor singa yang terluka ia meraung: "Apakah aku bukan ayahnya? Apakah aku bukan ayahnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera pisau itu dipungutnya kembali dan sekali lagi ia mencoba menyembelih Ismail. Kali ini Ismail tetap tenang. Bahkan bergerak pun tidak. Tetapi sebelum pisau itu menyentuh dirinya, tiba-tiba muncullah seekor kambing yang disertai seruan Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Ibrahim! Sesungguhnya Allah tidak menghendaki agar engkau mengorbankan Ismail. Inilah seekor kambing sebagai tebusannya. Engkau telah melaksanakan perintah! Sesungguhnya Allah Maha Besar!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertunduk dan diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis tertunduk dan terdiam ketika kambing atas nama Akhmad Kusaeni, nama saya sendiri, dibawa si penjagal Afrika berbaju merah itu ke tempat pengorbanan, membaringkan hewan ternak itu di lantai bertegel putih. Lalu si penjagal menginjak kaki dan tangannya, dan menjambak tanduknya. Kemudian mendongakkan kepalanya agar urat-urat nadi di lehernya terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nama Allah, si penjagal dari Kaa`kia menaruh pisau di tenggorokan kambing yang terbaring pasrah. Si penjagal berusaha menyembelih si kambing secepat mungkin. Lelaki Afrika mirip algojo itu tampak ingin menyelesaikan kewajibannya itu dalam seketika. Dan sreetttttt.....darah memuncrat. Lantai bersimbah darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penjagal mengangkat pisaunya. Membersihkan pisau tajam itu dari ceceran darah dengan air dari selang. Memasukkan pisau kebanggannya itu ke dalam sarungnya di pinggang. Ia menyalami saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khalas...(sudah)? katanya tersenyum memperlihatkan gigi putihnya dari wajahnya yang legam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*Akhmad Kusaeni adalah Wakil Pemimpin Redaksi Antara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-6700151525708161546?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/6700151525708161546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=6700151525708161546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6700151525708161546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6700151525708161546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/11/membayangkan-nabi-ibrahim-menyembelih.html' title='Membayangkan Nabi Ibrahim menyembelih Ismail'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-6761056950943756850</id><published>2011-11-01T20:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-01T20:01:57.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mati ketawa ala jamaah haji</title><content type='html'>oleh :  Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinah (ANTARA News) - Di balik kekhusuan ibadah, ternyata banyak hal unik dan lucu dialami jamaah haji Indonesia. Berikut sejumlah cerita mati ketawa ala jamaah haji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang jamaah haji asal Purwokerto, sebut saja namanya Fulan, sedang menunggu angkutan di sebuah halte dekat maktabnya untuk ke Masjidil Haram. Setiap kali bus datang, dia mengurungkan niatnya untuk naik. Bus datang lagi, urung lagi. Datang lagi, urung lagi. Begitu seterusnya dari pagi sampai menjelang waktu zhuhur tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut ternyata si Fulan tidak berani naik ke bus karena setiap berhenti di halte, kernetnya teriak: "Haram! Haram!". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Si Fulan mengira kalau dia tak boleh naik ke bus karena kernetnya bilang `Haram.Haram!` seperti kondektur Metromini Jakarta yang bilang `Grogol.Grogol!," kata mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi sambil terkekeh-kekeh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dikasih tahu bahwa Fulan bukan tidak boleh naik bus melainkan bus itu memang jurusan Masjidil Haram, dia punya ide besar. Kelak jika kembali ke Tanah Air, dia akan bangun sebuah mesjid yang akan dia beri nama "Masjidil Halal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Supaya jangan ada orang terkecoh seperti saya. Dikira Haram, ternyata Halal," kata si Fulan seperti diceritakan KH. Hasyim Muzadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Amirul Haj itu punya banyak cerita lucu lain seputar jemaah haji karena dulu ia sering membawa rombongan jemaah dari Jawa Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kebanyakan berasal dari kampung-kampung, lugu-lugu, dan baru keluar negeri untuk pertama kalinya. Ibaratnya, mereka tembak langsung ke Mekkah dari desanya di Jawa sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya adalah sejak di pesawat jemaah asal ndeso itu tidak faham bagaimana menggunakan toilet. Toilet di pesawat menjadi bau karena jemaah ada yang pipis di lantai kamar mandi. Ada juga yang buang air besar tidak disiram karena tidak tahu cara menekan tombol "Flush"-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga yang terjadi di pemondokan. KH. Hasyim menemukan ada jemaah yang kencing di westafel, sehingga tempat cuci tangan dan cuci muka itu bau pesing. Jemaah yang ditanya tidak ada yang mau ngaku. Lalu ia mengumpulkan jemaahnya untuk mencari tahu siapa yang kencing tidak pada tempatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Hasyim melakukan semacam "brainstorming" untuk meminta pendapat jemaah bagaimana kamar mandi yang bersih, khususnya urinoir yang diidamkan oleh jemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah tempat kencing di pemondokan ini sudah baik?" tanya Kyai Hasyim memancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kakek menjawab dengan lugunya: "Sebenarnya yang sekarang sudah baik pak Kyai, cuma terlalu tinggi. Tadi pagi saya kencing susah, karena ketinggian saya bawa kursi ke kamar mandi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tahulah Kyai Hasyim siapa oknum jemaah yang kencing di westafel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap haji Saleh&lt;br /&gt;Masih cerita lucu tentang jemaahnya Kyai Hasyim. Suatu ketika kyai yang pernah menjadi calon Wakil Presiden itu obrol-obrol dengan jemaah bernama Saleh yang akan berangkat haji untuk ketiga kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah sekarang ini pak Saleh hajinya Haji Ifrad atau Haji Tamattu?" tanya Kyai Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan dua-duanya kyai. Saya tetap Haji Saleh. Nggak pernah ganti nama," jawab Saleh yang tidak mengerti apa itu Haji Ifrad atau Haji Tamattu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Buku Pintar Calon Haji karya Fahmi Anwar, Haji Ifrad adalah mereka yang langsung mengambil haji termasuk wukuf dan melempar jumrah tanpa umroh terlebih dahulu. Sebaliknya, Haji Tamattu adalah mereka yang melakukan umroh baru kemudian mengambil hajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Haji Tamattu ada cerita lain yang membuat saya ketawa ngakak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu saya bersama Kepala Informasi dan Humas Kemenag Zubaidi meninjau kelompok jemaah haji asal Grobogan yang terkena musibah akibat bus yang ditumpangi menabrak pembatas jalan. Salah satu korban yang menderita luka parah adalah Sukirno, umur 84 tahun. Kaki kanannya patah sehingga harus dioperasi dan dipasang alat penyambung tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami menengok di kamarnya, Sukirno tergolek di tempat tidur meski kondisinya sudah jauh lebih baik. Oleh karena tidak bisa jalan, Sukirno tidak bisa banyak beribadah seperti shalat di Masjidil Haram seperti teman-temannya. Ia hanya bisa beraktifitas di seputar kamar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak Kirno itu Haji Tamattu: tangi, mangan, turu! Kerjaannya cuma bangun, makan dan tidur saja," kata teman sekamar Sukirno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti masa kampanye&lt;br /&gt;Kebiasan buruk jemaah di Indonesia juga terbawa sampai ke Tanah Suci. Jarak antara Masjidil Haram dan pemondokan jemaah haji umumnya sekitar satu atau dua kilometer jauhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya disediakan angkutan "shuttle bus" yang bisa antar pulang gratis. Tapi karena jemaah haji Indonesia kurang faham dan tak bisa membaca rute bus yang pakai bahasa Arab, mereka ambil jalan pintas. Mereka sewa berombongan mobil pick up yang baknya terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka rame-rame berdiri di bak terbuka seperti saat Pemilu atau kampanye presiden. Saya lihat ada yang teriak Hidup PPP segala," kata Wakil Amirul Haj KH Abdul Mu`ti saat rapat evaluasi bersama Menteri Agama Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum PPP. Mungkin Kyai Mu'ti sekedar bercanda saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasti yang teriak itu orang Muhammadiyah simpatisan PPP," komentar Suryadharma kepada Kyai Mu?ti yang adalah Sekjen PP Muhammadiyah. Peserta rapat yang mendengar candaan itu tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasan buruk lain yang dibawa dari Indonesia ke Tanah Suci adalah kebiasan corat coret dan vandalisme. Mereka mencorat-coret Tugu Kasih Sayang tempat pertemuan Adam dan Hawa di Jabal Rahmah dengan tulisan "X Loves Y" dengan harapan enteng jodoh atau cinta dengan pasangannya bisa kekal abadi. Mereka juga menulis macam-macam di batu-batu sekitar Gua Hira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang lebih parah, kata Kyai Mu`ti, jemaah haji Indonesia juga mencorat-coret pembatas Raudah di Mesjid Nabawi dan bahkan tenda-tenda tahan api di Mina dan Arafah. Apa sih yang ditulis oleh mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya adalah tulisan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah ya...sudah sampai Raudah. Sesuatu banget deh!". Corat coret gaya Syahrini banget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang menulis ucapan syukur bisa ke Tanah Suci. Menurut Agus Subeno, pejabat dari Badan Pusat Statistik yang juga rombongan Amirul haj, dia pernah melihat ada tulisan seperti itu di Raudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya dia tulis syukur bisa memenuhi panggilan Nabi Ibrahim. Lalu dia minta supaya sanak keluarganya bisa naik haji juga. Ditulislah nama semua anak, isteri, keponakan, dan cucu cicitnya. Panjang bener. Habis itu dikasih tanda tangan," kata ahli survei itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dikentutin" orang Afrika&lt;br /&gt;Pengalaman unik dan lucu tidak hanya dialami jemaah, tapi juga oleh petugas haji termasuk wartawan. Seorang wartawan yang bertugas di Media Center Haji (MCH), sebut saja namanya Haji Warta, percaya betul akan hukum karma dan keajaiban-keajaiban yang bisa dialami oleh jemaah saat menjalankan ibadah haji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja, kalau di Indonesia dia seorang yang murah hati suka bagi-bagi rejeki, maka di Tanah Suci tiba-tiba banyak orang tak dikenal kasih-kasih dia apa saja, dari mulai sekedar makanan, cenderamata sampai uang riyal. Ada juga wartawan yang sombong karena sudah sering ke luar negeri lalu menganggap enteng bisa pulang sendiri dari Masjidil Haram ke pemondokannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, dia ternyata tersesat. Biasanya wartawan memberitakan jemaah yang tersesat, ternyata wartawannya sendiri tersesat," kata Haji Warta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus hukum karma yang dia alami sendiri, Haji Warta menceritakan pengalamannya. Ia mengaku doyan kentut. Kalau sudah mau buang gas, dia tidak bisa menahan diri. Haji Warta bisa kentut dimana saja, kapan saja, dan bagi siapa saja seperti iklan minuman kaleng. Di ruang kerja kentut, saat rapat kentut, bahkan di lift dia mengaku sering kentutin orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahu nggak pak? Di Tanah Suci saya dibalas dikentutin orang melulu," cerita Haji Warta kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan baru saja dikentutin jemaah haji berkulit hitam berbadan tinggi dan besar. Saat habis tawaf dan sedang berjalan meninggalkan Masjidil Haram, tiba-tiba seorang jemaah haji asal Afrika bergegas melewatinya. Begitu terlewati dan berada persis di depan Haji Warta, si Afika berhenti sebentar dan "brutttt...." buang gas persis ke muka Haji Warta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Celakanya, habis kentut begitu, dia menengok ke saya dan tersenyum-senyum. Habis itu, dia jalan begitu saja. Dargombes!," kata Haji Warta memelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dargombes adalah umpatan khas Jawa Timuran untuk mengganti kata "Diancuk" yang sangat vulgar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-6761056950943756850?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/6761056950943756850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=6761056950943756850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6761056950943756850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6761056950943756850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/11/mati-ketawa-ala-jamaah-haji.html' title='Mati ketawa ala jamaah haji'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-8919596309573773216</id><published>2011-10-31T20:20:00.001+07:00</published><updated>2011-10-31T20:22:00.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Khutbah terakhir di Padang Arafah</title><content type='html'>Oleh Akhmad Kusaeni*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang Arafah, Mekkah (ANTARA News) - Tak sabar hati ini menanti saat wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijah yang bertepatan dengan hari Sabtu, 5 November 2011. Saya sudah ke Gua Hira, tempat wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Saya tentunya harus ke Arafah, tempat Malaikat Jibril menyampaikan wahyu terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika surat Al-Alaq ayat 1-5 turun untuk memulai proses kenabian Muhammad, maka surat Al Maidah ayat 3 turun untuk mengakhiri tugas kenabian Rasulullah. Dari Gua Hira Islam pertama kalinya disiarkan. Di Padang Arafah, Islam dituntaskan dan disempurnakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa surat terakhir diturunkan sesudah waktu Asyar pada hari Jumat di Padang Arafah saat musim haji penghabisan atau haji Wada. Seminggu sebelum 9 Dzulhijah, saya bergegas ke Padang Arafah. Jaraknya kira-kira 22 km sebelah tenggara Masjidil Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengarah Media Center Haji (MCH) saya dibekali Kijang Inova baru --joknya masih dibungkus plastik-- lengkap dengan supir bernama Idrus. Saya ajak Ahmad Wijaya, wartawan Antara yang bertugas di MCH, untuk menemani. Dari kantor Misi Haji Indonesia yang berlokasi di kawasan Mina, perjalanan ke Padang Arafah hanya sekitar 15 menit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arafah adalah padang seluas 10,4 km persegi. Dulu sangat gersang, tapi kini mulai hijau ditumbuhi pepohonan yang satu jenisnya disebut orang Arab sebagai "Pohon Soekarno" karena bibitnya merupakan hadiah dari Presiden RI pertama tersebut. Sejumlah petugas tampak memasang tenda-tenda yang dipersiapkan bagi jemaah haji yang akan melakukan wukuf, berdoa, dan berzikir di bebatuan di Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Arab Saudi tidak membangun gedung atau fasilitas lain di Arafah. Tenda-tenda perkemahan pun hanya dipasang setahun sekali saat musim haji. Barangkali ingin mengikuti sunah Nabi Muhammad saat melakukan haji terakhir atau haji Wada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat menceritakan bahwa Rasulullah bertolak ke Padang Arafah dari Mina setelah matahari terbit pada hari kesembilan di bulan Dzulhijah. Waktu itu musim haji tahun 10 Hijriah atau sekira 632 Masehi. Sebuah kemah telah didirikan di padang yang berada di kaki bukit Jabal Rahmah. Muhammad berada di dalam kemah tersebut sampai matahari tergelincir pada waktu dzuhur. Lalu naik unta kesayangannya yang dinamakan Al-Qaswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas unta, Muhammad menghadap ke arah kiblat. Ia mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah. Lalu bergegas menuju Wadi Uranah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wadi Uranah adalah sebuah lembah yang terletak di akhir Tanah Haram. Di situ sudah menunggu 144 ribu manusia yang berkumpul untuk mendengarkan khutbah atau pidato Nabi. Inilah khutbah paling penting dan sangat emosional yang bersejarah bagi umat muslim karena ajaran Islam dituntaskan dan disempurnakan hari itu. Rasulullah menyampaikan khutbah terakhir.nya sebelum wafat pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah (sekira bulan Juni 632 Masehi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orator hebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad adalah orator hebat di muka bumi. Ia bangkit dari duduknya dan berdiri di kelilingi para pengikutnya yang datang dari berbagai penjuru. Rasulullah menyampaikan khutbah dengan emosional dan menyentuh relung jiwa pendengarnya. Umar bin Khattab, sahabat nabi, diriwayatkan menangis mendengar khutbah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah membaca isi khutbah nabi tersebut dalam berbagai kitab dan buku. Dengan membaca saja, tanpa berada di tempat dimana khutbah itu disampaikan, saya sudah merasa tergetar dan kelu. Apalagi ketika saya berada di puncak bukit Jabal Rahmah yang di kakinya adalah Padang Arafah. Saya membayangkan diri saya hadir bersama-sama 144 ribu manusia dan mendengarkan khutbah Rasulullah secara langsung di lembah Uranah. Bergidik saya membayangkannya. Merinding tubuh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai manusia," begitu Muhammad memulai khutbahnya. "Dengarkan apa yang akan aku katakan ini. Aku tidak tahu apakah aku akan dapat bersama kamu semua lagi di sini selepas tahun ini, di tempat ini selamanya," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahukah kamu semua, hari apa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab sendiri oleh beliau: "Ini hari Nahar, hari kurban yang suci".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahukah kamu bulan apakah ini? Muhammad bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah bulan suci," jawabnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad masih bertanya lagi: "Tahukah kamu tempat apakah ini?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah kota yang suci," katanya sambil menunjuk kota suci Mekkah al Mukarammah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara tinggi dan bergetar, saya bayangkan Muhammad meneruskan khutbahnya. Oleh karena waktu itu tidak ada mikrofon, maka suara Nabi diulang dengan ucapan yang lebih keras oleh Rabi?ah bin Umayyah bin Khalaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya darah kamu, harta benda kamu dan kehormatan diri kamu telah terpelihara mulai hari ini dan di bulan ini dan di kota ini. Siapa yang memegang amanah, peganglah amanah itu," kata Muhammad. Rabi`ah mengulang dengan ucapan yang lebih keras sehingga terdengar oleh semua jemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi juga menyatakan bahwa segala amalan jahiliyah telah dihapuskan. Tuntutan hutang darah di zaman sebelum Islam telah diampunkan. Nabi mengumumkan bahwa tuntutan utang darah yang dibatalkannya adalah darah Ibnu Rabi`ah bin Haris yang telah dibunuh oleh Huzail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang perdata, Muhammad pada hari itu menyatakan riba sebagai haram. Ketika Nabi membatalkan riba yang akan diterima oleh Abbas bin Abdul Muthalib, saya membayangkan para jemaah menyambutnya dengan ucapan syukur dan takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan dan takbir makin bergemuruh ketika Nabi mengumumkan bahwa semua orang mukmin adalah bersaudara dan oleh karena itu tidak halal bagi seorang muslim mengambil harta orang lain kecuali atas izin pemiliknya. Intinya Nabi berpesan agar jangan mencuri dan merampas hak orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat bersedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana menjadi sedikit sedih saat Nabi dengan suara berat dan bergetar mengatakan bahwa sesungguhnya tidak ada lagi Nabi selepasnya dan tidak ada lagi umat setelah kaum muslimin. Dengan mata berlinang, saya membayangkan, Muhammad menyeru agar mereka menyembah Allah, menunaikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan membayar zakat. Terakhir, Nabi juga menyerukan agar umat mengerjakan haji ke baitullah atau rumah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk itu," janji Nabi, "kamu akan masuk surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan bagaimana galaunya jemaah yang mendengar khutbah seperti itu. Rasanya campur aduk antara gembira dan duka. Koq pidato Nabi kali ini lain dari biasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah Muhammad menyampaikan khutbah itu turunlah firman Allah yang terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada hari ini," kata Muhammad mengutip surat Al Maidah ayat yang ketiga, "Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, mencukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan meridhoi bagi kamu Islam sebagai agamamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat Nabi menangis. Jemaah meneteskan air mata. Bahkan Umar bin Khathab yang keras hati dan tak pernah menangis tak kuasa menahan tangis. Abu Bakar, sahabat nabi yang lain, juga tak dapat menahan kesedihannya. Ia pun kembali ke rumah, lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar menangis dari pagi hingga malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi wafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah khutbah perpisahan Muhammad. Dan memang benar, beberapa bulan kemudian setelah khutbah di lembah Uranah tersebut, Nabi Muhammad wafat pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menduga, mungkin peristiwa itulah yang membuat wukuf di Padang Arafah menjadi rukun haji yang utama. Supaya umat Islam mengenang kembali khutbah terakhir Nabi dan mengamalkan pesan-pesannya. Agar umat memaklumi bahwa agama mereka telah disempurnakan dan firman Tuhan terakhir telah disampaikan di Padang Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena menjadi rukun haji, barang siapa tidak melaksanakan wukuf berarti hukumnya adalah seperti tidak melakukan haji alias percuma dan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Rasulullah bersabda bahwa "Haji itu Arafah", maka seseorang yang telah berniat haji namun tidak sempat melakukan wukuf, maka terlepaslah hajinya pada tahun tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada 9 Dzulhijjah (5 Nopember 2011) nanti, sebanyak lebih tiga juta jemaah haji dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Padang Arafah. Selain wukuf, berdoa, dan berdzikir, mereka mengenang khutbah terakhir Nabi di lembah Uranah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saya, mereka pasti membayangkan hari-hari terakhir Muhammad setelah khutbah perpisahan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Umar bin Khattab, mereka membayangkan Muhammad akan segera wafat meninggalkan umat untuk selamanya karena telah menuntaskan tugas kenabiannya. Allah telah menyempurnakan Islam sebagai agama, meridhoinya, dan telah mencukupkan nikmat-Nya kepada kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*Akhmad Kusaeni adalah Wakil Pemimpin Redaksi Antara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-8919596309573773216?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/8919596309573773216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=8919596309573773216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8919596309573773216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8919596309573773216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/10/khutbah-terakhir-di-padang-arafah.html' title='Khutbah terakhir di Padang Arafah'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-8180420017003516510</id><published>2011-10-28T20:30:00.001+07:00</published><updated>2011-10-28T20:34:59.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tersungkur di Gua Hira</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah orang berziarah di Gua Hira, Jabal Nur, Makkah, Sabtu (7/11). Gua Hira merupakan tempat untuk pertama kalinya Nabi Muhammad SAW menerima wahyu. (FOTO ANTARA/Maha Eka Swasta)&lt;br /&gt;Mekkah (ANTARA News) - Gua Hira adalah tempat yang saya masukkan ke dalam katagori "a must visit place". Saya sudah mengunjungi banyak negeri. Dalam 23 tahun karier saya sebagai wartawan, praktis saya sudah khatam mengunjungi lima benua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah datangi negeri-negeri yang jauh sampai ke Afrika. Bahkan kawasan Patagonia yang disebut "ujung dunia" pun sudah saya datangi. Untuk sampai ke Bariloche, Argentina, yang di peta merupakan titik terujung benua Amerika, misalnya, saya harus terbang selama 39 jam dari Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak ada perjalanan yang semenantang ke Gua Hira yang terletak di Jabal Nur atau Gunung Cahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah kenal Gua Hira sejak masa kanak-kanak di kampung nun di pedalaman Lebak, Banten. Kyai guru mengaji saya dulu selalu menceritakan bagaimana Muhammad menyepi di sebuah gua batu di pinggiran kota Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama Tuhan kepada Muhammad yang sedang bertafakur dan menggigil di dalam gua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-Alaq ayat 1-5 dari Al-Quran itu saya hafal di luar kepala. Kisah datangnya ayat pertama itu tidak pernah saya lupakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengunjungi Gua Hira adalah obsesi masa kanak-kanak saya yang ingin tahu apa dan bagaimana tempat asal mula kenabian seorang Rasullullah bernama Muhammad itu. Dua kali saya ke Mekkah tahun 2005 dan 2008, saya hanya melihatnya dari kejauhan. Di puncak gunung sekitar 3,5 km dari Masjidil Haram itu lah Gua Hira berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang lah saatnya. Saya punya cukup waktu sambil menunggu puncak ibadah haji pada 10 Dzulhijah atau 6 Nopember 2011. Maka saya niatkan untuk ziarah ke tempat yang saya impikan itu. Maka pada 26 Oktober 2011, sesudah shalat subuh saya bertolak menuju Jabal Nur bersama dengan Sekretaris PP Muhammadiyah KH Abdul Mu'ti, Kepala Informasi dan Humas Kementerian Agama Zubaidi dan staf ahli Menkominfo Henry Subiakto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan sangat berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari masih gelap ketika kami sampai pada titik awal pendakian. Medan sangat berat karena Jabal Nur merupakan gunung batu dengan ketinggian yang menjulang seperti piramid. Gua Hira terletak pada ketinggian 270 meter dengan radius 263 meter. Untuk sampai ke sana harus melewati lebih dari 600 anak tangga yang berkelok namun dengan derajat kemiringan nyaris 90 derajat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus berangkat pagi-pagi sekali, kalau siang sedikit saja, sudah ramai dan padat," kata Henry Subiakto yang tahun lalu pernah berkunjung ke gua yang disebut sebagai mesjid pertama umat Islam karena di gua itulah Nabi Muhammad pertama kali beribadah sesuai tata cara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari sekitar 5000 jemaah mendaki Jabal Nur yang terjal. Pada musim haji, jumlah peziarah ke Gua Hira bisa mencapai belasan ribu orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat puncak gunung dimana Gua Hira berada. Saya merasa keder dan kecut. Bisakah saya naik ke atas sana? Mampukah saya mendaki selama sekitar satu jam melewati tangga-tangga batu dimana kanan kirinya adalah lembah dan jurang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati saya bergejolak antara meneruskan pendakian atau menyerah. Jiwa saya bergelut antara semangat memenuhi obsesi masa kecil saya untuk melihat Gua Hira dengan mata kepala sendiri atau saya cukup puas dengan menyaksikannya hanya dari kejauhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fursotul umur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya memutuskan untuk naik dengan resiko apapun yang terjadi. Saya ingat apa pesan sahabat saya, Saiful Hadi yang putera KH Idham Chalid (alm) mengenai apa yang dia selalu sebut sebagai "fursotul umur". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fursotul umur adalah sesuatu kesempatan dalam hidup yang datang satu kali dan belum tentu bisa datang lagi. Saya sudah datang jauh-jauh, saya sudah berada di Mekkah bahkan sudah di lereng Jabal Nur. Kalau saya tidak paksakan untuk naik, belum tentu kesempatan itu datang kembali. Atau, kalaupun kesempatan itu ada, mungkin saya sudah lebih tua dan lebih lemah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat jemaah orang-orang tua bersemangat mendaki, mereka bahkan dibantu dengan memakai tongkat. Kakek-kakek dan ibu-ibu seumur ibu saya pada berani mendaki. Maka saya mulai langkah saya untuk menerabas undakan demi undakan. Seperempat perjalanan saya sudah loyo dan ngos-ngosan. Kyai Abdul Mu'ti memberikan botol minumannya kepada saya yang kehausan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo minum dulu, mari saya temani istirahat sebentar," kata Wakil Amirul Haj itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya malu sebenarnya. Masak saya yang lebih muda kalah sama kyai yang tampak trengginas menapaki undak-undakan. Tapi memang saya capek banget. Setelah beristirahat sejenak, pendakian saya lanjutkan. Undak-undakannya lebih tinggi dan lebih curam. Di kiri kanan jalan sudah dipasangi besi-besi pengaman agar pendaki tidak terpeleset masuk jurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira separuh perjalanan, saya sudah tidak kuat. Kali ini Henry Subiakto yang meledeki saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masak kalah dengan Siti Khadijah. Isteri nabi itu setiap hari naik turun Jabal Nur untuk mengantar makanan pada suaminya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya diam dan mengatur nafas yang ngos-ngosan. Keringat dingin mulai bebas mengucur di wajah dan tubuh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siti Khadijah itu umurnya sudah 55 tahun lho. Kamu kan baru 47 tahun. Masak kalah sama wanita yang lebih tua. Ayo jalan lagi," katanya memprovokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih duduk selonjorkan kaki di batu besar. Nafas saya tersengal-sengal. Lalu, Zubadi mencoba berargumentasi dengan Henry. Zubaidi mengatakan Siti Khadijah bisa enteng naik turun Gua Hira karena dia cinta sama Nabi Muhammad. Lagipula Khadijah kan orang lokal Mekkah yang biasa hidup di gunung, sementara kami adalah orang kota yang jarang berolah raga pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau anda cinta Rasullulah, ayo kita naik lagi. Kita harus rasakan bagaimana suanana kebatinan ketika Nabi menerima wahyu dan memulai kenabiannya," kata Henry lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya berusaha melangkah lagi. Satu demi satu tangga saya lewati. Hari mulai terang. Saya  agak terhibur karena di sepanjang pendakian saya melihat onta, kucing, kambing gunung dan monyet-monyet yang berlarian dan loncat-loncatan dari batu ke batu. Itu cukup mengobati rasa capek saya. Apalagi para pedagang souvenir tampak mulai membuka lapaknya sehingga saya bisa sedikit terhibur melihat barang dagangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin mendekati puncak, makin mendekati Gua Hira, saya makin bersemangat. Rasa capek dan lelah tiba-tiba hilang ketika saya sampai di mulut Gua Hira. Jemaah dari berbagai negara, pagi itu kebanyakan dari Pakistan, Afghanistan, Turki, dan China, tampak berjubel di depan gua. Ada yang melakukan shalat dua rakaat di atas batu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang membaca keras-keras surat Al Alaq. Ada juga yang mengaji surat Al Rahman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fabbiayi ini illa robikuma tzukadziban (Nikmat Allah apalagi yang kamu dustakan)," begitu mereka bacakan berulang-ulang. Berulang-ulang. Berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun ikut komat-kamit membacakan surat yang menggetarkan jiwa tersebut. Memang benar, nikmat apalagi yang harus saya dustakan. Sementara ratusan juta muslim meninggal dunia tanpa bisa menginjakan kakinya di Jabal Nur, saya bisa datang ke Gua Hira yang bersejarah menjadi cikal bakal kenabian Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhannallah! Ternyata Gua Hira hanya seperti sebuah ceruk di gunung Jabbal Nur, dalamnya kira-kira 2,5 meter menyempit ke dalam. Lebarnya kurang dari 1,5 meter. Pintunya lebih lebar dari pada ujung di dalamnya. Tingginya kurang dari dua meter.Setiap jemaah yang masuk harus membungkuk .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas di depan pintu gua, terdapat tulisan Arab "Ghor Hira" dengan cat warna merah. Ada juga tulisan dua ayat pertama Surat Al-Alaq dengan cat warna hijau. Gua Hira terletak persis di samping kiri tulisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas gua terdapat 3-5 buah batu besar yang bertumpuk saling mengikat, sehingga menjadi semacam atapnya. Ada lantai sederhana dari keramik yang dipasang pada alasnya. Tidak ada yang tampak istimewa di dalam Gua Hira. Pemerintah Saudi Arabia tidak mengistimewakan tempat-tempat semacam ini, karena takut membuat orang jadi memuja dan mengirim sesaji dan orang menjadi syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersungkur dan bersyukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersungkur di depan Gua Hira. Saya sujud di sebuah batu besar yang ujungnya menjulang ke jurang. Saya tengadahkan dua tangan dan berdoa. Saya beryukur bisa sampai di Gua Hira sementara 1,6 miliar kaum muslimin lain dari seluruh dunia belum tentu mendapatkan keistimewaan ini. Mereka hanya bisa mendengarkan kisah Nabi Muhammad dari para gurunya atau membacanya di kitab-kitab dan riwayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun jadi teringat semua yang diceritakan Ustadz Azhari, guru mengaji saya waktu kecil. Walaupun guru saya itu belum pernah ke Gua Hira, tapi bagaimana cara menceritakan kisah wahyu pertama kepada nabi itu sangat luar biasa. Terngiang-ngiang apa yang diucapkan ustadz Azhari bahwa hari itu, Senin 17 Ramadhan yang bertepatan dengan 6 Agustus 610 M, Muhammad menerima wahyu pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah Muhammad resmi dilantik sebagai Nabi dan Rasul-Nya. Saat menerima penobatan sebagai Nabi ini, usia Muhammad sekitar 40 tahun dan Siti Khadijah 55 tahun. Setelah menerima wahyu itu, Muhammad menggigil. Lalu oleh Khadijah dibawa pulang ke rumah. Khadijah kemudian menyelimuti Nabi dengan penuh kasih sayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menceritakan apa yang terjadi di dalam gua ketika malaikat Jibril menyampaikan wahyu yang pertama. Si pendeta membenarkan. Maka sejak saat itu, Muhammad menjadi rasul dan Islam disebarluaskan sampai akhir zaman.(A017)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*Akhmad Kusaeni adalah Wakil Pemimpin Redaksi Antara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-8180420017003516510?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/8180420017003516510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=8180420017003516510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8180420017003516510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8180420017003516510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/10/tersungkur-di-gua-hira.html' title='Tersungkur di Gua Hira'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-1369073807733709090</id><published>2011-10-27T21:05:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T21:07:21.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Tak mudah memberi makan 201.000 jemaah haji</title><content type='html'>Mekkah (ANTARA News) - Ibadah haji adalah ibadah fisik. Artinya, salah makan bisa berabe. Apa jadinya ketika wukuf perut kena diare akibat makan makanan basi? Bayangkan kalau anda mencret-mencret di Padang Arafah di tengah tiga juta jemaah haji sementara fasilitas toilet amat terbatas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan bagaimana memberi makan 221.000 jemaah Indonesia yang sedang melaksanakan haji di Arafah, Musdalifah dan Mina (sering disingkat sebagai Armina) menjadi perhatian serius Amirul Haj Suryadharma Ali. Menteri Agama itu ingin memastikan tidak ada jemaah haji yang kena diare pada saat ibadah puncak haji, yaitu saat bermalam di Mina dan wukuf di Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sampai jemaah mencret dan terganggu ibadahnya. Untuk itu, selama di Armina mereka harus makan dengan cara prasmanan, bukan dalam box," katanya di Mekkah, Rabu, saat menerima laporan para petugas haji dan persiapan pelayanan puncak ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sejumlah pihak, termasuk para anggota DPR, mengusulkan agar selama di Armina jemaah haji diberikan nasi kotak supaya praktis dan tidak antri, pemerintah memilih menyediakan katering makanan dengan sistim prasmanan seperti dalam hajatan atau pesta perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul Haj pun panjang lebar menjelaskan alasan dipilihnya konsumsi model hajatan ketimbang pembagian dalam kotak. Coba bayangkan bagaimana ribetnya menyediakan kotak makanan untuk 221.000 jemaah tiga kali sehari. Kapan menyiangi bahan bakunya, kapan memasaknya, masukin ke kotaknya, lalu mendistribusikannya dalam situasi transportasi lumpuh ke tenda-tenda jemaah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ribetnya minta ampun. Belum lagi kotak-kotak makanan itu disimpan dimana? Di Armina tidak ada tempat penyimpanan. Telat dimakan sedikit saja sudah basi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pemerintah memutuskan untuk prasmanan kendati jemaah harus mengantri panjang dalam suasana panas dan terik untuk mendapatkan makanan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba pilih mana: mencret atau antri panjang?" tanya Suryadharma seraya menambahkan bahwa sakit perut lebih mudharat karena nanti jemaah haji tidak bisa beribadah. Bukannya antri prasmanan, tetapi malah antri menunggu giliran masuk toilet yang terbatas jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim prasmanan dianggap lebih baik karena makanannya masih fresh dan jemaah bisa memilih makanan yang mereka sukai. Resiko basinya bisa dikatakan nol persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha katering tentu saja akan memilih kotak makanan ketimbang model hajatan. Kalau pakai kotak bisa lebih irit bahan baku dan tentunya lebih menguntungkan. Jika ada 1000 jemaah di satu maktab, maka diperlukan 1000 telor atau 1000 tempe. Tapi kalau sistim prasmanan, mereka harus menyediakan sampai 1500 telor dan 1500 tempe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan sistim prasmanan, jemaah bisa ambil jatah lebih dari yang seharusnya," kata Suryadharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan bahwa problem pelaksanaan haji yang cukup krusial adalah masalah katering. Menurut Amirul Haj, katering yang sukses dan baik itu adalah tingkat distribusinya cepat dan tingkat kesehatan dari makanan itu terjamin, termasuk soal kandungan gizinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dalam sistim prasmanan pun menunya diarahkan untuk tidak membuat perut jemaah haji berontak. Biasanya pengusaha katering tidak menyediakan sambal yang pedas dan sayur lodeh yang banyak santannya. Makanan yang terlalu banyak garamnya juga tidak dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sambal menyebabkan diare, sayur lodeh bisa bikin perut kembung, makanan asin bisa bikin darah tinggi," kata Menag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan pemerintah untuk menggunakan sistim prasmanan saat di Armina dipertanyakan Tim Pengawas Pelaksanaan Ibadah Haji DPR. Prasmanan dianggap bertentangan dengan hasil keputusan rapat kerja Menteri Agama dengan Komisi VIII DPR RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Busro Suhud dari Komisi VIII DPR merasa rekomendasinya diabaikan. Pada musim haji tahun 2010, katanya, dengan sistim prasmanan banyak jemaah yang tak kebagian jatah makan, antri lama di tengah panas yang terik, dan ada jemaah usia lanjut yang jatuh sakit karena kelamaan mengantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arfan Samrang, dari Fraksi PAN, dalam pertemuan dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Jeddah 22 Oktober 2011 juga tampak berang. Pemerintah dianggap tidak melaksanakan kesepakatan dengan parlemen yang katanya sudah menyetujui sistim kotak makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Koq diubah secara sepihak. Kami merasa tidak dianggap dan disepelekan?" katanya seperti dikutip dalam laporan Media Center Haji (MCH).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun wakil rakyat keberatan dengan sistim prasmanan, toh fakta di lapangan menunjukkan lain. Sebanyak 16 perusahaan katering yang mendapat kontrak dari pemerintah menyatakan tidak bisa memenuhi layanan sistim kotak makanan. Mereka mengaku kesulitan dalam packaging dan penyimpanan di maktab-maktab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua PPIH Arab Saudi Syairozy Dimyati pemerintah Arab Saudi hanya memberikan ruang tidak lebih dari 12 meter persegi untuk proses memasak, packaging, dan penyimpanan di setiap maktab. Kondisi ini tidak memungkinkan karena dalam satu maktab, penyedia layanan katering harus menyiapkan makanan untuk sekitar 3000 jemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, katanya, proses pemaketan harus dilakukan secara manual, karena otoritas haji Arab Saudi melarang perusahaan katering membawa mesin packaging yang bisa bekerja dalam waktu singkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tetap nekad menggunakan kotak, makanan akan basi sebelum dibagikan kepada jemaah. Sebab, dibutuhkan waktu minimal empat jam hanya untuk proses packaging di setiap waktu makan. Belum lagi proses pendistribusiannya kepada ribuan jemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PPIH dihadapkan pada dua pilihan: kotak atau prasmanan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk musim haji tahun ini, PPIH telah memutuskan untuk tetap memilih prasmanan meskipun dikritik habis-habisan oleh anggota DPR. Memang tidak mudah memberi makan 221.000 jemaah haji tiga kali sehari. Daripada kena diare dan mencret-mencret yang berakibat ibadah terganggu, lebih baik bersabar antri prasmanan di tengah terik matahari.(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-1369073807733709090?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/1369073807733709090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=1369073807733709090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1369073807733709090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1369073807733709090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/10/tak-mudah-memberi-makan-201000-jemaah.html' title='Tak mudah memberi makan 201.000 jemaah haji'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-4377221623898438913</id><published>2011-10-25T19:41:00.001+07:00</published><updated>2011-10-25T19:43:18.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ada ceret dan teko di dalam Kabah</title><content type='html'>oleh : Akhmad Kusaeni *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekkah (ANTARA News) - Semua orang muslim pernah melihat Kabah. Yang beruntung bisa menyaksikannya dengan mata kepala sendiri saat melakukan ibadah haji atau umroh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, Alhamdulillah, untuk ketiga kalinya saya bisa melihat Kabah dengan mata dan kepala sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama-sama dengan Naib Amirul Haj, yaitu mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi dan Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mukti, Senin pagi saya tawaf keliling Kabah untuk mengambil umroh sebelum haji nanti pada 10 Dzulhijah yang Insya Allah jatuh pada 6 Nopember 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali melihat Kabah hati ini selalu bergetar. Ada perasaan relijius yang bergejolak di dada yang susah dituliskan dalam kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang belum beruntung dan belum pernah ke Tanah Suci Mekkah paling tidak pernah melihat gambar atau lukisan Kabah di mesjid, sajadah atau di bendera partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabah yang dikenal setiap Muslim adalah bangunan segi empat di tengah Masjidil Haram. Kabah diselimut kain penutup hitam atau kiswah. Kabah adalah arah menghadap setiap muslim di seluruh penjuru dunia ketika melakukan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang ada di dalam Kabah tetap sebuah misteri. Jutaan muslim meninggal dunia tanpa tahu ada apa di dalam Kabah, padahal lima kali dalam sehari sepanjang hayatnya mereka shalat menghadap kiblat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda-benda apakah yang ada di dalam Kabah? Bagaimana dinding dan interiornya? Bagaimana susunan arsitekturnya? Adakah kuburan atau benda-benda sejarah disimpan di situ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya hanya bisa menduga. Informasi dan ceritanya hanya berdasarkan "katanya, katanya?". Namun tak ada yang yakin seyakin-yakinnya, karena dari 1,6 miliar muslim sedunia hanya segelintir saja yang bisa masuk ke dalam Kabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Raja-Raja Arab Saudi, keluarga kerajaan dan pejabat negara yang bisa masuk ke dalam Kabah saat dicuci dan penutupnya diganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksikan Kabah dicuci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada upacara pencucian Kabah pada 2 Januari 2008, Wakil Presiden Jusuf Kalla termasuk yang diundang untuk menghadiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wartawan yang ikut rombongan Jusuf Kalla, saya tersanjung bisa menyaksikan prosesi langka itu. Saya memang tidak bisa masuk ke dalam Kabah, tapi saya bisa menyaksikan pencucian Kabah itu dari jarak sangat dekat, yaitu sekitar dua meter saja dari pintu masuk Kabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya bisa melihat pejabat dan tamu keluar masuk dan sedikit-sedikit mengintip ada apa di dalam Kabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Mekkah Khalid Al-Faisal memimpin pencucian Kabah dihadiri oleh para ulama terkemuka, pejabat Arab Saudi dan para diplomat yang bertugas di Arab Saudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia diwakili oleh Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes RI di Riyadh Sukanto sementara Wapres Jusuf Kalla diundang untuk menyaksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabah dicuci dua kali dalam satu tahun, yakni pada tanggal 15 Sha`ban (bulan sebelum bulan puasa, Ramadhan) dan pada pertengahan Muharam , yakni bulan setelah Zulhijah dimana umat Islam menunaikan rukun ke lima Islam untuk naik haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual pencucian Kabah dimulai dengan shalat sunnat dua rakaat di dalam Kabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berada di dalam Kabah, jemaah boleh shalat menghadap ke mana saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dalamnya lalu dibersihkan dengan kain putih yang dibasahi air mawar, wewangian khas Arab beraroma kayu oud dan parfum beraroma musk, yaitu minyak kelenjar rusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air zamzam dipercikkan ke lantai Kabah kemudian lantai dipel dengan tangan kosong dan daun kurma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memasuki Kabah, Pangeran Khalid melakukan tawaf keliling Kabah tujuh kali dan menyentuh hajar aswad, yaitu batu hitam yang dibawa malaikat dari surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Pangeran Khalid masuk, baru kemudian tamu-tamu negara menyusul memasuki bagian dalam bangunan berbentuk kubus itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Menteri Agama Tarmizi Taher yang sudah 13 kali mendapat kesempatan memasuki Kabah, pernah mengatakan bahwa dinding dalam Kabah, atap, lantai, serta tiga tiangnya biasa saja seperti dinding batu lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada ceret dan teko di dalam Kabah. Itu hadiah dari raja, khalifah dan sultan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi bagian timur Kabah tingginya l4 meter, sementara sisi barat dan selatan l2,11 meter dan 11,28 meter dari sisi utara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantai bagian dalam dilapisi keramik berwarna, sementara atapnya ditunjang tiga pilar kayu, masing-masing berdiameter 44 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur atap terdiri atas dua lapisan, bagian atas dan bawah, sementara dinding bagian dalam ditutup dengan layar terbuat dari beludru hijau yag diganti tiap tiga tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada atap bagian teratas terdapat ventilasi dengan panjang 127 cm dan lebar l04 cm untuk memberikan kesempatan bagi cahaya matahari masuk. Ventilasi ditutup dengan kaca penguat yang dibuka saat acara pencucian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilapisi emas murni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu Kabah yang berada pada 225 cm di atas permukaan tanah, tingginya 310 cm, lebar 40 cm dan panjang 190 cm, terbuat dari kayu yang dilapisi 280 kg emas murni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dinding sebelah Barat yang berhadapan dengan pintu Kabah digantungkan sembilan pigura yang terbuat dari marmer dan bertuliskan nama-nama khalifah yang telah memperbaiki dan memperbarui Kabah yang agung. Kesemuanya itu tertulis setelah Abad 6H. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi Kabah yang lain dilapisi marmer putih setinggi dua meter dan diatasnya ditutupi dengan hordeng warna merah dari kain sutera yang bertuliskan "Syahadatain" dan Asma ul-Husna dalam bentuk angka 8 atau 7 Arab berselang-seling. Kaligrafi tersebut hadiah dari Raja Fahd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara tiga tiang di dalam Kabah ada tempat untuk meletakkan barang yang terbuat dari perak murni untuk menyimpan barang, seperti antara lain : teko-teko , ceret, pajangan , dan barang-barang bersejarah lainnya yang terbuat dari emas dan perak yang telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang itu merupakan hadiah dari raja-raja, khalifah dan para sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harganya Rp50 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kain penutup Kabah seharga Rp50 miliar ini berukuran panjang 14 meter dan lebar 47 meter. Beratnya tak tanggung-tanggung, mencapai 650 kilogram. Ada lima bagian kiswah, yaitu empat bagian yang menutupi keempat sisi Kabah dan satu sisinya menutup pintu Ka`bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, kiswah dibuat di Mesir dan India, dan diberikan kepada pemerintah Saudi sebagai hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik kiswah hitam, terdapat kain berwarna putih yang disebut Bithana Kiswah. Gunanya, untuk meresap uap dari dinding Ka`bah dan menghalangi panas yang diserap dari kain kiswah yang berwarna hitam. Tak hanya itu, kain putih ini juga dapat mencegah dinding Ka`bah retak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditilik sejarahnya, semasa Nabi Muhammad SAW, Rasulullah pernah menghadiahkan kiswah Al-washail, sekaligus mengiswahi Ka`bah untuk pertama kalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini kemudian diteruskan oleh Khulafaurrasyidin, seperti Umar Bin Al-Khatab dan Utsman Bin Affan serta beberapa khalifah Bani Umayyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, banyak jemaah yang berusaha untuk menggunting sepotong kain penutup Kabah itu untuk berbagai alasan, minimal sebagai souvenir dan kenang-kenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membawa gunting saat tawaf, ketika berhasil mendekati Kabah, mereka mengguntingnya. Lalu menyelipkan potongan itu dibalik kain ihram. Tukang gunting kiswah umumnya berasal dari Iran, Pakistan atau negara-negara Afrika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang dari Indonesia juga ada," kata Naib Amirul Haj Abdul Mukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*Akhmad Kusaeni adalah Wakil Pemimpin Redaksi )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-4377221623898438913?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/4377221623898438913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=4377221623898438913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/4377221623898438913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/4377221623898438913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/10/ada-ceret-dan-teko-di-dalam-kabah.html' title='Ada ceret dan teko di dalam Kabah'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-5557880973640966313</id><published>2011-10-23T20:15:00.003+07:00</published><updated>2011-10-23T20:19:45.229+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Doa cepat dapat jodoh yang mustajab</title><content type='html'>oleh : Akhmad Kusaeni *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeddah (ANTARA News) - Multazam adalah tempat dimana doa ijabah. Setiap doa yang diucapkan di tempat itu akan dikabulkan. Itu janji Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setiap kesempatan ke Tanah Suci, untuk umroh atau haji seperti sekarang ini, saya niatkan untuk ke Multazam. Pengalaman membuktikan beberapa doa yang saya ucapkan di tempat ini dikabulkan. Termasuk doa cepat dapat jodoh yang, Alhamdulillah, mustajab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multazam adalah bagian dinding Kabah antara batu hitam dan pintu Kabah. Multazam dalam bahasa Arab berarti bersandar atau menempel. Pada saat Nabi Muhammad SAW menaklukkan Mekkah, Rasulullah bersama para sahabatnya masuk ke Kabah. Di antara batu hitam (hajar aswad) dan pintu masuk Kabah, Nabi menempelkan badan, wajah, tangan dan jari-jarinya ke dinding Kabah. Di sana Nabi dan para sahabat berdoa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah asal mula mengapa tempat itu kemudian disebut Multazam atau "place of clinging" dalam Bahasa Inggris. Di sana para jemaah haji boleh berdoa apa saja sesuka hati dan Allah menjanjikan akan mengabulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada doa khusus yang harus dibacakan oleh jemaah haji. Buku panduan manasik haji tidak spesifik merujuk kepada doa apa yang harus dibacakan di Multazam. Padahal di tempat-tempat lain, seperti Safa Marwa, Mina, Arafah, ada doa-doa khusus yang dianjurkan dibaca jemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, di Multazam jemaah boleh minta naik pangkat, murah rejeki, sampai enteng jodoh. Allah berfirman: "Berdoalah padaku, maka akan kukabulkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu umroh tahun 2008, saya berkesempatan untuk berada di Multazam dengan leluasa. Meskipun jemaah umroh yang sedang tawaf bejubel, oleh karena saya ikut rombongan Wakil Presiden Jusuf Kalla, maka untuk beberapa menit askar mengamankan lokasi Multazam khusus untuk rombongan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dengan mudah merengkuh Kabah. Saya tempelkan badan di dindingnya. Saya cium kiswah seraya merentangkan kedua tangan dan 10 jari menyentuh kain penutup Kabah. Saya berdoa sebanyak-banyaknya. Semua keinginan saya tumpahkan. Apa saja yang terlintas di kepala, saya ucapkan dalam doa. Oleh karena diyakini sebagai tempat yang mustajab, maka saya panjatkan keinginan dengan sungguh-sungguh. Sekhusuk-khusuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titip doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, dasar wartawan suka nyeleneh, habis berdoa untuk kepentingan sendiri, saya telepon ponakan saya di Jakarta untuk ikut berdoa. Ia gadis yang baru saja putus sama pacarnya yang sudah dikenalnya bertahun-tahun. Waktu mau berangkat umroh, ponakan saya titip agar didoakan di depan Kabah untuk segera dapat jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bosan pacaran Oom, doakan saya enteng jodoh ya. Saya mau cepat nikah saja," kata si ponakan. Tak usahlah saya sebut namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat pesan ponakan saya itu dan segera saya meneleponnya. Ketika nyambung, saya sampaikan bahwa saya sedang berada di Multazam, sebuah tempat dimana semua doa ijabah. Saya minta si ponakan untuk berdoa sendiri. Saya aktifkan speakerphone . Saya dengar ia berdoa dengan sepenuh hati dan dengan suara bergetar minta agar mendapat pasangan hidup yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah wa syukurillah. Doa si ponakan terkabul. Enam bulan kemudian ia menikah tanpa pacaran yang berarti. Sekarang ia dan suaminya hidup berbahagia dengan satu orang puteri berusia tiga tahun yang cantik dan pintar. Dalam waktu dekat, mereka akan hijrah untuk bermukim di Dubai, karena si suami mendapat tugas baru di perusahan ternama di Uni Emirat Arab. Berkah. Mustajab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustajab berarti terkabul. Banyak tempat yang diyakini orang sebagai tempat yang mustajab dimana jika orang berdoa di tempat tersebut maka doanya pasti dikabulkan. Selain di Multazam, ada lagi di Raudah, yaitu di sekitar makam Nabi Muhammad SAW di kompleks Mesjid Nabawi, Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan kepada ponakan saya bahwa meskipun ada janji Allah bahwa setiap doa akan dikabulkan di Multazam dan Raudah, sesungguhnya doa yang paling dikabulkan adalah doa dari orang yang dianiaya, yang berikhtiar, dan bersih dari dosa-dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau orang yang berdoa itu tidak pernah ikhtiar, apalagi tidak pernah benar-benar tobat dari kebiasaan buruknya, mau ke Multazam atau Raudhah setiap haripun tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit Kasih Sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk minta jodoh, sebetulnya ada tempat yang jemaah haji biasa menyampaikan hasrat agar memperoleh pasangan yang baik atau bagi yang sudah bersuami/ beristeri berdoa agar kehidupan mereka kekal sampai maut memisahkan mereka. Tempatnya di Jabal Rahmah yang arti harfiahnya adalah Bukit Kasih Sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Jabal Nur dengan Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad menerima wahyu pertama, maka Jabal Rahmah adalah tempat bertemunya kembali Adam dan Hawa, pasangan manusia pertama, setelah berpisah di dunia selama 200 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabal Rahmah berbentuk tugu di atas sebuah bukit. Saya sering mendengar cerita keajaiban mengenai orang-orang yang mendapat jodoh setelah menuliskan namanya di tugu kasih sayang itu. Mungkin mirip dengan jembatan cinta di Rusia dan Eropa dimana para pasangan dan pengantin menulis nama mereka di sebuah gembok yang digantungkan di tiang besi jembatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu dua kali umroh pada 2006 dan 2008, saya tidak sempat ke Jabal Rahmah. Tapi pada musim haji sekarang ini, saya bersemangat sekali untuk bisa datang ke Bukit Kasih Sayang itu. Ada dua alasan mengapa saya harus ke Jabal Rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, staf saya di kantor minta saya menuliskan di tugu itu namanya dan nama pacarnya dengan lambang hati di tengahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan lupa ya pak. Tulis X LOVE Y. Biar kita cepet nikah," kata si staf itu. Lagi-lagi nggak perlu saya tulis namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, saya juga ingin menuliskan: "OE LOVE TANTI". Itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nickname" saya dan nama isteri saya persis seperti yang tertulis di kartu undangan perkawinan kami pada 3 Oktober 1993, atau sekitar 18 tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz pemandu haji sering mengatakan jika perkawinan kita ingin langgeng; ingin sakinah, mawaddah dan rahmah sampai kakek-nenek; ingin hidup "happily ever after" seperti akhir cerita dongeng Hans Christian Andersen; maka tulislah nama kita dan pasangan kita di tugu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Niscaya perkawinan akan bahagia selama-lamanya dan kita akan menjadi pasangan dunia dan akhirat,? kata sang Ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiiinnn?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*Akhmad Kusaeni adalah Wakil Pemimpin Redaksi Antara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-5557880973640966313?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/5557880973640966313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=5557880973640966313' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/5557880973640966313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/5557880973640966313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/10/doa-cepat-dapat-jodoh-yang-mustajab.html' title='Doa cepat dapat jodoh yang mustajab'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-8791725032156473751</id><published>2011-10-23T12:51:00.001+07:00</published><updated>2011-10-23T12:54:42.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Wartawan naik haji</title><content type='html'>oleh : Akhmad Kusaeni*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Seruan Nabi Ibrahim untuk melakukan ibadah haji terjawab tahun ini. Saya akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci Mekkah, Sabtu, setelah dua kali gagal memenuhi seruan itu pada tahun 1997 dan 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wartawan yang selama dua tahun berturut-turut mengikuti Safari Ramadhan dan Temu Kader Ketua Umum Golkar Harmoko ke lebih 350 kabupaten di Tanah Air, saya dihadiahi tiket untuk pergi haji tahun 1997. Umur saya waktu itu 33 tahun, masih sangat muda, dan belum kepikir untuk dipanggil dan menjalani hidup selayaknya "Pak Haji".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya masih semangat-semangatnya menikmati "dunia" dan belum sepenuhnya mempersiapkan soal "akhirat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, saya masih punya ibu yang sudah tua dan belum berhaji (Ayah saya almarhum sudah berhaji beberapa tahun sebelumnya). Lalu saya datang ke Harmoko dan meminta izin agar tiket haji yang diberikan kepada saya dialihkan ke Siti Manisah, ibu saya. Harmoko yang waktu itu juga Menteri Penerangan menyatakan ok, tidak keberatan. Maka berangkatlah ibu saya ke Tanah Suci berbekal tiket hadiah untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan kedua untuk pergi ke Baitullah datang pada tahun 2002. Wakil Ketua DPR A.M.Fatwa mengundang untuk mengikuti kunjungan kerja DPR ke Amerika Serikat, Kuba dan juga ke Saudi Arabia untuk melakukan ibadah haji. Kali itu saya menyambut seruan berhaji itu dengan gegap gempita. Umur saya sudah makin tua, 38 tahun. Saya sudah lebih relijius dan mulai memikirkan persiapan "akhirat". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang karena sudah bisa menunaikan rukun Islam yang kelima itu sebelum umur 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa daya tangan tak sampai. Seruan Nabi Ibrahim gagal terpenuhi. Saya terdampar di Havana, Kuba, karena persoalan visa. Dari San Fransisco, Amerika Serikat, rombongan DPR memang singgah ke Havana, Kuba. Dari situ mereka kembali ke San Fransisco dalam perjalanan menuju Saudi Arabia. Celakanya, visa saya ke Amerika Serikat hanya untuk satu kali masuk (one entry), sementara A.M. Fatwa dan rombongan DPR lainnya dapat visa masuk berkali-kali (multiple entries).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdampar di Kuba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terdamparlah saya beberapa hari di negeri Fidel Castro tersebut. Atas bantuan diplomat dari KBRI Havana saya memang bisa masuk kembali ke Amerika Serikat. Namun masa haji sudah tak terkejar. Saya hanya bisa melakukan shalat Iedul Adha di Mesjid Indonesia New York, tempat saya menjadi salah satu pengurusnya pada periode 1998-2001 saat saya menjabat Kepala Biro Antara di Markas Besar PBB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara para jemaah haji tawaf di Masjidil Haram, saya tawaf di Times Square untuk mengenang masa-masa kejayaan "my good old days in the U.S.A.". Saya berkeliling di pusat hiburan itu sambil bersenandung lagu Frank Sinatra "New York, New York" pada saat para jemaah haji keliling Kabah dan mengucapkan talbiyah "Labaik Allahuma Labaik". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga saat jemaah haji wukuf di Padang Arafah, saya malah wukuf di kawasan pecinan, Queens. Saya pernah malang melintang di Queens dan menjadi "King of the Hill" selama sekitar tiga tahun (1998-2001) di situ. Makanya tidak heran, jika orang dapat haji mabrur, saya dapat haji kabur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sekali lagi, saya orang yang beruntung. Setelah kegagalan berhaji tersebut, saya berkesempatan untuk dua kali melakukan ibadah umroh saat Ramadhan pada tahun 2006 dan 2008. Dua-duanya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada 2006, Jusuf Kalla mengadakan kunjungan ke Amerika Serikat dan pulangnya mampir ke Mekkah untuk berumroh. Inilah untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Tanah Suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. Hati saya bergetar saat dengan mata kepala sendiri melihat Kabah yang selama ini hanya bisa saya lihat di gambar dan lukisan. Saya menangis ketika saya bisa memeluk Kabah dan tangan saya memegang kiswah, kain selimut Kabah. Konon setiap tahun kiswah itu diganti saat Kabah dicuci. Kain hitam bertuliskan huruf Arab dengan benang warna emas itu dipesan pemerintah Arab Saudi seharga sekitar Rp50 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabah ternyata hanya sebuah bangunan persegi dan kosong. Menurut Dr. Ali Shariati, bangunan ini terbuat dari batu-batu hitam keras yang tersusun dengan cara sangat sederhana, sedang sebagai penutup celah-celahnya dipergunakan kapur putih. Di dalam Kabah tidak ada keahlian arsitektural, keindahan, seni, atau prasasti kolosal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berada di dekat Kabah, imajinasi-imajinasi visual saya tentang Kabah sebelumnya sangat berbeda dengan apa senyatanya yang saya saksikan. Saya pernah membayangkan Kabah itu seperti mahakarya arsitektur yang indah, dimana di dalamnya terkubur seorang tokoh manusia yang penting. Barangkali seorang pahlawan, seorang raja, jenius atau bahkan mungkin seorang nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di dalam Kabah itu tidak ada kuburan. Ternyata Kabah itu kosong belaka di dalamnya. Meminjam istilah Shariati, Kabah hanyalah sebuah tonggak penunjuk jalan. Arah dimana Muslim di seluruh dunia berpegang dalam menentukan kemana harus menghadap saat shalat. Kabah adalah arah kiblat. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang istimewa ada di sekitar Kabah adalah batu hitam yang disebut sebagai hajar aswad. Setiap muslim yang melakukan tawaf keliling Kabah selalu bermimpi dan berusaha untuk bisa mencium batu hitam itu. Ratusan ribu orang berebut untuk mendekati hajar aswad. Tidak setiap orang bisa mencium dan meraih batu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencium hajar aswad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan umrah kedua bersama Jusuf Kalla tahun 2008, saya beruntung bisa mendekati dan mencium hajar aswad dengan leluasa. Maklum saya termasuk rombongan Wakil Presiden yang menjadi tamu undangan Raja Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Askar-askar menjaga dan membantu kami satu persatu mendekat dan mencium batu hitam itu. Berkahnya lagi, ada fotografer yang diperbolehkan mengabadikan momen penting bersejarah, relijius dan emosional itu. Dengan bangga saya posting foto saya mencium hajar aswad itu di facebook. Juga di blog saya akusaeni.blogspot.com. Betul-betul narsis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Multazam, antara pintu Kabah dan hajar aswad, dimana Allah menjanjikan semua doa yang dipanjatkan disitu ijabah, saya berdoa agar bisa kembali ke Baitullah pada musim haji beberapa tahun ke depan. Kalau bisa, gratis ya Allah. (Inilah pikiran nakal wartawan: kalau bisa cuma-cuma, kenapa mesti bayar sendiri). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hati saya haqul yakin kalau Allah akan mengabulkan doa "agak nakal" saya. Bukankah saya berdoa di Multazam, tempat dimana semua doa akan ijabah? Termasuk doa minta naik haji gratis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul saja. Doa saya makbul. Allah memberi jalan agar saya, kini dalam usia 47 tahun, bisa menjawab seruan nabi Ibrahim tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya sendiri. Tahun ini, saya mewakili LKBN Antara untuk menjadi pengarah media Amirul Hajj, yaitu Menteri Agama Suryadharma Ali. Untuk itu saya ke Tanah Suci atas biaya dinas. Sebagai Haji Abidin (Atas Biaya Dinas), saya tetap harus bekerja. Saya bertugas membantu dan mengarahkan Media Center Haji (MCH) yang diperkuat sekitar 30 wartawan dari berbagai media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak orang yang bisa menjadi pengarah media bagi Amirul Hajj. Musim haji tahun 2011 ini hanya tiga orang, yaitu Staf Ahli Menkominfo Dr. Henry Subiyakto, Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Agama Zubaidi, dan saya; Wakil Pemimpin Redaksi Perum LKBN Antara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wartawan saya wajib membuat berita dan menulis artikel selama perjalanan ibadah ini. Sepulang haji nanti, selain menjadi haji mabrur, saya juga berniat untuk membukukan berita dan artikel tersebut. Saya sudah punya judul bagus untuk buku itu. Kalau budayawan Danarto menulis buku ?Orang Jawa Naik Haji?, maka buku saya akan berjudul ?Wartawan Naik Haji?. Keren nggak?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*(Akhmad Kusaeni adalah Wakil Pemimpin Redaksi LKBN Antara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A017/A011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-8791725032156473751?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/8791725032156473751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=8791725032156473751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8791725032156473751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8791725032156473751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/10/wartawan-naik-haji.html' title='Wartawan naik haji'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-3527777354336277269</id><published>2011-10-23T12:47:00.001+07:00</published><updated>2011-10-23T12:50:15.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>"Soft power" dan masa depan industri strategis</title><content type='html'>"Soft power" dan masa depan industri strategis&lt;br /&gt;oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Komisi VI DPR menyetujui alokasi dana sebesar Rp3 triliun pada APBN 2012 untuk mengembangkan industri strategis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) itu sebanyak Rp1 triliun dialokasikan bagi PT Dirgantara Indonesia, sedangkan sisanya diperuntukkan bagi empat BUMN lainnya seperti PT Pal Indonesia, PT Pindad, PT Merpati Nusantara dab PT Industri Kapal Indonesia. Masing-masing BUMN "strategis" itu kebagian sekitar Rp500 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara yang juga berada di bawah koordinasi Deputi Menteri BUMN bidang Industri Strategis terancam tidak mendapat dana PMN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon tidak dialokasikannya dana PMN untuk Perum Antara, karena kantor berita nasional yang didirikan oleh para pendiri bangsa itu dianggap "bukan industri strategis" atau "belum betul-betul strategis". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah kaprah dalam membaca masa depan industri strategis. Pengalokasian dana PMN tersebut jelas menunjukkan bahwa kita masih melihat dan mengutamakan industri strategis itu sebagai "hard power", dan bukan sebagai "soft power".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, masa depan industri strategis terletak bukan lagi pada kekuatan militer dan senjata, tetapi kepada kekuatan penguasaan informasi dan penyebarluasan ide, gagasan, nilai-nilai, dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Besar Ilmu Politik Internasional dari Universitas Harvard Joseph S. Nye Jr membedakan antara kekuatan keras ("hard power") dan kekuatan lembut ("soft power"). "Hard power" adalah kekuatan memaksa pihak lain untuk mengikuti keinginan kita dengan kekuatan senjata. Sedangkan "soft power" adalah kekuatan untuk menarik pihak lain untuk mengikuti keinginan kita dengan sukarela tanpa paksaan dan tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nye mengatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku pihak lain sesuai kemauan kita. Ada sejumlah cara untuk mempengaruhi perilaku pihak lain. Kita bisa memaksa mereka dengan ancaman. Kita bisa membeli pengaruh dengan memberi bantuan. Atau kita bisa menarik dan mengkooptasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang kita bisa mempengaruhi perilaku orang lain tanpa memerintahkannya sama sekali. Jika orang percaya bahwa tujuan kita benar, maka kita bisa mempengaruhi pihak lain tanpa ancaman atau bujukan dan pemberian bantuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, Muslim radikal tertarik dengan Osama bin Laden bukan karena ancaman atau bujukan, tapi mereka percaya apa yang diperjuangkan Obama itu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hard power" telah gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak dimengerti AS adalah fakta bahwa negeri itu merupakan satu-satu adidaya di dunia pada 2001, namun AS tidak berdaya mencegah serangan 11 September. Artinya: kekuatan militer, kekuatan senjata, yang disebut sebagai "hard power", telah gagal untuk membendung kebencian terhadap bangsa Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, setelah 9/11 banyak pihak menoleh pada kekuatan non-militer dan non-persenjataan untuk bisa meredam permusuhan terhadap AS. Para pengambil kebijakan dan para pakar kemudian mencari cara tidak langsung agar pihak-pihak yang memusuhi AS bisa dikooptasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara tidak langsung itu sering disebut sebagai "wajah lain dari kekuatan", bukan yang keras, tapi yang lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah negara bisa memberi pengaruh di dunia untuk mengikutinya karena negara-negara lain memuja nilai-nilai, karakter, dan budayanya yang dianggap ideal dan menarik untuk diteladani. Itulah yang kemudian dikenal sebagai "soft power", yakni bagaimana pihak lain mengikuti apa yang kita inginkan dengan cara mengkooptasi mereka dan bukannya dengan memaksa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era globalisasi sekarang ini peran "soft power" makin meningkat ketimbang "hard power". Siapapun yang ingin memenangi abad informasi harus memiliki dan menguasai berbagai macam saluran komunikasi untuk membantu mengemas isu dan mengembangkan agenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi adalah kekuatan dan saat ini sebagian besar masyarakat sudah mendapat akses terhadap kekuatan itu. Kemajuan teknologi membawa kepada pengurangan yang dramatik dari biaya tranmisi informasi. Komunikasi dan informasi menjadi murah dan terjangkau. Akibatnya terjadi ledakan informasi dan melahirkan apa yang disebut "paradox of plenty". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala masyarakat dibanjiri informasi yang melimpah ruah, mereka sulit untuk fokus. Informasi melimpah ruah namun perhatian malah yang kini menjadi susah dan langka. Mereka yang bisa membedakan mana informasi yang bernilai dari riuh rendahnya informasi sampah, maka dialah yang memperoleh kekuatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik itu, maka peran dari kantor berita Antara yang bisa memilah informasi yang bernilai dari sampah informasi yang membludak menjadi sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita menjadi bangsa yang gaduh dan ribut. "Agenda setting" media dan ruang publik didominasi oleh aktor-aktor yang tidak selalu sejalan dengan kepentingan nasional. Media cetak, online, radio dan televisi riuh rendah mengangkat persoalan-persoalan yang sepertinya masalah besar, genting dan krusial, namun tidak menyentuh kepentingan rakyat di berbagai peloksok Tanah Air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi bangsa yang senang memperolok pemimpinnya sendiri, menghujat lembaga-lembaga negara, mengatakan kejaksaan, kepolisian, pengadilan sebagai bobrok dan tidak dipercaya. Kalau rakyat tidak percaya lagi kepada pemerintah, DPR, pengadilan atau KPK, mau jadi bangsa apa kita. Mungkin saja ada pejabat yang korupsi, hakim yang disuap, atau jaksa yang dibeli. Tapi masih banyak pejabat, hakim dan jaksa yang bersih namun itu tidak diceritakan sehingga masyarakat menggeneralisir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara adalah soft power&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah letak penting Kantor Berita Antara untuk menceritakan yang tidak diceritakan. Di sinilah strategisnya Kantor Berita Antara untuk menyampaikan apa-apa yang sudah dicapai dan belum dicapai oleh semua pemangku kepentingan negara ini dari mulai eksekutif, legislatif dan yudikatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya juga mendengar dan melaporkan apa yang hidup dalam suasana kebatinan masyarakat, apa kebutuhan mereka, masalah mereka, aspirasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitulah letak strategisnya Kantor Berita Antara sebagai "soft power" yang bisa menjembatani hubungan antar lembaga negara, pemerintah dan rakyat, menjaga kohesi bangsa, persatuan dan kesatuan. Dengan menyajikan informasi berita teks, foto, video dengan titik pandang kepentingan nasional dan NKRI sebagai harga mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kantor berita nasional, kebijakan redaksi Kantor Berita Antara adalah "mission-driven", yaitu Antara akan menyiarkan kabar baik, tapi bukan yang baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mengabaikan peranan Kantor Berita Antara sebagai industri strategis adalah sebuah kekeliruan. Kantor Berita Antara adalah kekuatan lembut yang makin penting peranannya di masa kini dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kekuatan politik di dunia didasarkan pada hukum besi bahwa siapa yang kuat secara militer dan ekonomi dia yang menang. Kini, pertarungan politik di abad informasi akan didasarkan pada hukum besi: cerita siapa yang menang. Pendek kata, di abad informasi "soft power" lebih efektif daripada "hard power"! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan militer dan senjata AS memang bisa malang melintang menyerang Afghanistan dan Irak. Tapi justru "hard power" tersebut membuat kekuatan lembut AS (nilai-nilai, karakter, budaya) yang disebut "soft power" itu anjlok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS menjadi negara yang paling dibenci dan paling banyak menjadi sasaran teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah paradok kekuatan Amerika Serikat. Kekuatan militernya sudah tidak dipertanyakan lagi: pasukan AS digelar di 130 negara di seluruh penjuru dunia. Tidak ada kekuatan tentara lain yang berani menantang untuk perang dengan AS. Namun, sejalan dengan kekuatan militer AS yang terus meningkat, kemampuan AS untuk memberikan pengaruh justru pada titik paling nadir di banyak bagian dunia, bahkan di negara-negara sekutunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengoreksi kesalahannya tersebut, kini AS berpaling mengembangkan kekuatan lembutnya. Jika AS merombak kebijakannya dari "hard power" ke "soft power", mengapa Indonesia justru lebih mengembangkan "hard power" ketimbang "soft power"-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, saya ingin mengutip kata-kata bijak dari Joseph S. Nye Jr berikut ini: "Pemimpin harus membuat keputusan krusial mengenai tipe kekuatan yang mereka gunakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai kesempatan, futurolog ini selalu mengatakan: "Ini eranya soft power bung!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Akhmad Kusaeni adalah Wakil Pemimpin Redaksi LKBN Antara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(T.A017/010)&lt;br /&gt;Editor: Ruslan Burhani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-3527777354336277269?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/3527777354336277269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=3527777354336277269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3527777354336277269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3527777354336277269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/10/soft-power-dan-masa-depan-industri.html' title='&quot;Soft power&quot; dan masa depan industri strategis'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-8117123385038387071</id><published>2011-07-25T10:23:00.000+07:00</published><updated>2011-07-25T10:24:54.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sudi Di Mata Presiden</title><content type='html'>Jakarta (ANTARA News) - Salah satu orang terdekat Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono setelah Ibu Negara Ani Yudhoyono adalah Sudi Silalahi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Sekretaris Negara itu selalu tampak hadir pada setiap acara SBY. Ia nyaris bagaikan bayangan Kepala Negara. Di mana ada SBY, di situ ada Sudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terdengar sindiran orang yang mengatakan bahwa Sudi dipilih menjadi pembantu dekat Presiden karena "menempel terus". Ia selalu siap menjadi bemper-nya SBY. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang menuding kedekatan Jenderal Batak itu dengan Presiden karena Sudi adalah sosok "pembebek", hanya Asal SBY Senang (ABS). Apakah benar demikian? Bagaimana sebetulnya pandangan SBY terhadap Sudi Silalahi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di mata SBY, Sudi adalah sosok pekerja keras, relijius dan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Sudi bukan tipe pembebek. Pandangan itu keliru, dan juga menyakitkan," begitu tulis SBY dalam kata pengantar buku biografi Sudi Silalahi yang berjudul "Jenderal Batak dari Tanah Jawa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku setebal 302 halaman itu diluncurkan Sabtu malam (16/7), di rumah dinas Sudi, di Jl.Widya Chandra, Jakarta dan dihadiri oleh keluarga, kerabat dekat dan para sahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan tersendiri buku ini adalah diberi kata pengantar oleh Presiden. Tidak banyak buku yang punya kemewahan seperti buku Sudi ini. Tidak banyak pula kemewahan bagi Presiden yang super sibuk jadwal acaranya masih meluangkan waktu untuk menulis kata pengantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan ketika Mas Sudi sebenarnya tidak meminta untuk itu, karena takut dipolitikkan atau dicurigai macam-macam, saya sampaikan bahwa secara moral wajib bagi saya untuk memberikan pengantar dalam buku ini," kata SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan tersebut membuktikan betapa dekat seorang Sudi dengan Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden pertama kali mengenal sosok Sudi Silalahi ketika SBY masih menjadi Taruna Akademi Militer 40 tahun yang lalu. Waktu itu SBY seorang sersan taruna, sedangkan Sudi sudah berpangkat sersan mayor dua taruna, atau satu tingkat lebih tinggi dari pangkat SBY. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, "kuliah" di Akademi Militer masih empat tahun, belakangan cuma tiga tahun saja. Sejak saat itu, SBY dan Sudi ditakdirkan untuk sering menjalankan tugas dan amanah secara bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa cocok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kata pengantar yang ditulis di Cikeas pada 3 Juli 2011 itu, SBY menjelaskan mengapa dia merasa cocok dan klop bekerja dengan Sudi Silalahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, keduanya merasa memiliki idealisme dan impian indah tentang negara ini. Mereka, sebagaimana rakyat Indonesia, ingin betul negeri ini terus berkembang menjadi negara yang maju, modern, adil dan makmur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tahu perjalanan ke arah itu akan sangat panjang, serta rintangan dan tantangannya pun amat berat. Tapi kami merasa yakin, dengan ikhtiar dan pertolongan Allah kita akan sampai pada Indonesia yang kita cita-citakan itu," tutur SBY. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, SBY melihat pribadi Sudi sebagai pribadi yang setia, yang tidak memiliki agenda tersembunyi. Dalam politik dan pemerintahan, kesetiaan sebagai elemen dari integritas seseorang adalah sungguh sangat penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Sudi bukan tipe 'pembebek', karena sesungguhnya juga seorang yang rasional. Oleh karena itu, ketika mas Sudi sungguh meyakini bahwa keputusan, solusi dan kebijakan yang saya ambil dalam berbagai bidang adalah tepat dan realistik, maka tidak pernah saya lihat keraguan ataupun niat untuk tidak menjalankannya," kata SBY yang memanggil Sudi yang orang Batak dengan panggilan "mas" (panggilan kepada orang Jawa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY mengakui, banyak saran mas Sudi yang ia perhatikan dan dengarkan. "Tetapi, ketika keputusan sudah saya ambil, saya ketahui mas Sudi baik sebagai Sesmenko Polkam, sebagai Seskab maupun sebagai Mensesneg, segera menjalankannya dengan sepenuh hati," kata SBY lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang menteri, Sudi tahu bahwa setelah sebuah masalah diputuskan dan ditentukan solusinya, maka tanggung jawab telah beralih ke Presiden. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan instruksi, keputusan, dan kebijakan SBY, Sudi tidak pernah menghitung untung-rugi, termasuk dari segi politik untuk dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini sesungguhnya, merupakan etika politik yang mesti dimiliki oleh siapapun yang menjadi pembantu Presiden," puji SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Sudi yang lain menurut SBY adalah sikapnya yang responsif dan pekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam berapa pun SBY hubungi, entah subuh atau tengah malam, keduanya selalu bisa berkomunikasi. Ketika SBY minta untuk menyelesaikan sesuatu, atau menyampaikan sesuatu kepada anggota Kabinet yang lain, tanpa menunggu waktu, tugas itu langsung dilaksanakan. Semua pekerjaaan selesai dengan tuntas. Konklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Soal bekerja keras, kami berdua ini seperti dalam bahasa Jawa: 'tumbu oleh tutup' yang artinya cocok atau klop," SBY mengakui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY merasa sreg bekerja dengan Sudi karena cocok dalam pengelolaan administrasi, utamanya administrasi keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Doktrin kami berdua keras soal ini. Satu rupiah pun kalau uang negara harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya," kata SBY lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, SBY juga mengakui sebagai manusia tentu Sudi ada kekurangan dan ketidaksempurnaannya. Tetapi, dengan tulus SBY mengatakan bahwa seorang Jenderal Batak dari Tanah Jawa, yang bernama Sudi Silalahi, memang punya banyak kelebihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bersyukur sebagai sahabat dekat Mas Sudi," demikian kata SBY di akhir Kata Pengantarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.antaranews.com/berita/1311153687/sudi-di-mata-presiden&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-8117123385038387071?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/8117123385038387071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=8117123385038387071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8117123385038387071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8117123385038387071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/07/sudi-di-mata-presiden.html' title='Sudi Di Mata Presiden'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-3816607689149683682</id><published>2011-04-24T19:05:00.001+07:00</published><updated>2011-04-24T19:10:01.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Justin Bieber : Kemashuran via Youtube</title><content type='html'>Jakarta (ANTARA News) - Internet, khususnya YouTube, berada dibalik kemashuran penyanyi Justin Bieber yang baru saja menghibur sepuluh ribu penggemarnya di Indonesia dalam My World Tour konser di Sentul International Convention Center, Sabtu malam (23/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video rumahan buatan ibunya di tahun 2007 adalah awal mula perjalananan karir penyanyi remaja asal Kanada ini. Seperti rekaman yang ditayangkan di tiga layar besar di tengah konser, Justin sejak umur dua tahun sudah senang menyanyi, menabuh drum, memetik gitar dan tentu saja berjoget dengan gerakan-gerakan lincah dan lucu ala seorang bocah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas kelompok bermain para bocah, Justin tampak sudah merdu sekali menyanyikan lagu "ABCD EFG". Ia tampak senang bernyanyi di depan sorotan kamera amatir ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama, aku mau tampil di televisi," katanya dengan suara cadel menggemaskan kepada ibunya Patricia Lynn Mallette.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justin lahir di Strartford, Ontario, Kanada, 1 Maret 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 12 tahun, Justin mengikuti kontes menyanyi di kotanya, Stratford, dan memenangkan juara kedua. Sejak itu sang ibu mulai mendokumentasikan penampilannya dan mengunggahnya di YouTube, untuk teman-teman, saudara dan handai taulan yang tak sempat melihatnya tampil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa videonya, Justin menyanyikan lagu-lagu beberapa penyanyi ternama seperti Usher, Justin Timberlake, Ne-Yo, Chris Brown, dan Stevie Wonder dengan versinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video amatir yang tadinya untuk kerabat dan keluarga diunduh hingga jutaan kali. Ketagihan, Justin dan ibunya terus mengupload video ke Internet. Semuanya jadi hits di You Tube.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video amatir ala Justin ini sebetulnya menjadi fenomena menarik di Indonesia. YouTube telah melambungkan nama-nama yang sama sekali tidak dikenal menjadi terkenal dalam waktu yang sangat singkat. Sinta dan Jojo tiba-tiba saja jadi bahan perbincangan di sosial media setelah mengunggah lagu "Keong Racun". Bona Paputungan, seorang narapidana di penjara, meroket popularitasnya dengan menyanyi lagu "Seandainya Aku Jadi Gayus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga orang jalanan bernama Salauddin menjadi terkenal di YouTube setelah menyanyikan lagu "Udin Sedunia". Terakhir, tentu saja Briptu Norman Kamaru. Norman adalah seorang polisi anggota satuan Brimob Polda Gorontalo. Setelah video lipsync "Chaiyya Chaiyya" dan bergaya macam artis India, Shah Rukh Kan, yang diunggah ke YouTube, Norman menjadi terkenal bak selebritis dadakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma, nasib Briptu Norman, Salauddin, Bona Paputungan, Sinta dan Jojo, tidak sebagus Justin Bieber. Hal ini karena tidak dilihat oleh Scooter Braun, seorang agen pencari bakat dari Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Braun, seorang Marketing Eksekutif dari So So Def, tanpa sengaja menyaksikan penampilan Justin di Youtube. Oleh karena terpesona dengan video Justin, Braun langsung memutuskan terbang ke Toronto untuk menemui remaja multitalenta ini. Braun lalu mempertemukan Justin dengan penyanyi rap Usher dan pemilik Island Records, L.A. Reid, di Atlanta untuk audisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usher dan Reid juga langsung kepincut dan sontak menawarkan kontrak rekaman. Di bawah label Usher, Justin berhasil mengeluarkan sinle pertamanya, One Time, di tahun 2009 dan langsung bertengger di puncak tangga lagu paling digemari di 10 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyanyi jalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku biografi resmi Justin Bieber: My Story, diceritakan bahwa Justin tumbuh di kota kecil Stratford, Ontario, Kanada. Dia belajar menyanyi sendiri di depan cermin dan belajar main gitar secara otodidak. Kadang-kadang, Justin tampil di pertunjukan jalanan di kota kecil kelahirannya. Untung ada ibu yang rajin merekam dan memposting video Justin di YouTube. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak pernah sebelumnya aku bermimpi bisa menjual jutaan keping rekaman, menyanyi di depan Presiden AS Barack Obama dan tour konser ke nyaris seluruh dunia," tutur Justin dalam bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My World Tour Consert membawa Justin Beiber ke 85 kota di seluruh dunia. Sebelum ke Jakarta, Justin sudah singgah di Tel Aviv, Israel (14 April), Singapura (19 April), dan Kuala Lumpur (21 April). Setelah dari Indonesia, ia dijadwalkan manggung di Boondall, Australia (26 April), Sydney (28-29 April), Melbourne (2-3 Mei) dan kota lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan perjalanan tour dunianya, perjalanan karier Justin sangat mencengangkan. Ia tumbuh dari "zero to hero". Ia berkembang dari seorang penyanyi jalanan di Ontario menjadi penyanyi dunia yang konsernya ditonton jutaan penggemar di seantero jagat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul-betul impianku jadi kenyataan," kata Justin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album "My World" dirilis pada 17 November 2009 dan mendapat penghargaan platinum di Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justin menjadi penyanyi pertama yang memiliki tujuh lagu dari album pertama yang keseluruhannya berhasil mendapat peringkat di Billboard Hot 100, sebuah daftar lagu-lagu terkemuka yang sedang digemari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemashuran Justin Bieber di seluruh dunia dalam waktu singkat dikenal sebagai "Bieber Fever" (Demam Bieber). Walaupun dikenal akan suaranya, namun penyanyi ini juga mampu memainkan keyboards, piano, gitar, drum dan bahkan terompet, yang keseluruhannya dipelajarinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih kepada Internet, khususnya YouTube, yang bisa membuat Justin Bieber termashur dan digemari dalam waktu yang sangat singkat. Di usianya yang ke masih belia, 17 tahun, Justin Bieber boleh dikata telah memiliki segalanya: uang dan kemashuran.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.antaranews.com/berita/255567/justin-bieber--kemashuran-via-youtube&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-3816607689149683682?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/3816607689149683682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=3816607689149683682' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3816607689149683682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3816607689149683682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/04/justin-bieber-kemashuran-via-youtube.html' title='Justin Bieber : Kemashuran via Youtube'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-693398749336194286</id><published>2011-02-14T09:02:00.002+07:00</published><updated>2011-02-14T09:03:30.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KOMUNIKASI ISTANA PERLU DIREVITALISASI</title><content type='html'>Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Presiden dan pemerintah belakangan ini terus jadi sorotan media. Apa saja sepertinya ditanggapi negatif. Dari mulai kebohongan publik, gaji presiden, peredaran buku keluarga Istana, sampai kasus Cikeusik dan Temanggung yang disimpulkan sebagai negara gagal dalam melindungi warganya.&lt;br /&gt; Untuk mengatasi kekisruhan dan simpang siurnya pemberitaan mengenai pelaksanaan pemerintahan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perlu lebih efektif &lt;br /&gt;dalam pengelolaan berita (news management). Istana Negara perlu melakukan revitalisasi sistim komunikasi dan public relationsnya.&lt;br /&gt; Mengapa harus direvitalisasi? Sebab arus berita yang tak terkendali dari Istana dan pemberitaan yang penuh kejutan karena tak dikelola dengan baik, justeru membuat suasana gonjang-ganjing dan panas dingin. Selain tidak menguntungkan, pada akhirnya itu menggerogoti kredibilitas SBY dan pemerintahannya sendiri.&lt;br /&gt; Selama ini, pemerintah terkesan reaktif dan responsif terhadap agenda setting pemberitaan di media massa. Pemerintah cenderung menari di atas gendang yang ditabuh pihak lain, katakanlah isu kebohongan publik yang dilontarkan tokoh lintas agama. Padahal, pemerintah sebetulnya punya kemampuan yang jauh lebih besar dari pihak manapun untuk melakukan agenda setting pemberitaan.&lt;br /&gt; Kemampuan pemerintah untuk menabuh gendang sangat luar biasa. Pemerintah punya informasi dan data yang tak terhingga. Pemerintah punya pejabat-pejabat yang menarik untuk diberitakan, seperti Presiden, Wapres, para Menteri Kabinet, Gubernur, dan lain-lain, karena pers bekerja pada hukum besi ”name makes news”: nama membuat berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya kemampuan pengaruhi pers&lt;br /&gt; Menurut Michael Parenti dalam buku Inventing Reality: The Politics of the Mass Media, pemerintah punya kemampuan luar biasa untuk mempengaruhi media massa dengan memberikan informasi (atau disinformasi) yang dibuat secara sadar untuk menghadirkan suatu cara pandang atau kesan tertentu.&lt;br /&gt;Gedung Putih, misalnya, mengontrol secara ketat pemberitaan media massa bukan dengan cara breidel atau mengerahkan massa untuk unjuk rasa atau menyerang kantor koran dan majalah yang bersuara miring terhadap pemerintah.&lt;br /&gt;Tim komunikasi Gedung Putih (sering disebut sebagai spin doctors) mengontrol media dengan menutup pilihan bagi wartawan untuk mengakses informasi dari Gedung Putih dan pejabatnya. Wartawan hanya punya akses informasi dari Gedung Putih melalui pertemuan terjadwal, briefing harian juru bicara presiden, pidato resmi, pidato radio akhir pekan, dan konperensi pers. Lain dari itu, saluran informasi dibuat seret.&lt;br /&gt;Bahkan, menurut Parenti, Gedung Putih mempunyai kapasitas tersendiri untuk menghentikan liputan mengenai masalah kontroversial dengan cara menolak wawancara, menahan informasi, atau memberikan informasi yang menyesatkan bilamana perlu. Metoda  seperti itu digunakan secara efektif oleh pemerintah AS untuk mengelola arus informasi dari Gedung Putih kepada media massa. &lt;br /&gt;Tidak ada salahnya, metoda yang baik di Gedung Putih juga digunakan di Istana Merdeka. Sementara praktik-praktik buruk komunikasi di Gedung Putih, seperti memelintir dan menyesatkan informasi, tidak perlu ditiru oleh Istana Negara.&lt;br /&gt;Presiden, para menteri dan pejabat tinggi lainnya di Amerika Serikat, mempengaruhi agenda pemberitaan media massa dengan memberikan informasi mengenai kebijakan pemerintah dan kegiatan resmi melalui keterangan pers, wawancara, pidato, siaran pers, dan pertemuan umum lainnya. &lt;br /&gt;Presiden AS sendiri memiliki kemampuan luar biasa untuk memproduksi berita sesuai dengan yang diinginkannya demi menjaga citra dan dukungan terhadap pemerintahannya. Hal ini karena seorang presiden tahu betul bahwa media akan meliput apa saja yang dilakukan dan diomongkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat agenda pemberitaan&lt;br /&gt;D.L. Paletz dalam Media, Power and Politics lebih jauh mengatakan "Seorang presiden sangat berperan dalam menjaga kredibilitas pemerintahannya, termasuk dalam peran dan kemampuannya membuat agenda pemberitaan pers".&lt;br /&gt;M.B. Grossman dalam The Media and the Presidency mengatakan "Kemampuan &lt;br /&gt;presiden untuk menentukan berita apa yang akan disampaikan kepada masyarakat umum adalah sangat tidak terbatas".&lt;br /&gt;Bahkan J.B. Reston dalam "The Press, the President, and Foreign Policy" menyatakan "media bisa saja melaporkan suatu berita, tapi presidenlah yang membuatnya".&lt;br /&gt;Apa yang dikemukakan oleh Paletz, Grosman dan Reston, perlu dicamkan betul oleh SBY dan para pembantunya, terutama para oleh staf khusus yang bergerak dalam bidang komunikasi dan oleh jurubicara presiden, penulis pidato, atau pembisik presiden lainnya.  &lt;br /&gt;          Tim komunikasi Istana Negara perlu lebih aktif memberikan masukan kepada presiden mengenai informasi atau kegiatan apa saja yang dipublikasikan kepada masyarakat sehingga dapat mendongkrak citra dan kredibilitas pemerintahan. Hal ini mengingat apa saja yang dikatakan dan dilakukan presiden pasti menjadi berita utama di media massa. &lt;br /&gt;Orang-orang dalam lingkar inti Istana Merdeka, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Staf Khusus bidang komunikasi media Heru Lelono, jurubicara presiden Julian Pasha dan &lt;br /&gt;kawan-kawan, perlu mempelajari bagaimana presiden-presiden AS memanfaatkan media dan bagaimana tim komunikasinya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                    Contoh Reagan&lt;br /&gt;Salah satu presiden AS yang paling hebat dalam mempengaruhi media massa adalah Ronald Reagan. Presiden Reagan yang mantan aktor Hollywood itu punya berbagai cara dalam berhubungan dengan media massa sehingga menguntungkan posisinya. Reagan adalah presiden paling populer di Amerika Serikat yang terpilih kembali untuk masa jabatan kedua kalinya akibat kepiawaiannya menggunakan media.&lt;br /&gt;Contoh kepiawaian Reagan adalah bagaimana mengkomunikasikan kebijakannya soal Perang Bintang (Star Wars). Frances FitzGerald dalam buku "Ronald Reagan, Star Wars, and the End of the Cold War" menyimpulkan bahwa warisan Reagan terpenting adalah kemampuannya menguasai media, terutama televisi, untuk kepentingan citra dirinya sebagai pemimpin yang hebat. Reagan dibantu dengan komunikasinya menentukan agenda pemberitaan media bukan hanya di Amerika tetapi di seluruh dunia.&lt;br /&gt;     Tim komunikasi Reagan terdiri atas ahli komunikasi, praktisi Public Relations dan sejumlah mantan wartawan. Ini contoh yang baik yang bisa ditiru oleh kalangan Istana Merdeka.&lt;br /&gt; Yakinlah, jika tim komunikasi Istana direvitalisasi mengacu kepada praktik yang berlaku di Gedung Putih, maka tidak akan ada lagi pernyataan-pernyataan dan tindakan SBY dan pejabatnya yang kontraproduktif bagi posisi dan pemerintahannya sendiri. &lt;br /&gt;Selama ini blunder-blunder yang merugikan posisi presiden sering dibuat oleh pejabat pemerintah sendiri seperti dalam kasus pertanyaan mengenai lagu ciptaan SBY dalam tes penerimaan CPNS di Departemen Perdagangan. Hal yang sama juga terjadi pada peredaran buku-buku keluarga Istana di sekolah-sekolah yang dituding sebagai upaya kampanye politik dan pencitraan. Mungkin saja SBY tidak tahu menahu soal ini, tapi faktanya dijadikan isu yang merugikan presiden.&lt;br /&gt; Contoh lain, apabila tim komunikasi Istana (termasuk penulis pidato presiden) berjalan baik, tentu akan mengingatkan SBY untuk tidak bicara soal gajinya yang tidak naik selama 7 tahun pada pidato sepenting di Rapim TNI dan Polri. Para pembantu presiden belakangan bisa saja membela bahwa itu disampaikan bukan karena presiden ingin naik gaji, tapi untuk menyemangati prajurit TNI. Tapi mereka tidak bisa menyalahkan pers kenapa mengangkat isu naik gaji ketimbang isu perkembangan alutsista TNI misalnya.&lt;br /&gt; Tim komunikasi presiden perlu menguasai "seni mengontrol akses informasi" (art of controlled access) karena apa saja yang dilakukan dan dikatakan presiden akan menjadi berita di media massa. Mereka harus mampu mengendalikan tipe-tipe informasi yang bagaimana yang bisa keluar dan disampaikan kepada umum serta informasi mana yang harus ditahan dan dipendam karena dikhawatirkan bakal mendapat serangan publik.***&lt;br /&gt;(Penulis adalah Wakil Pemimpin Redaksi Perum LKBN Antara dan mantan Kepala Biro Antara di Amerika Serikat. Tulisan ini mewakili pandangan pribadI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Koran Jurnal Nasional 14 Februari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-693398749336194286?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/693398749336194286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=693398749336194286' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/693398749336194286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/693398749336194286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/02/komunikasi-istana-perlu-direvitalisasi.html' title='KOMUNIKASI ISTANA PERLU DIREVITALISASI'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-6312241452571635596</id><published>2011-02-14T08:58:00.001+07:00</published><updated>2011-02-14T09:00:05.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>PRESIDEN DAN MEDIA</title><content type='html'>Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi bulan-bulanan media. Setelah dituding “pemerintah berbohong” oleh tokoh lintas agama, berkembang isu seolah presiden minta naik gaji. Belum reda, SBY sudah diserang lagi soal buku-buku keluarga Istana yang disebar di sekolah-sekolah dan dianggap bermuatan politis dan pencitraan.&lt;br /&gt; Mengapa media menjadikan presiden sebagai bulan-bulanan? Ini pertanyaan penting yang harus dijawab saat media memperingati Hari Pers Nasional dan kalangan dalam Presiden mengeluhkan pemberitaan media yang cenderung memojokan pemerintah.  &lt;br /&gt; Menurut saya, hubungan Presiden dengan media itu ibarat sebuah kisah cinta.  Sebagai ”love story”, tentu saja diwarnai oleh perasaan rindu dan benci. Pada saat bulan madu, hubungan keduanya sangat mesra. Namun, setelah masa bulan madu lewat, hubunganpun menjadi tegang dan saling menyalahkan.&lt;br /&gt; Presiden Amerika Serikat Thomas Jefferson pada masa awal kekuasannya sangat memuja dan mendewakan pers. Ia pernah mengatakan pada tahun 1787 bahwa ”Andaikata disuruh memilih antara pemerintah tanpa suratkabar, atau surat kabar tanpa pemerintah, maka saya akan memilih yang terakhir (suratkabar tanpa pemerintah)”.&lt;br /&gt; Namun, sejarah juga mencatat bahwa presiden-presiden Amerika Serikat membenci dan memusuhi pers. Bahkan Jefferson  sendiri pernah menuntut wartawan ke pengadilan karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya. Clinton saat dilanda skandal dengan Monica Lewinsky, menuding media telah bersekongkol dengan kelompok sayap kanan untuk memakzulkannya dari Gedung Putih.  &lt;br /&gt; James Reston dalam buku ”The Artilery of the Press” mengungkapkan hampir semua Presiden Amerika Serikat sampai ke puncak kekuasaan dengan memuji-muji pers dan meninggalkan kepresidenannya dengan mengutuk banyak praktik-praktik pers.&lt;br /&gt; ”Sebelum berkuasa, hampir semua Presiden memuji pers, namun tatkala berkuasa merasa terganggu oleh pers,” tulis Reston.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia&lt;br /&gt; Presiden SBY pada tahun 2004 sangat didukung oleh pers. Media menaruh simpati terhadap SBY yang dizalimi sebagai menteri yang disingkirkan dan jenderal yang dituding cengeng seperti anak-anak. Makanya ketika SBY mencalonkan diri sebagai presiden, ia mendapat tempat khusus di hati media. Seperti angin, pemberitaan media berhembus kencang kepadanya sampai SBY memenangi Pilpres tahun 2004.&lt;br /&gt; Sampai akhir masa jabatan kepresidenan yang pertama, hubungan SBY dengan pers boleh dibilang rukun tidak ada percekcokan yang berarti. Presiden tidak merasa terganggu oleh pers sehingga tidak ada keluhan berarti mengenai praktik-praktik pers. Satu-satunya keluhan datang dari Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil terhadap tayangan Republik Mimpi yang menilai tidak pantas televisi mengolok-olok presiden dan pejabat negara lainnya. Tapi toh pemerintah tidak bisa menyetop tayangan tersebut.&lt;br /&gt; Pada Pilpres 2009, SBY masih memenangi hati dan jiwa pers. Meski Jusuf Kalla lebih menarik bagi pers karena ucapan dan tindakannya yang berani, spontan dan blak-blakan, masyarakat Indonesia masih memberikan kesempatan kepada SBY untuk masa kepresidenannya yang kedua. Rakyat dan media sepakat untuk tidak mengganti kuda pada saat menyeberangi separuh arus sungai.  &lt;br /&gt; Lalu, dengan menjadikan presiden sebagai bulan-bulanan kritikan seperti sekarang ini, apakah bulan madu hubungan pers Indonesia dengan SBY sudah berakhir? Apakah dengan demikian pers sudah membenci presiden dan mengisyaratkan pisah ranjang?&lt;br /&gt;Rasanya tidak. Pers nasional tetap mencintai presiden meskipun belakangan mereka sering “menggebuki” orang nomor satu di pemerintahan itu. Buktinya, insan pers tetap mengundang SBY hadir pada Hari Pers Nasional dan SBY dengan senang hati memenuhinya. Bahkan Presiden memutuskan untuk berkantor tiga hari di Kupang, tempat Hari Pers Nasional diadakan. Ini sebuah penghormatan presiden kepada kalangan pers.&lt;br /&gt;Selama pemerintahan SBY, tidak ada kecaman dan kutukan dialamatkan kepada pers, apalagi pembreidelan atau ancaman mengajukan ke pengadilan seperti kerap dilakukan oleh rezim Soeharto. Bahkan saat bertemu dengan pimpinan media dan tokoh pers di Istana bulan lalu, SBY menilai pers nasional masih berada pada jalur yang benar (on the right track). Artinya, berbeda dengan sejumlah pihak yang sering menuding pers Indonesia sudah kebablasan, SBY yang belakangan ini sering jadi bulan-bulanan media malah menilai pers nasional tidak ada masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers benci SBY?&lt;br /&gt;Bagaimana dengan media yang kritikannya makin tajam ke Istana? Apakah itu berarti pers sudah membenci SBY? Tidak juga. Saya menilai hal ini karena tim komunikasi presiden pada masa jabatannya yang kedua tidak sebaik tim komunikasi presiden pada masa jabatan yang pertama. Dulu SBY dibantu dua jurubicara yang handal: Dino Patti Jalal untuk urusan luar negeri dan Andi Mallarangeng untuk urusan dalam negeri. Ditambah Wapres Jusuf Kalla yang menjadi magnet bagi media.&lt;br /&gt;Sekarang ini, seperti diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet Dipo Alam, apa-apa ke SBY, sedikit-sedikit ke staf khusus presiden. Di tengah serangan kepada presiden, menteri-menteri dari partai politik tak berusaha membela SBY. SBY dibiarkan sendirian. Sepertinya tidak ada yang mengingatkan SBY untuk bicara ini atau tidak bicara itu. &lt;br /&gt;Padahal, pengalaman saya sebagai wartawan yang pernah terakreditasi di Gedung Putih, tidak boleh ada pesan dari presiden Amerika Serikat kepada media yang tidak dikendalikan untuk kepentingan “selling president and the presidency”. &lt;br /&gt;Karena menyadari betapa pentingnya publikasi untuk membangun opini publik, Gedung Putih mempunyai staf komunikasi dan kehumasan yang besar. Lebih 75 % staf Gedung Putih (jumlahnya antara 350-600 orang) terkait dengan tugas komunikasi dan kehumasan. Mereka bertugas membuat agenda setting pemberitaan.&lt;br /&gt;Saya yakin, jika SBY mempunyai tim komunikasi seperti Gedung Putih, maka Istana tidak responsif dan reaktif cara komunikasinya. Jurubicara Gedung Putih betul-betul Jubir, bukan Jurban (juru bantah). Istana tidak akan menari-nari di atas tabuhan gendang pihak lain. Sebaliknya, Istana yang jadi penabuh gendang dan pers akan menari di agenda setting pemerintah. &lt;br /&gt;Michael Parenti dalam buku “Inventing Reality: The Politics of the Mass Media” mengatakan seorang presiden punya kemampuan luar biasa untuk mempengaruhi media massa dengan memberikan informasi yang dibuat secara sadar untuk menghadirkan suatu cara pandang atau kesan tertentu. &lt;br /&gt;Parenti juga mengatakan kemampuan presiden untuk menentukan berita apa yang akan disampaikan kepada masyarakat umum adalah sangat tidak terbatas. Sesinis-sinisnya wartawan terhadap presiden, dia akan sangat tergantung kepada berita apa yang akan disampaikan Kepala Negara.&lt;br /&gt;Tidak mengherankan bila berita yang “positif” terhadap Presiden akan selalu lebih banyak daripada yang ”negatif”. Sebagai contoh, berita kategori “good news” mengenai Presiden di koran New York Times dan televisi CBS mengalahkan berita “bad news” dengan margin 34:1 dan 6:1. &lt;br /&gt;  Dengan demikian, sebetulnya tidak ada alasan bagi presiden untuk mengeluhkan laporan media dan perilaku wartawan. Karena pers sudah jadi kodratnya melaporkan kabar baik dan kabar buruk secara kritis. Konstitusi memberikan hak istimewa kepada pers untuk melakukan kritik dan kontrol sosial. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika ada politisi yang mengeluh tentang media, sama saja dengan pelaut yang mengeluhkan samudra.  &lt;br /&gt;(Akhmad Kusaeni adalah Wakil Pemimpin Redaksi Perum LKBN Antara dan mantan Kepala Biro Antara di Amerika Serikat. Tulisan ini mewakli pribadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Koran Suara Pembaruan 9 Februari 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-6312241452571635596?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/6312241452571635596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=6312241452571635596' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6312241452571635596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6312241452571635596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/02/presiden-dan-media.html' title='PRESIDEN DAN MEDIA'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-1243419151583173205</id><published>2011-01-13T10:46:00.000+07:00</published><updated>2011-01-13T10:47:05.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Gerakan Menggugat Jalan Rusak di Banten</title><content type='html'>Jakarta (ANTARA News) - "Morning friends... berapa titik jalan rusak yang anda lalui hari ini? satu, dua, tiga, atau banyak? kalau tidak ada, anda beruntung... karena kami, di Banten, setiap hari harus berjibaku melewati jalan-jalan raya yang kondisinya rusak parah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal kami bukan provinsi yang miskin-miskin amat: setidaknya kami lebih kaya dibandingkan Bali, Sumatera Barat, atau Yogyakarta... tidak pantaskah rakyat kami mendapatkan layanan jalan raya yang mulus dari pemerintahnya????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah postingan Dekan FISIP Universitas Mathlaul Anwar, Banten, Ali Nurdin, di facebook pada Rabu (12/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali geram dengan jalan rusak yang sangat parah di jalur Pandeglang-Menes-Labuan-Carita dan jalur Cikande-Rangkasbitung. Warga sempat menanami lubang jalan dengan pohon pisang atau kubangan di tengah jalan dengan ikan lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegeraman Ali terhadap tidak adanya upaya pemerintah daerah memperbaiki jalan yang rusak tersebut membuatnya menggagas sebuah gerakan di media sosial facebook yang dinamakan GEN-CAR. Itu singkatan dari Gerakan Class Action Terhadap Jalan Rusak (di Banten).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEN-CAR menarik sejumlah facebookers untuk mendukung gerakan ini, termasuk saya. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berasal dari Lebak, sebuah kabupaten di Banten yang lokasinya kurang dari 100 km dari Ibu kota Jakarta. Biasanya, kalau saya pulang kampung ke Rangkasbitung, Lebak, dari Jakarta saya menggunakan ruas tol Kebon Jeruk, lalu keluar di Balaraja. Kemudian masuk ke jalan tembus Cikande-Rangkasbitung sepanjang sekitar 30 km. Total perjalanan ditempuh sekitar 90 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sudah dua tahun terakhir ini saya tidak bisa lewat Cikande-Rangkasbitung lagi. Jalannya, rusak minta ampun. Berlubang-lubang, penuh kubangan, dan di beberapa ruas kubangan dan lubangnya sangat dalam. Bikin rusak mobil, apalagi jenis sedan, karena mesin bisa berkali-kali harus berbenturan dengan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, saya harus melambung menempuh jalan yang dua kali lipat jauhnya. Masuk dari tol Kebon Jeruk, keluar di Serang Timur, masuk ke kota Serang, melewati kabupaten Pandeglang, baru ke Rangkasbitung. Total bisa sampai tiga atau empat jam dari yang semestinya hanya 90 menit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penderitaan? ini bukan saya saja yang mengalami, tapi juga sejarawan Bonnie Triyana yang juga asal Lebak. Bonnie mengaku sudah bertahun-tahun jalan Cikande akses ke Lebak dari tol Jakarta-Merak rusak berat. Sehingga setiap kali pulang, Pemred Majalah Historia Online itu juga harus memutar lewat Serang-Petir-Rangkasbitung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hancurnya jalan Cikande-Rangkasbitung, menurut GEN-CAR, adalah bukti nyata amburadulnya sistem birokrasi di Provinsi Banten. GEN-CAR tidak akan menyelenggarakan seminar, diskusi, atau lokakarya untuk menuntut jalan diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi akan langsung kerahkan massa. Kalau perlu 100.000 orang. Kepung kantor provinsi. Bikin revolusi sosial. Zaman dulu Tje Mamat dan Achmad Chatib aja bisa, masa sekarang gak bisa,? begitu postingan Bonnie Triyana merujuk kepada dua tokoh revolusi di Banten zaman dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan lamban&lt;br /&gt;Ditinjau dari sejarah, memang ada hal yang tidak berubah meskipun Lebak kini sudah mencapai usia lebih dari 175 tahun, yakni pembangunan daerah yang lamban bahkan macet di sejumlah kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sahibul hikayat, Max Havelaar termasuk pejabat Hindia Belanda yang rajin berkunjung ke pedalaman. Jika berkunjung ke desa-desa, Asisten Residen Lebak itu menggunakan kereta yang ditarik oleh dua ekor kuda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati jalan tanah yang becek dan berkelok-kelok, kereta kuda yang ditumpangi Max Havelaar sering kejeblos ke dalam kubangan lumpur. Ini mengakibatkan perjalanan sang Asisten Residen terganggu beberapa hari untuk menunggu jalan kering atau kereta ditarik dari kubangan lumpur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini terjadi sekitar 130 tahun lalu. Tapi di sejumlah kawasan di ruas jalan Cikande-Rangkasbitung atau Pandeglang-Menes-Labuan, nyaris tidak ada bedanya dengan 130 tahun lalu. Jalan becek dan berlubang masih banyak ditemukan. Sejumlah mobil kejeblos di kubangan lumpur yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu hal yang naif dan ironi, Provinsi Banten yang kaya raya, namun hampir semua jalan provinsi banyak yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masyarakat sudah jenuh dengan kondisi ini. Siapa yang salah? Ya, pemimpinnya," tulis Arif Satibi, anggota GEN-CAR yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memuluskan jalan Cikande-Rangkasbitung, menurut itung-itungan Arif, paling banyak diperlukan dana sekitar Rp7 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dana segitu mah teu karasa (kecil) dibanding buat ongkos pilkada ulang yang habisnya luar biasa," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milla Fadhila menambahkan bahwa jalan ditanami pohon pisang menjadi saksi jalan di beberapa kawasan di Banten tidak berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal pada saat kampanye Pilgub yang lalu, janji manis perbaikan jalan meluncur mulus dari mulut sang jurkam," tulis Milla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEN-CAR digagas karena kegelisahan menyaksikan kondisi jalan-jalan raya di Banten yang makin hari makin parah kondisinya. Pemerintah daerah seakan tidak peduli akan kondisi tersebut. Sementara rakyat menagih janji-janji yang pernah diucapkan politisi dan jurkam untuk memperbaiki kualitas infrastruktur di Banten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemprov atau pemkab/pemkot boleh saja berkilah bahwa "ini jalan negara" atau "itu jalan provinsi". Rakyat tidak peduli jalan tersebut ada dalam kewenangan siapa: yang kami tuntut adalah jalan-jalan tersebut ada dalam kondisi yang mulus sebagaimana seharusnya, sebab anda mengelola triliunan rupiah uang yang sebagian besar berasal dari pajak-pajak yang kami bayarkan," kata Ali Nurdin, sang penggagas GEN-CAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, GEN-CAR kini sedang menyiapkan sejumlah aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita mau demo besar-besaran, ratusan ribu rakyat mengepung gedung gubernur untuk menuntut perbaikan jalan," tulis Mohamad Zen, tokoh muda asal Menes, Pandeglang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga menyiapkan sejumlah langkah hukum untuk melakukan class action kepada Pemda Banten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Listrik PLN mati saja bisa digugat. Masa jalan yang dibiarkan rusak tidak bisa? Ayo, siapa yang setuju gabung dengan gerakan ini," ujar Ali Nurdin bersemangat.&lt;br /&gt;(A017/B010)&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-1243419151583173205?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/1243419151583173205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=1243419151583173205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1243419151583173205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1243419151583173205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2011/01/gerakan-menggugat-jalan-rusak-di-banten.html' title='Gerakan Menggugat Jalan Rusak di Banten'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-8090260419311813355</id><published>2010-07-22T20:00:00.001+07:00</published><updated>2010-07-22T20:03:03.041+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ledakan Tabung Tak Boleh Hentikan Konversi Gas</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Ledakan tabung gas telah memakan banyak korban. Itu musibah yang sangat tragis dan memilukan. Ibu-ibu rumah tangga ketakutan. Mereka membuang tabung gas yang dulu diberikan pemerintah secara gratis dalam program konversi minyak tanah ke gas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara demonstratif, di depan kamera televisi, sejumlah ibu menggelindingkan puluhan tabung gas 3 kg di tengah jalan dalam sebuah unjuk rasa di Jakarta. Tabung gas mirip buah melon warna hijau itu ditempeli tulisan yang menyeramkan: BOM! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang ingin disampaikan adalah ledakan tabung gas itu sama dengan teror. Kehancuran yang ditimbulkannya sangat tragis dan memilukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak bernama Ridho, korban ledakan gas, dengan muka dan sekujur tubuh penuh luka bakar, dibawa ibunya ke Istana Presiden. Ibu dan anak yang datang dari Jawa Timur itu, dengan berurai air mata, meminta bantuan Presiden SBY. Petugas Istana mengantar Ridho ke Pertamina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi melihat sebuah drama. Ridho dibawa ke RSCM dan ditayangkan di televisi. Pemirsa menangis. Sumbangan berdatangan. Pejabat dan tokoh ramai besuk ke rumah sakit. Dengan bantuan masyarakat dan pemerintah, Ridho akhirnya bisa dirawat untuk diatasi luka bakarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengangkat kasus Ridho, stasiun televisi juga menayangkan korban-korban lain yang tidak kalah memilukannya. TVOne, misalnya, mendatangkan ke studio seorang bayi berumur sekitar satu bulan. Si bayi di operasi caesar dari ibunya yang sekarat akibat ledakan tabung gas 12 kg yang menghancurleburkan rumahnya di Tangerang. Bayi wanita itu begitu lahir sudah sebatang kara. Ayah, ibu dan kakaknya, tewas akibat ledakan tabung gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini betul-betul fakta. Bukan infotainment yang dinilai sensasional dan berlebihan. Sejak Juni 2010 terjadi setidaknya 33 ledakan tabung gas ukuran 3 kg. Saking maraknya, seorang profesor menulis artikel opini di suratkabar dengan judul bombastis: "Tabung Gas: Teroris Baru Indonesia". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabung gas telah menjelma menjadi momok yang menakutkan. Trauma itu telah membuat masyarakat ingin kembali ke minyak tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah kaprah&lt;br /&gt;Kecenderungan ini salah kaprah. Bolehlah menganggap tabung gas sebagai teroris. Itu diakui sangat mencekam dan menakutkan. Sebab, kalau tidak dicegah dan dilakukan berbagai antisipasi, ledakan tabung gas akan memakan korban jauh lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan berarti dengan maraknya ledakan, lalu program konversi gas dianggap gagal dan perlu dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konversi gas adalah jalan keniscayaan. Hampir semua negara di dunia, kecuali sebuah negara di Afrika yang masih mempertahankan penggunaan minyak tanah, telah beralih ke gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan program konversi minyak tanah ke gas sejak tiga tahun lalu sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah yang ingin mengurangi subsidi BBM. Pemerintah waktu itu sangat yakin gas lebih murah dan aman dibanding minyak tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keamanan penggunaan gas itu bisa dibuktikan dengan statistik bahwa dalam tiga tahun hanya terjadi 36 kali ledakan gas dari 70 juta tabung gas. Ini berarti, dari setiap dua juta tabung, hanya satu yang meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka ini kalah dramatis dari kecelakaan akibat listrik. Di Jakarta saja, dalam setahun ada 600 hingga 800 kali kebakaran akibat korsleting listrik. Dahulu, waktu minyak tanah menjadi primadona, jumlah kasus kebakaran akibat kompor mleduk lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, keinginan kembali ke minyak tanah, adalah langkah sangat mundur. Beban pemerintah sangat berat karena harus mengeluarkan subsidi yang mencapai nilai Rp50 triliun. Kini, penggunaan gas sudah meringankan beban subsidi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pun ada masalah, cara penanganannya yang harus diperbaiki. Tidak ada energi yang bebas dari resiko. Jadi, bukan konversinya yang dipersoalkan, tapi adalah cara pemakaian dan pengamanannya yang harus dicarikan solusinya. Ledakan tabung gas, tidak boleh menghentikan program konversi gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus dievaluasi&lt;br /&gt;Program konversi gas ke depan harus dievaluasi dengan matang. Faktor keamanan dan keselamatan harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai ada kesan, konversi gas hanya untuk solusi pragmatis, yaitu mengurangi subsidi BBM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, aparat, dan semua pihak harus berusaha agar ledakan tabung gas tidak boleh terjadi lagi. Jangan lagi ada nyawa melayang akibat tabung melon yang meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pengawasan harus diperketat. Mulai dari pengadaan tabung gas, pengisian maupun agen. Operasi-operasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian membuktikan banyak tabung gas yang tidak sesuai standar. Aparat juga menemukan kecurangan dalam pengisian yang tidak sesuai dengan berat yang tertera dalam tabung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal penting lagi adalah jangan pernah menyepelekan masalah sosialisasi. Seolah-olah jika sudah mengumumkan ke media massa unsur masyarakat akan mengerti dan selanjutnya mendukung program konversi tersebut. Masyarakat jadi lalai jika pada saat tertentu selang harus diganti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini karena sosialisasi tidak terlaksana dengan baik. Akibatnya harus dibayar dengan mahal. Kelalaian mengganti selang tersebut membuat tabung menjadi bocor sehingga terjadi ledakan yang membahayakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ledakan tabung gas itu sebetulnya resiko yang bisa diatasi dan dicegah seminimal mungkin. Jika pengamanan, pengawasan, dan sosialisasi dilakukan dengan sebaik-baiknya, tentu tabung gas bukan teroris baru di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabung gas bukan sebuah astagfirullah, tetapi sebuah berkah yang harus disambut dengan alhamdullilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini konversi minyak tanah ke gas sudah menyelamatkan subsidi sebesar Rp50 triliun. Jelas manfaat konversi gas lebih besar dari mudharatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ledakan tabung melon tidak boleh menghentikan program konversi minyak tanah ke gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan itu harus dicegah. Pengamanan diperkuat. Pengawasan diperketat. Sosialisasi ditingkatkan. Bukan konversi gasnya yang dihentikan. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-8090260419311813355?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/8090260419311813355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=8090260419311813355' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8090260419311813355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8090260419311813355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/07/ledakan-tabung-tak-boleh-hentikan.html' title='Ledakan Tabung Tak Boleh Hentikan Konversi Gas'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-1330792570127101530</id><published>2010-07-08T17:55:00.000+07:00</published><updated>2010-07-08T17:56:44.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Apa Maumu Malaysia?</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri jiran Malaysia selalu membuat greget sebagian pihak di Indonesia. Derita Manohara, soal TKI, klaim atas reog Ponorogo, sampai konflik Ambalat, membuat banyak orang Indonesia geram terhadap Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maumu apa, Malaysia?” begitu judul buku yang ditulis oleh Genuk Ch. Lazuardi, seorang WNI yang tinggal di Kuala Lumpur, menjelaskan kemarahan warga atas jirannya yang sok main comot atas budaya dan main caplok atas wilayah Indonesia di perbatasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang diterbitkan oleh Gramedia itu diluncurkan di Jakarta, 7 Juli 2010. Dibahas oleh Dr. Alfitra Salam dari LIPI dan Asro Kamal Rokan dari Jurnal Nasional serta Ketua Ikatan Kesetiakawanan Wartawan Indonesia-Malaysia Saiful Hadi, Pemimpin Redaksi Kantor Berita ANTARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membahas apa yang menjadi dasar biang kerok dari panas dinginnya hubungan dua negara serumpun. Salah satunya adalah Malaysia yang sebelumnya saudara muda Indonesia, kini mau menjadi saudara tua sehingga terkesan pongah dan meminjam istilah Betawi: ngelunjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding kebesaran dan kekayaan Indonesia, Malaysia tentu tidak seberapa. Para pemimpin Malaysia dulu sangat mengagumi dan menghormati pemimpin Indonesia. Mantan Perdana Menteri Mahathir Muhammad sangat memuja Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Awak ini apalah dibanding Soekarno. I am just a little Soekarno,” kata Mahathir yang doyan bener makan nasi Padang di kedai Natrabu, Jl. Sabang, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahathir hanyalah Soekarno kecil seperti diakuinya sendiri. Ia juga sangat menghormati Presiden Soeharto. Mahathir sangat terkesan dengan cara Soeharto mengelola negeri dengan banyak puak, namun bisa dipersatukan dalam satu negara kesatuan Republik Indonesia. Sedang di Malaysia, yang hanya tiga puak –Melayu, China dan India- sulit sekali dipersatukan. Konflik etnis sangat laten di Malaysia.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Situasi berubah&lt;br /&gt;Namun situasi menjadi lain ketika Soeharto lengser pada Mei 1998 dan Indonesia dihajar krisis ekonomi yang membuat negeri ini terpuruk. Krisis ekonomi yang berujung pada krisis politik, membuat pemerintahan di Indonesia silih berganti dengan cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gonjang ganjing politik membuat Indonesia tak sempat memulihkan ekonominya dengan cepat seperti negeri-negeri jirannya. Sementara Indonesia terpuruk, Malaysia bangkit. Ekonominya melesat. Proyek mobil nasionalnya dikembangkan. Menara kembar Petronas didirikan. Ibukota dipindahkan dari Kuala Lumpur ke Putera Jaya. Bandara internasionalnya juga direlokasi dari Subang ke Sepang yang lebih modern.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Perusahaan-perusahaan Malaysia merambah ke luar negeri. Perkebunan sawit di Sumatra dan Kalimantan banyak yang dimiliki perusahaan berlabel Berhad. Bank Niaga diakuisi sahamnya menjadi CIMB-Niaga. Maskapai AirAsia menguasai pasar angkutan udara murah meriah. Di bidang budaya dan pariwisata, Malaysia memantapkan diri sebagai sejatinya Asia (Truly Asia).&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Masalah sengketa perbatasan yang sebelumnya dipetieskan atas nama ”ASEAN way” dan penghormatan terhadap Soeharto sebagai pemimpin senior bangsa-bangsa Asia Tenggara, tiba-tiba saja dibuka dan diangkat ke Mahkamah Internasional. Sipadan dan Ligitan akhirnya beralih ke pangkuan Malaysia. Produk budaya Indonesia dipatenkan sebagai produk Melayu Malaysia.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Ini yang membuat pusing saudara tua, Indonesia. Sedikit saja terjadi gesekan, misalnya ada TKI yang dipukuli majikan atau pergerakan Angkatan Laut Malaysia di Ambalat, sudah cukup membuat massa turun ke jalan. Atau bahkan, pernah terjadi, melakukan sweeping atas warga Malaysia di Indonesia.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;”Ganyang Malaysia, kecuali Siti Nurhaliza,” adalah ungkapan yang sering muncul ketika situasi hubungan Indonesia-Malaysia memanas. Konfrontasi dengan Malaysia pada masa lalu selalu menjadi trauma yang sulit dihapus di benak warga dua negara.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Itulah yang membuat gemerutuk gigi pengunjuk rasa yang geram: ”Maumu apa sih, Malaysia?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau apa-apa&lt;br /&gt;Ternyata, menurut Genuk Ch. Lazuardi, Malaysia itu tidak mau apa-apa. Ia sebagai bangsa merdeka yang berdaulat, tentu saja ingin hidup sejajar dan berdampingan dengan saling menguntungkan. Semua negara punya tanggung jawab untuk mengupayakan kepentingan nasionalnya. Itu tentu sah-sah saja.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;”Janganlah terlalu romantis dan emosional dalam berhubungan dengan Malaysia. Jangan terlalu menganggap kita sebagai bangsa serumpun, lalu kita merasa berhak menjewer dan memarahi saudara muda kita yang kini tegak lebih baik,” kata Asro Kamal Rokan.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Persoalannya, menurut Asro, bukanlah ”Apa Maumu, Malaysia?”. Akan tetapi sebenarnya adalah ”Apa Maumu, Indonesia?”. Titik tolaknya adalah internal Indonesia yang harus membenahi diri supaya tidak merasa tersalib oleh Malaysia yang melesat maju.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Kejelitaan Malaysia adalah dia melaksanakan konsep-konsep yang sebetulnya tidak orisinil Malaysia, tetapi sebetulnya bisa saja ide datangnya dari Indonesia. Para pemimpin Indonesia pernah sibuk mau memindahkan Ibukota Jakarta yang sudah sumpek ke Jonggol. Tapi ribut terus sehingga tidak pernah terjadi. Malaysia diam-diam membangun kota baru Putra Jaya dan memindahkan ibukotanya tanpa banyak wacana.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Proyek mobil nasional juga Indonesia yang punya gagasan jitu. Tapi, lagi-lagi ribut dan ribet terus. Akhirnya Malaysia yang kembangkan mobil nasional sehingga sekarang sudah bisa diekspor termasuk ke Indonesia. Indonesia gembar-gembor tentang perlunya hak milik intelektual dilindungi, tapi lupa mempatenkan produk budayanya sendiri. Jangan salahkan kalau Malaysia mempatenkan reog atau rendang Indonesia.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Jadi, kesimpulannya, yang sebetulnya membuat hubungan Indonesia-Malaysia sering kisruh adalah pepatah Inggris: ”Neighbor grass is always greener”. Rumput tetangga itu selalu membuat iri karena senantiasa kelihatan lebih hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena Malaysia adalah tetangga dekat, maka wajar kalau ada gesekan dan benturan. Dengan Ghana atau Senegal, Indonesia tidak pernah ada konflik atau persoalan, karena negeri di Afrika yang jauh itu bukan tetangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput Ghana atau Senegal tidak pernah kelihatan oleh masyarakat Indonesia. Tapi rumput Malaysia ada di depan mata. Itu yang membuat iri. Apalagi kalau jiran itu sepertinya mau mengambil milik kita. Geram rasanya. Itu yang membuat gigi gemerutuk. Maumu apa sih Malaysia? (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di :&lt;br /&gt;http://antaranews.com/kolom/?i=1278567507&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-1330792570127101530?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/1330792570127101530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=1330792570127101530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1330792570127101530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1330792570127101530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/07/apa-maumu-malaysia.html' title='Apa Maumu Malaysia?'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-4512838520808817899</id><published>2010-07-08T17:50:00.001+07:00</published><updated>2010-07-08T17:52:23.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Masyarakat Ceritakan Semua</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Kebebasan pers di Indonesia sangat mengherankan kalangan media dan pejabat negeri jiran, Malaysia. Itu terungkap dalam pertemuan Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) di Jakarta, Selasa (29/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir ketika itu Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato Muhyiddin bin Haji Mohd Yassin dan tokoh-tokoh pers negeri jiran. Dari Indonesia hadir para pemimpin redaksi dan tokoh pers seperti Asro Kamal Rokan dari Jurnal Nasional, August Parengkuan dari Kompas, Ikhwanul Kiram dari Republika, dan Don Bosco Salamun dari SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pertemuan resmi sampai ke meja makan, wartawan-wartawan Malaysia banyak bertanya dan geleng-geleng kepala atas pemberitaan kasus media mesum Ariel-Luna Maya- Cut Tari dan diborongnya majalah Tempo karena mengungkap korupsi di tubuh sejumlah oknum jenderal Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka heran, pers di Indonesia sangat berani. Di Malaysia tidak seperti di Indonesia," kata Ketua Iswami Saiful Hadi, yang juga Pemimpin Redaksi LKBN Antara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil PM Malaysia Tan Sri Dato Muhyiddin membenarkan bahwa pers di Malaysia tidak sebebas di Indonesia, karena ada aturan hukum dan aturan main yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Media di Malaysia dibatasi oleh tanggung jawab sosialnya," kata Muhyiddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Indonesia, karena pers di negeri ini memiliki kebebasan yang hampir absolut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa saja bisa diungkap dan diberitakan. Tidak ada lagi yang bisa disembunyikan," kata Ilham Bintang, pengurus PWI Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik tabloid dan acara infotainment di televisi, Cek&amp;Ricek, itu memberi perumpamaan yang membuat wartawan dan pejabat Malaysia terbengong-bengong. Ilham mengatakan pers di Indonesia bisa menyiarkan dan menayangkan apa saja sekehendak hatinya, kecuali dua hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama, merokok di pompa bensin. Kedua, memakai sepatu ke dalam mesjid," kata Ilham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya apa?, tanya Wakil PM Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, kalau wartawan melakukan dua hal itu, bunuh diri namanya," Ilham menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembok bisa bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia telah memasuki apa yang disebut sosiolog sebagai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The Tell-All Society", yaitu masyarakat-ceritakan-semua. Atau menurut istilah Ilham, di Indonesia tembok dan dinding pun bisa bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di tempat tidur, yang seharusnya tertutup dan rahasia, bisa terbuka jadi konsumsi publik seperti video syur Ariel cs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekening-rekening oknum jenderal polisi yang selama ini tidak pernah bisa disentuh, apalagi dijangkau publik, maka isa dengan bebas didapat wartawan dan dipublikasikan. Dokumen-dokumen rahasia seperti berita acara pemeriksaan dan laporan keuangan bisa mudah diberitakan. Skandal demi skandal dibongkar dan tersiar di media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena masyarakatnya sudah jadi "The tell-all society", sehingga tidak heran bila praktik sejumlah medianya juga "Print it and be damned"?, siarkan dan peduli setan! Banyak media yang tidak memperhatikan dampak dari apa yang diberitakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joseph Kirschke dari Pacific Media Watch mengatakan pers Indonesia di era reformasi seperti kuda liar yang lepas dari kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Media di Indonesia berputar bebas sebebas-bebasnya," katanya membandingkan dengan apa yang terjadi di negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura yang belum "free-wheeling" seperti Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah media merasa punya kebebasan penuh untuk menulis dan melaporkan apa saja yang dianggap "fit to print". Mereka menyiarkan fitnah, laporan palsu, fakta menyesatkan dan opini-opini yang menjurus kepada pembunuhan karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terancam dibunuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berbeda sekali dengan zaman Orde Baru yang semua pemberitaan persnya aman dan terkendali. Dari segi kebebasan pers tentu ini sangat buruk. Sejumlah media yang berani melaporkan hal-hal yang tabu atau menyerang rezim dan pejabatnya dibreidel. Ingat nasib Tempo, Detik dan Editor yang diberangus bulan Juni 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan wartawan yang berani melaporkan korupsi, bisa terbunuh semacam kasus Udin di Yogyakarta. Orde baru berusaha membungkam pers karena kebebasan dianggap akan berujung pada anarki, konflik dan ketidakstabilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers di zaman Soeharto sulit sekali melaksanakan fungsinya sebagai "agenda setter" dalam arti mengangkat atau memburu satu isu yang menjadi perhatian publik seperti korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Pers cenderung melulu jadi alat informasi bagi kegiatan pejabat pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum 1998, berita utama di koran penuh dengan berita pernyataan pejabat dan kegiatan pemerintahan. Setelah Soeharto lengser, maka berita utama koran beralih mengkritik pejabat dan pemerintah. Narasumber berita juga beralih dari dominasi pejabat ke dominasi publik, khususnya yang disebut pengamat dan pegiat LSM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya koran Indonesia yang bisa menulis berita yang mengolok-olok presiden, misalnya Megawati Soekarnoputri. Rakyat Merdeka misalnya menulis berita berjudul "Mulut Mega Bau Solar" atau "Mega Hanya Sekelas Bupati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya di televisi Indonesia, pimpinan negeri bisa diparodikan dan jadi bahan lawakan seperti di acara "Republik Mimpi" atau "Demozracy"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau presiden saja bisa jadi bulan-bulan, maka semua pejabat di negeri ini bisa dijadikan sorotan dan kritikan. Apalagi cuma sekedar jenderal polisi yang punya rekening" gendut" dan mencurigakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah tidak ada lagi yang ditakuti oleh pers Indonesia yang bebas. Intinya tidak ada lagi yang tidak bisa dibongkar oleh masyarakat-ceritakan-semua. Hanya ada dua larangan yang masih dipatuhi karena kalau itu dilanggar berarti bunuh diri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merokok di pompa bensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memakai sepatu ke dalam mesjid.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di :&lt;br /&gt;http://www.antaranews.com/berita/1277896144/masyarakat-ceritakan-semua&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-4512838520808817899?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/4512838520808817899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=4512838520808817899' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/4512838520808817899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/4512838520808817899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/07/masyarakat-ceritakan-semua.html' title='Masyarakat Ceritakan Semua'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-6609420540122428949</id><published>2010-06-10T15:24:00.001+07:00</published><updated>2010-06-10T15:27:32.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Reformasi Intelijen Negara</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat kini sedang menggodok RUU Intelijen. Setelah terkatung-katung sejak 2008, RUU Intelijen saat ini masuk dalam prioritas pembahasan legislasi 2010. Lewat UU ini, maka saatnya intelijen negara direformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara yang kuat biasanya memiliki lembaga intelijen yang kuat. Lihat saja Amerika Serikat dengan CIA yang nyaris terlibat di setiap peristiwa penting dunia, Inggris dengan M16 yang mengilhami serial film-film James Bond atau Israel dengan badan intelijen Mossad yang ditakuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara yang intelijennya kuat namun tetap bisa menjaga kebebasan warga sipilnya adalah yang mempunyai aturan main dan undang-undang intelijennya yang jelas. Amerika Serikat memiliki UU Reformasi Intelijen dan Pencegahan Terorisme tahun 2004 yang mengatur tugas pokok dan fungsi 17 dinas intelijen agar bekerja sinergi dan saling mengisi.&lt;br /&gt;Australia memiliki Intelligence Service Act of 2001 yang mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh enam dinas intelijennya. Inggris memiliki Intelligence Service Act sejak 1994 yang mengatur sinergi tiga dinas intelijennya. Kanada malah sudah memiliki undang-undang yang mengatur sepak terjang lembaga intelijen sejak 1985.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kegiatan dan sepak terjang intelijen Indonesia sama sekali belum ada pengaturan undang-undangnya. Adalah sangat aneh jika kedudukan Badan Intelijen Negara (BIN) yang dalam hirarki ketatanegaraan cukup tinggi, yaitu berada langsung di bawah presiden, namun hanya diatur oleh regulasi setingkat keputusan presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adanya mekanisme pertanggungjawaban serta pengawasan baik dari presiden maupun DPR menjadikan BIN secara institusional lebih leluasa menafsirkan aktivitasnya sendiri. Akibatnya, BIN terkesan masih menjadi lembaga yang tidak terkontrol dan bisa menyusup kemana saja tanpa fungsi dan kewenangan yang jelas dan terukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus pembunuhan Munir, misalnya, kesaksian di pengadilan mengungkapkan lembaga negara seperti BUMN kerap dimasuki oleh operasi-operasi intelijen.&lt;br /&gt;Ini tidak boleh terjadi. Meskipun badan intelijen bekerja dalam situasi tertutup dan rahasia, bukan berarti peran, fungsi dan tugasnya tidak boleh diatur dan tanpa pengawasan. Tanpa ada UU yang jelas, yaitu UU Intelijen yang merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah dan DPR, maka BIN bisa dicurigai sebagai alat untuk memata-matai masyarakatnya sendiri atau mengintimidasi lawan-lawan politik penguasa.&lt;br /&gt;Indonesia sudah berubah. Reformasi politik berjalan dengan arah yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokratisasi, keterbukaan dan tata kelola pemerintahan yang bersih, menjadi agenda nasional. Namun, reformasi terhadap lembaga intelijen luput dari perhatian. Padahal, ancaman terorisme makin nyata dan konflik komunal masih kerap terjadi, seperti kasus pembakaran di Mojokerto dan kerusuhan berlatarbelakang etnis di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, kegiatan intelijen adalah mengumpulkan informasi dengan berbagai cara mulai dari penggunaan agen rahasia, pemanfaatan sarana internet, menyadap saluran komunikasi, sampai penggunaan satelit pengintai. Semuanya dilakukan untuk memperoleh data intelijen yang akurat guna kepentingan pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;Organisasi intelijen semacam BIN, sangat diperlukan karena merupakan mata dan telinga untuk mendeteksi, mengantisipasi dan melakukan cegah dini terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan dan ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat Dennis Blair mengatakan, “Tak ada yang lebih penting bagi keamanan nasional selain pembuatan dan pelaksanaan kebijakan keamanan yang baik dan dipasok data intelijen yang cepat, akurat dan objektif”. &lt;br /&gt;Untuk itu, dalam reformasi intelijen nasional, perlu kiranya dipelajari bagaimana Amerika Serikat melakukan reformasi intelijen, dan bagaimana negeri itu membuat undang-undang intelijen yang lebih bisa membuat aman negeri itu dari ancaman terorisme dengan seminimal mungkin berdampak gangguan terhadap kebebasan sipil warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum Reformasi&lt;br /&gt;Komunitas intelijen AS boleh kecolongan dengan terjadinya serangan teroris 11 September 2001. Tapi, peristiwa serangan terhadap gedung menara kembar World Trade Center New York —-yang sering disetarakan dengan serangan tentara Jepang atas Pearl Harbor tahun 1941—- dijadikan tonggak momentum untuk mereformasi intelijennya.&lt;br /&gt;Komisi 9/11 yang dibentuk untuk menyelidiki serangan tersebut dan mengevaluasi di mana kekhilafan intelijen mengumumkan laporannya pada bulan Juli 2004. Rekomendasi utama Komisi 9/11 adalah perlunya dilakukan reformasi besar-besaran komunitas intelijen AS, termasuk membentuk badan baru intelijen yang dinamakan Direktorat Intelijen Nasional (Director of National Intelligence, DNI). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah diterbitkan laporan tersebut, pemerintah AS mereformasi total kelembagaan intelijen. Presiden George Walker Bush menandatangani empat Keputusan Presiden bulan Agustus 2004 yang memperkuat komunitas intelijen sekuat-kuatnya tanpa harus mendapat persetujuan parlemen. Baru kemudian Kongres dan Senat AS mensahkan inisiatif Bush yang mengamendemen National Security Act yang berlaku sejak 1947.&lt;br /&gt;Undang-undang baru itu dinamakan UU Reformasi Intelijen dan Pencegahan Terorisme 2004 (Intelligence Reform and Terrorism Prevention Act of 2004). Undang-undang ini ditandatangani Presiden Bush dan mulai berlaku pada 17 Desember 2004. Direktur Intelijen Nasional yang pertama adalah John D Negroponte, mantan Duta Besar AS untuk Irak, dengan wakil Letjen Michael V Hayden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Intelijen Nasional ditunjuk oleh Presiden dengan persetujuan Senat. Direktur Intelijen Nasional AS sekarang dijabat oleh Dennis C Blair. DNI bertindak selaku kepala dari komunitas intelijen, mengawasi dan mengarahkan pelaksanaan dari program intelijen nasional termasuk pengelolaan anggarannya. DNI juga menjadi penasehat presiden, Dewan Keamanan Nasional, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri mengenai masalah-masalah intelijen yang terkait dengan keamanan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres AS memberikan DNI sejumlah kewenangan dan tugas khusus. Seperti yang dinyatakan dalam UU Reformasi Intelijen dan Pencegahan Terorisme, DNI bertugas “memberikan informasi intelijen yang akurat dan objektif kepada presiden, kepala dari badan intelijen departemen, dan Kongres”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menandatangani UU Reformasi Intelijen ini tahun 2004, Presiden Bush mengatakan, “Dengan Undang-Undang baru ini, komunitas intelijen AS akan lebih menyatu, terkoordinasi dan efektif. Undang-undang ini akan membuat kita lebih baik melaksanakan tugas intelijen untuk melindungi rakyat Amerika”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reformasi intelijen itu ujung-ujungnya pada satu misi, yaitu melindungi rakyat dan kepentingan AS dari musuh di dalam dan di luar negeri. Apakah reformasi intelijen AS betul-betul membuat negeri itu lebih aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah panel diskusi yang dilakukan pada 6 April 2010 mengevaluasi apakah reformasi intelijen yang dilakukan sejak 2004 itu membuat rakyat sekarang lebih aman atau tidak. Ternyata panelis dari kalangan intelijen, Kongres AS, LSM dan media itu mengonfirmasi bahwa rakyat merasa lebih aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, reformasi intelijen itu berhasil. Rencana serangan bom di malam natal 2009 bisa digagalkan. Relatif tidak ada ancaman teroris yang berarti setelah tahun 2004.&lt;br /&gt;Jika reformasi intelijen di AS berhasil menyatukan 17 badan intelijen yang sebelumnya tercerai-berai, menyinergikannya dalam menghadapi gangguan keamanan dan terorisme, serta membuat masyarakat lebih aman dan tenteram, maka reformasi intelijen di Indonesia mutlak harus dila-kukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Wakil Pemimpin Redaksi Perum LKBN Antara. &lt;br /&gt;Tulisan ini mewakili pendapat pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Harian Suara Pembaruan 10 Juni 2010&lt;br /&gt;http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&amp;id=19135&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-6609420540122428949?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/6609420540122428949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=6609420540122428949' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6609420540122428949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6609420540122428949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/06/reformasi-intelijen-negara.html' title='Reformasi Intelijen Negara'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-3697427413923075863</id><published>2010-06-10T15:22:00.001+07:00</published><updated>2010-06-10T15:24:18.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MUSUH BARU KEBEBASAN PERS</title><content type='html'>Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada masa Orde Baru, ancaman terbesar bagi pers di Indonesia datang dari rejim Soeharto. Kini, musuh baru kebebasan pers itu datang dari publik seperti dari pengusaha, politisi atau bahkan bandar judi. &lt;br /&gt; Raymond Teddy, seseorang yang pernah diperiksa polisi dengan tuduhan mengorganisir perjudian, menggugat ke pengadilan tujuh media yang menyiarkan siaran pers polisi. Ketujuh media itu adalah Suara Pembaruan, Kompas, Seputar Indonesia, Warta Kota, Republika, RCTI dan Detik.com.&lt;br /&gt; Raymond yang merasa dirugikan dan dicemarkan nama baiknya karena diberitakan sebagai “bos judi” menggugat tujuh media itu masing-masing antara Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Kasus ini menarik perhatian, termasuk dari Istana Kepresidenan dan MPR, karena dianggap mengancam kebebasan pers.&lt;br /&gt; Apa yang bisa ditarik pelajaran dari kasus gugatan terhadap media ini? &lt;br /&gt;Intinya adalah siapapun yang merasa dirugikan oleh pers, bisa menggugat ke pengadilan. Sistim hukum pidana dan perdata yang berlaku di Indonesia masih memungkinkan wartawan bisa dibangkrutkan atau dipenjarakan.&lt;br /&gt;Memang, sejak berlakunya Undang-undang Pers No.40 Tahun 1999, kemerdekaan pers telah menuju jalur yang benar. Pembreidelan oleh penguasa praktis tidak ada lagi. Amuk massa dan main hakim sendiri terhadap pers mulai berkurang. Banyak kasus bisa diselesaikan melalui mediasi Dewan Pers atau organisasi wartawan.&lt;br /&gt;Namun, jalan ke pengadilan masih tetap terbuka lebar. Laporan ke polisi atau menggugat perdata adalah hak dari orang yang dirugikan dan merupakan hak asasi mereka. Pers di Indonesia sampai saat ini masih sering dimajukan ke pengadilan perdata atau dilaporkan ke polisi tanpa menunggu hak jawab.&lt;br /&gt;Pasal 5 ayat (2) UU Pers No.40/1999 menyatakan bahwa pers wajib melayani hak jawab. Ayat (3) menyatakan pers juga wajib melayani hak koreksi. Perusahaan pers yang melanggar ketentuan tersebut diancam pidana denda paling banyak Rp500 juta.&lt;br /&gt;Yang jadi masalah adalah jika media telah melayani hak jawab, ternyata itu tidak menutup hak dari pihak yang menderita kerugian untuk mengajukan gugatan atau melapor ke polisi. Akibatnya, sejumlah media termasuk media arus utama digugat ke pengadilan oleh pengusaha, politisi atau pejabat militer. &lt;br /&gt;Itu sebabnya sejumlah kalangan, terutama media, menginginkan UU Pers itu direvisi. Di UU Pers yang baru sebaiknya dinyatakan secara tegas bahwa jika media sudah melakukan koreksi dan melayani hak jawab, maka tertutup sudah pintu untuk mengadili secara pidana dan mengkriminalisasi pers. Yang boleh terbuka adalah gugatan ganti rugi yang jumlahnya dibatasi agar tidak membangkrutkan pers.&lt;br /&gt;Upaya penyelesaian kasus pers melalui mediasi di luar pengadilan, seperti yang dilakukan melalui mekanisme UU Pers, sangat diidealkan. Jika wartawan melakukan pencurian atau pembunuhan, bolehlah dia dipenjarakan. Tapi wartawan tidak boleh dikriminalisasi karena karya dan tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud-maksud jahat&lt;br /&gt;Dalam ilmu hukum pers dikenal istilah without malice atau absence of malice. Kamus bahasa Inggris karya Hassan Shadily memberi arti malice sebagai “maksud-maksud jahat yang dipikirkan sebelumnya”. Ada tidaknya malice inilah yang harus dibuktikan di pengadilan yang tengah memeriksa gugatan terhadap pers.&lt;br /&gt; Pers memang bukan malaikat dan wartawan bisa berbuat salah. Oleh karena itu boleh-boleh saja pers digugat ke pengadilan.Namun, bila terbukti bahwa kesalahannya itu tidak disengaja (misalnya wartawan sama sekali tidak tahu bahwa informasi, data atau fakta yang diperolehnya itu keliru), maka pers bisa dibebaskan meskipun laporannya jelas salah. Itu karena hakim tidak menemukan adanya malice, atau niat jahat yang direncanakan sebelumnya untuk merugikan atau mencemarkan pihak korban.      &lt;br /&gt;Malice itu bisa terbukti kalau wartawan tahu bahwa apa yang hendak ditulisnya itu tidak benar atau meragukan, bahwa narasumbernya tidak kredibel, tapi dia dengan sengaja terus memberitakannya. Biasanya hal ini dilakukan bila wartawan atau media telah memiliki agenda setting dan memiliki bingkai tertentu. Berbagai fakta dicari agar sesuai dengan bingkai yang telah disediakan.&lt;br /&gt;Dalam kasus gugatan terhadap tujuh media yang tengah disidangkan sekarang ini, sangat sulit untuk membuktikan adanya malice tersebut. Gugatan tersebut tidak beralasan karena berita itu didasarkan pada sumber yang jelas dan kredibel, yaitu siaran pers resmi Mabes Polri. &lt;br /&gt;Sulit juga membayangkan bahwa ketujuh media tersebut bersekongkol membuat agenda setting bersama untuk membingkai saudara Raymond Teddy sebagai bandar judi. Pemberitaan yang dilakukan oleh ketujuh media itu bisa dipastikan without malice. &lt;br /&gt;Yang mungkin terjadi adalah pemberitaan itu hanya keteledoran wartawan yang tidak melakukan cover bothsides atau tidak melakukan verifikasi tuduhan polisi kepada korban.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak membuat bahagia&lt;br /&gt; Pelajaran lain dari kasus gugatan kepada tujuh media itu adalah proses pengadilan atas kasus pers biasanya tidak membuat bahagia penggugat dan media yang digugat. Si penggugat, jika tidak punya stamina dan modal logistik yang cukup, bisa frustasi dan putus asa. &lt;br /&gt;Biaya untuk pengacara sangat mahal. Rata-rata biaya lawyers di Amerika Serikat bisa mencapai 50 persen dari nilai gugatan yang dimenangkan. Prosesnya paling cepat empat tahun sampai keluarnya keputusan hakim yang final (inkrach).&lt;br /&gt; Pers juga tidak gembira. Selain biaya membela perkara yang tinggi, para wartawan terganggu pekerjaannya untuk waktu yang lama. Proses pemeriksaan dan pembuatan BAP di polisi dan sidang di pengadilan yang bertele-tele sangat melelahkan dan menyita waktu serta perhatian. Publikasi mengenai proses hukum tersebut juga bisa mengganggu reputasi dan kredibilitas media.&lt;br /&gt; Jadi, cara terbaik untuk menghindari kemungkinan gugatan hukum adalah hak jawab dilaksanakan dan media secara sukarela mengoreksi kesalahan yang dibuatnya. Jika perlu, meminta maaf.&lt;br /&gt; Mantan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mencbut gugatannya atas The Washington Post karena koran Amerika Serikat itu melayani hak jawab dan meminta maaf atas kesalahannya. Pengusaha Shinivasan berdamai dengan Kompas setelah harian ini memberikan hak jawab dan meminta maaf secara terbuka. &lt;br /&gt; Kebanyakan penggugat tidak akan pergi ke pengadilan jika media pada kesempatan pertama melakukan koreksi, memberikan hak jawab dan meminta maaf secara terbuka.&lt;br /&gt; Mantan CEO Mobil Oil William Tavoulareas saat menggugat The Washington Post mengatakan kalimat berikut ini:&lt;br /&gt; “Saya tidak ingin menghancurkan pers. Saya tahu betapa pentingnya pers yang bebas bagi negeri ini. Gugatan ini tidak akan pernah terjadi jika mereka mengakui kesalahannya dan meminta maaf”.&lt;br /&gt; Masalahnya banyak wartawan yang tidak mau melakukan apa yang diinginkan oleh korban dari pemberitaan pers semacam Tavoulareas tersebut.  Seperti lagu klasik Elton John, maaf adalah kata yang paling berat diucapkan wartawan. &lt;br /&gt;”Sorry seems to be the hardest word”  ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Penulis adalah Wakil Pemimpin Redaksi Perum LKBN Antara. Tulisan ini mewakili pandangan pribadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Harian Suara Pembaruan 12 Mei 2010 &lt;br /&gt;http://epaper.suarapembaruan.com/?iid=36199&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-3697427413923075863?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/3697427413923075863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=3697427413923075863' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3697427413923075863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3697427413923075863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/06/musuh-baru-kebebasan-pers.html' title='MUSUH BARU KEBEBASAN PERS'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-7748325390887324685</id><published>2010-05-03T12:21:00.000+07:00</published><updated>2010-05-03T12:23:23.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Orang Indonesia yang Jadi Pahlawan di Korea</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Di tengah duka bangsa Korea yang masih sangat dalam terasa akibat tenggelamnya kapal perang Cheonan yang menewaskan 46 prajurit angkatan laut, nama Indonesia harum dipuji di negeri ginseng itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang Indonesia yang dipandang sebagai pahlawan dan pemberi inspirasi dalam musibah yang menggetarkan hati dan meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea tersebut. Penghargaan terhadap orang Indonesia itu disampaikan pejabat dan media setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 26 Maret 2010 sebuah Korvet Angkatan Laut dengan 104 awak kapal sedang patroli rutin di perairan dekat perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Tiba-tiba saja terjadi ledakan dahsyat di buritan. Mesin perang itu nyaris terbelah dua dan tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu pukul 21:00 waktu setempat. Tempat di Laut Kuning, dekat Kepulauan Baengyeong. Malam mulai gelap ketika operasi penyelamatan dilakukan oleh penjaga pantai dibantu oleh nelayan pencari ikan yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Mereka berhasil menyelamatkan 58 orang. Yang lainnya tewas dan menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kapal nelayan yang ikut dalam operasi pencarian dan penyelamatan adalah kapal ikan Geumyang No.98. Di kapal ikan itu ada Lambang Nurcahyo (36) dan Yusuf Harefa (35), dua pelaut Indonesia. Bersama lima pelaut Korea Selatan, awak Geumyang terlibat dalam aksi heroik penyelamatan di laut bebas, gelap dan berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang tak bisa diraih, untung tak bisa ditolak. Kapal ikan Geumyang di tengah aksi penyelamatan bertabrakan dengan kapal kargo Kamboja. Seluruh awaknya ikut tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Lambang Nurcahyo, bapak dua anak, ditemukan beberapa hari kemudian. Namun si lajang Yusuf Harefa hingga kini masih hilang. Upaya kemanusiaan pelaut Indonesia itu diakui dan dihormati bangsa Korea yang tengah berkabung. Mereka wafat dalam upaya mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat kabar Korea Times hari Kamis (22/4) memuji Nurcahyo dan Harefa. Dalam tajuk rencana berjudul "Indonesian heroes", Korea Times menulis bahwa "Seperti para pelaut AL yang gugur itu, para nelayan Geumyang itu juga merupakan pahlawan-pahlawan yang telah mengambil risiko nyawa mereka untuk menyelamatkan korban-korban Cheonan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Korea Selatan berjanji memberikan santunan baik kepada awak kapal Korsel maupun Indonesia. Menteri Luar Negeri Yu Mung-hwan menyampaikan simpati dan telah menulis surat sehubungan dengan tragedi tersebut kepada keluarga Nurcahyo dan Harefa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menghargai jasa-jasa kedua pelaut Indonesia yang tewas dalam insiden tersebut. Kami sungguh menyesalkan telah terjadinya peristiwa ini," kata Yu Mung-hwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pusat perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Indonesia lain yang mendapat penghormatan di Seoul adalah Dirut Perum LKBN ANTARA Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf. Ia menjadi pusat perhatian di Seoul karena selaku Presiden Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) ia meminta pimpinan media dunia yang berkumpul di negeri itu untuk berdiri dan mengheningkan cipta atas musibah yang meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga arwah mereka beristirahat dengan damai dan yang hilang bisa segera ditemukan," katanya dalam hening cipta yang diikuti 68 pimpinan kantor berita dari Asia Pasifik, Arab, Mediterania, Eropa dan Balkan serta Perdana Menteri Korea Selatan Chung Un-Chan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukhlis Yusuf sudah tiga tahun terakhir ini memimpin OANA, organisasi kantor berita dari 33 negara di kawasan Asia Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja sama dengan kantor berita Yonhap, OANA mengumpulkan para tokoh media di Seoul untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi kantor berita pada era konvergensi multimedia. Namun, OANA Summit Congress dibayangi kasus tenggelamnya Cheonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum bisa dibuktikan keterlibatan Korea Utara dalam insiden itu, laporan media setempat menyebut kemungkinan kapal tersebut ditorpedo atau terkena ranjau laut yang disebar Pyongyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membawa para tokoh media dari seluruh dunia itu bertemu dengan Presiden Lee Myung-bak di Istana Biru, Mukhlis menyampaikan belasungkawa dan doa kepada para korban. Presiden Lee tampak tergugah dengan pidato pengantar Mukhlis yang tidak diduga menyinggung insiden Cheonan dan doa agar bangsa Korea bisa mengatasi musibah itu dengan penuh kesabaran dan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato Mukhlis itulah yang mendorong Presiden Lee menyatakan sikapnya atas musibah Cheonan. Sikap itulah yang kemudian menjadi berita utama di seluruh dunia. Di koran-koran setempat, seperti The Korean Times dan Korean Herald, berita pertemuan Mukhlis Yusuf dan Presiden Lee menjadi berita utama di halaman depan. Foto Mukhlis pun menghiasi halaman media Seoul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mulai mengagumi anda," kata Park Jung-Chan, Presiden kantor berita Korea Selatan Yonhap kepada Mukhlis Yusuf pada pidato jamuan makan malam selepas pertemuan di Istana Biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda berhasil membuat Presiden Lee angkat bicara soal Cheonan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Lee dan seluruh bangsa Korea memang sangat terguncang dengan musibah itu. Lee langsung meninjau operasi pencarian dan bertemu marinir yang ditempatkan di barat Pulau Baengnyeong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan helikopter, Lee menuju pulau dekat perbatasan Korsel-Korut itu. Kunjungan Lee dimaksudkan untuk menghibur keluarga korban yang menunggu dengan cemas pencarian jasad anggota keluarga mereka. Lee juga memerintah militer agar lebih waspada pasca tenggelamnya Cheonan. Sejak tenggelamnya kapal Cheonan militer diminta benar-benar mempersiapkan diri untuk setiap aktivitas yang dilakukan Korea Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan memuncak di semenanjung Korea menyusul insiden itu. Kemungkinan pecah perang baru antar Korea kembali menjadi kekhawatiran dunia. Padahal, Korea Utara memiliki senjata nuklir sebagai pemusnah massal dan rejim di Pyongyang bisa melakukan tindakan tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kekhawatiran dunia itu bisa diredakan. Menjawab pertanyaan dan pernyataan Mukhlis, Presiden Lee menyatakan tidak akan membalas dendam sekalipun Pyongyang terbukti paling bertanggungjawab atas insiden Cheonan. Perang, menurut Lee, bukan pilihan. Pihaknya membawa kasus ini kepada Dewan Keamanan PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, pemimpin media dari seluruh dunia yang bertemu Presiden Lee, memuji Mukhlis Yusuf. Presiden OANA yang juga Dirut Perum ANTARA itu berhasil menggugah Presiden Lee untuk menyatakan sikapnya yang jelas: tak boleh ada perang lagi di semenanjung Korea.&lt;br /&gt;(A017/B010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-7748325390887324685?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/7748325390887324685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=7748325390887324685' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7748325390887324685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7748325390887324685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/05/orang-indonesia-yang-jadi-pahlawan-di.html' title='Orang Indonesia yang Jadi Pahlawan di Korea'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-2241030622001212389</id><published>2010-05-03T12:14:00.001+07:00</published><updated>2010-05-03T12:21:48.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MUSLIHAT JURNALISTIK</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mabes Polri dan TVOne bermediasi di Dewan Pers, Senin (12/4), soal kasus markus gadungan. Bila terbukti narasumber TVOne palsu, berarti tayangan 18 Maret 2010 adalah berita bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika media menyatakan, merekayasa narasumber masuk kategori ”muslihat jurnalistik” (deception in journalism).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang masih perlu dibuktikan apakah TVOne melakukan muslihat jurnalistik. Namun, Mabes Polri punya bukti bahwa tayangan itu sebuah rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi sudah menangkap seorang makelar kasus (markus) palsu bernama Andreas Ronaldi alias Andis (37) yang mengisi acara bincang-bincang TVOne. Dalam pemeriksaan, Andis mengaku diminta berbicara soal markus sesuai skenario dengan pertanyaan dan jawaban yang disiapkan. Tentu saja TVOne membantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bukti polisi dan bantahan redaksi TVOne, Dewan Pers harus membuktikan apakah benar ada rekayasa dan menjelaskan kepada publik apakah benar stasiun televisi itu telah melakukan muslihat jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekayasa dan muslihat jurnalistik adalah pelanggaran berat etika media karena mengkhianati kebenaran. Pencarian kebenaran adalah hakikat pekerjaan jurnalistik. Menurut Bill Kovach dan Tom Rosenthiel, kewajiban utama wartawan adalah kepada kebenaran (the first obligation of journalism is to the truth).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob Steele dari Poynter Institute for Media Studies mengatakan, muslihat jurnalistik ada berbagai bentuk: dari menyiarkan berita bohong (outright lying) sampai merekayasa pengakuan tidak benar (misrepresenting) dan menyampaikan informasi menyesatkan (misleading).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslihat jurnalistik pernah dilakukan wartawan media-media terkemuka. Koran New York Times pernah mengalaminya pada April 2003 ketika wartawan Jason Blair membuat berita palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan itu menulis berita- berita bohong dengan narasumber palsu dan mencontek laporan koran-koran lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janet Cooke, wartawan The Washington Post, melakukan muslihat jurnalistik dalam laporan tentang anak kecil pencandu obat bius yang ternyata palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel yang terbit 29 September 1980, Cooke menulis kisah bocah bernama ”Jimmy” di kawasan kumuh Washington DC. Jimmy menjadi pencandu heroin setelah diajari pacar ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jimmy, 8 tahun, adalah generasi ketiga pencandu heroin. Rambut hitam, mata coklat, dengan bekas-bekas tusukan jarum di tangannya,” begitu Janet Cooke menggambarkan Jimmy yang bercita-cita jadi bandar heroin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara artikel itu banyak pihak mendesak Cooke mengungkap identitas Jimmy agar bisa disembuhkan. Namun, Cooke menolak dengan alasan melindungi narasumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan itu mendapat penghargaan Pulitzer 1982. Belakangan, baru ketahuan bahwa berita tentang bocah pencandu heroin itu bohong dan sosok Jimmy hanyalah rekaan si wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hacker” palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslihat jurnalistik yang mirip kasus markus palsu di Indonesia juga terjadi di majalah The New Republic, AS. Stephen Glass dalam laporan berjudul Hack Heaven (18/5/1998) menulis cerita hacker berumur 15 tahun yang mengacak komputer perusahaan Juct Micronics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Glass merupakan wawancara eksklusif dengan Ian Restil, hacker yang disebutnya mirip Bill Gates muda. Bahkan, Glass mengaku hadir dalam pertemuan Restil dengan pimpinan Juct Micronics yang membujuk Restil jadi konsultan keamanan sistem informasi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya mau ke Disney World, komik X-Men, langganan majalah Playboy dan Penthouse. Perlihatkan uangnya,” kata Restil seperti dikutip Glass.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Uang sudah disiapkan,” jawab pimpinan Juct Micronics..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan terbukti, pertemuan di Hotel Hyatt, Maryland, yang dilaporkan Glass tidak ada. Ceritanya fiksi belaka. Ian Restil hanya rekaan Glass. Seperti dalam film Shattered Glass, Stephen Glass pun dipecat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi dan perusahaan media menghukum sangat keras wartawan yang melakukan muslihat jurnalistik. Blair, Cooke, dan Glass telah dipecat. Bahkan, demi tanggung jawab moral, atasan para wartawan tersebut juga melepaskan jabatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslihat jurnalistik bukan saja membahayakan kredibilitas dan reputasi media, tetapi lebih jauh lagi bisa mengancam kepercayaan publik terhadap media dan profesi jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika media merekayasa kebenaran dan wartawan menyampaikan kepalsuan, dari mana lagi masyarakat mendapat informasi yang akurat dan kredibel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika media tak bisa lagi diandalkan menyampaikan kebenaran, siapa yang bisa memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui (people right to know)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari pentingnya kebenaran dalam masyarakat, apalagi oleh pers yang bisnisnya menyampaikan kebenaran, muslihat jurnalistik adalah pelanggaran berat dan pelakunya wajib mendapat sanksi setimpal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhmad Kusaeni Wakil Pemimpin Redaksi Perum LKBN Antara, Tulisan Mewakili Pendapat Pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dimuat di :&lt;br /&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/14/05015211/muslihat.jurnalistik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-2241030622001212389?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/2241030622001212389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=2241030622001212389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/2241030622001212389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/2241030622001212389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/05/muslihat-jurnalistik.html' title='MUSLIHAT JURNALISTIK'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-7663917354870210098</id><published>2010-04-12T14:48:00.000+07:00</published><updated>2010-04-12T14:49:42.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kongres PDIP: Kemenangan Kubu Ideologis Atas Pragmatisme</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanur, Bali (ANTARA News) - Terpilihnya kembali Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP periode 2010-2015 dan pilihan tetap di jalur oposisi di tengah godaan untuk berkoalisi, membuktikan kemenangan kubu ideologis atas kubu pragmatis di elite partai banteng moncong putih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh-jauh hari sebelum Kongres, sudah tampak adanya pertarungan antara kubu ideologis yang diwakili oleh Megawati yang didukung akar rumput partai dengan kubu pragmatis yang melekat pada sosok Taufiq Kiemas yang didukung sejumlah elite partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana koalisi atau oposisi menjelang kongres mencerminkan kencangnya pertarungan internal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pidato politik Megawati pada pembukaan kongres mengakhiri pertarungan wacana itu. Puteri Proklamator RI Bung Karno itu menegaskan sikapnya pada jalan ideologi kerakyatan, bukan jalan pragmatisme pada kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengamat yang hadir di Bali seperti Effendi Gazali, Yudi Latif dan Ikrar Nusa Bhakti, memuji pidato Megawati itu sebagai sebuah proklamasi tentang ideologi kerakyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato itu ditindaklanjuti dengan pembentukan Majelis Ideologi PDIP yang beranggotakan tujuh orang yang berasal dari unsur dewan pimpinan pusat dan tokoh partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDIP telah menempatkan diri sebagai partai ideologis. Untuk itu diperlukan lembaga yang mewadahi arah gerak dan orientasi serta dinamika PDIP sebagai partai ideologis agar sesuai dengan Pancasila 1 Juni 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis ideologi antara lain bertugas untuk menerjemahkan ideologi menjadi program konkret partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Disambut baik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegasan PDIP sebagai partai ideologis dan janji elite partai untuk menuangkannya dalam kerja nyata tentu harus disambut baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Majelis Ideologi dalam struktur baru kepengurusan PDIP juga perlu diapresiasi karena majelis inilah yang bertugas mengejawantahkan prinsip-prinsip partai ideologis itu untuk kesejahteraan rakyat yang dikenal sebagai "wong cilik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah alasan untuk memberi penghargaan atas keputusan PDIP yang mengukuhkan diri menjadi partai ideologis. Yang utama adalah fakta bahwa hampir tidak ada lagi yang peduli terhadap Pancasila, padahal konstitusi masih menyebut Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam istilah Prof Azyumardi Azra, "Pancasila nyaris absen dalam wacana dan diskusi" di tengah hingar bingarnya pragmatisme yang melanda bangsa Indonesia, para elite politik seakan enggan membicarakan Pancasila, apalagi masyarakatnya. Pancasila sebagai dasar dan fondasi bangsa seolah disimpan dalam kotak besi sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit elite nasional dan calon pemimpin kehilangan jati diri sebagai anak bangsa. Berpikir pragmatis demi kepentingan sesaat, tetapi kehilangan masa depan karena tidak punya idealisme. Mereka silau terhadap budaya materi dari luar dan melupakan keluhuran budaya spiritual bangsa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, bangsa ini menjadi bangsa yang gaduh. Korupsi terus merajalela meski sudah sedemikian banyak pejabat, anggota DPR, dan tokoh yang ditangkap dan masuk bui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gebrakan KPK dan Satgas Mafia Hukum bukannya menambah efek jera dan menghasilkan penghargaan atas prestasi memerangi korupsi, tapi justru Indonesia naik menjadi peringkat nomor satu sebagai negara terkorup di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang mencibir&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini berbicara tentang Pancasila bisa membuat sementara orang mencibir. Hal ini karena adanya disparitas dan kesenjangan antara kelima sila Pancasila dan realitas dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Mustofa Bisri pernah melontarkan pernyataan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara semakin menjauh dari Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tokoh Nahdlatul Ulama tersebut, kondisi di negeri berketuhanan ini sudah seperti tanpa Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri yang berkemanusiaan yang adil dan beradab ini, katanya, sudah seperti tidak kenal lagi dengan perikemanusiaan. Persatuan Indonesia sudah seperti dilecehkan. Rakyat seperti tidak terwakili meski selalu diatasnamakan. Keadilan sosial hanya bagi segelintir orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Mustofa Bisri pun bertanya, "Masihkah Pancasila menafasi bangsa ini?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Mustofa Bisri itu adalah pertanyaan semua anak bangsa ini dan Megawati menjawabnya dengan tegas di Kongres III PDIP di Bali. Megawati menyerukan agar rakyat, setidaknya keluarga besar PDIP, untuk kembali ke ideologi Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik inilah Megawati dan PDIP mendapat apresiasi. Tapi, seperti diakui Megawati sendiri, tantangan bagi PDIP untuk kembali ke jalan ideologis juga tidak ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDIP harus bekerja dalam situasi psikopolitik "antipartai" dan "antiideologi". Partai nasionalis ini harus bekerja dalam masyarakat yang semakin pragmatis, transaksional, dan berfikir instan untuk kepentingan individual berjangka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megawati yang terus memimpin PDIP untuk lima tahun ke depan harus bekerja dalam situasi dimana sebagian pihak menganggap bahwa menduduki jabatan publik melalui partai adalah jalan baru bagi keamanan ekonomi. Partai bukan lagi alat ideologi, tapi alat akumulasi ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Partai menjadi alat sarana transportasi cepat untuk keuntungan ekonomi individual, bukan lagi sarana untuk kepentingan rakyat. Kita juga harus bekerja di dalam situasi dimana citra menjadi daya tarik baru yang jauh lebih kuat ketimbang ideologi,? kata Megawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah. Akan tetapi, Kongres III PDIP di Bali sudah meletakkan landasan untuk melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres bukan saja telah menegaskan kembali Pancasila 1 Juni 1945 sebagai ideologi partai yang bersifat final, tetapi juga harus mengembangkan instrumen agar Pancasila dapat bekerja dalam partai, dapat menjiwai keseluruhan program dan sikap partai, serta dapat menjadi karakter politisi partai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-7663917354870210098?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/7663917354870210098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=7663917354870210098' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7663917354870210098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7663917354870210098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/04/kongres-pdip-kemenangan-kubu-ideologis.html' title='Kongres PDIP: Kemenangan Kubu Ideologis Atas Pragmatisme'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-244661425692158299</id><published>2010-04-12T14:47:00.000+07:00</published><updated>2010-04-12T14:48:23.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>PDIP "Ogah" Jadi Moncong Biru</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanur (ANTARA News) - Jika ingin tahu demokrasi terpimpin itu bekerja, simaklah Kongres III PDIP di Sanur, Bali. Semua persoalan, debat, atau wacana, bisa diakhiri bila pimpinan partai sudah memutuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikemukakan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sepertinya menjadi kebenaran mutlak yang harus diikuti dan dilaksanakan oleh setiap kader partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya pemimpin yang kharismatik merupakan kekuatan (sebagian pengamat mengatakan justru kelemahan) dari partai berlambang banteng moncong putih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megawati, yang sudah memimpin partai itu selama belasan tahun, tetap menjadi sumbu tunggal di PDIP yang menentukan kebijakan partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat politik Tjipta Lesmana menilai kepemimpinan Megawati sangat sentralistik. Oleh para pengikut dan kadernya, Megawati dikultuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejah gesang, nderek Megawati. Benar atau salah, apa yang sudah diputuskan Megawati sebagai pemimpin tertinggi partai, harus diikuti dan dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Megawati sudah menegaskan PDIP tetap oposisi, misalnya, maka menjadi partai oposisi menjadi harga mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sudah menjadi garis api yang tidak bisa dilewati oleh siapa pun, termasuk Taufik Kiemas, suaminya sendiri, yang pernah mewacanakan koalisi dengan Partai Demokrat dan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PDIP tetap moncong putih, tolak jadi moncong biru!" begitu teriak aktivis Bendera yang berunjuk rasa di depan Hotel Inna Bali Beach saat Megawati menyampaikan pidato politik emosional yang diwarnai dua kali tangisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moncong putih artinya oposisi. Moncong biru bermakna koalisi karena biru adalah warna Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kontroversi Moncong Putih versus Moncong Biru punah sudah ketika Megawati pada pidato pembukaan Kongres memutuskan partai itu tetap berada di jalur oposisi dan menjadi penyeimbang pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai nasionalis ini enggan menjadi Moncong Biru dan menolak iming-iming koalisi yang digagas Taufik Kiemas, Ketua Dewan Pertimbangan PDIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDIP, menurut Megawati, akan tetap mengikuti takdir sejarah bahwa kekuasaan yang diberikan oleh rakyatlah yang akan diterima partainya, bukan kekuasaan yang diberikan oleh pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sampai banting haluan dari opisisi ke koalisi, ideologi PDIP bakal luntur dan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita diajarkan dan ditakdirkan oleh sejarah untuk mengangkat harga diri. Itu lebih utama dari urusan bagi-bagi kekuasaan. Kita tidak akan menjadi bagian dari kekuasaan yang tidak berpihak pada rakyat," kata Megawati dalam pidato politik 45 menit yang berapi-api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupus sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Mega sudah memutuskan oposisi, maka impian sejumlah kalangan dalam PDIP untuk koalisi pupus sudah. Impian untuk menjadi menteri di kabinet SBY bila ada pergantian pasca Pansus Bank Century, terpaksa harus dibuang jauh-jauh. Para penggagas Moncong Biru gigit jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana pasca pidato politik di arena dan di luar Kongres berubah. Poster-poster dan spanduk yang ada tinggal yang mendukung oposisi. Yang pro koalisi sudah terpental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pintu masuk Bali Inna Beach Hotel berjejer spanduk yang dipasang sejumlah DPD PDIP yang mendukung pilihan oposisi dan menolak koalisi. Orang-orang yang mengenakan kaos putih "Oposisi Harga Mati" makin banyak berlalu lalang dan bergerombol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, pekan lalu ada spanduk hitam yang dipampang dekat gerbang masuk Gedung DPR Senayan. Spanduk itu bicara soal pilihan menjadi oposisi atau koalisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambang PDIP tampak di tengah spanduk. Di sebelah kiri gambar banteng itu ada tulisan "Koalisi" berwarna putih dengan tanda panah di bawahnya menunjuk dua nama, yaitu Taufik Kiemas dan Puan Maharani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tulisan "Oposisi" disisi lainnya juga disertai anak panah yang menunjuk Megawati dan Prananda (putera Megawati). Di atas lambang partai tertera pertanyaan: "Anda pilih yang mana?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spanduk itu kini telah hilang. Barangkali karena pilihan sudah jelas dan lugas. Megawati pilih oposisi. Itu garis partai yang sudah tidak bisa diganggu-gugat lagi. Layar sudah dikembangkan. Itu berarti surut untuk mundur dan kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah menegaskan keputusannya beroposisi, Megawati mengutip ucapan bijak ayahnya, Bung Karno, pendiri Republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kerjakanlah kewajibanmu dengan tidak menghitung-hitung akibatnya. Majulah terus, jangan mundur. Mundur hancur, mandeg ambleg, bongkar, maju terus", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tinggal para pengamat dan analis politik yang ramai mengomentari keputusan itu. Ada yang bilang bahwa bagi PDIP menjadi oposisi atau koalisi tidak banyak dampaknya bagi perolehan suara partai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pemilu 2009 dengan posisi oposisi, PDIP hanya memperoleh 95 kursi (14 persen suara) dan menempati posisi ketiga setelah Partai Demokrat dan Golkar. Pada saat berkuasa pada Pemilu 2004, PDIP tidak bisa mempertahankan kemenangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, PDIP kurang bisa memainkan perannya baik ketika berkuasa maupun ketika menjadi oposisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berkuasa, tidak bisa menghasilkan kebijakan yang menarik publik. Saat beroposisi juga tidak bisa menggoreng isu yang menarik publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah tantangan bagi pengurus baru PDIP periode 2010-2015.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-244661425692158299?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/244661425692158299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=244661425692158299' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/244661425692158299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/244661425692158299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/04/pdip-ogah-jadi-moncong-biru.html' title='PDIP &quot;Ogah&quot; Jadi Moncong Biru'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-7128499634200821996</id><published>2010-04-12T14:45:00.000+07:00</published><updated>2010-04-12T14:46:45.004+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kongres PDIP: Baru Dibuka "Sudah Selesai"</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres PDIP: Baru Dibuka Sudah Selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanur, Bali (ANTARA News) - Keajaiban ini hanya terjadi di Partai Banteng Moncong Putih. Baru saja dibuka pada Selasa, Kongres III Partai Demokrasi Perjuangan di Sanur, Bali, dianggap "sudah selesai". Padahal, Kongres dijadwalkan baru berakhir hari Jumat, atau tiga hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda utama pemilihan ketua umum partai periode 2010-2015 sudah tuntas justeru sebelum kongres digelar. Megawati Soekarnoputri terpilih kembali menjadi ketua umum untuk lima tahun mendatang. Kongres tinggal ketuk palu mengesahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas jauh-jauh hari sudah mengatakan kongres partai telah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya rasa semua anak cabang itu sudah memilih satu nama. Satu nama untuk Ketua Umum, satu nama untuk ketua DPC, dan satu nama untuk ketua DPD," kata tokoh yang biasa dipanggil TK itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, hanya foto Megawati yang ada di baliho, spanduk, atau bendera, yang dipasang di hampir sepanjang jalan di Bali. Makin mendekati kawasan Sanur, tempat berlangsungnya Kongres III PDIP, baliho, spanduk dan bendera warna merah makin ramai dan meriah. Kalaupun ada gambar tokoh lain, sang tokoh memberi selamat atau dukungan kepada Megawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada foto calon ketua umum lain yang terlihat. Guruh Soekarnoputra, adik Megawati yang mencoba" menantang "kakaknya, sama sekali tak kelihatan jejak kehadirannya di arena Kongres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pendukung Guruh pernah mencoba memasang spanduk dan poster Guruh di sekitar hotel lokasi Kongres, tapi dicopot oleh pendukung Megawati. Poster itu kini lenyap tak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Habis dicabuti orang-orang Puan (Maharani)," kata Tricahya Budi, dari tim sukses Guruh Soekarnoputra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pencopotan poster Guruh, kata Budi, karena pihak lawan menganggap adanya calon ketua umum lain atau tandingan sebagai provokasi. Jadi hanya gambar Megawati yang boleh dipasang. Gambar calon lain dianggap sebagai provokator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itulah sebabnya Mas Guruh gak datang ke Bali. Kami menolak Kongres yang tidak fair dan tidak mendengarkan suara ranting-ranting," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktis Kongres III PDIP milik Megawati. Ini juga dibuktikan dengan ramainya kader-kader PDIP yang mengenakan kaos putih atau merah bertulisankan "Oposisi Harga Mati" di sekitar arena Kongres. Menjadi oposisi sejati jelas suara Megawati. Suara Taufiq Kiemas yang membuka peluang untuk koalisi dengan Partai Demokrat dan pemerintahan SBY nyaris tidak terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jempol darah untuk tetap oposisi. Hidup Megawati," teriak pemuda berkaos "Oposisi Harga Mati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDIP yang mengusung kembali Megawati meski perolehan suara partai terus merosot dan Megawati dua kali pecundang dalam pemilihan presiden diyakini sudah berproses dari bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Kongres Bali dianggap milik Megawati? Ini karena Guruh Soekarnoputra dan kandidat lain tidak bergerak cepat jauh-jauh hari. Mekanisme yang berlaku di partai mengatur bahwa siapa pun yang mencalonkan diri menjadi ketua umum PDIP, harus bergerak enam bulan lalu dengan mendekati PAC se-Indonesia yang berjumlah 7.000 se-Indonesia, 512 DPC, dan 33 PDD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sanggup mengumpulkan 3,600 PAC maka harapan untuk terpilih besar, " kata Taufiq Kiemas yang juga Ketua MPR itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Guruh adalah tidak mendekati PAC se-Indonesia, melainkan dia mendekati media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kampanye di koran, itu bukan gaya PDIP. Kita selalu memberi kesempatan semua orang boleh, tapi kampanye di desa-desa, bukan di media," sindir TK seperti dikutip sejumlah media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Sekjen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, yang ramai dibicarakan di Kongres III PDIP adalah siapa sekretaris jenderal yang bakal mendampingi Megawati lima tahun ke depan. Apakah tetap Pramono Anung, Sekjen sekarang, atau Tjahyo Kumolo yang kini menjabat Ketua Fraksi PDIP di DPR? Atau ada calon lain yang bisa saja pada menit-menit terakhir muncul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga jadi wacana adalah dibuatnya struktur baru posisi wakil ketua umum. Sejumlah orang menilai struktur baru itu dibuat untuk menyiapkan dan mematangkan Puan Maharani. Jika Puan berhasil menduduki kursi wakil ketua umum, peluangnya untuk menjadi orang nomor satu PDIP pada 2015 akan terbuka lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naga-naga kearah mendorong Puan ke puncak pimpinan partai banteng moncong putih itu sudah kasat mata. Poster-poster Megawati lebih banyak didampingi oleh Puan ketimbang katakanlah Muhamad Prananda, putera kedua Megawati dari pernikahan dengan almarhum Letnan Satu Penerbang Surindro Suprijarso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap konferensi pers penting, Puan selalu mendampingi Megawati. Dimana ada Megawati disitu ada Puan Maharani. Para pendukung Puan untuk menjadi wakil ketua umum PDIP juga sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bergerilya di "arena Kongres. Pengurus PDIP Jawa Tengah dan Sumatera Selatan adalah para penyokong Puan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris PDIP Sumatera Selatan Gantada Aliandra terang-terangan mendukung Puan Maharani menjadi wakil ketua umum atau pelaksana harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Puan sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya siap," katanya dengan suara lantang dan tegas mirip Megawati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-7128499634200821996?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/7128499634200821996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=7128499634200821996' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7128499634200821996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7128499634200821996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/04/kongres-pdip-baru-dibuka-sudah-selesai.html' title='Kongres PDIP: Baru Dibuka &quot;Sudah Selesai&quot;'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-7388866515794362373</id><published>2010-02-03T15:38:00.000+07:00</published><updated>2010-02-03T15:39:46.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Politisasi Olahraga, Mengapa Tidak?</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Dalam acara bedah buku "99 Tokoh Olahraga Indonesia (Catatan Satu Abad 1908-2008)" terbitan ANTARA Pustaka Utama, Selasa (2/2), muncul pertanyaan, dalam hingar bingar demokrasi yang ribut dan gaduh, apakah mungkin sebuah peristiwa olahraga bebas dari politisasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang menjawab tidak mungkin dipolitisasi. Tetapi, dalam dosis tertentu, olahraga agaknya memang harus dipolitisasi, apalagi sejarah membuktikan banyak peristiwa olahraga atau sepak terjang tokohnya menjadi gerakan politik atau berpengaruh secara politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja apa yang dilakukan oleh petinju legendaris Mohammad Ali. Penentangannya untuk masuk wajib militer dan penolakannya dikirim ke Vietnam telah mendorong gerakan antiperang mencapai momentumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan tentara Amerika Serikat dalam Perang Vietnam dipersoalkan, terutama yang dikirimkan ke garis depan dan mati dalam kantong-kantong mayat umumnya adalah prajurit berkulit hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan sangat memalukan, Presiden AS Lyndon B Johnson menarik pasukan AS dari Vietnam setelah sekitar 58.000 tentara AS mati di rawa-rawa atau lubang-lubang tikus jebakan tentara Vietcong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat desakan gerakan antiperang yang antara lain dari tokoh seperti Mohammad Ali dan John Lennon dengan slogannya yang terkenal "Make Love, Not War", Menteri Pertahanan Robert S McNamara akhirnya mengakui apa yang dilakukan tentara AS di Vietnam adalah "It is wrong, terribly wrong".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohamad Ali pun kemudian dikenal bukan saja sebagai petinju tersohor, tetapi juga tokoh anti perang dan kampiun gerakan antidiskriminasi warna kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Joe Hok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, tokoh olahraga nasional yang gerakannya berdampak politik signifikan adalah pebulutangkis tangguh Tan Joe Hok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bisa disamakan dengan Mohammad Ali dalam upayanya memperjuangkan persamaan hak warga negara tanpa memperhitungkan asal-usul dan warna kulitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku "99 Tokoh Olahraga Indonesia" yang diterbitkan Perum LKBN Antara bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga itu bisa dibaca cerita prestasi, perjuangan, harapan dan cita-cita Tan Joe Hok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang ditakdirkan sebagai keturunan Cina itu lahir di Bandung, 11 Agustus 1937, jauh sebelum Republik Indonesia lahir. Ia telah mengharumkan nama Indonesia lewat prestasi tingginya dalam bulutangkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1958, Joe Hok memperkuat tim Piala Thomas yang berhasil membawa pulang trofi kejuaraan dunia beregu putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun berikutnya, ia mencetak sejarah dengan menjadi pebulutangkis Indonesia pertama yang menjuarai All England. Tidak cukup dengan itu, ia menyusul gelar itu dengan menjadi juara di Kanada dan Amerika Serikat yang membuat namanya menghiasi majalah olahraga terkenal "Sport Illustrated" edisi 13 April 1959.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di generasinya selalu memuja-muji Tan Joe Hok dan mengakuinya sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang membuat etnis Cina dan pribumi menyatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda hidup di masa atau generasinya, Anda akan menyaksikan masyarakat amat antusias menyaksikannya bertanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris semua orang berkumpul di rumah-rumah yang memiliki pesawat televisi. Mereka berdoa, harap-harap cemas, menonton pertandingan All England atau Piala Thomas, dan sesekali tepuk tangan berteriak mengelu-elukan jagoannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidup Tan Joe Hok! Hidup Indonesia!" begitu masyarakat mendukung dan berada di belakang Tan Joe Hok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Joe Hok membuat hubungan antaretnis Tionghoa dan pribumi di banyak tempat di Indonesia berjalan harmonis, sehingga dia dianggap pahlawan oleh banyak kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak butuh gelar pahlawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Joe Hok ternyata tidak membutuhkan gelar pahlawan. Ia hanya menginginkan persamaan status haknya yang waktu itu masih berbeda, antara dia yang keturunan Tionghoa dengan warga pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan gelar pahlawan atau penghargaan sejenisnya yang saya minta. Tetapi, kalau boleh saya berharap, saya hanya ingin diakui sebagai putera Indonesia, dan tidak lagi dimintai SBKRI, karena itu menyakitkan," katanya seperti tertulis di buku jenis coffee table setebal 278 halaman berharga jual Rp300.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joe Hok mengaku selalu terganggu ketika diminta Surat Tanda Bukti Kewarganegaraan RI (SBKRI) dalam berbagai urusan dengan negara. Bahkan sekalipun undang-undang sudah menghapuskannya, pada praktiknya surat itu tetap diminta saat dia mengurus paspor pada awal 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak pernah mengungkapkannya, Joe Hok yang pernah merasakan pahit manisnya pemerintahan Presisden pertama RI Soekarno hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, mengaku tidak mengerti mengapa masih ada orang yang meragukan kewarganegaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut wartawan senior A.R. Loebis, salah satu penulis buku, Joe Hok telah berjuang bukan hanya untuk mengharumkan nama bangsa dan Republik Indonesia, tapi dengan caranya sendiri telah memperjuangkan persamaan hak bagi warga negara Indonesia keturunan Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diperjuangkan oleh Joe Hok, menurut Loebis, sebagian sudah bisa dinikmati oleh warga Tionghoa Indonesia. Meriahnya suasana menjelang Imlek sekarang ini tidak lepas dari jerih payahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Tionghoa sudah bisa mendirikan sekolah sendiri, bebas menggunakan bahasa Mandarin, menerbitkan Koran berbahasa Cina, bahkan bisa menikmati berita Xin Wen di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika datang ke mal dan pusat-pusat perbelanjaan, suasana Gong Xie Fa Cai sangat meriah. Atraksi barongsai, lampu dan hiasan warna merah sangat mendominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu sedikit banyak ada sumbangsih dari Tan Joe Hok," kata Loebis usai bedah buku bersama grandsmaster catur Utut Adianto, Deputy V Menko Kesra Sugihartatmo, dan pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga Yuni Poerwanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang kiprah, prestasi dan perjuangan Tan Joe Hok di Indonesia dan Mohammad Ali di Amerika Serikat membuktikan bahwa olahraga bisa berdampak politis dan bisa dipolitisasi untuk tujuan-tujuan yang baik dan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sportivitas dunia politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lain yang harus didorong dari dunia olah raga ke dunia lain, terutama dunia politik adalah aspek sportivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap atlet telah ditempa bahwa kalah menang dalam pertandingan adalah hal biasa. Yang penting adalah persiapan, latihan, dan memberikan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia olahraga berlaku siapa cepat, siapa kuat, dia yang menang, yang juga merupakan motto Olimpiade, citius (lebih cepat), altius (lebih tinggi), fortius (lebih kuat). Siapa yang menang, dia yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia politik, kalah-menang menjadi tidak biasa. Politikus siap menang, tetapi belum tentu siap kalah. Itulah yang menyebabkan bangsa Indonesia, seperti disebut beberapa kalangan, sebagai bangsa yang ribut dan gaduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sportivitas dalam dunia olahraga itu patut diadopsi pula oleh dunia politik, termasuk di Pansus DPR soal Bank Century. Itulah yang dimaksud politisasi olahraga. (*)&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-7388866515794362373?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/7388866515794362373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=7388866515794362373' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7388866515794362373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/7388866515794362373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/02/politisasi-olahraga-mengapa-tidak.html' title='Politisasi Olahraga, Mengapa Tidak?'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-4159742925322125349</id><published>2010-01-05T14:55:00.000+07:00</published><updated>2010-01-05T14:56:54.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Yang Tak Diketahui Aditjondro dari "PSO" ANTARA</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Don't judge a book by its cover". Sampul buku George Junus Aditjondro "Membongkar Gurita Cikeas di Balik Skandal Bank Century" tidak sesuai dengan isinya, khususnya mengenai yang terkait dengan persoalan tudingan dana PSO LKBN Antara dialihkan ke tim sukses SBY-Boediono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai "orang dalam" Perum LKBN Antara, kami semua terkaget-kaget di buku kontroversial itu terselip bab khusus "Pemanfaatan PSO LKBN Antara untuk Bravo Media Center" sepanjang tiga halaman. Yang membuat Keluarga besar Antara tidak terima adalah tuduhan George bahwa "separuh dari dana PSO LKBN Antara yang berjumlah Rp40,6 miliar mengalir ke Bravo Media Center".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kami "orang dalam Antara" termasuk Dirut Ahmad Mukhlis Yusuf meradang. Pada kesempatan pertama, kami segera menyatakan melalui media bahwa tuduhan itu sama sekali tidak benar. Mekanisme, proses dan prosedurnya, tidak mungkin dana PSO itu dialihkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LKBN Antara segera menuntut agar George Aditjondro merevisi bukunya. Selain memberikan somasi, Direksi juga memutuskan untuk kampanye media dengan menjelaskan duduk perkaranya. Dirut Antara Ahmad Mukhlis tampil di sejumlah stasiun televisi dan di Metro TV berhadapan langsung dengan George Aditjondro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tatap mata saya George, apakah ada kebohongan di sini?" kata Mukhlis sebelum diskusi dimulai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;George tidak berani menatap mata Mukhlis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ketika Mukhlis hendak menatap mata George untuk memastikan tidak ada kebohongan dibalik matanya, penulis buku Gurita Cikeas itu memilih untuk menatap tembok atau langit-langit. Dari peristiwa itu, Mukhlis merasakan bahwa George tidak memiliki dasar kuat dalam tuduhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka ketika dialog ditayangkan langsung, saya pegang tangan George. Saya katakan jika tuduhan pengalihan dana PSO Antara itu tidak benar, tolong Pak George direvisi. Akhirnya dia mengakui keliru dan akan merevisi bukunya," kata Mukhlis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mengaku data dan informasi diperoleh dari "orang dalam Antara", sepertinya George tidak tahu apa dan bagaimana PSO Perum LKBN Antara. Akibatnya, kesimpulan dia soal pemanfaatan dana PSO itu ke Bravo Media Center menjadi blunder yang sangat keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah penjelasan mengenai PSO LKBN Antara, siapa tahu berguna bagi George sebagai bahan revisi bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dan landasan hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan konstitusional pemerintah untuk memberikan subsidi dalam bentuk kewajiban pelayanan publik (PSO) antara lain pada pasal 34 UUD 1945, yang berbunyi: "Negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak". Pasal tersebut dijabarkan dalam berbagai undang-undang dan peraturan pemerintah di bawahnya, yang memberikan petunjuk teknis dan khusus mengenai peranan pemerintah dalam penyediaan pelayanan umum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 66 UU tentang BUMN menyatakan bahwa dengan persetujuan para pemegang saham/Menteri Negara BUMN, pemerintah dapat mewajibkan sebuah BUMN untuk melaksanakan tugas khusus bagi kepentingan masyarakat. Penjelasan dari UU itu menyebutkan bahwa pemerintah berkewajiban menyediakan kompensasi bagi semua biaya yang ditimbulkan ditambah dengan margin jika penugasan itu tidak layak secara finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor transportasi, misalnya, PSO diberikan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), PT Kereta Api (KA), dan PT Perum Damri. Dana PSO dialokasikan untuk menjaga agar tarif angkutan terjangkau masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Perusahaan Pelni Abubakar Goyim menjelaskan, Pelni menggunakan dana PSO untuk mengoperasikan kapal pada trayek-trayek pelayaran yang ditugaskan pemerintah. Misalnya, untuk membuka rute pelayaran ke Miangas atau Papua, yang sulit ditembus oleh pesawat udara sekalipun. Dana PSO itu untuk membayar selisih tarif yang dikenakan kepada penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun, besaran dana PSO Pelni disesuaikan dengan laju inflasi dan harga BBM. Tahun 2009, Pelni mendapat alokasi dana PSO Rp 635 miliar atau turun dari 2008 sebesar Rp 850 miliar karena penurunan harga BBM. "Dana sebesar itu digunakan untuk mengoperasikan 23 kapal yang harus melayani trayek yang ditugaskan pemerintah," jelas Abubakar dalam sebuah wawancara dengan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengakui, besaran PSO seringkali tidak sesuai dengan kebutuhaan riil di lapangan. Kondisi itu seringkali membuat Pelni merugi. "Namun kami harus tetap menjalankannya dan tidak boleh bilang bahwa PSO itu membebani perusahaan," tegas Abubakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Kepala Komunikasi Publik PTKA Adi Suryatmini. PTKA menerima dana PSO agar tarif KA kelas ekonomi terjangkau sesuai daya beli masyarakat. "Dengan PSO, kami tidak merugi sedikitpun karena memang sudah menjadi tugas perseroan sebagai perusahaan negara," ungkap dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengakui, realisasi dana PSO seringkali tidak sesuai harapan. Untuk tahun ini misalnya, KA hanya mendapatkan alokasi dana PSO Rp 535 miliar, padahal perseroan mengusulkan dana PSO untuk operasional KA kelas ekonomi, termasuk memperbarui KA kelas tersebut, sebesar Rp 650 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyebarluaskan informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ketika Antara menjadi Perusahaan Umum (Perum) pada tahun 2007, maka pemerintah melalui PP No.40 Tahun 2007 memberikan penugasan khusus melalui PSO untuk "peliputan dan/atau penyebarluasan informasi kegiatan kenegaraan dan kemasyarakatan baik di tingkat nasional, daerah, maupun internasional". Perum LKBN Antara juga ditugaskan untuk "menyediakan jasa berita, foto jurnalistik, grafik, data seketika, audio visual, teknologi informasi, dan multimedia lainnya yang berkaitan dengan kegiatan kenegaraan dan kemasyarakatan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai Keputusan Menteri BUMN No. 101/MBU/2002 Pasal 12, maka "Seluruh biaya yang harus dikeluarkan dalam rangka pelaksanaan penugasan oleh pemerintah, sepenuhnya menjadi beban pemerintah sebagai pemberi penugasan". Dibanding PT Pelni atau PT KA, dana PSO untuk Perum Antara tidak seberapa, yaitu Rp40,6 miliar (2008) dan Rp50 miliar (2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan dana PSO itu dilakukan dengan aturan teknis yang ketat. Tidak semua berita yang diproduksi LKBN Antara bisa dibayarkan PSO-nya. Hanya yang memenuhi syarat dan kriteria yang ditugaskan saja yang bisa diklaim pembayarannya. Setiap bulan tim antar departemen, seperti Depkominfo, Depkeu dan Kementerian Negara BUMN, melakukan verifikasi atas berita tersebut. Berita/foto/gambar yang tidak lolos verifikasi digugurkan dan tidak bisa dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahun 2009 misalnya, syarat berita yang bisa dibayarkan PSO-nya harus menyangkut lima tema, yaitu (1) Demokratisasi dan Pemilu; (2) Perkembangan dan Kebijakan ekonomi Indonedia di tengah krisis ekonomi global; (3) Millenium Development Goals (MDGs); (4) Karakter bangsa dan (5) Citra bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, Perum LKBN Antara ditugaskan untuk meliput dan menyiarkan berita-berita yang terkait dengan kepentingan public sesuai tema-tema tersebut. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Umum (Perum) LKBN Antara disebutkan tugas pokok dan fungsi Antara. Salah satunya adalah untuk memberikan dukungan dan memperlancar tugas Negara/pemerintah dalam penyebaran informasi publik dan informasi kebijakan pemerintah, kenegaraan dan kemasyarakatan, baik nasional maupun internasional, melalui bidang jurnalistik (pasal 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terciptanya masyarakat yang melek informasi (informed society) adalah cita-cita ideal bangsa Indonesia. Adalah menjadi tugas semua stakeholder negara untuk membebaskan rakyat Indonesia dari kesengsaraan, lewat peningkatan kesejahteraan dan demokratisasi yang dicapai berkat pemanfaatan teknologi dan akses informasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era reformasi dan industri sekarang ini, arus informasi seperti air bah yang menggulung siapa saja. Semua orang seperti tertabrak informasi baik melalui media cetak, radio atau televisi. Sayangnya, limpahan informasi tak kunjung mencerdaskan khalayak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reformasi telah membuka pasar industri media yang ramai dan hingar bingar. Namun, maraknya media massa tidak dibarengi dengan isi yang mendidik. Publik banyak disuguhi informasi yang sensasional, cenderung vulgar, provokatif, yang bersumber dari jurnalisme negatif ala "bad news is good news". Akibatnya, publik yang terseret banjir informasi mengalami titik kejenuhan informasi (information saturated). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publik, dalam situasi seperti ini, hanya diposisikan sebagai khalayak pasif. Publik tak lebih dari konsumen yang habis-habisan dieksploitasi oleh pasar media maupun bisnis informasi. Hak masyarakat untuk mengetahui (people right to know) tidak terlayani dengan sebaik-baiknya oleh pelaksanaan industri pers komersial yang didikte oleh rating dan mekanisme pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disayangkan banyak pihak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini disayangkan banyak pihak. Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada Hari Pers Nasional 9 Februari 2008 di Semarang mengajak pers untuk mengembangkan jurnalisme positif. Media diimbau untuk lebih obyektif untuk memberitakan persoalan kemasyarakatan dan kenegaraan sehingga bisa menumbuhkan harapan dan optimisme di kalangan rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada Rapat Kabinet Terbatas yang membahas permasalahan Perum Antara di Istana Negara 28 Februari 2008, Kepala Negara juga secara khusus meminta Perum Antara betul-betul memberikan kontribusi optimal kepada bangsa dan negara dengan memberitakan suatu berita-berita yang sportif dan menarik dengan sudut pandangan kepentingan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Perum LKBN Antara sebagai kantor berita nasional harus memiliki visi dan misi yang berbeda dengan pers komersial. Visi Antara adalah menjadi kantor berita berkelas dunia, terdepan di Asia Pasifik, dalam mewujudkan masyarakat berbasis pengetahuan. Sedang misinya adalah menyebarluaskan informasi tentang Indonesia ke dalam dan ke luar negeri dengan menyediakan informasi secara cepat, akurat dan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perum Antara juga mendapat penugasan khusus dari pemerintah melalui PSO untuk menyediakan jasa berita teks, foto, dan TV (audio visual) yang berkaitan dengan kegiatan kenegaraan dan kemasyarakatan yang bertitik tolak pada tema-tema yang menyangkut kepentingan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah kantor berita yang didirikan oleh pendiri bangsa dan menjunjung tinggi etika jurnalistik, Perum Antara menyadari sepenuhnya bahwa tugas utama media adalah mengabdi kepada kebenaran dan loyalitasnya adalah kepada kepentingan publik, bukan kepada politisi atau siapapun. Dengan demikian, jika ada yang menuding bahwa Antara bekerja untuk kepentingan politisi tertentu atau mengalihkan dana PSO kepada tim sukses calon presiden tertentu, itu berarti sangat naif dan tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika George Aditjondro tidak mau dibilang naif dan seorang "non-sense", seharusnya pada kesempatan pertama dia meminta maaf dan merevisi kembali bukunya.(*)&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.antaranews.com/berita/1262500770/yang-tak-diketahui-aditjondro-dari-pso-antara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-4159742925322125349?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/4159742925322125349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=4159742925322125349' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/4159742925322125349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/4159742925322125349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/01/yang-tak-diketahui-aditjondro-dari-pso.html' title='Yang Tak Diketahui Aditjondro dari &quot;PSO&quot; ANTARA'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-1793663239053388259</id><published>2010-01-05T14:53:00.000+07:00</published><updated>2010-01-05T14:54:24.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Ahmadinejad Kecam Media Barat</title><content type='html'>Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengecam media Barat yang dianggap tidak sehat dan sering memberitakan miring terhadap dirinya dan negara-negara berkembang seperti Iran dan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka mengklaim independen, tetapi sesungguhnya punya angle dan agenda pemberitaan sendiri. Media seperti itu tidak sehat dan negatif," katanya menjawab pertanyaan wartawan Antara Akhmad Kusaeni di Teheran, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Ahmadinejad ditanyakan apakah dirinya merasa tidak senang dengan pemberitaan media Barat yang selalu memojokan dirinya dan Iran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden yang dikenal vokal dan bersuara keras terhadap Amerika Serikat itu mengatakan dirinya tidak terganggu dengan media Barat yang suka menjadikannya bulan-bulanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak bersedih kalau orang jahat memberitakan negatif terhadap Iran, karena sudah pasti itu kebohongan. Tapi saya sangat sedih kalau orang baik seperti anda memberitakan hal miring terhadap Iran," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Barat dan media di Asia Pasifik, katanya, punya cita rasa yang berbeda dalam memilih angle pemberitaan dan agenda liputannya. Media di Asia Pasifik cenderung mengarah kepada pemberitaan yang sejuk, damai dan menyebarkan persahabatan ke seluruh penjuru dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Laporannya yang akurat membuat hati dan gagasan bersatu untuk kehidupan yang lebih baik. Saling menghargai antara negara adalah karakter dari media di negara berkembang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan media Barat yang dipengaruhi Yahudi, menurut Ahmadinejad, penuh prasangka dan siasat. Media Barat selalu membesar-besarkan hal-hal kecil di negara berkembang seperti Iran dan Indonesia, sementara mereka mengabaikan persoalan dan isu besar seperti yang terjadi di Palestina dan di Amerika Serikat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, masalah kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel di jalur Gaza oleh media Barat diputarbalikan mengenai siapa si jahat dan siapa si baik. Media Barat membalikan fakta dengan menggambarkan warga Gaza sebagai teroris, sementara Israel disebutkan sebagai pembela dunia bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lain, Ahmadinejad mengatakan, jika terjadi keributan kecil di penjara Indonesia atau unjuk rasa di Iran, media Barat dengan gegap gempita memberitakannya. Peristiwa yang biasa dan wajar terjadi di mana saja itu menjadi fokus pemberitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka memberitakan peristiwa di Indonesia atau di Iran itu dengan bersemangat. Diberikan analisa, diambil kesimpulan, seolah-olah hal besar dan buruk terjadi di negeri kita," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Adil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut pandang pemberitaan seperti itu menurut Ahmadinejad, merupakan sudut pandang yang sangat tidak adil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, keributan di penjara Amerika Serikat dan penanganan refresif terhadap pengunjuk rasa di negara Barat tidak diliput dan dianalisa sebagaimana mereka melakukannya terhadap peristiwa yang terjadi di Indonesia atau Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa banyak kerusuhan besar di penjara Amerika dan kebrutalan aparat keamanan di sana yang terjadi. Tapi kita tidak melihatnya ada dan dibesar-besarkan di media," lanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Iran itu menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke New York saat Sidang Majelis Umum PBB beberapa bulan lalu. Hampir semua media utama di negeri itu seperti Washington Post, New York Times, Newsweek, dan jaringan televisi AS, mewawancarainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengherankan Ahmadinejad adalah hampir semua pertanyaan, arah pemberitaannya, dan hasil liputannya sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini mengherankan. Bagaimana mungkin terjadi? Mereka mengklaim diri independen, tapi ternyata sama semua. Barangkali pemilik media-media yang sepertinya banyak itu hanya satu, yaitu kaum Yahudi," tegasnya sambil mengusap janggutnya yang lebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengakhiri dominasi pemberitaan media Barat yang seperti itu, Ahmadinejad menyerukan agar anggota Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) yang beranggotakan 40 kantor berita dari 33 negara itu bersatu dan bersinergi dalam menyuarakan kebenaran dan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya dengan cara itu, dominasi media Barat yang dipengaruhi Yahudi, bisa diimbangi dan diakhiri di masa depan," demikian Presiden Ahmadinejad. (*)&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.antaranews.com/berita/1258444942/ahmadinejad-kecam-media-barat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-1793663239053388259?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/1793663239053388259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=1793663239053388259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1793663239053388259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1793663239053388259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/01/ahmadinejad-kecam-media-barat.html' title='Ahmadinejad Kecam Media Barat'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-4040246154759045109</id><published>2010-01-05T14:45:00.000+07:00</published><updated>2010-01-05T14:47:00.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Loyalitas Menteri</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik adalah seni meraih kekuasaan. Satu-satunya cara memiliki kekuasaan itu adalah dengan mengendalikan pemerintahan atau paling tidak, berada di pemerintahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loyalitas, di sisi lain, adalah sebuah bentuk kesetiaan kepada partai. Loyalitas memerlukan kesetiaan, pengabdian dan kejujuran. Seorang loyalis siap mengorbankan apa saja untuk partainya. Loyalis adalah serdadu partai dalam arti kata yang sebenarnya. Ia akan mempersembahkan hati, jiwa dan raganya untuk kemaslahatan partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sejumlah politisi dan pimpinan partai berada di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, apakah loyalitas masih relevan dalam politik Indonesia sekarang ini? Tentu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ”loyalitas” tidak akan pernah bisa terhapus dari kamus perbendaharaan politik di negeri ini, atau di negeri mana saja. Setiap ada pemerintahan baru atau terbentuknya kabinet baru, kata ”loyalitas” selalu muncul dalam dua bentuk yang berseberangan 180 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi ada pihak yang mempertanyakan loyalitas para menteri baru dalam kabinet, khususnya yang berasal dari partai-partai koalisi. Di pihak lain, Presiden atau Perdana Menteri yang membentuk kabinet, meminta para menterinya menanggalkan loyalitas kepada partainya dan diganti menjadi loyalitas kepada bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loyalitas ke partai berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1941, Presiden Persemakmuran Filipina yang pertama, Manuel L.Quezon, mengemukakan kalimat yang paling banyak dikutip ketika orang membicarakan masalah loyalitas politik atau loyalitas kabinet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”My loyalty to my party ends where my loyalty to my country begins", begitu kata Ketua Senat yang terpilih menjadi Presiden Filipina.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang salah sangka mengira kutipan itu berasal dari Presiden Amerika Serikat John F Kennedy. Nyatanya, literatur sejarah merujuknya ke Quezon. Dalam bahasa Tagalok, kutipan Quezon itu berbunyi “Ang katapatan ko sa aking partido ay magwawakas sa pagsibol ng katapatan ko sa aking bansa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tahun 1941. Pada 22 Oktober 2009 di Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika melantik 34 menteri kabinetnya, mengatakan hal yang hampir sama dengan yang dikemukakan Quezon.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;SBY meminta para menteri, anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, untuk menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan partai politik, kelompok, atau golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY perlu wanti-wanti dari awal soal loyalitas ini karena sebanyak 19 dari 34 menteri berasal dari partai politik. Di antara mereka bahkan ada ketua umum parpol, yaitu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali yang menjadi Menteri Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dari mana pun Saudara berasal, termasuk dari partai politik mana pun, saya berharap letakkanlah kepentingan pemerintah, bangsa, dan negara di atas kepentingan partai politik, kelompok, atau pun golongan. Jangan di balik,” kata SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, SBY yang pemerintahannya merupakan hasil koalisi multipartai, menekankan pentingnya loyalitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monoloyalitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diamati sejarah kabinet masa Orde Baru, dari Kabinet Pembangunan I (1968-1973) sampai Kabinet Pembangunan V (1988-1993), Presiden Soeharto bukan hanya menekankan pentingnya loyalitas, bahkan ia menuntut monoloyalitas dari para menteri-menterinya. Sebaliknya, Soeharto juga sangat loyal terhadap para menteri-menterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ”Anatomi Indonesia Inc.”, Christianto Wibisono menulis bahwa Soeharto memberikan kepercayaan bulat dan tuntas kepada pembantu mandataris yaitu para menteri. Jarang dan tidak pernah ada menteri yang diberhentikan dalam masa jabatan, semuanya selamat melewati masa bakti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto sebagai atasan, kata Christianto, berani memilih, berani mempertanggungjawabkan pilihan, dan membela bawahan sebagai pembantu, mengambil alih tanggung jawab politis dari menteri yang bersangkutan apa pun kesalahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Christianto, loyalitas tipe demikian ini dapat menumbuhkan esprit de corps yang tinggi dan juga loyalitas balik dari para menteri, sehingga mereka diharapkan akan memberikan ”imbalan” berupa kerja keras, prestasi tinggi atas ”kemurahan hati loyalitas” atasan yang telah mempercayakan sebagian hidup jutaan rakyat pada sektor tentu ke pundak menteri yang bersangkutan.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Jika loyalitas pimpinan yang demikian tinggi sampai disalahgunakan oleh para bawahan, maka menteri yang tidak melaksanakan tugas dengan baik sehingga merugikan kepentingan nasional yang mencolok, tentu menteri itu ”dosanya dobel”, karena sudah dibackingi dan diproteksi oleh wibawa Mandataris yang demikian loyal toh masih tega menyalahgunakan atau tidak melaksanakan tugas dengan baik.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Riwayat lima kali kabinet Orde Baru yang hampir tidak ada menteri pun yang diganti di tengah masa jabatan, masih menurut analisis Christianto Wibisono, membuktikan prinsip manajemen para menteri oleh presiden Soeharto itu berdasarkan pada monoloyalitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Soeharto berasumsi bahwa seorang menteri akan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab karena telah dipercaya oleh mandataris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka atau tidak suka, itulah sejarah kabinet Indonesia pada masa Orde Baru yang tidak bisa diabaikan. Manajemen para menteri oleh presiden Soeharto itu bisa dijadikan pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Apa yang baik diambil. Apa yang buruk ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden adalah nakhoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, menteri-menteri yang terpilih dari mana pun asalnya, harus loyal kepada Presiden sebagai Kepala Negara dan Mandataris MPR. Bukan hanya karena pepatah bijak ”loyalitas kepada partai harus berhenti kepada loyalitas kepada negara dimulai”, tetapi justru yang lebih utama karena sistim pemerintahan Indonesia menganut sistem kabinet presidensial. &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Dengan sistem presidensial, maka dalam hubungan kerja pemerintahan, loyalitas dan pertanggungjawaban anggota kabinet harus diberikan kepada Presiden. &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;”Presiden adalah nakhoda. Loyalitas dan garis pertanggungjawaban Saudara adalah kepada Presiden, bukan kepada pemimpin partai politik,” kata SBY mengingatkan kabinetnya.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Apa yang disampaikan Presiden itu sebetulnya bukan hanya berlaku kepada para menteri, tapi juga berlaku kepada seluruh bangsa dan rakyat Indonesia. Mayoritas rakyat Indonesia dalam Pemilu 2009 telah memilih SBY-Boediono sebagai nakhoda. Sang nakhoda telah memilih para pembantunya dengan seksama dan tidak gegabah, lewat proses fit and proper test yang terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Para pembantu presiden itu telah menandatangani kontrak sosial dan pakta integrita. Sudah diingatkan mengenai loyalitasnya. Sudah diwanti-wanti harus langsung kerja dan tidak ada masa bulan madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu yang terbaik bagi bangsa ini adalah membiarkan nakhoda bersama para pembantunya membawa kita semua berlayar ke tujuan Indonesia lebih makmur, lebih stabil, aman sejahtera. Beri mereka waktu untuk berlayar dan berlabuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terlalu digrecoki. Hentikan sedu sedan itu.&lt;br /&gt;(***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.antaranews.com/kolom/?i=1256365576&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-4040246154759045109?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/4040246154759045109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=4040246154759045109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/4040246154759045109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/4040246154759045109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/01/loyalitas-menteri.html' title='Loyalitas Menteri'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-8483260579898747993</id><published>2010-01-05T14:39:00.000+07:00</published><updated>2010-01-05T14:44:29.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='china'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Menonton Murdoch Menasehati China</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China memang kolosal. Negeri ini negeri besar yang suka mengadakan hal besar-besar untuk menunjukkan kebesarannya. Setelah sukses menyelenggarakan Olimpiade tahun lalu, kali ini China kembali menggelar pertemuan tingkat dunia bagi para pemilik, penerbit, dan CEO media yang dinamakan World Media Summit atau WMS pada 9-11 Oktober 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tumplek blek para tokoh pers di Beijing. Ada raja media Rupert Murdoch yang juga bos News Corporation. Ada David Schlesinger, Pemimpin Redaksi Thomson-Reuters dan Richard Sambrook, Direktur kantor berita BBC London. Ada juga Steve Marcopoto dari Turner Media Corporation dan Presiden Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik Ahmad Mukhlis Yusuf yang juga Dirut Perum LKBN ANTARA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pokoknya ramai deh. Ada sekitar 170 CEO media yang diundang. Dari Indonesia saja, selain Ahmad Mukhlis Yusuf tampak berbatik ria pada jamuan makan malam adalah Dahlan Iskan dari Jawa Pos Group dan Budiman Tanuredjo dari Kelompok Kompas Gramedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beruntung juga bisa hadir di hingar bingarnya WMS dan menikmati Peking Duck di negeri asalnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpul-kumpulnya para bos industri media itu mirip North Sea Jazz Festival. Satu persatu mereka tampil di panggung. Mereka menyampaikan pandangan mengenai berbagai hal yang dihadapi media, dari mulai dampak krisis ekonomi, pengaruh revolusi teknologi informasi, sampai masa depan media di tengah gandrungnya masyarakat akan internet, blog, facebook, twitter, mySpace, Youtube, dan jaringan sosial online lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan riuh rendah terdengar begitu  para selebriti media itu selesai pidato. Yang paling banyak menarik perhatian tentu saja Rupert Murdoch. Boleh jadi dia adalah bintang WMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu bukan saja karena Murdoch memiliki jaringan media  yang bisa diakses di lima benua, menerbitkan 175 koran di seluruh dunia termasuk New York Post dan Times of London, dan menguasai 35 stasiun televisi termasuk industri film Twentieth Century Fox dan Fox Network. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat panas kuping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murdoch menjadi perhatian karena apa yang dikatakannya cukup membuat panas kuping pemimpin China. Di tengah merebaknya isu Internet diawasi dan dibatasi, serta Facebook dan YouTube ditutup aksesnya di negeri Tirai Bambu, Murdoch justeru meminta agar China lebih terbuka PADA era digital dan globalisasi sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dunia ingin China maju. Kami memahami  bahwa tak ada tantangan besar global yang kita hadapi --seperti perubahan iklim, proliferasi nuklir, terorisme dan kemiskinan-- tidak akan bisa diatasi tanpa keterlibatan aktif dari China yang makmur dan berhasil. Untuk itu membuka diri PADA era digital sangat penting bagi China,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murdoch memberi sejumlah saran pribadi. China, katanya, akan banyak mendapat kritikan karena posisinya di panggung dunia sebagai superpower. Tapi, sebaiknya Beijing tidak terlalu reaktif berlebihan terhadap kritikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya punya pengalaman pribadi mengenai masalah ini,” katanya.&lt;br /&gt;”Di mesin pencari Internet anda bisa lihat sendiri bagaimana kritikan dan hujatan terhadap orang yang namanya Rupert Murdoch. Tapi itu hanya mitos dan akhirnya tidak terbukti,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diketik nama Rupert Murdoch di Google, misalnya, maka akan banyak ditemukan tulisan dan artikel negatif seperti pencinta perang, pendukung pemerintahan diktator, imperialist minyak, dan pengemplang pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murdoch merasa banyak dikritik karena dia punya pengaruh besar. Hanya orang-orang yang punya posisi dan pengaruh besar yang menjadi sorotan. Bukankan pepatah mengatakan bahwa makin besar dan makin tinggi pohon, makin keras pula mendapat terjangan angin. Kalau tidak mau diterpa angin kencang, cukup lah jadi rumput yang biasa terinjak dan diinjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikan dan hujatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan China yang sedang naik daun. Saat China naik sebagai pemain utama di panggung ekonomi dan politik dunia, menurut Murdoch, konsekuensinya adalah kritikan dan hujatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang-orang media yang ada di ruangan ini  pasti akan mengkritik China. Nasihat pribadi saya, jangan panas kuping dan menganggap itu terlalu pribadi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena nasihat Murdoch atau inisiatif  sendiri, Presiden China Hu Jintao bersumpah untuk lebih membuka diri kepada media di dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pemerintah akan mengawal hak-hak dan kepentingan media asing dan terus memberikan fasilitas bagi wartawan internasional yang beroperasi di negeri ini,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hu menjanjikan semua kegiatan dan kebijakan pemerintah akan disampaikan secara terbuka kepada publik. Ia juga mengizinkan media asing untuk meliput ke pelosok negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Itu kami lakukan karena media asing bisa membuat dunia memahami China dan membantu persahabatan rakyat negeri ini dengan masyarakat di luar China,” kata Hu yang dikenal sebagai arsitek China modern dan kebijakan pintu terbuka China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Januari 2007, China mengeluarkan aturan bagi peliputan Olimpiade yang memberikan kebebasan yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada media asing. Wartawan-wartawan asing boleh melakukan wawancara dan meliput secara bebas seperti pada gempa bumi di Sichuan bulan Mei 2008 dan keributan etnis di Urumqi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kerusuhan meledak pada 5 Juli 2009, sebanyak 200 wartawan asing melaporkannya secara langsung dari tempat kejadian. Itulah China yang berusaha makin terbuka dan ingin dimengerti oleh dunia. (*)&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-8483260579898747993?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/8483260579898747993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=8483260579898747993' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8483260579898747993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8483260579898747993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2010/01/menonton-murdoch-menasehati-china.html' title='Menonton Murdoch Menasehati China'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-2673010475625734384</id><published>2009-09-30T21:05:00.001+07:00</published><updated>2009-09-30T21:07:18.501+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mobil Balap dengan Dua Busi</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serba salah bagi Presiden. Mendiamkan saja kekosongan pimpinan KPK dianggap lepas tangan. Berinisiatif mencari pelaksana tugas untuk mengganti tiga pimpinan KPK non-aktif juga dituding sebagai intervensi. Bahkan ada yang tega mengatakan Presiden berusaha melemahkan KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat baik saja ternyata tidak cukup. Barangkali pikiran presiden sederhana saja. Ini ada kekosongan menyusul non-aktifnya Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto serta Ketua KPK Antasari Azhar yang sudah ditetapkan jadi tersangka jauh-jauh hari sebelumnya. Praktis pimpinan KPK yang tersisa tinggal dua, yakni M Jasin dan Haryono Umar.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Supaya pemberantasan korupsi tetap "kenceng", pemerintah menganggap perlu segera ada pengganti Antasari, Chandra dan Bibit. Apa salahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibaratnya KPK itu seperti kereta yang ditarik lima ekor kuda. Lha, kalau kuda yang nariknya tinggal dua, apa kereta bisa jalan dengan kecepatan yang sama? Apa tidak ngos-ngosan?" kata mantan Ketua KPK Taufiequrahman Ruki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamsil yang sama juga disampaikan Adnan Buyung Nasution, anggota Dewan Pertimbangan Presiden untuk masalah hukum. KPK itu ibarat mobil balap yang bisa melaju sangat cepat karena dilengkapi mesin ber-CC besar dengan lima busi yang bekerja prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa jadinya kalau mobil balap itu businya tinggal dua?" tanya Buyung seusai pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Hotel Borobudur, Jumat lalu (25/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wartawan sambil terkekeh menyahut: "Kayak Bajaj dong Bang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tinggal di Jakarta paham betul perangai Bajaj di jalanan Ibu kota. Selain jalannya lelet, konon hanya Tuhan yang tahu kalau Bajaj itu mau belok ke kiri atau ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya, KPK itu mau tetap jadi mobil balap atau Bajaj yang sering dicap sebagai sandal jepit jalanan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa ngebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tentu menginginkan KPK itu seperti mobil balap yang bisa ngebut dalam memberantas korupsi. Bukankah salah satu pencapaian SBY dalam lima tahun kepresidenannya yang pertama adalah keberhasilan dalam pemberantasan korupsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan kampanye SBY, yang menarik hati pemilih, adalah "Katakan Tidak Pada Korupsi". Mana mungkin SBY mengkhianati tekadnya sendiri dan pencapaiannya sendiri? Melemahkan KPK berarti melemahkan pemberantasan korupsi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kerangka pemikiran seperti itu, mestinya upaya mengisi kekosongan pimpinan KPK itu dinilai sebagai niat baik untuk menjaga stamina gerakan anti korupsi. Tak mungkin Haryono dan Jasin sendirian bisa memikul tugas berat KPK. Koruptor-koruptor masih bergentayangan untuk ditangkap. Yang sudah ditetapkan sebagai tersangka harus diperiksa. Mereka antri untuk di-BAP dan diserahkan ke pengadilan untuk diadili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan dengan Tim Lima yang ditunjuk presiden untuk menjaring tiga pemimpin baru KPK, Haryono dan Jasin mengakui soal beratnya tugas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka berdua ikhlas jika ada pelaksana tugas pimpinan KPK," kata Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Widodo AS, yang menjadi semacam koordinator Tim Lima, yang anggotanya Menteri Hukum Andi Mattalata, Taufiequrahman Ruki, Adnan Buyung Nasution, dan pengacara senior Todung Mulya Lubis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ikhlas, ternyata mengisi kekosongan pimpinan KPK itu, bukan persoalan gampang karena begitu banyak seginya. Ini menyangkut masalah kewenangan, legalitas, dan yang lebih ramai adalah aspek politis dan politisasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya tidak dianggap sewenang-wenang, Presiden menugaskan Tim Lima untuk mencari orang-orang yang dianggap pas memimpin KPK. Mereka hanya diberi waktu satu pekan. Itu mirip tugas Bandung Bondowoso yang harus membangun 1.000 candi dalam waktu semalam. Berat namun menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Lima harus mendapatkan tiga nama sebelum tenggat 1 Oktober 2009. Siapa pun tiga nama itu, mereka harus bisa langsung bekerja, rekam jejak bagus dan tak punya cacat di mata publik, serta tak punya hambatan psikologis untuk bekerja sama dengan dua pimpinan KPK tersisa sekarang. Kriteria itu ditambah oleh Haryono dan Jasin: ketiga pendekar baru KPK itu harus independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada titipan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, Haryono dan Jasin ingin bahwa koleganya nanti bukan perpanjangan tangan presiden, apalagi itu nama "titipan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di pundak kami tidak ada beban. Tidak ada titip-titipan," kata Koordinator Tim Lima Widodo AS saat bertemu dengan pimpinan media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan Tim Lima lah nasib pemberantasan korupsi ke depan ditentukan. Polemik mengenai Perppu, tudingan intervensi dan pelemahan KPK, tarik menarik kepentingan, akan dengan sendirinya terkikis jika niat baik "menambah kuda pada kereta dan memberi busi pada mobil balap KPK" itu bisa dibuktikan pada kinerja lembaga superbody pemberantasan korupsi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak mau perdebatan mengenai Perppu, konflik cicak lawan buaya, justru menjadi moratorium bagi upaya pemberantasan korupsi. Tikus-tikus pencuri dan perampok uang negara akan bergembira, karena kucing yang mereka takuti sibuk ribut dan bertengkar dengan sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik kita menunggu dan memberi kesempatan kepada darah segar baru di KPK. Sebentar lagi akan diumumkan siapa-siapa pelaksana tugas pimpinan KPK itu. Tim Lima menjaring ratusan, mungkin ribuan nama yang masuk, lalu menyorongkan kepada presiden tiga nama yang terbaik.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Lalu tiga nama itu akan langsung tancap gas. Mobil balap pemberantasan korupsi, dengan full speed karena busi penggeraknya sudah kembali lima, segera unjuk gigi. Mungkin ada penangkapan-penangkapan koruptor baru, pengungkapan kasus baru, dan yang sudah pasti kasus Bank Century sudah menunggu. (***)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-2673010475625734384?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/2673010475625734384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=2673010475625734384' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/2673010475625734384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/2673010475625734384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/09/mobil-balap-dengan-dua-busi.html' title='Mobil Balap dengan Dua Busi'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-2162954038431694700</id><published>2009-08-14T08:51:00.003+07:00</published><updated>2009-08-14T08:51:56.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MENGAPA PENGEBOM BUNUH DIRI DISEBUT "PENGANTIN"</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ANTARA)Jakarta (ANTARA News) - Selain Noordin M Top, gembong teroris yang paling dicari oleh aparat kepolisian adalah Saefudin Jaelani. Pedagang obat-obat herbal dan ahli pengobatan bekam ini ternyata orang yang bertugas merekrut calon pelaku bom bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danni Dwi Permana, 18 tahun, bomber Hotel JW Marriott, adalah hasil rekrutan Jaelani. Polisi menduga keras ustadz asal Cirebon, Jawa Barat, itu juga merekrut 14 pemuda lain untuk dijadikan "pengantin". Pengantin adalah istilah yang digunakan oleh kelompok teroris bagi calon pengebom bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa pengebom bunuh diri disebut pengantin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Brooks menulis mengenai "The Culture of Martyrdom" (Majalah Atlantic edisi Juni 2002) dan mencoba mengkaitkan dengan sejarah pengebom bunuh diri di kalangan pejuang Palestina yang menentang pendudukan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brooks mengutip laporan wartawan Pakistan Nasra Hassan yang mewawancarai 250 orang yang merekrut dan melatih para calon pelaku bom bunuh diri di Palestina selama kurun waktu dari tahun 1996 sampai 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, pengebom bunuh diri umumnya sangat loyal kepada kelompoknya. Mereka melalui proses indoktrinasi dan cuci otak persis seperti yang dilakukan oleh Jim Jones pemimpin Sekte Matahari kepada para jemaahnya menjelang bunuh diri masal tahun 1977.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon pengebom dikelompokkan ke dalam sel-sel kecil dan diberikan ceramah agama serta melakukan ritual ibadah yang intensif. Mereka diajak untuk melakukan jihad (meski pemahaman akan jihadnya menyesatkan), dibakar kebenciannya terhadap musuh (biasanya simbol-simbol Barat dan pendukung Israel) dan diyakinkan akan masuk surga sebagai balasan tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengebom bunuh diri dicekoki bahwa surga terbentang dibalik detonator pemantik bom dan ajal kematian akan dirasakan tidak lebih dari sekedar cubitan (yang sama sekali tidak menyakitkan)," tulis Brooks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan perekrut kadang meminta calon pengebom bunuh diri untuk terlentang di lubang kubur kosong, sehingga mereka bisa merasakan bagaimana tentramnya kematian yang akan tiba. Sebaliknya kepada mereka diingatkan secara terus menerus bahwa hidup di dunia itu fana, sementara, banyak penderitaan, cobaan dan penghianatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang abadi adalah di surga dimana ada 72 bidadari yang menunggu dengan penuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena akan bertemu dan menikah dengan bidadari di surga itu, maka si calon pengebom bunuh diri disebut sebagai pengantin. Lalu saat bom meledak dan nyawa si pelaku melayang disebut sebagai "perkawinan", yakni pertemuan antara jiwa si pelaku dengan sang bidadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulis surat wasiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika calon pengebom bunuh diri itu telah tamat dicuci otaknya dan siap menjalankan misinya, mereka diminta menulis surat wasiat dan menyampaikan pesan-pesan terakhirnya dalam rekaman video. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pesan dari seorang pelaku bom bunuh diri yang dikutip dari laporan Nasra Hassan adalah "Aku akan membalas dendam atas anak-anak monyet dan babi, yaitu orang kafir, Yahudi, dan musuh-musuh manusia. Aku akan segera bertemu dengan saudaraku para syuhada yang lebih dulu masuk surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika calon pengebom bunuh diri sudah membuat wasiat dan merekam pesan terakhirnya di rekaman video, maka tidak ada kata untuk mundur lagi. Membatalkan misi bunuh diri sangat memalukan. Ia tinggal mensucikan diri, berdoa dan membawa bom untuk diledakkan di tempat yang diperintahkan kepadanya: bisa di pasar, diskotik, bus, atau markas tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achyar Hanif, seorang ustadz dan alumnus dari New York University, Amerika Serikat, yang mengamati perilaku pengebom bunuh diri menyatakan anak-anak muda yang direkrut menjadi pengantin umumnya tidak tahu apa-apa. Anak-anak remaja itu dicekoki, diindoktrinasi, diprovokasi untuk membenci dengan dalih-dalih agama yang sesungguhnya menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, katanya, dalam ajaran Islam, bunuh diri itu dilarang, apalagi membunuh orang lain.(Quran 4: 29-30). Dalam Islam, mengambil nyawa orang itu hanya bisa dilakukan dalam kaitan dengan penegakan hukum, seperti hukuman mati untuk pembunuh. Tapi, dalam Quran 17:33 ditegaskan bahwa memaafkan (si pembunuh) itu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pada saat dalam keadaan perang pun, menyakiti orang-orang tak berdosa dilarang oleh nabi Muhammad SAW. Masuk dalam kategori "noncombatant", ini adalah wanita, anak-anak, dan orang-orang uzur dan tua. Selain itu, dalam perang sekalipun tidak diperbolehkan untuk menghancurkan tanaman dan bahan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal itu karena Tuhan itu maha pengasih dan maha penyayang. Islam adalah perdamaian," kata Achyar Hanif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tanpa harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai semakin banyaknya anak-anak muda yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Indonesia, Achyar menekankan pentingnya semua pihak mengatasi persoalan kemiskinan, pengangguran, dan persoalan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para teroris mengincar remaja yang putus sekolah, pemuda yang tidak punya pekerjaan, orang-orang yang punya pendapatan tapi sangat rendah. Orang-orang tanpa harapan inilah yang direkrut, dibina, dicuci otaknya untuk menjadi teroris," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Dr Yusef Yadgari menyebutkan bahwa sebagian pengebom bunuh diri dilandasi oleh keputusasaan dan mereka umumnya datang dari kelompok masyarakat yang miskin dan marjinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Afghanistan, menurut Yadgari, statistik menyebutkan bahwa 80 persen pelaku serangan bunuh diri memiliki cacat fisik dan persoalan mental. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 110 kasus serangan bunuh diri di Afghanistan pada tahun 2007 dilakukan oleh pelaku yang memiliki masalah kesehatan seperti kanker, lepra, atau penyakit akut lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lagi tercatat memiliki persoalan kejiwaan seperti anti-sosial, trauma, penyimpangan perilaku, paranoid, kebencian yang berlebihan, kemarahan yang tak terkendali dan narsistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil penyerang bunuh diri di Timur Tengah menurut studi terakhir adalah 83 persen belum menikah, 64 persen berusia antara 18-23, dan 29 persen setidaknya lulus SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat siapa yang melakukan pengeboman bunuh diri di Indonesia, angka statistik di Timur Tengah tersebut tidaklah jauh berbeda. Danni Dwi Permana, pelaku bom bunuh diri di hotel JW Marriott berumur 18 tahun. Ia baru saja lulus SMA Yadika 7 Bogor. Pekerjaannya adalah marbot atau penjaga masjid. Sementara Zulkifli Aroni, ayah Danni, sedang menjalankan pidananya di penjara. Tini Larantika, ibunya, bekerja di Kalimantan sehingga Danni harus hidup dan menghidupinya sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pengakuan Tini, puteranya itu telah menjadi korban teroris yang merekrutnya dengan penerapan konsep jihad yang salah. Memang kepada Tini, Danni pernah mengatakan ingin berjihad. Namun, jihad yang ia katakan adalah berdakwah dari mesjid ke mesjid. Tini sangat terpukul jihad anaknya itu berubah menjadi jihad yang menyakiti orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tini tetap yakin bahwa Danni itu bukan teroris, melainkan hanya korban. Berjihad itu, katanya, bukan dengan menjadi teroris. Tapi apa lacur, kelompok teroris telah merekrutnya dan telah mencuci otaknya. Dengan kenaifannya, Danni pun bersedia menjadi pengantin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Danni yang malang.(*)&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-2162954038431694700?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/2162954038431694700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=2162954038431694700' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/2162954038431694700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/2162954038431694700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/08/mengapa-pengebom-bunuh-diri-disebut.html' title='MENGAPA PENGEBOM BUNUH DIRI DISEBUT &quot;PENGANTIN&quot;'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-5321568263467092238</id><published>2009-08-13T08:53:00.001+07:00</published><updated>2009-08-13T08:53:51.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ditawari Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Ini kisah Ahmadi alias Ahmad Jenggot, 39 tahun. Lelaki miskin penjaga kandang ayam di sebuah desa di Cilacap Jawa Tengah, itu mengaku pernah ditawari oleh gembong teroris Noordin M Top untuk menjadi pelaku bom bunuh diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadi ketakutan. Ia lalu menyerahkan diri kepada aparat desa pada hari Rabu (22/7) dan langsung dijemput petugas dari pasukan Detasemen Khusus 88 Anti Teror Markas Besar Kepolisian RI. Begitu koran dan televisi memberitakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia lega. Kalau saja Ahmadi tidak menyerah, mungkin ada bom yang meledak lagi. Entah dimana dan membawa korban mati berapa. Untunglah tindakan teror biadab itu tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, berapa banyak orang yang ditawari, dipersiapkan, dan dicuci otaknya, untuk menjadi pelaku bunuh diri kemudian menolak dan menyerah seperti Ahmadi?. Lumayan banyak jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danni Dwi Permana (18) tahun dan Nana Maulana (25) adalah "pengantin" (istilah bagi calon pelaku bom bunuh diri) terakhir. Danni, warga Talaga Kahuripan Bogor, dipastikan oleh polisi sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott. Sedangkan Nana, warga Pandeglang, adalah pelaku bom, bunuh diri di Hotel Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja Ibrohim, yang bekerja sebagai penata bunga, tidak disergap di Temanggung, lalu Air Setyawan dan Eko Joko Sarjono tidak ditembak mati Densus 88 di Jatiasih, Bekasi, kemungkinan teror bom yang lebih dahsyat bisa terjadi. Polisi menyatakan kelompok teroris menyiapkan bom mobil untuk menyerang iring-iringan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas dan Istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka menyiapkan serangan dua minggu ke depan," kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri saat meninjau lokasi penyergapan di Perumahan Puri Nusaphala Blok D/12, Jatiasih, Bekasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengherankan banyak orang adalah mengapa ada orang yang mau direkrut menjadi pelaku bom bunuh diri? Mengapa ada orang yang mau melakukan tindakan teror dan kekerasan atas nama agama? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas mulia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Bruce Hoffman, penulis buku "Inside Terrorism", mengatakan kekerasan dan terorisme sering dianggap oleh para pelakunya sebagai "tugas mulia" atau "perbuatan suci". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang mengakibatkan daya hancur dan pertumpahan darah yang diakibatkan oleh teroris berlatar agama lebih dahsyat dari yang dilakukan oleh teroris sekuler, misalnya kelompok separatis yang menuntut kemerdekaan wilayahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hoffman, kaitan antara agama dan terorisme bukanlah barang baru. Itu sudah terjadi sepanjang sejarah. Lebih dari ribuan tahun lalu, perbuatan pertama dari apa yang disebut sebagai "terorisme" sekarang, justru dilakukan oleh kelompok fanatik agama dan bukan oleh kelompok teroris sekuler. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, kata-kata dalam Bahasa Inggris yang digunakan untuk menggambarkan teroris dan sikap tindaknya berasal dari nama-nama kelompok teroris Yahudi, Hindu, Muslim, yang terkenal keganasannya ribuan tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh kata Zealot yang dalam kamus diartikan sebagai "orang yang fanatik" atau "pengikut yang setia sekali". Kata Zealot berasal dari nama Sekte Yahudi tahun 66-73 Masehi yang berperang melawan Kerajaan Romawi yang menduduki wilayah yang disebut Israel sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Zealot ini terkenal kejam bukan hanya karena mereka melakukan aksinya dengan pisau belati tradisional bernama "sica", tetapi juga pembunuhan yang dilakukannya selalu di depan umum, di tempat keramaian atau pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Zealot bisa muncul tiba-tiba di tengah keramaian pasar, mencabut belati dari balik bajunya, lalu dengan dramatis disaksikan orang sepasar, ia menggorok leher pejabat Romawi atau orang Yahudi yang dianggap telah berkhianat atau bersekongkol dengan musuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jauh sebelum era siaran langsung televisi CNN atau berita online internet, kekerasan sadis di muka publik yang dilakukan para Zealot itu dirancang untuk menyebarkan teror ke khalayak yang lebih luas, yaitu pejabat pemerintahan pendudukan Romawi dan orang Yahudi yang berkolaborasi dengan Romawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjahat yang kejam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan Zealot, kata "Thug" yang dalam kamus berarti "penjahat yang kejam", juga berasal dari sekte agama Hindu abad ke-7 yang telah menteror India sampai diberantasnya keberadaan sekte itu pada pertengahan abad ke-19. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Thug terlibat dalam pembunuhan berlatar agama yang bertujuan untuk memuja "Kali", dewa penghancur agama Hindu. Pada hari-hari yang dianggap suci sepanjang tahun, kelompok fanatik ini mengincar calon korbannya untuk dibunuh guna dipersembahkan kepada Kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan sejarah, kelompok Thug telah membunuh jutaan orang selama 12 abad keberadaan sekte mereka atau 800 orang setiap tahunnya. Suatu angka pembunuhan yang sangat tinggi yang jarang bisa ditandingi oleh kelompok teroris modern sekarang ini yang bersenjatakan lebih canggih dan lebih mematikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kata Inggris Assassin (di kamus berarti orang yang mencabut nyawa orang lain dengan kekerasan) adalah nama dari sekte radikal Muslim "Syiah Mazhab Ismaili" yang berperang pada 1090 sampai 1272 untuk mengusir Pasukan Salib Kristen yang berusaha untuk menaklukkan wilayah Suriah dan Iran sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harfiah, Assassin yang berasal dari bahasa Arab berarti "pemakan hashish" atau "mariyuana" atau mungkin istilah sekarang "shabu-shabu". Ini merujuk pada upacara ritual "nyabu" dari seorang anggota sekte sebelum melaksanakan tugas pembunuhan yang harus dilakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si calon pembunuh atau sering disebut sebagai "pengantin" dibiarkan fly setelah diberi hashish dan selama "teler" itu pikirannya membayangkan serba yang indah-indah. Itulah bayangan surga dan keindahan yang bakal diterima seorang "Assassin" setelah melaksanakan tugas sucinya melaksanakan pembunuhan terhadap pasukan Salib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin berkembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, anak pinak dari kaum Zealot, Thug dan Assassin masih berkembang sampai sekarang, bahkan makin banyak dan makin kejam. Kematian Dr. Azahari dan perburuan terus menerus terhadap Noordin M Top ternyata tidak mengendorkan kegiatan terorisme. Teroris-teroris baru bermunculan, bahkan bisa merekrut jaringan baru dan orang-orang yang lebih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit membayangkan sebelumnya bahwa ternyata pelaku bom bunuh diri di Tanah Air adalah anak-anak muda yang baru gede atau pemuda di bawah 30 tahunan. Mereka dikenal oleh para tetangga sebagai orang baik dan alim, pengurus atau aktivis tempat ibadah. Keluarga dan tetangga baru terkaget-kaget ketika polisi mengumumkan bahwa mereka terkait atau menjadi tersangka peledakan bom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan bahwa agama dijadikan alasan untuk merekrut pelaku bom bunuh diri. Bagi teroris berlatar agama, kekerasan adalah tindakan suci yang didasarkan pada pemahaman atas kewajiban menjalankan ajaran agamanya dan penafsiran atas perintah Tuhan. Sungguh sesat dan menyesatkan. (*)&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-5321568263467092238?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/5321568263467092238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=5321568263467092238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/5321568263467092238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/5321568263467092238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/08/ditawari-jadi-pelaku-bom-bunuh-diri.html' title='Ditawari Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-5219984270060514255</id><published>2009-07-20T19:31:00.001+07:00</published><updated>2009-07-20T19:34:53.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MATI SYAHID ATAU MATI KONYOL?</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5COwner%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5COwner%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5COwner%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jakarta, (ANTARA News) - Ada sebuah lagu dari band kawula muda Amerika Serikat Panic at the Disco yang relevan dengan situasi sekarang, menyusul teror bom bunuh diri di Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Judul lagu tersebut cukup panjang, yaitu "The only difference between martyrdom and suicide is the press coverage".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lagu itu menggambarkan, hanya liputan media yang membedakan antara tindakan "jihad" dan "mati konyol bunuh diri" dalam sebuah serangan bom seperti yang meledak di JW Marriott dan Ritz Carlton baru-baru ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Media juga yang bisa mengangkat teroris itu sebagai pahlawan atau justeru sebaliknya menjatuhkannya menjadi makhluk biadad yang sangat terkutuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lewat pemberitaannya, selama ini memang diakui, media bisa mempopulerkan kelompok atau tokoh-tokoh teroris sederajat dengan kaum selebritis. Siapa tak kenal dengan Osama bin Laden? Siapa pula yang tak kenal Noordin M Top yang benar-benar "top markotop" sebagai pelaku teror?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Media juga telah melambungkan nama organisasi teroris Al Qaeda atau Jemaah Islamiyah (JI). Setiap ada ledakan bom, laporan media selalu mengkaitkan dengan Al Qaeda atau JI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Organisasi teroris itu digambarkan memiliki kemampuan beroperasi di seluruh penjuru dunia, sehingga siapa saja, di mana saja, akan bergidik bulu tengkuknya bila nama Al Qaeda atau JI disebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Secara sadar atau tidak, melalui pemberitaannya pula, media telah menjadi corong teroris untuk menyebarluaskan tindakan terornya atau mempopulerkan aktor-aktornya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di tangan para pemimpin redaksilah keputusan berada: apakah akan membuat tugas teroris untuk meneror menjadi lebih mudah dengan cara menyebarluaskan kekerasan dan menebar ketakutan? Atau, justeru sebaliknya memboikot pemberitaan teroris, sehingga tanpa liputan yang luas oleh media massa terorisme tidak akan berarti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;"Without media there can be no terrorism," kata Schmid &amp;amp; Graaf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tanpa liputan media diyakini tidak akan ada terorisme. Kekerasan teroris yang tidak diberitakan bisa diibaratkan dengan tumbangnya pohon di tengah hutan. Meskipun peristiwa terjadi, tidak semua orang sekampung tahu, jika tidak ada yang bercerita soal itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Simbiosis mutualisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hubungan media dan terorisme seperti simbiosis mutualisme. Masing-masing saling mengambil manfaat. Teroris memerlukan media massa untuk menyampaikan pesan dan tuntutannya, media massa memerlukan teroris untuk keperluan beritanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Teroris kuno sudah memperhitungkan pentingnya publikasi bagi tindakan teror yang dilakukannya. Kaum zealot yang melawan pendudukan Romawi di Palestina (66-70 M) lebih senang melakukan tindakan kekerasan pada hari libur dan di tempat keramaian dengan maksud berita mengenai teror itu bisa menyebar dengan cepat dan luas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di zaman modern dengan kemampuan televisi menyiarkan peristiwa secara langsung, teroris melipatgandakan kekuatan terornya dengan bantuan kamera.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ahli terorisme Bowyer Bell mengungkapkan lelucon mengenai betapa teroris bergantung pada media. Syahdan, ketika sebuah pesawat dibajak, seorang pemimpin teroris memarahi anak buah yang berniat menghabisi sandera mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;"Jangan tembak, belum `prime time`," kata si pemimpin teroris yang rupanya sedang menunggu datangnya juru kamera CNN.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jika diamati, pemboman di JW Marriott dan Ritz Carlton juga sudah diperhitungkan betul dari segi media dan publikasinya. Siapapun pelakunya dan dari manapun kelompoknya, teroris yang menteror Jakarta itu amat memahami bahwa terorisme adalah panggung teater yang selalu menjadi pusat sorotan dan pemberitaan media.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebagai panggung teater, menurut pakar terorisme Brian Michael Jenkins, serangan teroris selalu dirancang untuk menarik perhatian media elektronik dan pers internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Teroris selalu menyerang simbol-simbol yang bisa menjadi fokus perhatian media.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bom di Jakarta, Jumat (17/7), meledak tepat beberapa saat sebelum kesebelasan Manchester United (MU) datang untuk bertanding dengan tim Indonesian All Stars.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tour MU ke Asia telah menjadi agenda pemberitaan internasional dan Rooney dkk direncanakan akan menginap di hotel JW Marriott.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Akibatnya, MU membatalkan kunjungan ke Jakarta, karena mereka menganggap kota itu kurang aman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari segi waktu, teroris juga memperhitungkan waktu dengan amat cermat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ketika semua orang memuji pelaksanaan Pemilihan Presiden Indonesia yang berlangsung aman dan lancar, ledakan bom itu mencederainya. Seolah-olah bom itu ada kaitannya dengan kekecewaan terhadap pilpres dan menjadi polemik antar-elit politik dalam menyikapinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari segi pemilihan tempat dan waktu, teroris telah berhasil mencapai sasarannya dengan bantuan publikasi media.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Yang pertama, mereka berhasil memberi kesan bahwa Indonesia (setidaknya Jakarta) adalah tidak aman, sehingga sejumlah negara mengeluarkan travel warning.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kedua, mereka sukses membuat para elit politik terlibat dalam polemik, saling tuding, dan saling memprovokasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dimanfaatkan teroris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Secara tidak sadar, media tampaknya telah dimanfaatkan teroris seperti studi Schmid &amp;amp; Graaf mengenai penggunaan secara aktif dan pasif media oleh teroris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Secara aktif, menurut studi itu, teroris menggunakan media antara lain untuk mempolarisasi pendapat umum, mengiklankan diri untuk menarik simpati dan anggota baru, membangkitkan keprihatinan publik terhadap korban untuk menekan agar pemerintah melakukan kompromi atau konsesi, membangkitkan kekecewaan publik terhadap pemerintah yang terkesan tidak berdaya, atau mengalihkan perhatian publik dari isu-isu yang tidak dikehendaki dengan harapan berita teror mereka mengisi halaman depan media.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sementara secara pasif, teroris juga memanfaatkan media untuk mempelajari teknik-teknik penanganan terbaru terhadap terorisme dari laporan media, mendapatkan informasi tentang kegiatan terkini pasukan keamanan menghadapi teror yang sedang mereka lakukan, dan menikmati laporan media yang berlebihan tentang kekuatan teroris hingga menciptakan ketakutan pihak musuh dan mencegah keberanian aparat keamanan dan polisi secara individual untuk membasmi teroris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jika para pemimpin redaksi dan wartawan memahami studi Schmid &amp;amp; Graaf tersebut, mereka tentu akan sangat hati-hati dalam melakukan liputan dan pemberitaan mengenai terorisme. Salah salah media terjebak dalam kampanye "public relations" dan "branding" teroris yang semakin pintar memanfaatkan publikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mungkin sudah saatnya media memboikot pemberitaan tindak kekerasan teroris dan tidak memberikan oksigen publikasi bagi para pelaku teror. Kekerasan politik akan menurun drastis, atau mungkin bisa hilang sama sekali, kalau media tidak terlalu bersemangat untuk memberitakan tindak kekerasan teroris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di tangan media lah seorang teroris dicitrakan sebagai mati syahid atau mati konyol dalam pemberitaannya.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-5219984270060514255?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/5219984270060514255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=5219984270060514255' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/5219984270060514255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/5219984270060514255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/07/mati-syahid-atau-mati-konyol.html' title='MATI SYAHID ATAU MATI KONYOL?'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-1380648421982467657</id><published>2009-07-14T20:02:00.001+07:00</published><updated>2009-07-14T20:08:25.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>"DUKUN POLITIK" SATU PUTARAN</title><content type='html'>Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denny J.A., ahli jajak pendapat dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), bukan hanya seorang pembuat berita (newsmaker), tapi sesungguhnya ia adalah pembuat raja (kingmaker).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil survei LSI bahwa pemilihan presiden akan berlangsung satu putaran yang dimenangi pasangan SBY-Boediono ternyata terbukti. Meskipun KPU baru resmi akan mengumumkan hasil penghitungan pada 27 Juli 2009, boleh dibuktikan bahwa analisis Denny mengenai kemungkinan Pilpres satu putaran betul-betul tak terbantahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena presisi hasil surveinya dengan kenyataan yang terjadi, ada yang berkelakar bahwa LSI bukan melakukan survei, tetapi melakukan praktek paranormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Denny adalah dukun politik satu putaran," gurau Ilham Bintang, pemilik tabloid dan program infotainment Cek&amp;amp;Recek, saat pemberian PWI Jaya Award kepada Denny yang dinobatkan sebagai "Newsmaker of the Election 2009" di Hotel Nikko Jakarta, Selasa (14/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilham yang duduk satu meja dengan Denny bercerita bahwa beberapa waktu lalu sejumlah pemimpin redaksi diundang ke rumah pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas. Saat para tokoh pers menyelamati SBY yang terpilih kembali, seseorang mengingatkan agar menunggu hasil penghitungan resmi KPU pada 27 Juli nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang baru menurut Denny J.A," cerita Ilham. Iklan "Pilpres Satu Putaran Saja" menampilkan wajah SBY-Boediono merebak di media massa menjelang Pilpres 8 Juli 2009. Iklan itu berasal dari Lembaga Studi Demokrasi (LSD) dan Konsultan Citra Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan ini muncul bersamaan dengan dipublikasikannya hasil survei LSI yang menyebutkan 63,1 persen suara di tangan SBY-Boediono.&lt;br /&gt;Pengalaman membuktikan prediksi survei LSI pada sekitar 200 Pilkada di Tanah Air hampir tidak pernah meleset. Namun demikian, Denny mengakui, bahwa dirinya sempat harap-harap cemas saat hari pencontrengan 8 Juli lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kali ini hasil surveinya akurat, sementara dia sudah memasang iklan Pilpres satu putaran dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi iklan satu putaran itu mengundang kontroversi. Bahkan saat debat Capres, Jusuf Kalla sempat menuding iklan Denny adalah ilegal dan tidak sesuai dengan demokrasi yang sedang dikembangkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sampai meleset hasilnya, saya bisa digantung," cerita Denny yang didampingi isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat deg-degan&lt;br /&gt;Sang isteri yang memantau hasil penghitungan cepat di televisi, kata Denny, tampak sangat tegang dan deg-degan. Hari itu adalah hari pertaruhan bagi suaminya. Karier dan reputasi Denny akan sangat tergantung dari hasil penghitungan cepat saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam setelah penghitungan suara di TPS-TPS ditutup, sejumlah stasiun televisi mengumumkan hasil penghitungan cepat bahwa SBY-Boediono menang telak. Artinya, Pilpres ditengarai hanya berlangsung satu putaran. Denny pun mencium isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ilmu sosial telah memungkinkan semua ini terjadi. Dengan hanya sekitar 2000 responden, bisa merefleksikan suara 175 juta orang untuk sesuatu yang akan terjadi tiga bulan mendatang," kata Denny dengan wajah berbinar-binar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Denny lebih senang disebut sebagai periset jajak pendapat atau "poll master", ketimbang dibilang sebagai "dukun politik". "Ini murni ilmiah, bukan dukun," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi survei yang dipakai, pemilihan responden yang digunakan, dan pengolahan data sampel yang masuk, bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Oleh karena itulah, LSI pernah menggugat ke Mahkamah Konstitusi sebuah undang-undang yang melarang publikasi jajak pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau paranormal menyatakan pada masa minggu tenang bahwa partai anu atau Capres anu yang bakal menang tidak dilarang, masak lembaga survei yang ilmiah tidak boleh mempublikasikan hasil jajak pendapat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denny merasa senang karena akhirnya MK memutuskan publikasi hasil jajak pendapat bisa dilakukan sebelum Pemilu dan penghitungan cepat ("quick count") bisa diumumkan setelah pencentangan ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khawatir ditunggangi&lt;br /&gt;Memang ada pihak-pihak yang mempertanyakan kredibilitas dan independensi lembaga-lembaga penyelenggara jajak pendapat semacam LSI. Ada kekhawatiran jika lembaga-lembaga survei tersebut tidak dijamin bebas. Publikasi hasil jajak pendapat bisa dimanipulasi oleh politisi dan partai-partai politik untuk kepentingan menggalang dukungan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para pengkritiknya, hasil polling secara tidak fair telah memengaruhi orang untuk memilih calon presiden tertentu atau partai tertentu. Fenomena itu disebut sebagai mentalitas gerbong kereta ("bandwagon effect") dimana orang akan ikut pihak yang menang atau pihak yang populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kejiwaan, orang cenderung ingin berada di pihak yang menang dan tidak ingin ikut tenggelam bersama yang kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membiarkan publikasi jajak pendapat sebelum Pemilu, menurut para penentangnya, berarti rakyat melepaskan peranannya untuk memilih sendiri pemimpin mereka dan mereka memilih calon yang paling tinggi ratingnya dalam survei. Ini sama saja dengan menjadikan lembaga penyelenggara jajak pendapat sebagai "pembuat raja" (kingmaker).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capres Megawati Soekarnoputri, misalnya, dengan keras menentang iklan Pilpres satu putaran yang digencarkan Denny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pilpres satu putaran. Ini kesombongan yang luar biasa dari lembaga survei," tegas Megawati dalam suatu kampanye. Capres Jusuf Kalla juga menuding Pilpres satu putaran sebagai bentuk keangkuhan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya juga ingin menang satu putaran. Tapi itu menggambarkan kesombongan penguasa. Jadi biarkan rakyat yang menentukan satu putaran atau dua putaran," kata JK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikan juga datang dari para akademisi. Pengamat politik Irman Putra Sidin, misalnya, yakin tidak mudah mencapai pelaksanaan Pilpres satu putaran. Selain syarat yang tak gampang, pemilu presiden yang tercantum di konstitusi memiliki filosofi yang tidak sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pilpres satu putaran itu tidak gampang. Harus menang di 50 persen provinsi se-Indonesia dan meraih suara minimal 20 persen di masing-masing provinsi," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Irman, peraturan tentang Pilpres yang tertuang dalam pasal 6 ayat (3) UUD 1945 menjelaskan perihal Pilpres secara gamblang. Meskipun seorang Capres memperoleh 70 persen suara, tetapi kalau sebaran suaranya tidak lebih dari setengah jumlah total provinsi se-Indonesia (17 provinsi) dan mendapat 20 persen suara, maka akan ada putaran kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecuali saat pilpres putaran kedua, siapa yang paling banyak suaranya dialah yang menang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenyataannya, pasangan SBY-Boediono bisa menang satu putaran dengan memenuhi persyaratan konstitusi tersebut. Apakah itu terjadi karena adanya iklan dan kampanye satu putaran atau hal lainnya masih bisa diperdebatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh kuat&lt;br /&gt;Akan tetapi, Denny tidak membantah bahwa hasil jajak pendapat dapat berpengaruh kuat pada pemilih, terutama mereka yang bingung dan tidak punya "party identification".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami adalah pembuat opini publik," tegasnya tidak membantah kalau publikasi hasil surveinya telah mempengaruhi pilihan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disitulah justru sumbangsih orang per orang macam Denny dalam proses demokratisasi. Sebab, kata Denny, demokrasi dan Pemilu itu bukan hanya milik politisi, bukan pula cuma mainan para jenderal. Demokrasi dan pemilu itu juga milik seluruh rakyat, termasuk orang per orang semacam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penghargaan ini bukan untuk saya, tapi yang lebih penting adalah penghargaan buat tradisi demokrasi baru, dimana setiap orang dan setiap lembaga bisa berpartisipasi untuk mengembangkan kehidupan demokrasi yang sehat," kata Denny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan dengan Pilpres satu putaran akan banyak sekali manfaat yang didapat. Secara ekonomis, biaya Pilpres bisa dihemat Rp4 triliun. Secara politis, partai-partai yang terbelah bisa cepat rukun dan rekonsiliasi. Pemerintahan yang ada bisa melanjutkan kerjanya sampai akhir masa jabatannya pada bulan Oktober mendatang. Sementara masyarakat yang terbelah bisa bersatu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye Pilpres satu putaran adalah ijtihad dan ibadah Denny yang ternyata memang didukung oleh masyarakat. "Ini sumbangsih saya," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-1380648421982467657?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/1380648421982467657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=1380648421982467657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1380648421982467657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1380648421982467657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/07/dukun-politik-satu-putaran.html' title='&quot;DUKUN POLITIK&quot; SATU PUTARAN'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-6381884424682751545</id><published>2009-07-14T20:00:00.001+07:00</published><updated>2009-07-14T20:04:24.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Siapapun Presiden Terpilih Rakyat Harus Menang</title><content type='html'>Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia akan memilih presiden dan wakil presiden pilihannya pada 8 Juli 2009. Yang penting, siapapun presiden dan wapres yang terpilih nanti, rakyat harus menang. Tidak boleh rakyat kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena ada tiga pasang Capres/Cawapres, tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Itu wajar, karena para kandidat itu telah menyatakan siap menang dan siap kalah. Itulah indahnya demokrasi. Kalah-menang tidak menjadi alasan untuk membenci, apalagi membikin onar dan kekacauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada debat Capres putaran terakhir, moderator menanyakan apa yang akan dilakukan masing-masing kandidat jika kalah. Megawati, Capres nomor urut 1, menyatakan akan terus mengabdi kepada bangsa dan negara, terutama melayani rakyat wong cilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susilo Bambang Yudhoyono, Capres nomor urut 2, menyatakan akan menyalami presiden terpilih pada kesempatan pertama. "Saya akan mengucapkan selamat dan akan mendukung penuh pemerintahannya," kata SBY yang dikenal bersikap satria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Jusuf Kalla, capres nomor urut 3, berkeyakinan dialah yang akan menjadi pemenang. "Tapi kalau ternyata kalah, saya akan pulang kampung," katanya tanpa beban disambut tepuk tangan riuh rendah hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebenarnya tidak perlu ada kekhawatiran Pilpres akan kacau. Jika elite politik dan para Capres sudah mendeklarasikan Pemilu damai, tak perlu risau konflik pasca Pemilu di Iran akan terjadi di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilpres 2009 merupakan pemilihan presiden secara langsung untuk kedua kalinya. Yang pertama pada tahun 2004. Pergantian kekuasaan waktu itu berlangsung mulus dan merupakan sejarah bagi Indonesia yang belum pernah mengalami pergantian kekuasaan tanpa huru-hara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari presiden pertama RI Soekarno ke Soeharto terjadi revolusi berdarah yang banyak memakan korban jiwa. Dari Presiden Soeharto ke Habibie pada 1998 didahului demonstrasi mahasiswa yang berujung pada kerusuhan Mei. Dari Presiden Habibie ke Abdurahman Wahid diwarnai manuver politisi di DPR yang menolak pertanggungjawaban presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Abdurahman Wahid lengser dan diganti Megawati pada Juli 2001 setelah konflik tak berkesudahan dengan parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kurang dari enam tahun, Presiden berganti selama empat kali. Pemerintahan jatuh bangun dan sangat tidak stabil. Perekonomian runtuh, pembangunan stagnan, dan hiruk pikuk politik begitu ramai dan bising.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai stabil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004 pergantian presiden mulai stabil. Masa pemerintahan Megawati (23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004) ditandai dengan semakin menguatnya konsolidasi demokrasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa pemerintahannya lah, pemilihan umum presiden secara langsung dilaksanakan dan secara umum dianggap merupakan salah satu keberhasilan proses demokratisasi di Indonesia. Meskipun, sejarah kemudian mencatat, Megawati menjadi korban dari sistem Pilpres dipilih langsung yang dibangunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengalami kekalahan (40 persen - 60 persen) dalam pemilihan umum presiden 2004 tersebut dan harus menyerahkan tonggak kepresidenan kepada Susilo Bambang Yudhoyono mantan Menteri Koordinator pada masa pemerintahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilpres langsung ini, seperti dikemukakan pengamat politik dari Universitas Indonesia Sri Budi Eko Wardhani, merupakan inovasi demokrasi Indonesia yang perlu disyukuri dimana bangsa Indonesia betul-betul bisa melaksanakan hak pilihnya secara langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta lebih jurdil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bagi yang optimistis, Pilpres 2009 ini pun akan berlangsung dengan aman, damai dan lancar serta tepat waktu. Terlepas dari adanya ribut-ribut mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT), kampanye hitam, dan sikut menyikut antar tim sukses, tidak ada arus utama yang menghendaki Pemilu ditunda atau KPU dibekukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putera terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi bangsa Indonesia, tiga Capres yang ada merupakan putera puteri terbaik bangsa. Ini bukan pilihan seperti makan buah simalakama dimana konsekuensinya semuanya buruk dimana bapak atau ibu yang mati. Tapi ini adalah pilihan terbaik di antara yang baik. Siapapun Capres yang menang, itu akan merupakan pilihan bersejarah bagi bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Megawati menang, misalnya, maka ini akan mengukuhkan kembali penghargaan bangsa Indonesia kepada kaum perempuan. Di negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dimana pemimpin biasanya diutamakan dari kaum laki-laki, ternyata seorang wanita bisa menjadi Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan gender dan penghargaan terhadap wanita, Indonesia jauh lebih maju dari Amerika Serikat yang sampai saat ini tidak pernah memiliki presiden atau wakil presiden dari kaum hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika SBY terpilih lagi, ini menunjukkan bahwa rakyat puas dengan pemerintahan sekarang dan ingin stabilitas politik, pemberantasan korupsi, dan pembangunan dilanjutkan. Ini berarti legitimasi SBY makin menguat seiring tingkat kepuasan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jika Jusuf Kalla yang terpilih, maka itu akan merupakan tonggak sejarah dimana mitos selama ini bahwa presiden itu harus orang Jawa tidak berlaku lagi. Presiden dipilih bukan lagi atas dasar etnis, agama dan gender, tapi atas dasar kemampuannya memimpin dan membawa rakyat ke pintu gerbang kesejahteraan, kemakmuran dan keamanan. Bahwa siapapun, dari suku apapun, bisa menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyatlah yang akhirnya berdaulat. Merekalah yang menentukan sendiri siapa yang akan menjadi pemimpinnya lima tahun ke depan. Kalau mereka puas dengan pemerintahan sekarang, SBY sudah pasti terpilih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kalau suasana hati dan kebatinan rakyat selama lima tahun terakhir ini kurang puas dan mereka menginginkan perubahan, tentu Megawati yang menang karena Capres ini paling giat menjanjikan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, bisa juga rakyat puas dengan pemerintahan sekarang, namun ingin percepatan kesejahteraan dan kemakmuran, maka Jusuf Kalla bisa menjadi pilihan. Capres ini memiliki slogan kampanye "Lebih cepat lebih baik".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-6381884424682751545?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/6381884424682751545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=6381884424682751545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6381884424682751545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6381884424682751545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/07/siapapun-presiden-terpilih-rakyat-harus.html' title='Siapapun Presiden Terpilih Rakyat Harus Menang'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-3370499925329429435</id><published>2009-06-17T16:18:00.002+07:00</published><updated>2009-06-17T16:23:43.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>SIAPA PEDULI PANCASILA? Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jakarta, 17/6 (ANTARA) – Di tengah hingar bingarnya kampanye pemilihan presiden, peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni nyaris tidak terdengar gaungnya. Meminjam istilah Prof. Azyumardi Azra, ”Pancasila nyaris absen dalam wacana, diskusi, dan kampanye politik sekarang ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ironi memang. Para Capres dan tim suksesnya lebih senang mengusung isu Neolib ketimbang Pancasila yang menjadi dasar dan fondasi bangsa. Isu Ekonomi Pancasila, misalnya, seolah tabu diangkat karena dikhawatirkan bisa menurunkan elektabilitas Capres. Kalau elite politik dan calon pemimpin bangsa saja enggan membicarakan Pancasila, apalagi masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Lalu, siapa yang masih peduli Pancasila?&lt;br /&gt;            Ada. Salah satunya adalah As”ad Said Ali, yang kebetulan kini menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Ia adalah penulis buku ”Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa” yang diterbitkan LP3ES (2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            As’ad mengaku sudah kagum dan bangga terhadap Pancasila sejak mengikuti kuliah mata pelajaran Pancasila di Universitas Gajah Mada tahun 1969. Yang mengajar waktu itu Profesor Notonagoro, tokoh yang dianggap pelopor pengkajian Pancasila secara ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Namun demikian, di era reformasi, Pancasila yang dikagumi As’ad dipersoalkan oleh sejumlah anak bangsa. Saat terjadi krisis yang mengakibatkan keterpurukan di hampir semua bidang kehidupan, Pancasila dijadikan kambing hitam. Menurut mereka, hanya liberalisme dan kapitalisme yang terbukti memenangkan perang ideologi dunia bisa menyelamatkan Indonesia. Bahkan, ada salah seorang tokoh yang terang-terangan menyatakan diri “Aku seorang neoliberalis”. Sementara yang lain berani mengatakan, “tinggalkan Pancasila, ikutilah neolib.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sekarang ini berbicara tentang Pancasila bisa membuat sementara orang mencibir. Hal ini tidak lain karena terdapatnya disparitas dan kesenjangan antara kelima sila Pancasila dan realitas dalam kehidupan sehari-hari.  Seperti dikemukakan KH. Mustofa Bisri yang memberi pengantar dalam buku setebal 340 halaman itu bahwa kehidupan berbangsa dan bermasyarakat semakin menjauh dari Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Menurut tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu, kondisi di negeri berketuhanan ini sudah seperti tanpa Tuhan atau “kebanyakan tuhan”. Negeri berkemanusiaan yang adil dan beradab ini sudah seperti tidak kenal lagi dengan perikemanusiaan. Persatuan Indonesia sudah seperti dilecehkan. Rakyat seperti tidak terwakili. Keadaan sosial hanya bagi segelintir orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka orang pun bertanya, “Dimanakah kau, Pancasila? Masihkan kau ada menafasi bangsa ini?”. Pertanyaan Mustofa Bisri adalah pertanyaan kita semua sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupkan Pancasila&lt;br /&gt;          Buku As’ad Said Ali adalah sumbangannya unuk “menghidupkan” kembali Pancasila. Buku yang ini tidak hanya merunut dari awal terumuskannya Pancasila hingga perjalanannya melalui Demokrasi Terpimpi-nya Bung Karno; Orde Barunya Pak Harto; sampai dengan zaman “reformasi” sekarang ini, tetapi juga mencoba meyakinkan akan pentingnya — bahkan semakin pentingnya — Pancasila dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Lebih jauh, penulis berusaha keras menjelaskan kembangkan pengertian Pancasila tidak hanya sebagai ideologi dan Dasar Negara, tetapi juga membahas kaitan di antara Pancasila dengan Agama, menjelas-jabarkan sila-silanya, bahkan menjelaskan secara rinci ideologi-ideologi lain yang “mengepung” Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Pendek kata, kata Mustofa, buku ini tidak hanya mencoba mengembalikan “citra Pancasila”, tapi juga berusaha membuktikan pentingnya Pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini maupun di masa akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            As’ad Said Ali, yang lahir di Kudus,  Jawa Tengah, pada tahun 1949 dan selama kariernya di BIN bertugas dan berkeliling ke Timur Tengah, Eropa, Amerika, Afrika dan Asia, sangat yakin bahwa Pancasila adalah anugrah Tuhan buat bangsa Indonesia. Terlepas dari pasang surutnya dalam kehidupan bangsa, Pancasila telah membuktikan diri sebagai ”common platform” yang paling cocok dan mampu bertahan sebagai falsafah dan dasar negara Indonesia.&lt;br /&gt;            Selama periode pascareformasi, secara tidak disadari energi Pancasila berproses sevara otomatis. Coba renungkan, berbagai macam konflik dan musibah luar biasa besar mampu diatasi. Bandingkan dengan Myanmar ketika terjadi bencana alam tsunami dan gempa bumi. Indonesia membuka diri dan menerima uluran bantuan luar negeri, sedangkan Myanmar membatasi diri karena khawatir dengan campur tangan asing yang mendompleng masuknya bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sikap dan cara Indonesia kemudian dijadikan code of conduct yang disepakati oleh beberapa negara pada pertemuan informal “Shangrilla Dialog” di Singapura, Juni 2008. Sikap dan kebijakan Indonesia itu didasarkan pada prisip kemausiaan yang beradab, berjiwa besar, dan agamis. Padahal, saat itu, Aceh dalam konflik politik dan banyak pihak khawatir dengan dampak masuknya orang-orang luar. Justru perdamaian yang terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Saat terjadi musibah tsunami, kesetiakawanan yang melandasi terwujudnya sila “Persatuan Indonesia” dan sila “Kemanusiaan yang adil dan beradab” muncul secara serempak. Bantuan kemanusiaan mengalir dari seluruh penjuru Tanah Air membantu rakyat Aceh tanpa ada yang memberi komando.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi Pamcasila&lt;br /&gt;           Energi Pancasila itulah, menurut As’ad, yang muncul dan mendorong terciptanya perdamaian di berbagai daerah konflik. Umumnya, konflik-konflik tersebut, tidak terkecuali konflik di Ambon dan Poso, ditengarai ssebagai bagian dari konflik politik yang tidak terlepas dari provokasi dan campur tangan halus pihak luar. Setelah masa puncak konflik dapat dilewati, muncul penyesalan mendalam dari kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Pengalaman pribadi As’ad tentang energi Pancasila yang mampu memotivasi perdamaian dialaminya dalam konflik Poso. Hampir dua tahun setelah perjanjian Malino II di tandatangani, interaksi di antara komunitas muslim yang berpusat di daerah pesisir Poso dengan komunitas kristen di Tentena sangat minim. Padahal perdamaian nyata terjadi kalau hubungan sehari-hari berlangsung normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada pertemuan pertama, As’ad menyaksikan sendiri tokoh kedua belah pihak, yakni Ustad Adnan Arsal dan Pendeta Damanik, saling merangkul sambil menangis. Keduanya menyatakan tidak tahu sebab-musabab kenapa sampai terjadi konflik. Akhirnya muncul kesepakatan untuk menciptakan perdamaian dan melupakan.  Dengan pertemuan kedua tokoh itu, kemudian disusul pertemuan informal wakil kedua komunitas dalam jumlah besar, segenap provokasi dalam bentuk teror tidak mampu mengoyahkan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kebersamaan dan penghormatan terhadap kebinekaan mendorong mereka menciptakan perdamaian. Itulah energi Pancasila yang muncul dengan sendirinya pada saat-saat kritis. Bila “tenaga dalam” itu dapat dikelola dengan benar, Indonesia tidak pelak menjadi negara besar yang disegani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Menurut As’ad energi Pancasila itu juga menggerakkan perdamaian dalam konteks pelaksanaan otonomi khusus di Aceh dan Papua. Dewasa ini, solusi konflik di Aceh dan Papua dijadikan model oleh dunia internasional untuk mengangani konflik serupa.&lt;br /&gt;As’ad sangat yakin, energi Pancasila tersebut tidak dapat dengan mudah musnah dari bangsa Indonesia. Secara tidak disadari, karena melekat dengan budaya, energi Pancasila menjadi bagian tak terpisahkan khususnya dalam semangat kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Rakyat kecil justru mempersalahkan para elite yang tidak mampu merumuskan langkah atau kebijakan yang sesuai dengan Pancasila secara tepat. Tidak sedikit elite nasional dan calon permimpin kehilangan jati diri sebagai anak bangsa. Berpikir pragmatis demi kepentingan sesaat, tetapi kehilangan masa depan karena tidak punya idealisme. Silau terhadap budaya materi dari luar dan melupaka keluhuran budaya spiritual bangsa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Bukankah banyak pengalaman sejarah telah membuktikan bahwa  berpegang teguh pada nilai luhur budaya sendiri merupakan sumber kekuatan. Perhatikan Jepang, China, India, dan lain-lain, yang mencapai kemajuan luar biasa. Bandingkan pula, misalnya, dengan Filipina yang larut dalam budaya luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Saatnya, bangsa ini menengok kembali kepada Pancasila lalu merevitalisasinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-3370499925329429435?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/3370499925329429435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=3370499925329429435' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3370499925329429435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3370499925329429435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/06/siapa-peduli-pancasila-oleh-akhmad.html' title=''/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-1641445200271900656</id><published>2009-06-15T16:37:00.001+07:00</published><updated>2009-06-15T16:39:05.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Bulcke Menjual 1 Miliar Produk Nestle Per Hari</title><content type='html'>Singapura (ANTARA News) - Soal makan dan minum ternyata sebuah bisnis yang serius dan bisa meraup keuntungan besar dari penjualan yang setara jumlah APBN nasional sekitar Rp1.037 triliun per tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak percaya? Tanyalah Paul Bulcke, CEO Nestle, perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang bermarkas di Swiss dan sedang melakukan ekspansi bisnis ke kawasan Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini bisnis yang serius. Kami melihat pasar yang masih terbuka luas. Perusahaan kami mencatat pertumbuhan 15 persen di kawasan Asia Tenggara tahun lalu," katanya saat bertemu dengan wartawan ASEAN di Singapura, akhir pekan lalu (13/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan populasi penduduk hampir 600 juta jiwa, kawasan Asia Tenggara merupakan peluang pasar yang menggiurkan bagi Nestle yang dikenal sebagai perusahaan terdepan dalam bidang usaha nutrisi, kesehatan dan keafiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang mempunyai tagline Good Food, Good Life yang bermarkas di Swiss itu sudah berkiprah selama lebih 140 tahun. Bulcke tahu persis sejarah perusahaan yang memiliki 280.000 karyawan dan 456 pabrik di 84 negara itu. Ia juga tahu persis akan dibawa kemana perusahaan yang angka penjualan tahun 2008 saja mencapai CHF 109,9 miliar (sekitar Rp1000 triliun), atau kurang lebih sama dengan APBN Indonesia setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kita bicara mengenai nutrisi 100 tahun lalu, itu adalah bagaimana memberi makan orang asal kenyang. Namun jika kita bicara nutrisi sekarang, adalah bagaimana memberi makan orang dengan rasa yang lezat namun rendah kalori," kata Bulcke yang diangkat menjadi CEO Nestle bulan April 2008 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1866, Henri Nestle, seorang ahli farmasi asli Jerman, mengembangkan sereal bayi berbasis susu yang berhasil membantu mengatasi masalah kekurangan nutrisi pada bayi saat itu. Henri Nestle menggabungkan pengetahuan, ketrampilan dan penelitian yang pernah dilakukan dalam mengembangkan "formula ajaib" tersebut yang kemudian diberi nama Farine Lactee Henri Nestle, dan terbukti mampu menyelamatkan jiwa banyak bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farine Lactee, menurut Presiden Direktur Nestle Indonesia Peter Vogt, diekspor ke kepulauan Nusantara sejak tahun 1873. Beberapa tahun kemudian, para pedagang mendatangkan produk susu kental manis MILKMAID, yang kemudian populer dengan merek "Tjap Nona". Empat puluh tahun kemudian susu bubuk kian populer di Indonesia dan Nestle DANCOW memimpin pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbesar di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Dari produsen sereal bayi berbasis susu, kini Nestle berkembang menjadi produsen makanan dan minuman terbesar di dunia yang penjualannya melebihi perusahaan kompetitornya, seperti PepsiCo, Kraft Foods, Unilever, Coca Cola, Kellogg's dan Sara Lee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nestle kini memiliki 10.000 produk makanan dan minuman yang sangat dikenal di seluruh penjuru dunia, dikonsumsi setiap saat sepanjang hari, dari pagi sampai malam. Konsumennya dari bayi dalam kandungan, anak-anak sampai orang dewasa, kakek dan nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk Nestle mulai dari susu bubuk, kopi, coklat dan kembang gula, bumbu masak dan hidangan siap saji, sampai dengan makanan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menjual 1 miliar produk setiap harinya," kata Bulcke di Pusat Riset dan Pengembangan (R&amp;amp;D) Produk Nestle di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R&amp;amp;D di Singapura merupakan salah satu dari 23 Pusat Riset dan Pengembangan Nestle yang tersebar di seluruh dunia. Riset dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para konsumen yang bukan saja menginginkan nutrisi yang enak dan lezat, tapi juga sehat wal afiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moto Good Food, Good Life, misalnya, menggambarkan komitmen Nestle untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ketenaran merek-merek produknya untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu makanan dan minuman yang berkualitas, bernutrisi, aman untuk dikonsumsi, serta lezat rasanya, dalam upaya mewujudkan kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, riset terus menerus dilakukan untuk membuat mie instan yang digemari di kawasan Asia berkurang kadar garamnya dan makin rendah kalorinya agar konsumen tidak perlu takut kegemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita rasa lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, riset juga dilakukan agar produk Nestle bisa memenuhi kebutuhan dan cita rasa penduduk lokal. Berlainan dengan Coca Cola yang dimanapun rasanya nyaris tidak berbeda, kopi produksi Nestle yang dinamakan Nescafe rasanya disesuaikan dengan selera lokal. Ada lebih 200 jenis Nescafe yang berbeda cita rasanya karena disesuaikan dengan konsumen di Polandia, Rusia, Jepang, dan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami punya produk Nescafe Kopi Susu Tubruk yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. Kopi tubruk amat disukai orang kita," kata Brata T. Hardjosubroto, Head of PR Nestle Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diperkenalkan di Swiss tahun 1938, Nescafe menjadi kian populer pada Perang Dunia kedua sebagai salah satu pilihan kopi di Eropa. Setelah beberapa tahun diekspor ke Indonesia, Nescafe mulai diproduksi di Lampung sejak 1980 dengan menggunakan bahan baku biji kopi yang dihasilkan para petani setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jangkauan operasi hampir di seluruh negara di dunia dan meningkatnya jumlah kelas menengah, Bulcke melihat pertumbuhan pasar bagi Nestle masih sangat terbuka lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Nestle merupakakan perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia, sesungguhnya hanya menguasai 1,7 persen dari pasar dunia. Sementara 20 perusahaan nutrisi papan atas dunia digabung sekalipun hanya bisa menguasai 9 persen dari pasar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu pasar potensial perusahaan berlambang burung yang sedang memberi makan anaknya di dalam sarang itu. Dalam jumpa pers tersebut, Bulcke menekankan bahwa "Nestle telah beroperasi di bagian dunia ini selama hampir 100 tahun. Kawasan ASEAN adalah bagian yang sangat penting dalam bisnis Nestle, dan komitmen kami yang terus berlanjut serta investasi yang tengah berjalan menunjukkan keyakinan kami pada kawasan ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Nestle memiliki 23 pabrik dan sekitar 14.500 tenaga kerja di pasar ASEAN. Nestle akan melanjutkan investasinya di ASEAN untuk memperluas bisnis dan fasilitas pabrik, termasuk di Indonesia untuk mendukung perluasan pabrik susu Kejayan di Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan itu memiliki komitmen lebih dari 250 juta CHF investasi modal untuk operasinya di ASEAN pada 2009. Pada 2008, bisnis Nestle di kawasan ini menunjukkan pertumbuhan nyata 15 persen dan penjualan sekitar 5 miliar CHF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, Nestle telah menginvestasikan lebih dari 100 juta dolar AS yang merupakan nilai penanaman modal terbesar ketiga Nestle di dunia. Perusahaan itu akan menginvestasikan 29 juta CHF dana pada tahun 2009, yang mendukung perluasan pabrik susu Kejayan di Jawa Timur, untuk memenuhi meningkatnya permintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berakhirnya proyek ini, pabrik di Kejayan akan menjadi satu dari 10 pabrik pemrosesan susu terbesar Nestle di dunia. Bukan hanya 28.000 peternak sapi perah di Jawa Timur yang diuntungkan dari proyek ini, tapi juga seluruh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak Indonesia bisa minum susu dengan harga yang terjangkau. Mereka bisa tumbuh sehat dan cerdas serta menjadi generasi penerus yang lebih kuat dan bisa diandalkan. (*)&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-1641445200271900656?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/1641445200271900656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=1641445200271900656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1641445200271900656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1641445200271900656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/06/bulcke-menjual-1-miliar-produk-nestle.html' title='Bulcke Menjual 1 Miliar Produk Nestle Per Hari'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-1097952071526503245</id><published>2009-06-10T09:08:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T09:09:40.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KAMPANYE HITAM DAN RACUN POLITIK</title><content type='html'>Jakarta (ANTARA News) - Kampanye hitam (black campaign) telah menjadi senjata pemusnah para tim sukses dan konsultan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang masa akhir kampanye Pemilihan Presiden, senjata pemusnah itu makin sering ditembakkan dengan tujuan mengalahkan lawan dan mempengaruhi pemilih di bilik suara pada 8 Juli 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu neolib diangkat, jilbab bagi ibu negara dipersoalkan, pengusaha yang jadi penguasa dipertanyakan, kuda seharga Rp3 miliar diramaikan, kerusuhan Mei 1998 dibuka kembali, dan masalah agama dipolitisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim sukses "menggoreng" isu-isu negatif tersebut untuk mengangkat kandidat dan menghancurkan kandidat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemilihan presiden itu seperti perang nuklir: Siapa yang menyerang lebih dahulu, dialah yang menang," kata ahli politik Ken Swope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan perang para kandidat itu adalah media. Pertarungan dikemas dalam berita, talkshow dan iklan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena kampanye di lapangan dan pengerahan massa terbatas, maka pertarungan antar kandidat lebih panas dan lebih seru di media, terutama di televisi. Masing-masing stasiun televisi "semuanya mengklaim diri sebagai TV Pemilu", memiliki program dan liputan khusus soal Pilpres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi ilmu perang "menyerang adalah pertahanan yang terbaik", dipraktikan. Tim sukses saling serang dan saling bantah. Capres-Cawapres saling sindir dan berbalas pantun. Media bertepuk tangan. Televisi apalagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating naik dengan berita-berita mengumbar konflik. Talkshow televisi pun diberi label "Ring Politik", seolah-olah para Capres-Cawapres diadu dalam sebuah pertandingan tinju mulut dan silat lidah. Untuk mendinginkan suasana perdebatan, musik dan lagu dimainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik telah menjadi hiburan. Politisi berubah menjadi selebriti. Memilih Presiden dan Wapres dikemas mirip kontes Indonesian Idol. Kandidat ditampilkan bicara, menyampaikan visi misi, dikomentari, lalu pemirsa disuruh memilih siapa idolanya. Media ramai-ramai melakukan polling. Ketik-spasi-reg menjadi trend bagi media untuk mengukur dukungan dan elektabilitas Capres-Cawapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijamin dapat liputan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roger Ailes, pengamat politik dan media dari AS, mengatakan ada tiga hal yang media selalu tertarik untuk memberitakan: gambar (pictures), kesalahan (mistakes), dan serangan (attacks).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika anda membutuhkan publikasi, maka anda harus menyerang. Dijamin anda akan mendapat liputan media," kata Roger Ailes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ailes mengatakan, publikasi melalui pemberitaan media akan lebih efektif dampaknya ketimbang memasang iklan politik. "Anda akan mendapat 30 sampai 40 persen dampak lebih efektif dalam pemberitaan dibanding lewat iklan. Anda akan menjangkau lebih banyak pemirsa dan lebih dipercaya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Ailes ini diamini para tim sukses. Ada Capres-Cawapres yang sebetulnya enggan untuk melakukan kampanye negatif, tapi konsultan politiknya menasehati bahwa jika tidak melakukan serangan, maka anda akan jadi abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capres lain bersemangat untuk menyerang dengan keras dan menyewa konsultan politik dan tim sukses yang galak dan berlidah api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu kampanye tinggal beberapa minggu. Kami harus menyerang: api lawan api," kata seorang tim sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No gut, no glory," kata seorang Cawapres, seolah meneguhkan bahwa jika tidak ada keberanian (menyerang), kemenangan tidak bisa diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah membuktikan bahwa politisi sejak zaman Romawi telah mengeksploitasi ketakutan, intimidasi dan prasangka terhadap saingan politiknya dalam upaya untuk mempertahankan kekuasaan atau sebaliknya menjatuhkan kekuasaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cicero, misalnya, dikenal sebagai orator ulung, tapi banyak orang lupa bahwa dia juga seorang pelaku kampanye hitam yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad pertama masehi bukan hanya merupakan perang saudara Romawi yang dipenuhi kekerasan fisik, tapi juga kekerasan retorika. Cicero adalah seorang pencerca yang sadis. Ia menuduh Cataline, lawan politiknya, berniat melakukan konspirasi menjatuhkan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pergilah anda dari Romawi. Setiap orang takut dan membencimu. Matamu penuh airmata buaya, tanganmu penuh dengan darah, tubuhmu dibalut keserakahan," begitu Cicero menghujat Cataline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja. Cicero menuding Cataline telah membunuh isterinya supaya bisa kawin lagi. Tudingan dan serangan verbal Cicero dalam setiap pidatonya membuat Cataline tidak tahan. Cateline yang mengalami demoralisasi akhirnya meninggalkan Romawi dan terbunuh dalam perang beberapa waktu kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah Cicero tersebut maka bisa disimpulkan bahwa kampanye hitam telah menjadi racun politik sepanjang sejarah politik itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membunuh demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah kampanye hitam, saling serang dan saling menelanjangi, itu baik bagi perkembangan demokrasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victor Kamber, penulis buku "Poison Politics", menjawab bahwa kampanye negatif, apalagi kampanye hitam, merusak demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kampanye hitam itu seperti racun politik yang tidak sehat bagi rakyat," katanya tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara yang kehidupan demokrasinya sudah matang seperti Amerika Serikat sekalipun, katanya, kampanye hitam tetap terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barack Obama, misalnya, tak luput dari kampanye hitam saat Pilpres. Musuh politiknya kerap mengaitkan masa kecil Obama dengan agenda-agenda besar politisi yang pernah sekolah di Menteng, Jakarta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa lalu Obama di Indonesia dan Kenya menjadi sasaran empuk kampanye hitam lawan politiknya. Seolah-olah warna Indonesia pada Obama akan membahayakan kehidupan beragama di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun kandidat Wapres Sarah Palin. Ia disorot media atas kehamilan di luar nikah yang dialami putrinya. Memang Amerika Serikat relatif bebas dalam pergaulan seks ini, tetapi kenyataannya masyarakat di sana tetap menginginkan pemimpin yang bersih, termasuk urusan keluarga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehamilan di luar nikah telah menjadi senjata kampanye hitam sehingga Sarah Palin menjadi bulan-bulanan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye hitam, menurut Victor Kamber, telah berkontribusi terhadap sikap anti-politik dan meningkatnya jumlah golongan putih (Golput) di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye negatif telah meracuni demokrasi dengan menelanjangi kekurangan dan kebobrokan para kandidat dan pemimpin politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bayangkan jika biro iklan Coca Cola menyerang betapa buruknya Pepsi dan Pepsi membalas betapa berbahayanya Coca Cola. Lama kelamaan, tidak ada orang yang mau minum Coca Cola atau Pepsi," tulis Kamber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dapat hidup tanpa minum minuman ringan. Tapi orang tidak akan bisa terjamin keamanan dan kesejahteraannya tanpa pemerintahan, tanpa presiden dan wakil presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye hitam akan membuat bangsa ini terbelah. Ia akan menyebarkan permusuhan, fitnah, SARA, dan kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif inilah, masyarakat menyambut baik pencopotan Ruhut Sitompul dari tim kampanye SBY-Boediono. Ruhut dianggap menodai etika kesantunan karena meremehkan etnis Arab. Ia juga dinilai melanggar etika dan fatsoen politik yang dijunjung tinggi oleh SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik harus beretika. Ia tidak boleh menghalalkan segala cara. Jika kampanye didasarkan hanya pada bagaimana memenangkan Pilpres dan tidak pada landasan etika, maka akan melahirkan presiden yang oportunis, tidak jujur dan berorientasi pada kepentingan sesaat berjangka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika kampanye didasarkan pada etika dan persaingan yang fair, maka bangsa ini akan mendapatkan presiden yang betul-betul terbaik dari yang baik. Maka, stop kampanye hitam. Katakan tidak pada poison politics ! (***)&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-1097952071526503245?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/1097952071526503245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=1097952071526503245' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1097952071526503245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1097952071526503245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/06/kampanye-hitam-dan-racun-politik.html' title='KAMPANYE HITAM DAN RACUN POLITIK'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-6695307310982560343</id><published>2009-05-20T12:20:00.001+07:00</published><updated>2009-05-20T12:23:18.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SLOGAN KEMENANGAN CAPRES</title><content type='html'>Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Konsultan politik Greg Adams yang pernah menjadi tim sukses Bill Clinton menyatakan slogan politik atau "tagline" sangat penting dan menentukan bagi kemenangan seorang calon presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menanyakan apakah slogan penting bagi kemenangan capres sama saja dengan menanyakan apakah seorang pelatih penting bagi sebuah kesebelasan sepak bola. Jawabannya, tentu saja: ya!" kata Adams ketika ditanya wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelatih sepakbola, seperti Alex Ferguson sangat vital bagi kesebelasan Manchester United (MU). Ferguson telah bertugas dalam lebih dari 1000 pertandingan yang dimenangkan MU selama 21 tahun kariernya sebagai pelatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferguson tidak masuk gelanggang pertandingan, dia tidak menendang atau berlari mengejar bola. Meskipun tidak ikut bertanding, Ferguson adalah salah satu pelatih terbaik dalam permainan. Ia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Ferguson dalam sepakbola sama dengan peran slogan dalam kampanye politik. Pelatih sepakbola tidak terlibat dalam kancah pertandingan. Ia memberi semangat dan arah bagi tim kesebelasannya. Itulah fungsi sebuah slogan atau tagline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang calon presiden atau wapres setiap hari akan ditanya berbagai macam topik dan masalah, apa visi dan misinya. Capres dan cawapres harus menjawab semua permasalahan bangsa yang muncul. Sekitar 99 persen yang diucapkan capres dan cawapres akan segera dilupakan, tapi ada 1 persen yang melekat dan selalu diingat. Itulah slogan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh slogan pasangan SBY-Boediono yang cukup hanya satu kata: "Lanjutkan!". Semua kebijakan, pernyataan, dan keterangan yang disampaikan SBY dibingkai dalam satu benang merah yaitu keberhasilan selama pemerintahannya yang pertama dan itu perlu dilanjutkan untuk masa jabatan kepresidenan yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah slogan pasangan JK-Wiranto yang cukup panjang: "Lebih cepat dan lebih baik". Apapun yang dilakukan dan disampaikan JK, tentu dikemas dalam semangat "tagline" itu. Makanya JK mengumumkan deklarasi berpasangan dengan Wiranto jauh lebih dahulu ketimbang pasangan capres-cawapres lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga pada saat mendaftar ke KPU. JK-Win adalah pasangan Capres-Cawapres yang mendaftar pertama kali. Itu untuk membuktikan kepada calon pemilih bahwa JK-Win lebih cepat dan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Membuat Slogan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat slogan politik butuh seni tersendiri. Pengalaman dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat membuktikan bahwa slogan politik telah mewarnai demokrasi negeri itu sepanjang 150 tahun. Sebuah kalimat atau satu dua kata dirancang sedemikian rupa untuk memenangkan satu calon dan mengalahkan lawan-lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamin Ansary, seorang ahli komunikasi politik, mengatakan tim sukses dan konsultan politik berkumpul untuk menentukan slogan paling tepat. Mereka mengeluarkan gagasan, berargumentasi, dan memilih slogan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1992, tim sukses Capres Bill Clinton, misalnya, berdebat untuk memilih sejumlah slogan yang ditawarkan konsultan, yaitu "Putting people first (Dahulukan kepentingan rakyat)", "Don`t stop thinking about tomorrow (Jangan berhenti memikirkan masa depan)", dan "New Covenant (Kontrak politik baru)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu usulan slogan yang bagus, namun dianggap tidak cukup "nendang". Mereka mencari slogan baru yang lebih pas dengan suasana hati kebatinan rakyat Amerika Serikat waktu itu yang sedang dirundung kesulitan ekonomi, meskipun George Bush Sr, "incumbent" yang dikenal berhasil dalam perang Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akhirnya menemukan slogan baru yang pas dengan sentimen politik waktu itu secara tidak sengaja. Ketika kebuntuan gagasan terjadi, mereka melirik ke catatan kecil yang ditempel di atas meja oleh para pekerja dan sukarelawan: "It`s the economy, stupid!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan itulah yang akhirnya membuat Bush Senior kehilangan kursi kepresidenannya dan menaikkan Bill Clinton ke Gedung Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Satu hal yang membuat sebuah slogan lebih baik dari slogan lainnya adalah kaitannya dengan suasana kebatinan para pemilih. Slogan yang baik adalah yang betul-betul nyambung dengan alam pikiran pemilih. Sebab, bagaimanapun baiknya pemilihan kata, indahnya sebuah bahasa, jika tidak sesuai dengan suasana kejiwaan pemilih, tentu saja akan gagal. Itu sama saja dengan pantun: "Jaka Sembung bawa golok, gak nyambung, bok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika suasana kebatinan pemilih sudah ditangkap, sebuah slogan tetap tidak akan bunyi kalau kata-kata dan kalimatnya tidak tepat. Setiap kata ada nuansanya dan setiap kalimat ada makna konotasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana Batin Rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dipelajari slogan-slogan politik yang terkenal dan berhasil di masa lalu, maka akan ditemukan kaitan antara apa yang terjadi dalam suasana batin masyarakat saat itu dengan bagaimana kalimat slogan itu dirancang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh adalah slogan kampanye Barack Obama yang menang melawan "incumbent" George W Bush. "Change we can believe in" pas sekali dengan suasana rakyat AS yang bosan dengan gaya kepemimpinan George W Bush yang suka perang dan melupakan pembangunan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan Capres Ronald Reagan tahun 1980 adalah "Are You Better of Than You Were Four Years Ago?". Slogan ini sangat jitu untuk menangkap perasaan rakyat AS yang dilanda resesi ekonomi selama pemerintahan presiden "incumbent" Jimmy Carter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Reagan menanyakan apakah anda hidup lebih baik dibanding empat tahun yang lalu, sebagian besar rakyat menggelengkan kepala. Maka, kalau mau lebih baik, pilihlah saya, kata Reagan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada banyak presiden incumbent AS yang terpilih kembali karena memiliki slogan yang pas di hati pemilihnya. Rakyat puas dengan pemerintahan "incumbent" dan ingin keberhasilan itu dilanjutkan empat tahun ke depan. Contoh: slogan "Jangan ganti kuda saat menyeberangi sungai" membuat Abraham Lincoln terpilih lagi. Begitu juga slogan "Four more years of the full dinner pail" mengantarkan Presiden William McKinley pada masa jabatan keduanya tahun 1900.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke pemilihan presiden di Indonesia, suasana batin pemilih di tanah air tampaknya terbelah kepada yang ingin "kemesraan ini jangan cepat berlalu dan harus dilanjutkan" dan yang ingin "pemerintahan yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua arus utama itu bagus dan sah-sah saja untuk menjadi pilihan menarik rakyat di bilik suara 8 Juli nanti. Yang tidak bagus adalah slogan yang menjadi tagline film "Alien vs Predator": "Whoever wins?.We lose" (Siapapun yang menang, kita sebagai rakyat kalah).(*)&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://antara.co.id/arc/2009/5/19/slogan-dan-kemenangan-capres/"&gt;http://antara.co.id/arc/2009/5/19/slogan-dan-kemenangan-capres/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-6695307310982560343?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/6695307310982560343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=6695307310982560343' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6695307310982560343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/6695307310982560343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/05/slogan-kemenangan-capres.html' title='SLOGAN KEMENANGAN CAPRES'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-5279087483794334762</id><published>2009-03-26T17:31:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T17:32:52.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>JANGAN GANTI KUDA SAAT MENYEBRANGI SUNGAI</title><content type='html'>&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Oleh Akhmad Kusaeni&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;?xml:namespace prefix = st1 ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;, 26/3 (ANTARA) – Banyak pihak menyayangkan kemungkinan berpisahnya dwitunggal Soesilo Bambang Yudhoyono dengan Jusuf Kalla (SBY-JK) pada Pemilihan Presiden 2009. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;“Mereka adalah pasangan pemimpin ideal, saling mengisi. Kami ingin beliau tetap bersatu menjadi negarawan,” kata pendiri Institut Lembang Sembilan, Alwi Hamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Institut Lembang Sembilan adalah lembaga yang berusaha keras agar SBY-JK dipertahankan dalam pemilu nanti. Alwi dan lembaganya melihat ada upaya-upaya untuk memisahkan dwitunggal SBY-JK baik dari pihak Yudhoyono maupun Kalla.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;“&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berusaha menurunkan derajat SBY-JK dari negarawan menjadi politikus. Ini bahaya buat masa depan bangsa,” ujar Alwi kepada pers.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Bagi orang-orang seperti Alwi, duet SBY-JK merupakan pasangan yang pas. SBY cenderung hati-hati saat mengambil keputusan. Adapun Kalla lebih cepat bergerak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-INDENT: 0.5in; MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ibaratnya, &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;JK adalah gas, dan SBY remnya. Jika perjalanan pemerintahan ditamsilkan sebagai sebuah &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;mobil, maka ia membutuhkan kombinasi gas dan rem. Kalau gas tanpa rem, perjalanan pemerintahan sangat berbahaya. Bisa celaka akibat tak terkendali. Sebaliknya, jika rem semuanya, mobil bisa mogok, tidak bisa jalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Orang juga menilai SBY-JK ideal karena dua tokoh ini memiliki kepribadian unik yang berbeda tetapi sebetulnya saling melengkapi. JK yang cenderung pragmatis dikenal sebagai “man of action”, sementara SBY yang penuh gagasan dan idealisme dikenal sebagai “man of ideas”. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berfikir dan ada yang bertindak. Klop!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Dari segi latarbelakang keduanya juga saling mengisi. SBY adalah jenderal dengan background sosial politik yang kuat. &lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Sebagai tentara, SBY kental dengan idiom-idiom militer seperti kedaulatan wilayah NKRI, persatuan dan kesatuan, dan stabilitas nasional. Sebaliknya JK adalah saudagar yang punya naluri ekonomi dan bisnis yang sudah terbukti handal. &lt;/span&gt;Sebagai pengusaha, JK pandai melihat peluang bisnis dan memajukan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Saling melengkapi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Dari berbagai segi, SBY-JK saling mengisi dan saling melengkapi. Seperti dikemukakan para pengamat, kombinasi dwi-tunggal ini, sebetulnya terbaik untuk bangsa. Survei-survei pun membuktikan, jika pasangan SBY-JK maju lagi, hampir bisa dipastikan mereka terpilih lagi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Tapi persoalan-persoalan internal di Partai Demokrat dan di Partai Golkar menjadikan dinamika politik berkembang lain. Persoalan internal partai itu, seperti dikemukakan pengamat politik Eep Saifulloh Fatah, adalah Kalla dikelilingi sejumlah politikus Partai Golkar yang mencita-citakan kekuasaan lebih besar bagi partai beringin dalam lembaga eksekutif selepas pemilu 2009. Sementara di Partai Demokrat ada politikus yang over confident bahwa tanpa Golkar dan Kalla, SBY bisa digjaya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Ini yang membuat SBY-JK, kedua pemimpin yang pada Pilpres 2004 maju dengan slogan “Bersama Kita Bisa”, kini seolah berdiri di persimpangan jalan. &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;Masing-masing, seperti diberitakan di media, seolah-olah akan menempuh jalannya sendiri-sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Padahal, pekerjaan keduanya belum selesai. Masih banyak tugas yang belum dituntaskan. Perjuangan memberantas kemiskinan, memerangi kebodohan, menjaga NKRI dan memerangi korupsi –yang menjadi core utama program pemerintahan SBY-JK—baru separuh jalan. Sudah ada keberhasilan dan kemajuan, namun pembangunan jelas membutuhkan waktu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;SBY-JK bukan Bandung Bondowoso yang bisa membangun seribu candi dalam satu malam. Mereka bukan juga David Copperfield, yang bisa menyulap dan menjadikan apa saja, hanya dengan mengucap mantra-mantra simsalabim dan abracadabra. Yang mereka perlukan adalah waktu dan kepercayaan untuk menuntaskan apa yang sudah dijanjikan dan dimulai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Dalam pertemuan dengan 11 pengamat politik di kediaman resminya di seberang Mesjid Sunda Kelapa, Kalla mengatakan sangat yakin bahwa pemerintahan SBY-JK berada dalam jalur yang benar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;“Jika diberi kesempatan lebih panjang, kami akan mengantar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pada kelimpahruahan ekonomi pada 2011,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Artinya, di pihak Kalla sendiri, sebetulnya ada keyakinan bahwa tugasnya bersama SBY memimpin bangsa ini belum selesai untuk dengan selamat menggapai Indonesia 2011 itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Jangan ganti pemimpin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Jika saja SBY-JK tidak berpisah dalam Pilpres 2009, mereka sangat berpeluang untuk terpilih lagi. Mereka bisa berkampanye dengan slogan: “&lt;i&gt;Don’t change horses in midstream!&lt;/i&gt;” (Jangan ganti kuda saat menyeberangi sungai). Maksudnya, jangan mengganti pemimpin saat mereka berada di tengah tugas maha penting yang belum selesai. Beri kesempatan untuk melanjutkan dan menuntaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Slogan ini yang membuat Abraham Lincoln terpilih kembali dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat tahun 1864. Ketika Lincoln dinominasikan sebagai calon presiden untuk masa jabatan kedua kalinya pada 9 Juni 1864, ia meminta rakyat Amerika Serikat untuk memberinya kesempatan&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;untuk menuntaskan misinya untuk menghentikan perang saudara &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;dan mengakhiri perbudakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lincoln&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; dalam setiap kampanye mengatakan, “Saya tidak meminta anda untuk memilih karena saya paling hebat atau orang terbaik di Amerika, tapi saya ingin anda memutuskan seperti kearifan peternak Belanda bahwa sangatlah tidak baik untuk mengganti kuda saat berada di tengah sungai”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lincoln&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah presiden ke-16 AS dari Partai Republik. Ia terpilih pada Pemilu 1860 dan berhasil membawa AS lepas dari krisis internal terbesar sepanjang sejarah AS, yaitu upaya separatisme dan pengakhiran perbudakan. &lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;Ia terpilih kembali pada masa jabatannya yang kedua pada Pemilu 1864.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Begitu juga dengan SBY-JK. Apabila dwi-tunggal itu memiliki tugas maha penting bersama, yaitu menggapai Indonesia 2011 sebagaimana yang dicita-citakan, tentu rakyat akan memahami kearifan slogan Abraham Lincoln itu. Rakyat besar kemungkinan tidak akan mengganti kuda saat sungai belum seutuhnya tersebrangi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;SBY-JK juga bisa menggunakan slogan Presiden McKinley yang untuk kedua kalinya mengalahkan William J Bryan pada Pemilu tahun 1900. Jika pengabdian pemerintahan diibaratkan jamuan makan, maka empat tahun pertama masa jabatan McKinley belum cukup untuk melayani rakyat makan malam dengan tuntas sehingga perut mereka kenyang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;McKinley pun meminta diberikan waktu empat tahun lagi. &lt;/span&gt;Tim suksesnya kemudian merumuskan slogan kampanye yang unik dan menarik: ”Four More Years of the Full Dinner Pail”. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Rakyat&lt;/st1:City&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;AS&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; kemudian memberi kepercayaan kepada McKinley yang berpasangan dengan Theodore Roosevelt sebagai Wapres untuk masa jabatan yang kedua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Semuanya terpulang kepada SBY-JK sendiri. Kedua pemimpin itu yang tahu persis apa yang paling penting untuk dirinya dan untuk bangsanya. Semua kemungkinan masih terbuka. Apakah SBY-JK akan terus bersama atau berpisah, tentu akan segera ditemukan jawabannya setelah Pemilu 9 April 2009.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0in 0in 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;            &lt;/span&gt;Time will tell, kata pepatah Inggris.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-5279087483794334762?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/5279087483794334762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=5279087483794334762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/5279087483794334762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/5279087483794334762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/03/jangan-ganti-kuda-saat-menyebrangi.html' title='JANGAN GANTI KUDA SAAT MENYEBRANGI SUNGAI'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-274525538415776665</id><published>2009-03-18T20:19:00.003+07:00</published><updated>2009-03-18T20:25:57.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>RP 1 MILIAR UNTUK KAMPANYE 15 MENIT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Medan, 18/3 (ANTARA) – Betapa mahalnya ongkos sebuah kampanye. Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Surya Paloh, misalnya, menghabiskan dana lebih dari Rp1 miliar hanya untuk berpidato selama 15 menit di panggung kampanye di sebuah lapangan sepakbola, di Mandailing Natal, Sumatera Utara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;      Pada hari pertama kampanye terbuka dimulai, Selasa (17/3), Surya langsung tancap gas. Jam 7.00 pagi dia sudah bertolak dari Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, dengan pesawat jet pribadinya, jenis BAe yang katanya eks Ratu Inggris Elizabeth. Tujuannya: Lapangan sepakbola Aekgodang, Mandailing Natal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;      Tak banyak orang yang mendampingi bos Media Group yang brewokan itu. Yang menemani Surya di pagi hari itu tampak Sekretaris Dewan Penasihat Partai Golkar Hatta Mustafa dan Chairuman Harahap, calon legislatif untuk Daerah Pemilihan Mandailing Natal. Tentu saja dia membawa kameramen Metro TV, stasiun televisi milik Surya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     ”Ini pesawat paling aman. Jet lain mesinnya cuma dua, yang ini empat. Kalau dua mesin mati, masih ada dua mesin yang bekerja. Tapi karena empat mesin, jadi boros,” katanya kepada saya sesaat setelah kami boarding.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     Surya membeli pesawat buatan Inggris itu pada tahun 2004 ketika akan keliling Indonesia untuk Konvensi Partai Golkar. Kini, dengan pesawat yang sama, Surya akan keliling Indonesia lagi untuk berkampanye. ”Hari ini baru start, saya harus jaga stamina karena harus datangi daerah-daerah dari Aceh sampai Papua,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     ”Pesawat ini pas untuk jelajahi Indonesia karena bisa mendarat di Bandara-Bandara perintis dengan landasan pendek, seperti Bandara Tapanuli Selatan yang akan kita datangi ” katanya lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Saat pesawat bergambar kepala elang, lambang Media Group, itu menjelajah langit dengan ketinggian 27.000 kaki, Surya menyiapkan materi pidatonya. Ia berfikir tidak banyak yang bisa disampaikan pada kampanye terbuka di lapangan yang terik pada pukul dua siang dengan hadirin yang asyik berjoget dan berdangdut ria. Ia memilih satu pesan moral kampanye yang akan menjadi ”soundbite”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;   ”Saya akan ingatkan para elite untuk tidak lagi membohongi rakyat. Rakyat harus dicerdaskan, bukan dibodoh-bodohi!,” katanya dengan suara keras dan mata membelalak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewa helikopter&lt;br /&gt;    Setelah mendarat di Bandara Perintis Tapanulis Selatan, Surya harus naik helikopter lagi selama 30 menit untuk bisa ke panggung kampanye.  Ia menyewa helikopter jenis Bell yang hanya bisa dimuati empat penumpang saja. Terapung-apung di antara bukit dan gunung, Surya manggut-manggut menyadari betapa luasnya wilayah Sumatera Utara. Jika naik angkutan darat, dari Medan ke Mandailing Natal bisa memakan waktu 12 sampai 14 jam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    ”Tidak heran banyak warga sini yang meminta pemekaran,” katanya merujuk pada tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara Azis Angkat dari Partai Golkar saat demo anarkis massa yang meminta rekomendasi dibentuknya propinsi baru Tapanulis Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Surya hanya beristirahat sejenak untuk makan siang sebelum diboyong ke lapangan sepakbola yang sudah dipenuhi massa. Pilot helikopter sudah mewanti-wanti agar kampanye tidak lama-lama karena pergerakan awan yang menggumpal hitam menandakan hujan akan segera turun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    ”Makin sore makin berbahaya. Cuaca di kawasan pegunungan begitu cepat berubah,” si pilot mengingatkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     Akibatnya, Surya tidak bisa berlama-lama di atas panggung kampanye. Setelah pidato dan teriakan hidup Golkar yang menggelegar selama 15 menit, lelaki berperawakan tinggi besar mirip penyanyi opera Luciano Pavarotti itu segera pamit. Ia harus buru-buru kembali ke Tapanuli Selatan sebelum hujan turun sore itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Meski hujan belum turun, angin ternyata berhembus kencang. Helikopter beberapa kali berguncang-guncang. Untuk menghindari guncangan, pilot menurunkan ketinggian sehingga helikopter berwarna biru itu menyelusup lembah-lembah di antara bukit dan gunung. Gerakan helikopter itu mirip dengan yang biasa dilihat dalam film-film tentang perang Vietnam. Berkelok-kelok dengan suara mesin dan baling-baling yang menderu-deru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    ”Kalau terjadi apa-apa pasti kita selesai. Karena di antara bukit dan gunung, tidak ada tempat untuk mendarat darurat,” kata Hatta Mustafa yang tampak lega akhirnya bisa mendarat dengan selamat di Bandara Tapanuli Selatan meski mengaku sempat tegang dan  stress.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;      Saat melanjutkan perjalanan ke Bandara Polinia Medan, Surya menceritakan mengapa dirinya rela menghabiskan uang miliaran dan menghadapi resiko keselamatan terbang dengan helikopter dalam cuaca buruk hanya untuk berpidato selama 15 menit di panggung kampanye. Menurut Surya, perjalanan kampanye hari pertamanya menghabiskan lebih dari Rp1 miliar, antara lain untukavtur dan kru jetnya, menyewa helikopter, akodasi hotel dan biaya logistik lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    ”Gila. Ini gila. Tidak masuk logika orang mengeluarkan Rp1 miliar  hanya untuk pidato 15 menit,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     Jika tidak untuk kecintaan kepada bangsa ini, jika tidak untuk sesuatu yang berarti bagi rakyat negeri ini, lanjut Surya, ia tidak akan segila ini. Itupun ada yang menuduhnya ada motif-motif dan ambisi kekuasaan tertentu dibalik segala yang dilakukannya. Pengkritiknya menuding Surya berambisi untuk menjadi Ketua Umum Golkar dan kemudian menjadi calon Presiden pada Pemilu 2014. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    ”Silahkan menuding seperti itu. Saya terima dan jalani saja. Tetapi yang saya protes, kalau orang menilai apa yang saya lakukan itu tidak ikhlas. Itu yang tidak benar,” tegasnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     Surya mengatakan boleh dibilang ia sudah memiliki segalanya, harta dan kehormatan sudah ada dalam genggamannya. Kalau dia mau, dia bisa seperti konglomerat-konglomerat lain yang tinggal menikmati hidup dan bersenang-senang dengan kekayaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     ”Kalau semua orang berfikir selfish begitu, lalu siapa yang memikirkan bangsa dan rakyat ini? Hancurlah bangsa ini jika semua orang begitu,” katanya sambil mengusap rambut-rambut yang lebat di pipi dan dagunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksentrik&lt;br /&gt;     A Keng, pengusaha Medan yang teman sepermainan Surya semenjak SD, mengatakan jika sohibnya seorang eksentrik. Surya adalah tokoh yang langka. Bangsa Indonesia saat ini mengalami defisit orang-orang eksentrik berkarakter yang memiliki kekuatan mental, kebernasan gagasan dan keberanian moral untuk mengambil pilihan sendiri di luar kelatahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Pakar politik John Stuart Mill mengatakan orang eksentrik biasanya yang membuat sejarah. Kreativitas sosial memerlukan tumbuhnya eksentrisitas. Orang eksentrik berani berfikir dan berbuat out of the box. Ia berfikir melesat jauh ke masa depan dengan idealisme dan cita-cita tingggi dan bersemangat mencapainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    ”Saya kira Surya orang seperti itu. Bangsa Indonesia, paling tidak Golkar, beruntung memiliki tokoh semacam Surya Paloh,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Memang, hanya seorang eksentrik yang rela mengeluarkan uang satu miliar rupiah dan berani terbang dengan helikopter dalam cuaca buruk hanya untuk berpidato 15 menit di depan rakyat di satu kabupaten terpencil yang tidak banyak dikunjungi orang, apalagi pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-274525538415776665?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/274525538415776665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=274525538415776665' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/274525538415776665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/274525538415776665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2009/03/rp-1-miliar-untuk-kampanye-15-menit.html' title='RP 1 MILIAR UNTUK KAMPANYE 15 MENIT'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-1826199117366157160</id><published>2008-10-16T17:24:00.001+07:00</published><updated>2008-10-16T17:28:49.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Politik Rasis di Pemilu Amerika Serikat</title><content type='html'>Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Terlalu berlebihan bila menuding Amerika Serikat sebagai bangsa yang rasis. Tapi, politik rasisme sedang jadi guncingan panas di negeri Paman Sam pada hari-hari terakhir menjelang pemilihan presiden bulan Nopember mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para analis dan komentator sibuk memperdebatkan, apakah memilih Barack Obama sebagai Presiden merupakan sebuah upaya melawan rasisme yang selama ratusan tahun berjalan di Amerika Serikat?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah seorang kulit hitam di Gedung Putih (garis bawahi kata Putih) akan mengakhiri secara simbolik kredo politik AS bahwa hanya kulit putih yang berhak memimpin negara pembela kapitalis itu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini dalam sejarah politik AS diyakini bahwa hanya M-W-P-A yang bisa menjadi pemimpin politik tertinggi di negeri itu. MWPA adalah singkatan dari Male (laki-laki), White (Kulit Putih), Protestant (Beragama Protestan) dan Anglo-Saxon (berasal dari nenek moyang dari Eropa, khususnya Inggris).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredo MWPA ini tidak terlepas dari sejarah panjang asal usul bangsa AS yang oleh para pendiri bangsanya didirikan atas fondasi yang sebetulnya berbau rasisme dan bias gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, dari 42 Presiden AS sampai sekarang tidak pernah ada yang kulit hitam atau kuning. Belum ada wanita yang jadi presiden atau wakil presiden. Belum ada orang Amerika keturunan Afrika atau Asia yang duduk di Gedung Putih. Memang pernah ada John F Kennedy yang beragama Katholik jadi Presiden, tapi kemudian dia ditembak di Dallas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya Obama sebagai kandidat presiden yang populer menjungkirbalikan fondasi dasar sistem politik AS. Obama memang laki-laki, tapi dia kulit hitam, berasal dari Afro-Amerika. Meskipun dia sudah mengumumkan beragama Protestan, tetapi tetap saja dihubungkan dengan latar belakang masa kecilnya yang pernah bersekolah di Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, seperti dikemukakan komentator politik Ron Jacobs, Pemilu di AS akan menjadi tonggak sejarah baru sistim politik di negeri itu. Pilihannya bukan lagi pada Partai Republik atau Partai Demokrat. Pilihannya bukan lagi pada John McCain atau Barack Obama. Tapi pilihannya adalah apakah bangsa AS akan mengakhiri kredo MWPA atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah relakah bangsa AS dipimpin oleh "orang yang bukan satu di antara kita" (meminjam istilah kandidat wakil presiden Sarah Palin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian warga AS dengan tegas menyatakan tidak. Dalam alam bawah sadar bangsa AS, rasisme berurat berakar sepanjang sejarah berdirinya bangsa itu. Sampai saat ini di dalam alam pikiran jutaan rakyat AS, mereka belum bisa menerima dengan ikhlas seorang lelaki kulit hitam, bersama isteri dan anak-anaknya, bisa tinggal di sebuah gedung yang namanya saja jelas-jelas "White House" atau Gedung Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang kulit hitam di Gedung Putih? It is not American dream, but American nightmare," komentar seorang warga di kampanye Palin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok sayap kanan mengumbar tudingan yang mengasosiasikan Obama dengan Osama bin Laden dan orang yang membenci Amerika. Mereka mengkampanyekan bahwa latarbelakang multikultural Obama yang lahir dari ayah yang berasal dari Kenya dan masa kecil di Indonesia- sebagai bukan Amerika (Unamerican).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta itu sebagai ancaman atas keamanan nasional AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran jika dalam kampanye Partai Republik, terutama kampanye Sarah Palin, muncul sentimen rasis terhadap Obama. Teriakan-teriakan "kill him" dan "terrorist" kerap terdengar dan mengumandang. Banyak yang khawatir Obama akan ditembak seperti halnya JFK, sehingga pengamanannya belakangan ini diperketat dan diperkuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Obama memenangi Pemilu, maka bangsa AS memasuki babak baru. Obama akan mengakhiri dominasi politik kulit putih di Gedung Putih. Masuknya Obama di lingkaran utama arus besar kekuatan politik AS menjadi sesuatu yang bersejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar nanti Obama disumpah menjadi orang nomor satu di AS, maka nilai kesejarahan Obama bisa disandingkan dengan Abraham Lincoln yang mengakhiri perang saudara yang sangat berdarah dan sekaligus mengakhiri perbudakan di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama di Gedung Putih membuktikan bahwa impian Amerika seperti dikemukakan tokoh kulit hitam Martin Luther King terwujud dan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marthin Luther King terkenal dengan pidato "I have a dream" yang membara pada 28 Agustus 1963. Pidato di depan makam Abraham Lincoln yang dihadiri 250.000 demontran kulit hitam itu menjadi salah satu pidato yang penuh inspirasi dan mengubah dunia, setidaknya AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara menggelegar, King di podium memegang mikrofon berujar, "Saya punya mimpi bahwa suatu hari bangsa ini akan bangkit dan hidup sesuai dengan kredonya bahwa setiap orang memiliki hak yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya punya mimpi bahwa empat anak saya suatu saat akan hidup dalam sebuah negara di mana dia tidak lagi dilihat dari warna kulitnya, tapi dari sikap tindak perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya punya mimpi bahwa suatu saat di bukit Georgia ini anak-anak para budak dan anak-anak pemilik budak akan bisa duduk bersama di meja persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah harapan kita. Saatnya kita mengakhiri ketidakadilan rasial dan menuju kepada persaudaraan yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus mempercepat terwujudnya impian itu di mana seluruh anak-anak Tuhan: kulit hitam dan kulit putih, Yahudi dan Muslim, Protestan dan Khatolik, bisa bergandeng tangan dan bernyanyi seperti hymne spritual Negro: Bebas! Akhirnya Bebas!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato itu dikumandangkan lebih dari 40 tahun lalu. Jika Obama menang bulan depan dan masuk Gedung Putih, berarti diperlukan waktu empat dekade untuk mewujudkan impian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika McCain yang berjaya, pejuang-pejuang persamaan hak dan anti-rasisme masih memerlukan waktu untuk mewujudkan impian Marthin Luther King tersebut. Tapi, paling tidak, AS akan punya wanita pertama, Sarah Palin, yang menjadi wakil presiden. Tidak terlalu buruk.&lt;br /&gt;(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-1826199117366157160?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/1826199117366157160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=1826199117366157160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1826199117366157160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/1826199117366157160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2008/10/politik-rasis-di-pemilu-amerika-serikat.html' title='Politik Rasis di Pemilu Amerika Serikat'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-8751032065369166477</id><published>2008-10-10T09:28:00.002+07:00</published><updated>2008-10-10T09:35:14.537+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Neoliberalisme Telah Mati</title><content type='html'>Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat menjadi bukti sakaratul maut sistim pasar bebas. Neoliberalisme telah mati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme yang selama ini diagung-agungkan telah runtuh. Salah satu pilar penyangga liberalisme ekonomi adalah pasar bebas. Biarkan si "invicible hand" mengatur segalanya berdasar hukum "supply and demand".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan kebebasan total arus kapital, barang dan jasa. Kredo pasar bebas adalah pasar yang tidak diatur dan diintervensi adalah cara terbaik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hanya melalui pasar bebas pertumbuhan ekonomi bisa dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonom-ekonom pembela pasar bebas sangat percaya bahwa "The best government is the least government". Ekonom tersebut, yang Indonesia dikenal sebagai Mafia Berkeley, sering berguyon bahwa pertumbuhan ekonomi paling cepat di malam hari, ketika pemerintah sedang tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pasar bebas itu kini tidak berlaku lagi di negeri yang menjadi pusaran dinamonya. Justeru pertumbuhan ekonomi jadi anjlog dengan pasar yang kelewat bebas. Justeru pemerintahan George W Bush yang tidak bisa tidur, sibuk melakukan intervensi dan berusaha membelenggu si "invisible hand".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush menghadapi dilema gawat menghadapi krisis keuangan terberat setelah depresi tahun 1930-an. Pemerintahannya memutuskan untuk melakukan campur tangan. Atas persetujuan Kongres AS, Bush menggelontorkan dana talangan lebih dari satu triliun dolar guna menyelamatkan Lehman Brothers dan perusahaan-perusahaan raksasa Wall Street lain yang diambang kebangkrutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus bertindak," kata Bush di depan Kongres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak percaya lagi bahwa tangan-tangan ajaib bisa mengoreksi sendiri krisis keuangan yang melanda AS dan berimbas pada seluruh tata ekonomi internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah Dikumandangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpercayaan atas liberalisasi ekonomi sebetulnya sudah dikumandangkan para ahli dan politisi di Amerika sendiri. Majalah Newsweek edisi 7 Januari 2008 memuat tulisan kolumnis Robert J Samuelson yang berjudul "Selamat Tinggal pada Perdagangan Bebas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samuelson menjelaskan bahwa munculnya liberalisasi bersamaan dengan krisis tahun 1929. Waktu itu ada kepercayaan bahwa proteksionisme memperparah depresi AS. Faktor munculnya liberasisasi juga didorong oleh situasi Perang Dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keyakinan bahwa komunisme dapat dilawan dengan saling mensejahterakan negara-negara Barat melalui perdagangan bebas. Pada titik tertentu memang benar adanya. Ketika komunisme runtuh dan sosialisme ambruk dengan bubarnya Uni Soviet, Barat merayakan kemenangan dan "kebenaran" sistim liberalisme atas komunisme/sosialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Francis Fukuyama bahkan berani mengatakan dengan tumbangnya komunisme waktu itu, maka sejarah telah mati. Fukuyama menulis buku "The End of History" untuk menamai era baru pasca Perang Dingin. Sebuah era dunia baru dimana demokrasi dan liberalisasi ekonomi yang akan menjadi nilai dasarnya. Sebuah era baru yang akan membuat dunia lebih damai dan lebih sejahtera di bawah naungan kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat dimana Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara adidaya, baik di bidang politik dan ekonomi, maka tidak ada halangan lagi untuk menyebarluaskan demokrasi dan liberalisasi. AS terobsesi untuk untuk menjadikan seluruh negara di dunia menjadi negara demokrasi, karena "sesama negara demokrasi tidak saling memerangi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara yang dikatakan masih belum demokratis seperti Irak, Iran dan Korea Utara, perlu dibebaskan. Bilamana perlu, demokrasi ditegakkan di bawah todongan senjata. Diktatur seperti Saddam Hussein mesti digulingkan. Tentara AS harus dikerahkan. Invasi kemudian dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikucilkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara yang belum menerapkan perdagangan bebas harus ditekan dan didikucilkan. Hambatan-hambatan terhadap tarif harus dihilangkan. Ruang bebas terhadap perdagangan internasional dan investasi seperti AFTA, NAFTA, atau kawasan free trade area harus dibuka selebar-lebarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan IMF dijadikan alat untuk meliberalisasi ekonomi negara-negara yang membutuhkan bantuan keuangan. Negara-negara yang menolak bergabung dengan WTO atau enggan dipulihkan ekonominya oleh IMF, diberikan sanksi. Bilamana perlu diembargo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garisnya sangat jelas. Ikut demokrasi dan liberalisasi atau rasakan akibatnya. Diplomasi "wortel dan pentungan" sudah biasa dilakukan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah dunia yang didambakan dalam konsep "American Dream" yang ternyata hanya utopia. Demokrasi dan liberalisasi ekonomi ternyata tidak seindah yang dimimpikan. Ketika Great Depression (1929) dan Perang Dingin tidak relevan lagi, maka liberalisasi kehilangan mesin pendorongnya. Itu sudah diramalkan sendiri oleh para ahli ekonomi AS, macam Samuelson atau Joseph Stiglitz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi dunia yang "booming" ternyata juga membuat paham liberalisme melemah. China yang dianggap sebagai negara yang proteksionis dan tidak liberal, ternyata bisa tumbuh ekonominya secara mencengangkan. Prof. Kishore Mahbubani dari Singapura meramalkan ekonomi China akan melewati AS dalam tempo kurang dari sepuluh tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita menyaksikan perekonomian Amerika Serikat yang menurun dan Asia yang menanjak, terutama China dan India," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkhianati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ekonom, politisi AS juga mulai mengkhianati liberalisasi. Hillary Clinton dalam setiap kampanye menyatakan teori-teori yang melandasi perdagangan bebas tidak berlaku lagi dalam era globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terpilih sebagai presiden, seperti dikutip Financial Times edisi 3 Desember 2007, Hillary menyatakan akan meninjau kembali perjanjian perdagangan NAFTA, walaupun yang menandatanganinya tahun 1993 adalah suaminya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhianatan terbesar terhadap liberalisasi ekonomi dilakukan oleh pemerintah Bush. Alih-alih membiarkan mekanisme pasar di Wall Street mengoreksi diri sendiri, Bush memberi dana talangan tanpa banyak persyaratan semacam ketika Bank Indonesia menggelontorkan BLBI. Tak ada batas waktu kapan dikembalikan dan batas maksimum dana yang dikucurkan. Tak ada pula keharusan perusahaan merestrukturisasi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat telah menyimpang dari pakemnya sendiri. Jika AS saja sudah tidak percaya terhadap kredonya sendiri, apalagi yang lain. Mungkin sudah saatnya dunia, seperti dikumandangkan oleh Samuelson, untuk mengucapkan "Selamat Tinggal Perdagangan Bebas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah mati: Liberalisasi ekonomi.(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-8751032065369166477?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/8751032065369166477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=8751032065369166477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8751032065369166477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/8751032065369166477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2008/10/neoliberalisme-telah-mati.html' title='Neoliberalisme Telah Mati'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-5106324663686604305</id><published>2008-09-19T11:10:00.002+07:00</published><updated>2008-09-19T11:14:53.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>BUKIT PARA SYUHADA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jakarta, 15/9 (ANTARA) - Salah satu tempat yang dikunjungi masyarakat kota Baku, Azerbaijan, pada masa ramadhan dan menjelang lebaran adalah Bukit Para Syuhada.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Di bukit itu dimakamkan ratusan korban pembantaian tentara Uni Soviet menjelang keruntuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    20 Januari 1990 adalah hari yang akan melekat dalam sejarah rakyat Azerbaijan, negeri kaya minyak bekas bagian Uni Soviet di tepi Laut Kaspia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Pada hari itu terjadi "pembantaian" yang dilakukan oleh mesin militer Uni Soviet terhadap rakyat Azerbaijan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    "Itu lembaran hitam yang tak pernah bisa dilupakan sebagai kejahatan kemanusiaan yang paling biadab," kata Direktur Jenderal Kantor Berita Azertac Aslan Aslanov ketika membawa rombongan wartawan dari kawasan Asia Pasifik ke bukit itu awal ramadhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Di bukit dengan bangunan mesjid di halaman depannya itu ratusan orang yang terbunuh atau terluka akibat pembantaian dikenang. Para korban adalah rakyat Azerbaijan yang berusaha menyampaikan aspirasi untuk menjadi negara yang bebas merdeka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    "Ini kejahatan kemanusiaan dari rejim Uni Soviet yang terancam bubar dan pecah," kata Aslan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Pasukan tentara Soviet dengan mesin perang mereka masuk ke Baku, ibukota Azerbaijan, tanpa diduga. Mereka, jumlahnya sekitar 60.000 orang, mendapatkan latihan militer, termasuk latihan kejiwaan, sebelum operasi "pemberangusan". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Dalam laporan resmi kelompok pejuang hak asasi manusia disebutkan bahwa  komandan tentara memberi perintah kepada pasukan yang akan berangkat untuk melakukan pembantaian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    "Kalian dikirim ke Baku untuk melindungi orang-orang Rusia, karena rakyat setempat dengan brutal membasmi orang Rusia," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Si komandan menjelaskan bahwa para ekstrimis telah menempatkan penembak jitu di setiap atap gedung. Apartemen dan setiap bangunan dipenuhi pemberontak dari Popular Front of Azerbaijan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Mereka siap menanti kedatangan kalian dengan senjata mesin mereka, demikian doktrin yang ditanamkan kepada para tentara Soviet ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   Kartu Rusia&lt;br /&gt;    Kepemimpinan Uni Soviet di bawah Mikhail Gorbachev mengambil keuntungan dengan memanfaatkan kartu "Rusia dan Armenia" dengan jitu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Tentara dikirim ke Baku dengan alasan untuk melindungi orang-orang Rusia dan Armenia, yang punya sejarah panjang permusuhan dengan bangsa Azerbaijan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Tentara juga diminta untuk melindungi para pegawai negeri yang loyal kepada Uni Soviet dan menumpas pemberontak nasionalis yang didituding bakal melakukan kudeta.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    "Dalam kenyataannya, itu hanya alasan dan kebohongan yang telanjang," kata Mammadov, warga Baku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Katakanlah apa yang ditudingkan Kremlin itu benar, kata Mammadov, itu pun tidak memerlukan pengerahan pasukan Uni Soviet sebanyak itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Ketika itu di Baku hanya terdapat 11.500 tentara lokal dan mereka hanya mempunyai persenjataan yang terbatas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Gorbachev menandatangani maklumat bahwa pada 20 Januari 1990 dinyatakan sebagai situasi darurat di Baku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Namun, Komando Alfa KGB sudah sehari sebelumnya menghancurkan generator listrik TV Azerbaijan untuk menghentikan siaran televisi lokal itu, yakni pada pukul 19.27. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Dalam keadaan gelap gulita dan tanpa siaran televisi, pasukan Uni Soviet menginvasi kota Baku. Rakyat sama sekali tidak tahu adanya rencana pengumuman situasi darurat, sehingga mereka tidak menyangka bakal diserbu dan ditembaki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Sembilan warga terbunuh bahkan sebelum maklumat Gorbachev berlaku pada jam 00.00 pada 20 Januari 1990.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Pengumuman situasi darurat militer di Baku baru disiarkan oleh radio lokal pada 07.00 pagi pada 20 Januri 1990. "Saat itu, sudah lebih dari 100 warga terbunuh," kata Mammadov.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    "Saya heran mengapa Gorbachev (yang memerintahkan penyerangan terhadap Baku) kemudian mendapat penghargaan Nobel Perdamaian. Tangannya berlumuran darah rakyat yang tak berdosa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                     Hancurkan apa saja&lt;br /&gt;    Tank dan mesin perang Uni Soviet menghancurkan apa saja yang ditemukan di jalan menuju Baku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Tentara menembak secara membabi buta tanpa diskriminatif. Peluru tajam bukan hanya menerjang warga yang ada di jalan raya, tapi juga yang ada di dalam bus dan mobil mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Bahkan, warga yang berada di dalam apartemen juga ditembaki. Termasuk ambulan yang membawa korban juga dihajar. Begitu juga dokter dan perawat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Hasilnya, 137 warga terbunuh, 700 luka-luka dan 800 orang ditahan tanpa dosa.&lt;br /&gt;    "Mereka adalah syuhada," begitu tertulis di pintu gerbang pemakaman itu.&lt;br /&gt;    Tapi, kebiadaban pembantaian 20 Januari 1990 gagal menghapus hasrat rakyat Azerbaijan untuk mencapai kemerdekaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Anak-anak bangsa yang terbunuh hari itu telah menulis sejarah gemilang dalam sejarah Azerbaijan. Mereka melapangkan jalan bagi gerakan pembebasan nasional mencapai kemerdekaan.&lt;br /&gt;    Mereka dimakamkan di tempat paling tinggi di Baku, di sebuah bukit tempat para peziarah bisa memandangi seluruh kota Baku dengan jelas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Kini lembah itu dinamakan Bukit Syuhada.&lt;br /&gt;    Foto-foto para syuhada di pahat di batu nisan dengan catatan kecil tentang bagaimana mereka terbunuh:&lt;br /&gt;Meyerovich, mati tertembak oleh 21 peluru;&lt;br /&gt;Rustamov, tewas dihajar 23 peluru;&lt;br /&gt;Yefimtsev, syahid ditusuk pisau bayonet. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Di pusara para syuhada itu sanak keluarga, warga biasa, dan rakyat Azarbaijan membungkuk meletakan bunga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-5106324663686604305?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/5106324663686604305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=5106324663686604305' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/5106324663686604305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/5106324663686604305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2008/09/bukit-para-syuhada.html' title='BUKIT PARA SYUHADA'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-3302932585324179928</id><published>2008-09-11T11:42:00.002+07:00</published><updated>2008-09-11T11:50:33.998+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>TURKI: BUKA PUASA DI KIRI, MINUM BIR DI KANAN</title><content type='html'>Oleh Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 10/9 (ANTARA) – Inilah cerita tentang kota Istanbul, Turki, di bulan Ramadhan. Di sepanjang jalan kawasan Kodikoy Carsi banyak sekali restoran dan cafe bernuansa perpaduan Eropa dan Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang berlalu lalang dengan macam ragam penampilan. Ada wanita cantik berpakaian seronok berjalan glendotan dengan lelaki berkaos oblong dan bercelana jeans belel. Ada yang anggun berjilbab beriringan dengan pria berjanggut berbaju gamis. Turis-turis asing juga hilir mudik disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang adzan maghrib, inilah yang hanya terjadi di Turki: Muslim yang berbuka puasa harus berbaur dengan kelompok sekuler di restoran kawasan Kodikoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Restoran yang menyediakan iftar (hidangan buka puasa) juga menyajikan bir, anggur dan minuman keras lainnya. Yang buka puasa di meja kiri, yang minum bir di meja kanan.&lt;br /&gt;”Inilah keunikan negeri kami,” kata Erhan Takepe, warga Turki yang menjadi staf lokal KBRI Ankara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menarik karena di Turki, seperti dikemukakan wartawan Turkish Daily News Mustafa Akyol, iftar and minuman keras mewakili dua hal yang berbeda 180 derajat, bahkan mendorong terjadinya konflik budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim Turki yang taat menganggap alkohol haram, bukan hanya meminumnya, tapi sekedar menggunakan minyak wangi beralkohol juga dijauhi. Tapi, warga Turki lain yang sekuler, menganggap minum minuman keras, termasuk di bulan Ramadhan, adalah hal yang lumrah saja. Hanya sedikit yang berhenti minum-minum untuk menghormati warga yang puasa.&lt;br /&gt;Dari 70 juta penduduk Turki, mayoritas beragama Islam, meskipun sebagian hanya ”Islam KTP”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mustafa Akyol, sebanyak 60 persen dari total populasi Muslim Turki menjalankan puasa. Artinya, 40 persen lainnya bebas makan minum di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Yang berpuasa dan tidak berpuasa bisa jalan beriringan. Inilah hebatnya atau anehnya Turki. Kalau di Indonesia, orang makan minum di jalan waktu ramadhan pasti sudah ditonjok, paling tidak ditegur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di Turki, yang berpuasa dan yang tidak puasa, saling tidak peduli,” kata Erhan yang sudah hampir 15 tahun bekerja di KBRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada pembatas&lt;br /&gt;Necmi Oscan, pelayan restoran Kofte &amp;amp; Balikevi, mengatakan pihaknya selain menyajikan iftar bagi yang puasa, juga menjual minuman keras dari mulai bir, wine, sampai vodka. Pengunjung restoran bisa duduk dimana saja mereka suka. Tidak ada pembatasan ruangan untuk yang Muslim dan yang sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di Turki tidak ada masalah. Yang puasa silahkan berbuka, sementara temannya menenggak bir. Mereka duduk di meja yang sama. Tidak peduli, semua senang. Ini Turki kawan, bukan Indonesia,” kata Oscan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turki sampai saat ini masih sangat kuat memegang sekularisme. Terhitung, sejak ambruknya Khilafah Islamiyah Turki tahun 1924, negeri itu menjadi simbol sekulerisme dipelopori pendiri Turki sekuler, Mushtafa Kamal Ataturk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri itu, masalah agama dipisahkan dari masalah kenegaraan dan kemasyarakatan. Agama menjadi wilayah pribadi sehingga tidak penting bagi negara dan pemerintah mengurusi pelaksanaan ibadah puasa atau haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu di Istanbul, misalnya, tidak pernah ada aturan dari kantor walikota untuk menutup tempat-tempat hiburan atau melarang penjualan minuman keras selama ramadhan. Tidak pula ada kelompok massa yang merusak bar, pub, karaoke, panti pijat, atau diskotik.&lt;br /&gt;Tapi tidak ada pula yang meramaikan bulan suci secara berlebihan dengan spanduk-spanduk ”marhaban ya ramadhan”, televisi-televisi yang hingar bingar dengan acara bernuansa ramadhan atau orang-orang di kampung yang membangunkan sahur dengan menabuh beduk, kentongan atau tiang listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah suasana bulan ramadhan di Istanbul, Turki. Apa yang terjadi di kawasan Kadikoy Carsi mungkin bisa menunjukkan prototipe Turki sekarang ini. Seperti dikemukakan Adnan Oktar, cendikiawan Muslim yang di dunia lebih dikenal dengan nama pena Harun Yahya, Turki kini berada di persimpangan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah negeri itu akan kembali meraih kejayaan Ottoman Empire di masa lalu atau melesat menjadi bangsa Barat yang bebas di masa depan. ”Islam kembali bangkit di Turki, dan negeri ini siap mendorong renaissance Muslim di Eropa,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat khawatir&lt;br /&gt;Bagi kaum sekularis, mereka makin banyak melihat wanita-wanita berjilbab di tempat umum dan sangat khawatir Turki akan menjadi Iran atau Arab Saudi. Sebaliknya, kaum Muslim konservatif, terus menerus mengeluh adanya erosi moral dan nilai-nilai keluarga serta berkembangnya budaya hedonisme di masyarakat Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustafa Akyol melihat Turki sekarang berada di tengah-tengah. Negeri itu belum seperti Teheran, bukan pula seperti Amsterdam. Turki kini menjadi, meminjam istilah kolumnis Haluk Sahim, sebuah ”strangeland”. Negeri yang unik dan aneh, negeri yang bukan ini dan bukan itu.&lt;br /&gt;Yang jelas, Turki masa kini adalah sebuah negeri yang memiliki masyarakat heterogen dan penuh warna, yang mengalami kehidupan bersama (Islam, Nasrani, Yahudi) secara damai selama 500 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kodikoy Carsi adalah miniatur Turki yang memanifestasikan kehidupan damai antar warga yang berbeda serta berlainan agama. Hanya di Kodikoy Carsi santri dan abangan bisa berdampingan. Hanya di Kodikoy Carsi yang beriman dan pendosa, fundamentalis dan sekularis, bisa bersendagurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya di Kodikoy Carsi di masa ramadhan ini, orang bisa buka puasa dengan hidmat tanpa terganggu dengan pendosa yang menenggak minuman keras. Iftar di kiri, bir di kanan, tidaklah menjadi masalah. Ini Turki, bung!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7042023908623315632-3302932585324179928?l=akusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akusaeni.blogspot.com/feeds/3302932585324179928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7042023908623315632&amp;postID=3302932585324179928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3302932585324179928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7042023908623315632/posts/default/3302932585324179928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akusaeni.blogspot.com/2008/09/turki-buka-puasa-di-kiri-minum-bir-di.html' title='TURKI: BUKA PUASA DI KIRI, MINUM BIR DI KANAN'/><author><name>AKHMAD KUSAENI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09680228060976147968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_MfgEM1JMu1s/R6l2xvBYQ5I/AAAAAAAAABM/yu3qdZbwXI8/S220/pisa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7042023908623315632.post-7533560969033151628</id><published>2008-08-04T16:17:00.002+07:00</published><updated>2008-08-04T16:34:19.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MAHBUBANI DAN KEBANGKITAN ASIA</title><content type='html'>Oleh : Akhmad Kusaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 4/8 (ANTARA) – Tak ada cendikiawan yang paling vokal menyuarakan Asia kecuali Prof. Kishore Mahbubani. Ia adalah diplomat Singapura keturunan India yang sudah menulis sekian banyak buku tentang bangsa-bangsa di Timur, termasuk yang provokatif seperti “Dapatkah Bangsa Asia Berfikir?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya sangat dikenal di berbagai lembaga dunia sebagai penyuara Asia disamping Dr. Mahathir Muhammad dari Malaysia. Mahbubani juga pernah jadi Wakil Tetap Singapura di PBB yang sangat dihormati karena pandangan-pandangannya yang kritis dan jenius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini Mahbubani sedang road show ke Asia, termasuk ke Indonesia, mengkampanyekan bukunya yang terbaru “The New Asian Hemisphere”. Ia menjadi pembicara utama dalam Presidential Lecture di Istana Negara bersama-sama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hari Jumat (1/8), Dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy, Universitas Nasional Singapura itu, berdiskusi di Universitas Paramadina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong jangan panggil saya lagi Tuan Duta Besar. Saya sudah lama pensiun dari diplomat dan tidak bekerja di pemerintahan lagi. Saya lebih senang dipanggil professor, karena kemerdekaan akademik saya lebih terjamin dengan atribut itu,” katanya kepada Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan yang terus saja memanggilnya ”Mr. Ambassador”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama civitas akademika Universitas Paramadina, Mahbubani berdiskusi membahas topik ”Mengapa Asia Bangkit?”. Berkemeja batik, Mahbubani dengan sangat meyakinkan menjelaskan thesisnya mengenai kebangkitan Asia dan perlunya Barat mulai menyesuaikan diri dengan pudarnya dominasi mereka di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita memasuki era baru dalam sejarah dunia, yaitu berakhirnya dominasi Barat dan datangnya abad Asia,” katanya dengan mantap dan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad Asia&lt;br /&gt;Abad 21 adalah abad Asia. Inilah inti kampanye dan keyakinan Mahbubani yang dituangkan dalam berbagai diskusi dan artikel di media massa internasional, termasuk ”The Making of Modern Asia” di majalah Time, edisi 7 Agustus 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak dari imigran miskin India yang tumbuh tahun 1950-an di koloni Inggris, Singapura, Mahbubani bersama-sama teman sekelasnya tidak pernah menyangka bahwa Abad Asia akan datang pada sisa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami dulu percaya bahwa Inggris adalah pusat dunia, bahkan seorang teman sering mengatakan jalan-jalan dan taman di London dipagari bersepuh emas. Sedangkan Cina dan India waktu itu dibelenggu kemiskinan yang sepertinya akan abadi,” kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, katanya bersemangat, bangsa-bangsa Asia telah bangkit. Abad Asia sudah dimulai. Yang membuat Asia bangkit tak bisa dibendung adalah keberhasilan Cina dan India. Cina sukses sebagai dinamo ekonomi dan India berhasil sebagai kampium demokrasi. Negara-negara Asia lain seperti Jepang, Korea Selatan, mengadopsi demokrasi dan pasar bebas yang digelindingkan Barat. Mereka mengimitasi Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip ekonomi yang mendorong kebangkitan Asia berasal dari Adam Smith. Ideologi politik Asia yang berkembang berasal dari pemikir Barat dari John Locke sampai Karl Marx. Lembaga-lembaga multilateral internasional yang membentuk ekonomi politik Asia, seperti PBB, Bank Dunia, IMF dan WTO, adalah hasil kreasi Barat. Pendek kata, bangsa Asia telah mendapat man
